Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

8 Kunci Sukses Ramadhan

Kajian Online WA Hamba  اللَّهِ SWT
Rabu, 25 Mei 2014
Nara Sumber : Ustad Dian Alamanda
Bersama Ust Dian Alamanda

بسم الله الرحمن الرحيم

َالْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ اْلإِيْمَانِ وَاْلإِسْلاَمِ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْد

“Ibarat pon bensin, Ramadhan adalah tempat mengisi bahan bakar ruhani untuk bekal perjalanan
setahun. Siapa yang maksimal dia akan sukses, sebaliknya siapa yang lalai, dia akan terseok-seok dalam dosa dan kesia-siaan” (Dr. Amir Faishol Fath, MA)



Dalam buku “8 Kunci Sukses Ramadhan”, Dr. Amir Faisol Fath menuliskan tip-tip agar kaum muslimim dapat meraih kesuksesan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Buku tersebut memotivasi kita untuk meningkatkan ibadah Ramadhan. Tentu tidak sekedar ritualitas saja. Namun, lebih daripada itu, Ramadhan dapat menjadi madrasah kehidupan seseorang. Dengan hadirnya bulan Ramadhan, selayaknya pribadi tercerahkan menjadi muslim yang lebih baik.

Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan agar kita memperoleh kesuksesan Ramadhan tersebut:
Pertama, Gembira dengan hadirnya Ramadhan. Kegembiraan dengan hadirnya bulan yang agung ini karena ia memiliki keistimewaaan tersendiri. Imam Al-Maqdisi berkata; bahwa Keistimewaan puasa Ramadhan adalah karena kepemilikannya langsung kepada Allah. Allah berfirman dalam hadis qudsi; “ Kecuali puasa, ia milik-Ku dan Aku langsung yang akan memberikan balasannya”.

Lebih jauh Imam Al-Maqdisi memaparkan bahwa puasa di bulan Ramadhan menjadi Istimewa karena amalnya tidak nampak dan tidak bisa diteksi oleh pandangan mata manusia. Maka tidak bisa dimasuki penyakit riya’. Selain itu puasa adalah pemenjaraan bagi setan. Sebab setan hanya bisa masuk melalui hawa nafsu. Hawa nafsu menjadi kuat melalui makan dan minum. Selama hawa nafsu kuat dan subur, setan akan terus keluar masuk dalam diri seseorang. Dengan puasa, hawa nafsu menjadi tidak berdaya.

Kegembiraan Rasulullah sendiri tercermin dalam persiapan beliau melatih diri berpuasa dibulan sya’bannya. Kegembiraan ini juga disambut dengan perasaan bangga karena mendapat undangan khusus dari Allah sebagaimana disebutkan dalam surat Al-baqoroh, ayat 183.
Kedua,Totalitas dalam mengisi Ramadhan. Setiap insan tidak pernah tahu, bahwa Ramadhan yang akan hadir adalah Ramadhan terakhirnya. Ajal kapanpun datang menjemput tanpa bertanya. Banyak orang yang mati di tempat maksi’at. Nauzubillah mindzzalik. Oleh karena itu, Kita tidak pernah bisa menjamin bagaimana akhir hayat kita,bahwa tahun depan bisa bertemu lagi dengan bulan yang mulia ini. Maka selama bulan Ramadhan dianjurkan memperbanyak ibadah kepada Allah dan mengurangi aktivitas kerja.

Ketiga, Senang berpuasa. Dalam berpuasa hendaknya dimunculkan rasa suka, atau senang. Orang yang senang menjalankan segala sesuatu, tidak merasa terbebani dengan puasa yang dijalaninya. Untuk menumbuhkan rasa ini dapat dilakukan dengan menggali hikmah puasa, mengenal sejarah diwajibkannya puasa, dan belajar dari puasa orang-orang soleh.
Keempat, Indah bersama Al-Qur’an. Ramadhan pun juga dikenal dengan bulan Al-qur’an. Setiap huruf yang dibaca mendapatkan pahala yang berlipat-lipat dari Allah. Al-qur’an yang kita baca dapat menghapus dosa masa lalu. Sebagaimana dalam sebuah hadist shahih dijelaskan bahwa setiap kebaikan akan menghapus dosa. Dengan kita selalu membaca Al-Qur’an dan memahaminya, kita akan memperoleh safa’at dan ampunan Allah swt.

