Ads 468x60px

Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT.

Instagram @hambaallah_official

TAFSIR SURAT AN NAS...

Selasa, 9 Agustus 2016
Narasumber : Ustadz Doli
Kajian LINK Bunda Pekan kedua Agustus 2016
Tema : Tafsir
Editor : Rini Ismayanti

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur'an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur'an dan ahlul Qur'an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur'an di JannahNya.
Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur'an berjalan, kekasih Allah SWT yakni nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. InsyaAllah aamiin.

TAFSIR SURAT AN NAS...

An-Nas ini adalah surat Makkiyah menurut pendapat paling benar, terdiri dari 6 ayat. Ini merupakan ayat perlindungan yang kedua.

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ﴿١﴾ مَلِكِ النَّاسِ ﴿٢﴾ إِلَٰهِ النَّاسِ ﴿٣﴾ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ﴿٤﴾ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ﴿٥﴾ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ﴿٦﴾

1.  Katakanlah, “Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.
2.  Raja manusia.
3.  Sembahan manusia.
4.  Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
5.  Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
6.  Dari (golongan) jin dan manusia.”

Katakan kepada mereka, “Aku berlindung kepada Allah agar menjagaku dari kejahatan makhluk yang berbisik kepadaku. Aku berlindung kepada Tuhan manusia yang mendidik dan mengambil sumpah kepada mereka di kala mereka kecil atau lemah. Allah telah menguasai urusan mereka dan Dialah Pemilik Manusia. Dia Ilah mereka dan mereka budak-Nya. Dia yang layak disembah, ditunduki, dan dituju. Sebab Dialah Allah Taala yang menciptakan manusia, menumbuhkembangkan mereka, serta menguasai urusan mereka. Karena Dialah tempat berlindung dan meminta pertolongan. Bernaung kepada-Nya dari kejahatan bisikan di dalam hati yang biasa menghiasi kejahatan dan menampakkan keburukan dengan bentuk kebaikan. Itulah bisikan yang kebanyakan mengajak kepada larangan, baik dari bangsa jin, makhluk yang tersembunyi, yang mereka itu anak-anak dan tentara iblis atau dari bangsa manusia seperti halnya teman-teman buruk.

Mudah-mudahan kita dipelihara Allah dari kejahatan setan jin dan setan manusia. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan. Dia juga Maha Kuasa atas segala sesuatu. Allah sendiri telah mengajarkan kita bagaimana berlindung diri dari kejahatan lahir maupun bathin

Dalam surat ini terkandung permohonan perlindungan kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan bertawasul (menggunakan perantara) dengan tiga nam-Nya yang mencakup tiga makna keyakinan tauhid kepada Allah secara sempurna. Yaitu tauhid rububiyah, asma wa sifat dan uluhiyah. Ketiga jenis tauhid ini diwakili oleh asma-asma Allah subhanahu wa ta’ala sebagi berikut:

Ar-Rabb, Al-Malik dan Al-Ilaah

Ar-Rabb dalam kata ِرَبِّ النَّاسِ (Tuhan Manusia) bermakna bahwa Allah subhanahu wa ta’ala adalah pencipta, pengatur dan pemberi rezeki seluruh umat manusia. Tentunya Allah subhanahu wa ta’ala bukan hanya Rabb atau Tuhannya manusia, namun juga seluruh Alam semesta ini beserta isinya. Pengkhususan penyebutan Rabb manusia di sini adalah untuk menyesuaikan dengan pembicaraan. Menauhidkan Allah pada hal tersebutlah yang dimaksud dengan tauhid rububiyah. Seseorang yang memiliki keyakinan bahwa wali-wali tertentu dapat mengabulkan permohonan berupa harta, jodoh atau anak maka dia telah menyekutukan Allah dalam rububiyah-Nya.

Al-Malik adalah salah satu dari asmaul husna yang bermakna pemilik kerajaan yang sempurna dan kekuasaan yang mutlak. Sedangkan penyebutan kata Ilahinnaas (sembahan manusia) di sini adalah untuk menegaskan Allah adalah yang seharusnya disembah oleh manusia dengan berbagai macam ibadah

Surat ini bersama Al falaq, adalah dua surat perlindungan.

Bahkan bersama Al ikhlas, disunnahkan dibaca masing masing 1x setiap selesai shalat wajib, kecuali setelah maghrib dan subuh maka disunnahkan dibaca masing masing 3x

Dalam hadits hasan riwayat abu dawud, tirmizi dan nasa'i dijelaskan bahwa disunnahkan pula membaca 3 qul ini saat pagi dan petang

Demikian tafsir ringkas dari surat An nas ini, surat yang akrab dengan kita sejak kecil.. memiliki beberapa keutamaan yang berasal dari penjelasan Nabi SAW dan makna yang dalam terutama menjelaskan tentang tauhid.

wallahualam

TANYA JAWAB

M20
Q : Bagi setan yang berwujud manusia, di pikiran saya yaitu sosok manusia yang kafir atau munafik, bisu tuli dan buta pada kebenaran, kemudian mata telinga & hatinya telah terkunci. Mereka tidak mengetahui bahwa mereka berbuat kerusakan bagi dirinya sendiri dan menganggu orang lain. Apakah setan berwujud manusia itu benar demikian? Bagaimana cara kami untuk mengatasi bila ada gangguan dari setan wujud manusia?
A : Setan adalah sifat, maka dijelaskan disitu ada yang dari golongan jin dan manusia.... kalau manusia kafir jelas sifat setannya yaitu dia membuat kerusakan dengan menyebarkan menyembah selain Allah. Kaum munafikin pun dalam salah satu ayat al quran dijelaskan  dia memiliki sifat setan yaitu menyuruh berbuat rusak, munkar dan mencegah kebaikan. Bahkan setan berwujud manusia ini pada puncaknya bahkan memerangi kaum mukminin...Mencegahnya selain dengan dzikir, juga mmepersiapkan segala kekuatan yang dimiliki kaum muslimin agar siap menghadapi mereka,baik aqidah, fisik, persenjataan dll  (al anfaal). Wallahualam