Kelima, Selalu semangat bangun malam. Manusia yang unggul adalah manusia yang senang berpuasa, melakukan kebajikan, dan mengisi malamnya dengan zikir. Apalagi di bulan Ramadhan adalah bulan shalat malam, sebagaimana Rasulullah bersabda; “ Siapa yang menegakkan shalat malam Ramadhan (baca; tarawih) Allah akan mengampuni dosa-dosa yang telah lewat”.(HR. Bukhari Muslim). Bangun malam juga terdapat rahasia sahur. Orang yang sengaja bangun untuk makan sahur, sekalipun hanya seteguk air, ia akan mendapat keberkahan Allah. Sahur dapat memperkuat seseorang dalam melaksanakan puasa disiang harinya.
Wallahua'lam
Keenam, Tingkatkan amal. Bulan Ramadhan adalah waktu-waktu yang mustajab untuk melantunkan doa. Manusia yang beruntung tentu akan memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Karena ia tahu bahwa Allah mengobral pahala selama bulan suci ini. Meningkatkan amal dapat dengan memperbanyak shalat fardhu berjama’ah di masjid dan amal-amal sunnah lainnya.

Ketujuh, Raih lezatnya I’tikaf. Puncak kehambaan adalah hanyalah orang-orang yang memakmurkan masjid-masjid Allah (At-Taubah:19). I’tikaf di bulan Ramadhan adalah salah satu cara memakmurkan masjid Allah selama bulan Ramadhan. Kita diberi kesempatan oleh Allah untuk berlomba-lomba merebut malam lailatur qodar. Malam ini adalah bonus tertinggi yang Allah berikan kepada seseorang yang berusaha menghidupkan sepuluh malam terakhir selama bulan Ramadhan. Bagi yang memperoleh malam ini, maka ia sama dengan beribadah selama seribu bulan.

Kedelapan,Hidupkan Ramadhan sepanjang masa. Kesuksesan dari Ramadhan akan tampak dengan lahirnya pribadi, rumah, dan kampung yang rabbani. Pribadi yang senantiasa menghidupkan Ramadhan di bulan-bulan lainnya, maka pribadi inilah yang telah meraih sukses Ramadhan.

T : Ustad, sy mau Tanya terkait bulan Ramadan ini ya
kan sy masih menyusui anak. anak sy si usia udah 18bln. cuma dia alergi susu sapi n kambing, jdi dia masih asi.Nah bbrp hari kmrn sy coba puasa niatnya bayar utang thn lalu. tp sehari puasa produksi asinya menurun bngtt.
itu gimana ya tadz?
J : Boleh qadha puasa ditahun depan karena mwnghawatirkan asi atau kesehatan kandungan
T : Ustdzh pd bln ramadhan kita sangat dianjurkan utk berlomba2 merebut lailatul qodar...
apakah utk mendptkannya hrs dgn cara I'tikaf?
Atau bisa hanya beribadah di rumah saja?
J : Wanita diperbolehkan i'tikaf tapi tdk harus
T : ustad, klo puasa thn kmrn blm bisa kita qhada sekarang, jadinya musti bayar fidyah kan ya?
kalo udah bayar fidfyah, puasanya musti diqadha lagi thn depannya atau ngga?
Kalau uzurnya tdk permanen, misal hamil, menyusui, maka wajib qodho ?
J : Kalau uzurnya permanen, misal fisik yg sangat lemah, sakit menahun, maka cukup bayar fidyah
Sebagian besar ulama mewajibkan qodho dengan jumlahnya sesuai dgn yg ditinggalkan
Kecuali sebabnya karena hubungan suami istri
T : sy klo ditotalin ga puasanya Dr thn 2009 ada 123hari tadz, jadi someday saya musti tebus 123 hari itu ya tadz?
J : Usahakan semampunya saja
T : Maksudnya dengan sebab hubungan suami istri itu gmna tadz???
J : Kalau karena berhubungan suami istri kafaratnya memerdekakan 1 budak, atau puasa 60 hari berturut2, atau memberi makan 60 orang miskin..

Semoga bermanfaat .. 