Q : Ada hadist yang menyatakan bahwa salah satu cara masuk surga tanpa Hisab adalah dengan tidak meminta untuk di ruqyah karena segala sesuatu yang terjadi (termasuk gangguan jin kepada manusia) itu spenuhnya atas pengetahuan Allah SWT. Nah bagaimana dengan praktik ruqyah? Apakah bila kita merasa ada yang "aneh" pada diri kita sebaiknya menahan diri dari ruqyah? Lantas bagaimana orang yang terlanjur pernah diruqyah atau pernah minta diruqyah walaupun tidak jadi?
A : Selagi orang itu sadar tidak kesurupan sampai tak sadar,buat apa di ruqyah.. baik dinasihati tentang tauhid, dinasihati tentang lemahnya tipudaya setan, dinasihati agar berlindung hanya pada Allah saja, Allah maha Besar, berkuasa atas segala sesuatu.. Ajarkan aqifah yang selamat, ibadah yang shahih dst.. Wallahualam

Q : Maksud tauhid rububiyah itu seperti apa? Saya masih belum paham..
A : Tauhid rububiyah adalah meyakini sepenuhnya bahwa Allah adalah pencipta alam seisinya, pemberi rizki...pengatur alam semesta dan ini dibuktikan juga dengan tidak minta perlindungan pada selain Dia, tidak ragu bahwa rizki dari Dia...dstnya

Q : Bagaimana jika ayah ibunya non muslim, anak kan tidak bisa memilih untuk jadi non muslim maupun muslim
A : Makanya saya meyakini sekali, jika dia dewasa, akal sempurna dan islam sampai padanya dengan baik, maka barulah dia terkena  tanggung jawab.... Kalau dia tak ada kesempatan menerima dakwah islam, dengan berbagai alasan...maka hakikatnya kita serahkan pada Allah...wallahualam

M15
Q : Kita mohon perlindungan dari Raja, sembahan dan syetan...maksud dari Raja di sini seperti apa ya...apakah orang yang lebih berkuasa atau bagaimana?
A : Yang dimaksud raja disini adalah Allah SWT, yang kekuasaannya mutlak dan sempurna. Tidak bisa di bandingkan dengan kekuasaan manusia walau dia seorang Raja..

Q : Apa bole baca surat dr 3 qul sebagai penjaga diri supaya kita slamet dari bahaya di manapun kita berada?
A : Boleh...silakan saja..memang isi surat itu begitu.. Menggantungkan diri hanya pada Allah, mohon perlindungan pada Allah dari kejahatan makhluk, mohon pelrindungan pada Rabb, Malik, Illah dari gangguan setan jin dan manusia

M3
Q : Dalam alquran benarkah ada surat istimewa dan fadilah tertentu seperti 3 kul, arrohman, almulk.....? Nah klo memang benar ada tadz, gimana hukumnya menurut islam klo kita mendawwamkan setiap malam, misal baca almulk trus setiap abis isya , jzkllh
A : Ya benar, ada keutamaan dari surat atau ayat tertentu, namun keterangan keutamaan khusus surat atau ayat dalam al quran, harus melalui keterangan dari nabi SAW berupa hadits hadits yang maqbul.... sementara secara umum membaca ayat atau surat al quran pasti berpahala...

M14
Q : Klo kita merasa diganggu makhluk ada yang bilang, baca surat An Nas, Al Ikhlas, dan Al Falq, apakah ada urutannya mana yang harus dibaca duluan...
A : Ya, dalam makna zaiir ayatpun al falaq dan annas adalah meminta perlindungan dari kejahatan makhluk baik yang tak nampak maupun yang nampak, bahkan dari apapun kejahatan makhluk.... Secara urutan dalam al quran memang al ikhlas al falaq baru terakhir adalab an nas...

M13
Q : Ustadz, bagaimana dengan orang yang selain muslim sampai akhir hayatnya ? Apakah orang seperti itu memang diciptakan menjadi mahluk yang sesat , jauh dari hidayah Alloh ?
A : Semua adalah pilihan, apalagi saat ini kebenaran islam sudah demikian terang se terang matahari di siang hari. Bahkan berita bahwa terjaganya sumber utama islam yaitu Al Quran,dari perubahan bisa di akses oleh semua orang, demikian juga tentang cacatnya sumber sumber ajaran selain islam. Maka jika islam sudah sampai kepada mereka secara baik, tak ada lagi hujjah buat mereka kelak di akhirat. Wallahualam

M6
Q : Ayat 2 ملك Sering mendengar م nya di baca panjang...seperti di di al-fatiha ayat 3. Adakah perbedaan maknah jika salah baca harokat pendek  dibaca panjang pada huruf mimnya?
A : Secara makna kalau malik maknanya penguasa, raja..kalau maalik maknanya Yang memiliki. Wallahualam

M21
Q : Almarhum bapak saya mengajarkn untuk membaca surah An Nas ini sebelum memulai shalat yakni sebelum membaca niat... namun saya belum sempat menanyakan apa maksudnya... karena keburu bapak mnghadapNYA... mungkin ustad bisa mnjlasknnya.... afwan.... jazakallah .....
A : Saya belum menemukan ada dalil khusus membaca apapun sebelum takbiratul ihram. Namun meminta perlindungan kepada Allah dari godaan syaithan adalah sunnah pada setiap keadaan, beberapa waktu bahkan ada bacaan khususnya, misalnya saat masuk kamar mandi, atau mau tidur, atau bahkan rutin dibacakan di rumah agar rumah kita bebas dari gangguan setan. Kalau yang disunnahkan dalam shalat bisa membaca taawudz saat sebelum membaca al Fatihah. Wallahualam

Q : Ustad... apa maksud mmbaca surah 3 qul pd saat witir drakaat terakhir,  ??
A : Kalau witir 3 rakaat ada hadist yang diterima memang disunnahkan membaca al Ala', Al kafiruun kemudian di rakaat terakhir 3 qul... Namun bukan berati wajib...boleh juga surat surat lainnya. Wallahualam

M10
Q : Jika kita menemukn pulsa gesek  Di jalan... Sebaiknya gmn ustad.. Di abaikan, atau gmn... Krn kita tau itu bukn hak kita.... Dan di tanyakn di situ pun ga ada yang mrasa kehilangan...
A : Ambil saja, lalu pulsanya bisa di infaq kan.. saya kira saat ini banyak yang menerima infaq via pulsa ya?

M1
Q : Ayat ke-6 menegaskan siapa saja yang membisikkan kejahatan dalam dada manusia yaitu golongan jin dan manusia. Apakah bisa dibedakan kapan bisikan itu datang dari golongan jin dan kapan dari setan manusia? Karena sejatinya apa yang mereka bisikan sama-saam untuk lalai dari perintah Alloh.. Afwan
A : Kalau manusia kelihatan dalam karyanya  upayanya menggoda manusia dari jalan Allah, kalau jin walau terlibat disitu tak bisa kita merasakan karena dia ghaib, kecuali memang masalah masalah yang jelas melibatkan jin disitu, misalnya kerjaan dukun.. Wallahualam

M4
Q : Ustadz misalnya orang beragama selain islam itu termasuk kafir, padahal orangnya baik santun ...apa itu termasuk syetan berwujud manusia ya?
A : Kerjaan iblis dan setan yang utama adalah menjatuhkan manusia, muslim jatuh dalam dosa syirik akbar..salah satunya adalah menjadi murtad dan kafir... Tidak semua nonmuslim jahat, namun Allah mewanti wanti seorang muslim agar hati hati, hakikatnya mereka tak senang kita menjadi muslim... Wallahualam

M5
Q :  Kakek saya sering mengalami gangguan seperti di datangi makhluk jahat yang mengganggu istirahatnya .... Apakah sebenarnya itu hanya halusinasi ataukah ada jin yang mengganggu.
A : Wallahualam, walau ada ulama mengatakan sering mimpi buruk adalah salah satu ciri orang yang diganggu jin.

Q : Kadang saya sering tidur tiba-tiba teriak hah gtu. Itupun kadang saya kaget dan akhirnya terbangun. Kadang anak-anak dan suami yang tau dan bangunin saya pada akhirnya. Itu kenapa ya ustad. Tks.
A : Wallahualam. Adalah baik kalau kita melakukan apa apa yang disunnahkan ketika hendak tidur, cobalah berwudhu, kemudian baca ayat kursi, qulhu falaq binas 3x tiupkan ke tangan kemudian usapkan keseluruh tubuh yang terjangkau, baru tidur... Rutinkan keluarga membaca dzikir pagi petang, pahami maknanya, isi dzikir tersebut diabtaranya adalah minta perlindungan pada Allah dari kejahatan dan mohon keselamatan.

Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyaknya dan do'a kafaratul majelis:

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


DISIPLIN DALAM BERKELUARGA

Kajian Online WA  Hamba الله SWT

Senin, 22 Agustus 2016
Narasumber : Ustadzh Satria Hadi Lubis
Rekapan Grup Bunda M5
Tema : Parenting
Editor : Rini Ismayanti


Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur'an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur'an dan ahlul Qur'an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur'an di JannahNya.
Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur'an berjalan, kekasih Allah SWT yakaninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. InsyaAllah aamiin.

DISIPLIN DALAM BERKELUARGA

Keutamaannya adalah disiplin tanpa disuruh. Yang dimaksud keutamaannya adalah disiplin tanpa disuruh adalah masing-masing pihak dalam keluarga melakukan kewajiban masing-masing tanpa perlu dingatkan terus menerus oleh pihak lainnya. Suami tahu kewajibannya, begitu pula isteri dan anak-anak. Hal ini mensyaratkan pengetahuan dan kesadaran yang cukup tentang apa saja hak dan kewajiban berkeluarga dalam Islam.

Namun sayangnya, banyak orang yang berkeluarga tapi belum memiliki ilmu pengetahuan tentang hak dan kewajiban dalam keluarga. Mereka berkeluarga bukan karena ilmu, tapi oleh budaya dan tradisi. Bahkan sampai saat ini ilmu berkeluarga (family education) belum dianggap penting untuk diberikan kepada calon penganten. Apalagi sampai diwajibkan oleh pemerintah. Padahal semestinya setiap calon penganten harus mengikuti semacam sekolah (kursus) pendidikan keluarga (family school) yang diselenggarakan oleh pemerintah bekerjasama dengan lembaga-lembaga agama terkait. 

Dampak dari ketidaktahuan tentang ilmu berkeluarga membuat banyak suami atau isteri yang tidak tahu hak dan kewajibannya. Sudah sering terdengar ada keluarga tidak harmonis karena suami tidak melakukan kewajibannya, yakni memberi nafkah kepada isteri dan anaknya. Sebaliknya isteri lalai melaksanakan kewajibannya, yakni melayani suami sebaik-baiknya dan mendidik anak-anaknya. Isteri malah sibuk bekerja dan mengembangkan karir, padahal tidak darurat untuk mencari nafkah membantu suaminya.

Kelalaian suami atau isteri tersebut kemudian berdampak kepada anak-anaknya yang tumbuh berkembang tanpa keteladanan dan pendidikan yang memadai dari bapak ibunya. Banyak orang tua sekarang yang sudah merasa memberikan pendidikan yang cukup ketika menyekolahkan anaknya di sekolah yang mahal. Mereka lupa sekolah formal tidak dapat menggantikan peran mereka sebagai pendidik utama bagi anak-anaknya. Tidak bisa figur pendidik ayah ibunya diganti orang lain. Sekolah hanya membantu orang tua mendidik anak-anaknya, bukan menggantikan.

Akhirnya, banyak anak-anak sekarang yang tumbuh menjadi pribadi yang pincang (split of personality), baik secara emosional dan spritual, karena kurang pendidikan dari ayah ibunya. Berita-berita tentang kenakalan anak dan remaja sudah sering kita dengar sebagai bukti betapa rapuhnya kepribadian anak-anak kita. Lalu anak-anak dengan pribadi yang pincang itu kelak akan menikah dan melahirkan generasi baru yang juga pincang seperti ayah ibunya. Demikian seterusnya. Wajar jika generasi idaman harapan Islam dan bangsa sulit diwujudkan karena kebanyakan kita menikah tanpa ilmu, tapi hanya berdasarkan budaya dan tradisi belaka. Aneh memang, sekolah untuk bekerja bertebaran dimana-mana dan dengan sistem yang selalu diperbaharui (sekolah kejuruan dan perguruan tinggi). Namun sekolah untuk berkeluarga (family school) tidak ada. Kalau pun ada hanya sebatas seminar atau ceramah yang bersifat singkat dan tidak sistematis. Padahal bekerja dan berkeluarga sama pentingnya. Atau bahkan, menurut sebagian ulama, keluarga lebih penting daripada pekerjaan. Inilah yang terjadi jika kehidupan kita diatur oleh nilai-nilai sekuler dan materialistik. Selalu yang didahulukan yang bersifat materi dan uang daripada yang bersifat kerohaniaan dan maknawi.  

 
Jadi, untuk membentuk keluarga harmonis sangat diperlukan pendidikan keluarga yang dijalankan oleh masing-masing pihak. Suami, isteri dan anak. Pendidikan yang bukan hanya diberikan sebelum menikah tapi juga sepanjang pernikahan. Masing-masing pihak perlu memiliki kesadaran untuk mengembangkan pengetahuannya tentang apa saja hak dan kewajiban dalam keluarga. Tidak usah disuruh-suruh dan harus dimarahi dulu oleh pihak lain baru melakukannya. Suami, isteri dan anak sudah disiplin melakukan kewajibannya karena berangkat dari kesadaran diri.  Inilah yang dimaksud dengan tips yang ketiga; keutamaannya adalah disiplin tanpa disuruh.

Sebab jika disiplin melakukan kewajiban harus disuruh-suruh dan diingatkan lebih dahulu maka yang muncul adalah pertengkaran, minimal perasaan tersinggung. Apalagi bagi suami yang memang diciptakan Allah swt memiliki sifat kepemimpinan dalam keluarga. Mudah bagi kita menerima nasehat dari orang yang statusnya “di atas” kita. Tapi sulit bagi kita menerima nasehat dari orang yang statusnya “di bawah” kita. Itulah sebabnya ada beberapa suami yang harga dirinya merasa tersinggung karena sering dinasehati isterinya. Apalagi jika cara menasehatinya seperti menggurui dan memarahi. Begitu pula isteri lama kelamaan juga akan sakit hati jika sering dimarahi suaminya karena tidak melakukan kewajibannya. Nah..supaya ini tidak terjadi, alangkah idealnya jika suami isteri disiplin melakukan kewajibannya tanpa disuruh-suruh. Sebab menyuruh berulang-ulang akan membuat sakit hati bagi yang menyuruh dan juga yang disuruh. Keduanya berbuat dosa satu sama lain.

Di bawah ini, saya akan ulang beberapa kewajiban suami isteri yang diambil dari buku “Petunjuk Sunnah dan Adab Sehari-hari Lengkap” karangan H.A. Abdurrahman Ahmad sebagai pelengkap dari tulisan singkat ini. Semoga kita semua menjadi keluarga sakinah dengan disiplin melakukan kewajiban masing-masing tanpa disuruh-suruh.

Kewajiban Suami Kepada Istri :
-Suami hendaknya menyadari bahwa istri adalah suatu ujian dalam menjalankan agama. (At-aubah: 24)
-Seorang istri bisa menjadi musuh bagi suami dalam mentaati Allah dan Rasul-Nya. (At-Taghabun: 14)
-Hendaknya senantiasa berdoa kepada Allah meminta istri yang sholehah. (AI-Furqan: 74)
-Diantara kewajiban suami terhadap istri, ialah: Membayar mahar, Memberi nafkah (makan, pakaian, tempat tinggal), Menggaulinya dengan baik, Berlaku adil jika beristri lebih dari satu. (AI-Ghazali)
-Jika istri berbuat ‘Nusyuz’, maka dianjurkan melakukan tindakan berikut ini secara berurutan: (a) Memberi nasehat, (b) Pisah kamar, (c) Memukul dengan pukulan yang tidak menyakitkan. (An-Nisa’: 34) … ‘Nusyuz’ adalah: Kedurhakaan istri kepada suami dalam hal ketaatan kepada Allah.
-Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah, yang paling baik akhlaknya dan paling ramah terhadap istrinya/keluarganya. (Tirmudzi)
-Suami tidak boleh kikir dalam menafkahkan hartanya untuk istri dan anaknya.(Ath-Thalaq: 7)
-Suami dilarang berlaku kasar terhadap istrinya. (Tirmidzi)
-Suami hendaknya bersabar dalam menghadapi sikap buruk istrinya. (Abu Ya’la)
-Suami wajib menggauli istrinya dengan cara yang baik. Dengan penuh kasih sayang, tanpa kasar dan zhalim. (An-Nisa’: 19)
-Suami wajib memberi makan istrinya apa yang ia makan, memberinya pakaian, tidak memukul wajahnya, tidak menghinanya, dan tidak berpisah ranjang kecuali dalam rumah sendiri. (Abu Dawud).
-Suami wajib selalu memberikan pengertian, bimbingan agama kepada istrinya, dan menyuruhnya untuk selalu taat kepada Allah dan Rasul-Nya. (AI-Ahzab: 34, At-Tahrim : 6, Muttafaqun Alaih)
-Suami wajib mengajarkan istrinya ilmu-ilmu yang berkaitan dengan wanita (hukum-hukum haidh, istihadhah, dll.). (AI-Ghazali)
-Suami wajib berlaku adil dan bijaksana terhadap istri. (An-Nisa’: 3)
-Suami tidak boleh membuka aib istri kepada siapapun. (Nasa’i)
+Apabila istri tidak mentaati suami (durhaka kepada suami), maka suami wajib mendidiknya dan membawanya kepada ketaatan, walaupun secara paksa. (AIGhazali)
-Jika suami hendak meninggal dunia, maka dianjurkan berwasiat terlebih dahulu kepada istrinya. (AI-Baqarah: 240).
-Suami wajib menundukkan pandangan mereka kepada yang bukan mahrom dan menjaga kemaluannya. (An-Nur: 30)
Kewajiban Isteri Kepada Suami :
-Hendaknya istri menyadari dan menerima dengan ikhlas bahwa kaum laki-Iaki adalah pemimpin kaum wanita. (An-Nisa’: 34)
-Hendaknya istri menyadari bahwa hak (kedudukan) suami setingkat lebih tinggi daripada istri. (Al-Baqarah: 228)
-Istri wajib mentaati suaminya selama bukan kemaksiatan. (An-Nisa’: 39)
Diantara kewajiban istri terhadap suaminya, ialah:
Menyerahkan dirinya,
Mentaati suami,
Tidak keluar rumah, kecuali dengan ijinnya,
Tinggal di tempat kediaman yang disediakan suami
Menggauli suami dengan baik. (Al-Ghazali)
-Istri hendaknya selalu memenuhi hajat biologis suaminya, walaupun sedang dalam kesibukan. (Nasa’ i, Muttafaqun Alaih)
-Apabila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur untuk menggaulinya, lalu sang istri menolaknya, maka penduduk langit akan melaknatnya sehingga suami meridhainya. (Muslim)
-Istri hendaknya mendahulukan hak suami atas orang tuanya. Allah swt. mengampuni dosa-dosa seorang Istri yang mendahulukan hak suaminya daripada hak orang tuanya. (Tirmidzi)
-Yang sangat penting bagi istri adalah ridha suami. Istri yang meninggal dunia dalam keridhaan suaminya akan masuk surga. (Ibnu Majah, TIrmidzi)
-Kepentingan istri mentaati suaminya, telah disabdakan oleh Nabi saw.: “Seandainya dibolehkan sujud sesama manusia, maka aku akan perintahkan istri bersujud kepada suaminya. .. (Timidzi)
-Istri wajib menjaga harta suaminya dengan sebaik-baiknya. (Thabrani)
-Istri hendaknya senantiasa membuat dirinya selalu menarik di hadapan suami (Thabrani)
-Istri wajib menjaga kehormatan suaminya baik di hadapannya atau di belakangnya (saat suami tidak di rumah). (An-Nisa’: 34)

Ada empat cobaan berat dalam pernikahan, yaitu:
(1) Banyak anak
(2) Sedikit harta
(3) Tetangga yang buruk
(4) lstri yang berkhianat. (Hasan Al-Bashri)
-Wanita Mukmin hanya dibolehkan berkabung atas kematian suaminya selama empat bulan sepuluh hari. (Muttafaqun Alaih)
-Isteri wajib menundukkan pandangan mereka kepada yang bukan mahrom dan menjaga kemaluannya. (An-Nur: 31)

TANYA JAWAB

Q : Bagaimana memberi pengertian kepada suami klu istri sedang menasehati/sdikit memberikan hukuman kepada sang anak yang tujuanya agar tidak mengulangi kesalahan itu lagi tapi terkadang suami suka ikut campur yang kadang bilang: masih wajar kok,namanya juga anak-anak?
A : Buat kesepakatan antara suami isteri tentang bagaimana bentuk hukuman kepada anak dan kapan diterapkan. Setiap hukuman yang hendak dijatuhkan kepada anak sebaiknya dikonsultasikan dulu kepada pasangan sebelum dijatuhkan hukuman kepada anak agar anak tidak bingung dengan sikap ortu yang berbeda. Suami isteri seharusnya terlihat kompak dan serasi di mata anak agar jiwanya berkembang utuh dan sehat.

Q : Ustadz bagaimana kiat-kiat menumbuhkan sikap disiplin dalam menjalankan aturan/ajaran agama islam di dalam keluarga ditengah anggota keluarga yang kurang peduli dengan ilmu agama, mereka hanya mementingkan budaya dan tradisi/kebiasaan masyarakat yang tidak sesuai sunah rosul...mohon pencerahannya tks..
A : Caranya dengan mentarbiyah anak tentang mana syariat dan mana tradisi. Lalu pentingnya mengutamakan syariat serta menolak tradisi yang bertentangan dengan syariat. Juga tentang cara menghindari tradisi dengan cara yang baik, misalnya dengan tidak menentangnya secara terbuka karena nantinakan dijauhi masyarakat, menasehati secara lembut, dll. Tarbiyah ini harus diulang-ulang untuk mengingatkan anak. Sebaiknya setiap keluarga punya waktu untuk tarbiyah keluarga minimal seminggu sekali yang dihadiri oleh seluruh anggota keluarga.

Q : Bagaimana cara mengembalikan kebiasaan baik bila sudah mulai merosot  seperti  disiplin waktu sholat dan bangun tidur.
A : Wajar jika seorang anak, bahkan orang dewasa, sesekali meninggalkan disiplin sholat tepat waktu. Caranya agar terus disiplin dalam ibadah adalah menjadwalkan waktu keseharian. Kalau perlu sampai menit-menitnya agar waktu kita teratur. Silakan pelajari buku-buku tentang manajemen waktu. Selain itu, anggota keluarga saling mengingatkan jika adabyang lalai dlm ibadah. Ingatkan dengan lemah lembut dan berdasarkan kesepakatan agar ada rasa memiliki. Jauhi maksiat dan berteman dengan lingkungan atau komunitas yang sholih juga merupakan kiat lain agar tetap disiplin ibadah.

Q : Tadi disebutkan bahwa "tidak bisa figur pendidik ayah ibunya di ganti orang lain". Padahal sekolah jaman sekarang tidak seperti dahulu. Jadinya kadang anak-anak bertanya, orangtua tidak bisa menjawab karena keterbatasan berpikir. Akibatnya anak-anak mencari di internet dll. Itu bagaimana ya?
A : Maksudnya peran ortu tidak bisa digantikan sekolah adalah peran sebagai figur teladan, bukan dalam masalah keilmuan yang teknis. Wallahu'alam.


Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyakanya dan do'a kafaratul majelis:

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ




SEBAB SEBAB HADAS SECARA UMUM

Kajian Online WA Hamba الله SWT

Kamis, 25 Agustus 2016
Narasumber : Ustadz Jumadil Toha
Rekapan Grup Bunda M20
Tema : Kajian Umum
Editor : Rini Ismayanti


Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur'an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur'an dan ahlul Qur'an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur'an di JannahNya.
Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur'an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. InsyaAllah aamiin


SEBAB SEBAB HADAS SECARA UMUM

Bismillah. Alhamdulillah. Wassholatu wasaalam ala Nabi Muhammad.
Para ummahat rahimakumullah. Sebelum masuk ke masalah inti mengenai sebab hadas, terlebih dahulu kita memahami makna hadas menurut bahasa dan istilah.

Makna hadats
Hadats menurut bahasa ialah baru. Menurut istilah ialah segala sesuatu yang dapat membatalkan thoha roh (bersuci).

Adapun  sebab hadats ialah :
1. Sesuatu yang keluar dari dua jalan (qubul atau dubur) berupa air kencing,benda padat,atau kentut.
Berdasarkan firman Allah "Atau salah seorang kalian datang dari membuang jahatnya. " (QS Al-Maidah 6). Dan berdasarkan sabda Nabi Muhammad saw :
"Allah tidak menerima shalat salah seorang kalian jika dalam keadaan beradat sampai dia bersuci. Maka seseorang dari Hadats Maut bertanya "Apa hadats itu wahai Abu Hurairah?" Dia berkata "Kentut yang bersuara atau tanpa suara." (Muttafaqun Alaihi).
Termasuk di dalamnya adalah wa dan madzi. Berdasarkan riwayat Ibu Abbas r.a ia berkata "wadi,  madzi,  mani.  Adapun wadi dan madzi maka bersihkan kemaluan dan berwudhulah sebagaimana kau berwudhulah saat akan shalat."

2. Tidur Lelap. Yaitu tidur yang menyebabkan hilangnya kesadaran, baik posisinya di atas tanah atau bukan. Berdasarkan hadits Shafwan bin Asal ia berkata "Rasulullah saw menyuruh kami jika kami sedang safar untuk tidak melepaskan khuf khuf kami selama 3 hari dan malam kecuali karena junub,namun tidak dilepas karena kencing dan tidur." (HR. Annasai). Dalam hadits tsb nabi saw menyamakan kencing dgn tidur.
Dari Ali r.a ia berkata, Nabi saw bersabda "Tidur adalah penutup lubang dubur. Maka barangsiapa yang tidur hendaknya ia berwudhulah (jika hendak mengerjakan ibadah)." (HR. Ibu Majah dan Abu Daud).  Maksudnya bahwa seseorang yang tidur lelap tidak merasakan jika ia beradat.  Sedangkan selama seseorang terjaga ia akan tetap dapat menyadari apakah ada sesuatu yang keluar atau tidak dari salah satu dari dua jalan.

3. Hilangnya akal sehat disebabkan mabuk atau sakit jiwa. Karena dalam keadaan ini seseorang akan kehilangan kesadaran melebih saat ia tidur lelap. Artinya kali saja tidur lelap dapat membatalkan thoha roh maka kehilangan akal sehat lebih membatalkan.

4. Menyentuh/memegang kemaluan tanpa penghalang jika disertai syahwat. Berdasarkan sabda Nabi saw : "Barangsiapa yang menyentuh kemaluannya maka hendaknya ia berwudhu" (HR. Ibu Majah, Annasai). Jika tanpa syahwat maka tdk membatalkan thoha roh, berdasarkan sabda Nabi saw "Bukankah kemaluan mu adalah bagian dari dirimu?" (HR. Ibu Majah dan Nasai).

5. Makan daging onta. Berdasarkan riwayat Al Barro bin Azib r.a ia berkata,Nabi saw bersabda "Berwudhulah kalian karena memakan daging onta dan tidak perlu berwudhu karena daging kambing."(HR. Ibu Majah,Abu Daud, Tirmidzi).
Dalam riwayat lain Jabir bin Samuroh ada seseorang yang bertanya kpd Nabi saw "Apakah kita wajib berwudhu dari daging kambing? Jawab Nabi saw "jika kamu mau berwudhu lah dan bila tidak Jgn lah berwudhu." Ia bertanya lagi "Apakah kami wajib wudu setelah makan daging unta? Jawab Nabi saw "iya,berwudhulah setelah makan daging onta." (HR. Muslim).

Demikian beberapa yang menyebabkan seseorang beradat.  Semoga bermanfaat.

Wallahu alam.
Wassalamualaikum.

TANYA JAWAB

Q : Assalamualaikum ustadz, bertanya, apa yang melatarbelakangi Rasulullah memerintahkan berwudhu setelah makan daging unta, ada kekhususankah yang membedakan dengan hewan lain, terimakasih ustadz.... Oh iya ustadz, saya pernah dengar bahwa posisi duduk tertentu tdlidak membatalkan wudhu, apakah benar?
A : Wa'alaikumussalam. Pertama seorang muslim dituntut untuk selalu siap patuh terhadap sabda Nabi saw yang berkenaan dengan perintah maupun larangan baik diketahui hikmahnya ataupun tidak. Kedua belum saya temukan dalam kitab fiqih On jelaskan para ulama alasan batalnya wudu setelah makan daging onta. Ketiga meskipun tidak ditemukan hikmahnya hukum tetap berlaku demikian dan tdlidak berubah kecuali dengan hadits atau quran, yang disebut dengan mansukh. Keempat menurut pribadi saya mungkin saja onta termasuk hewan membutuhkan waktu lama untuk diproses jadi bahan makanan sebagaimana halnya kuda. Atau bisa juga karena larangan Nabi shalat di kandang onta dan beliau membolehkan shalat di kandang kambing sebagaimana hadits shahih,maka berlaku juga dalam masalah wudu, bahwa makan daging kambing tidak membatalkan wudu dan makan onta membatalkan wudu.  Wallahu alam. 

Q : Untuk bacaan niat wudhu pada saat akan mandi junub apakah sama dengan bacaan niat seperti wudhu biasa seperti hendak sholat? Syukron
A : Wudu sebelum mandi junub hukumnya sunnah. Tidak ada bacaan khusus saat niat berwudhu selain bismillah. Itupun jika di dalam kamar mandi tidak disyariatkan untuk melafazkannya, akan tetapi cukup membacanya dalam hati. Kecuali jika di luar kamar mandi maka disunnahkan melafazkannya, sebagian ulama mewajibkan bismillah.

Q : Saya pernah sekali tidak sengaja terlelap saat menunggu shalat isya, posisi saya masih mengunakan mukena dan duduk diatas sajadah, sehabis tilawah sambil nunggu isya tiba-tiba terlelap sejenak sekitar 5 menitan apa harus mengulang wudhlu lagi ato tidak ?
A : Tidur yang membatalkan wudu adalah tidur lelap yaitu tidur yang menyebabkan hilangnya kesadaran. Tidur Lelap bisa ditandai dengan mendengkur atau bergeraklah badan atao bergesernya tubuh secara intensif. Namun jika tidak sampai pada keadaan ini maka tidak membatalkan wudu menurut pendapat yang paling kuat,yaitu pendapat jumhur. Berdasarkan riwayat shahih bahwa Nabi saw pernah tertidur dengan bersandarkan pada dinding masjid lalu shalat tanpa wudu. Wallahu alam.

Q : Bagaimana jika pakaian terkena bekas bercak darah haid yang telah susah dibersihkan (mungkin karena mengering) apakah pakaian tsb tidak dapat digunakan kembali?
A : Darah haid adalah najis karena itu baju yang terkena darah haid wajib dicuci hingga hilang bekasnya. Namun jika bekasnya tidak menghilang sesudah dicuci maka tidak berpengaruh pada keabsahan shalat. Berdasarkan riwayat shahih bahwa ada seorang wanita yang mengenakan baju shalat (semacam mukena) yang sudah terkena darah haid namun sudah mengering. Maka beliau saw menyarankan untuk membersihkan tempat yang terkena di bagian bajunya tsb. Dan berdasarkan pada kaidah usul fiqih "kesulitan menyebabkan kemudahan". Dan sesuai dengan firman Allah "Dan tidaklah Allah menjadikan dalam urusan agama kalian sulit." (QS al haji 78). Wallahu alam.

Q : Boleh ga kita baca al qur'an pada saat haid tapi pake alqur'an terjemah?
A : Menyentuh mushaf bagi wanita yang sedang berhadats diperselisihkan oleh fuqoho tentang boleh-tidaknya. Sebagian ada yang tidak membolehkan dan sebagian lainnya membolehkan. Masing-masing pendapat tersebut mempunyai dalil. Namun jika kita melihat riwayat shahih bahwa Nabi saw suatu hari saat beliau sedang berwudhu seorang sahabat mengucapkan salam. Namun beliau diam saja tanpa menjawabnya. Selesai berwudhu beliau berkata kepada sahabat tsb "Tidak ada yang menghalangiku untuk menjawab salammu kecuali karena aku tidak suka menjawabnya dalam keadaan tidak suci." Hadits ini menunjukkan bahwa menjawab salam saja Nabi saw tidak mnyukainya lalu bagaimana dengan memegang mushaf. Namun ada riwayat shahih yang lain menyebutkan , yaitu riwayat Aisyah r.a bahwa Nabi saw senantiasa berfikir kepada Allah setiap keadaannya. Tentu jika setiap keadaan menunjukkan bahwa beliau selalu dzikir kepada Allah baik dalam suci maupun berhadats. Namun menurut saya dzikir yang dimaksud hadits tsb adalah bukan dzikir dalam lafadz atau yang diucapkan semisal membaca alquran. Tapi dzikir yag tidak dilafadzkan. Sebagaimana sabda Nabi saw kpd Aisyah "Wahai Aisyah sesungguhnya mataku tertidur namun hatiku tidak." Sedangkan membaca alquran adalah setamat utamanya dzikir. Namun meskipun berupa terjemah sebaiknya dihindari menyentuhnya atau memegangnya untuk dibaca (kecuali darurat,jatuh) dalam keadaan hadats besar. Wallahu alam.

Q : Ada yang bilang klo lagj haid boleh baca Alquran tapi tidak bersentuhan langsung? Ato lewat app hp. Sebenarnya yang mana yang benar?
A : Menurut hemat saya wanita yang mempunyai hapalan tidak mengapa ia membacanya dari hapalan nya dengan tujuan murojaah (menjaga hapalan agar tetap terjaga). Demikian pula dalam bentuk aplikasi dia boleh untuk membacanya karena alquran dalam bentuk aplikasi tidak disebut mushaf alquran. Mushaf alquran ialah alquran yang dicetak di percetakan terbesar dunia yang ada di Madinah. Adapun terjemah adalah untuk membantu memahami makna kandungan alquran. Wallahu alam.

Q : Bagaimana caranya sholat orang yang sedang menggunakan kateter atau pun kantong kotoran karena saudara ada yang habis operasi kanker dubur seumur hidup harus menggunakan kantong tersebut?
A : Shalat dikerjakan sesuai dengan cara yang mampu dikerjakannya. Berdasarkan firman Allah surat al haji 78 "Dan tidaklah Dia menjadikan sulit dalam perkara agamamu." Dan berdasarkan sabda Nabi saw "Shalat lah kamu dengan berdiri, jika tidak mampu maka dengan duduk,jika tidak mampu maka dengan berbaring, jika tidak mampu maka dengan isyarat." (Shahih). Secara umum Nabi saw memberi keringanan kepada kita untuk shalat dengan cara yang mudah dilakukan sesuai kesanggupan. Dan berdasarkan kaidah fiqih "Kesulitan itu menyebabkan kemudahan." Wallahu alam.


Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyaknya dan do'a kafaratul majelis:

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ



TESTIMONI KELAS ONLINE BAHASA ARAB

1. Alhamdulillaah saya sangat bersyukur sekali dengan adanya kelas online bahasa Arab ini, karna sangat membantu saya yang tidak bisa melanjutkan kuliah karena tak punya biaya. Terima kasih banyak ustadz Rama, ustdzah Sri yang sudah memberikan waktunya memberikan ilmu kepada saya, semoga Allah membalasnya dengan beribu kebaikan, mba Rita makasih banyak sudah sabar mengajari saya yang susah faham, yang selalu direpotkan dengan pertanyaan yang mungkin mudah dijawab, sangat sabar menjelaskan materinya dan mau meluangkan waktu untuk membimbing. Hanya Allah yang bisa membalasnya ya mba, buat mba Arsyafa dan musrifah yang lain terima kasih juga yang sudah direpotkan dengan mengirim screenshoot dll. Pokoknya makasih banyak buat semuanya, semoga ilmunya berkah ya ☺
(Fitri 2A)

2. Subhanallah pembelajaran B.Arab yang luar biasa benar-benar ana merasa terbimbing dan merasa diperhatikan oleh para musyrifah yang sangat teliti dalam mengoreksi latihan. Kelas pemula ini juga telah ana ajarkan di SDIT, agar ana tetap ingat.
(Suri 1C)

3. Assalaamu'alaikum wa rohmatulloohi wa barokaatuh..
Bismillaah..
Alhamdulilah saya sangat bersyukur dapat berkumpul dalam majelis ilmu nahwu secara online, sangat memudahkan dalam mempelajari bahasa arab hanya lewat whatsapp di tengah kesibukan yang tidak memungkinkan buat memperdalam ilmu nahwu di suatu lembaga terkait. Pembimbingnya pun baik-baik selalu mengingatkan tugas, menjelaskan jika ada yang salah. Alhamdulillaah berkat bimbingan ustadzah, musyrifah dan semangat teman-teman di kelas BA 2A saya bisa menyelesaikan Kelas Nahwu Pemula ini hingga Lulus. Terimakasih saya ucapkan kepada seluruh admin BA Hamba Allah, ustadz, ustadzah dan musyrifah yang telah meluangkan waktu untuk berbagi ilmu kepada saya dan teman-teman semua, semoga ilmu yang telah dibagi menjadi bekal amal jariyah dan membawa berkah, aamiin. Semoga kegiatan Kelas Nahwu Pemula ini bisa berkelanjutan dan semakin sukses, aamiin..

��Terimakasih Lita ucapkan kepada:
❤Ustadzah Sri Mulyana
❤Mba Nur Hasanah
❤Seluruh Admin, Ustadz/Ustadzah, Musyrifah dan teman-teman semua di Grup BA 2A ini..
(Lita Aprilia, 2A 19th)

4. Sebelumnya ana tidak punya dasar belajar bahasa arab, jadi memang belajarnya seperti anak bayi yang belajar merangkak, tapi akan terus belajar. Alhamdulillah masih terus bisa mengikuti, walaupun ditengah-tengah kesibukan. Kelas BA ini sangat bermanfaat. Mungkin jika tidak melalui online/WA ini ana selamanya tidak pernah belajar bahasa arab. Belajar bahasa arab itu menyenangkan, walaupun kita merasa sulit. Intinya harus mencintai apa yang sedang kita pelajari dan tekad yang kuat untuk terus belajar. Tidak ada yang tidak bisa asalkan kita mau terus belajar dan melawan rasa malas. (Sari Khairani, 1B 29th)

5. Alhamdulilah saya sangat bersyukur bisa belajar bahasa arab disini. Karena metode belajarnya pelan, sesuai dengan usia saya yang gak memungkinkan belajar dengan cepat. Semoga untuk pembelajaran selanjutnya masih tetap sama metode belajarnya.