Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

CARA BERKOMUNIKASI DGN ANAK / ORANG AWAM / ORANG LAIN TENTANG "ALLAH"

Kajian Online WA HAMBA اللَّهِ SWT

Minggu, 11 Mei 2014
Narasumber : Ustadz Dodi Kristono
Notulen: Bunda Nofita dan Bunda Vita





ْبِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

.... WARNING, JANGAN DI BROADCAST KE TEMAN-TEMAN DULU YA ...

Cara berkomunikasi dengan anak, atau orang awam, atau orang lain tentang "Allah "

"Bu, Allah itu ada di mana ?

Jangan jawab begini :
"Nak, Allah itu ada di atas..di langit..atau di surga atau di Arsy." Jawaban seperti ini menyesatkan logika anak karena di luar angkasa tidak ada arah mata angin atas-bawah-kiri-kanan-depan-belakang. Lalu jika Allah ada di langit, apakah di bumi Allah tidak ada? Jika dikatakan di surga, berarti lebih besar surga daripada Allah...berarti prinsip Allahu Akbar itu bohong? [baca juga Ukuran Allahu Akbar]

Dia bersemayam di atas ’Arsy. <-- Ayat ini adalah ayat mutasyabihat, yaitu ayat yang wajib dibelokkan tafsirnya. Kalau dalam pelajaran bahasa Indonesia, kita mengenal makna denotatif dan konotatif, nah.. ayat mutasyabihat ini tergolong makna yang konotatif.

Juga jangan jawab begini :

"Nak, Allah itu ada di mana-mana."

Dikhawatirkan anak akan otomatis berpikiran Allah itu banyak dan terbagi-bagi, seperti para freemason atau politeis Yunani Kuno.

Jawablah begini :

"Nak, Allah itu dekat dengan kita. Allah itu selalu ada di hati setiap orang yang saleh, termasuk di hati kamu, Sayang. Jadi, Allah selalu ada bersamamu di mana pun kamu berada."

"Qalbun mukmin baitullah", 'Hati seorang mukmin itu istana Allah." (Hadis)

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. (Q.S. Al-Baqarah (2) : 186)

Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.(Q.S. Al-Hadiid: 4)

Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. (Q.S. Al-Baqarah (2) : 115)

Allah sering lho bicara sama kita.. misalnya, kalau kamu teringat untuk bantu Ibu dan Ayah, tidak berantem sama kakak, adek atau teman, tidak malas belajar, tidak susah disuruh makan,..nah, itulah bisikan Allah untukmu, Sayang." (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (Q.S. Al-Baqarah)

ADA SESUATU YANG BAGUSKAH...?

ADA SESUATU YANG MENENANGKAN HATIKAH....?

atau

ADA SESUATU YANG ANEH...?
[9:35PM, 5/12/2014] O Nofita Kutub: PERTANYAAN DAN JAWABAN:

■ Nofita Nurbiyanti:
Anehnya dimana2? Bermakna banyak Allah, padahal kita taunya Allah 1. Allah bisik2? Hehehehe adanya juga Malaikat, Jin, Syetan/Iblis.
Banyak yg blg saya dapat bisikan tuhan, sdgkan kita tau, wahyu Allah turun melalui malaikat jibril.
Allah ada di atas, kecuali Malaikat jibril naik membawa wahyu ke manusia...berarti ada di dlm tanah.

■ Dodi Kristono:
Balik ke kajian sebelumnya, gimana caranya mendapatkan HIDAYAH....?

Ary Hapsari: Berfikir

Dodi Kristono:
Betul Bunda Aryani. Dasarnya menggunakan AKAL. Terus mencari dengan mengeksplor narasumbernya:
Al-Quran dan Hadist
Barulah HIDAYAH akan turun.
Makanya konsep berfikir Bunda Nofita bagus, awalnya menggunakan AKAL dahulu.

Ary Yunita Hapsari:
Hidayah itu cahaya. Cahaya cinta Allah.

■ Nofita Nurbiyanti:
Oooo bagaimana jk jauh dr Al quran dan hadis? Apakah tdk akan diberikan hidayah kak?

Dodi Kristono:
Hukumnya adalah sebab akibat dan itu hak prerogratifnya  اللّهُ
Tapi umumnya terjadi karena sebab akibat.

■ Ary Yunita Hapsari:
Org2 non muslim jk mereka tertarik sesuatu atau ingin berislam mereka bener2 belajar dulu..awalnya simple misal ingin membuktikan tg apa yg ada di al-qur'an atau hanya melihat wanita2 berhijab membuat daya tarik (bukan tertatik maslah lawan jenis tp ada keistimewaan yg dia lihat dr wanita2 berhijab krn dia seorang fotografer) dia untuk mengenal islam dan akhirnya jd muallaf.

Dodi Kristono:
Betul Banget Bunda Rahayu. Nda heran, orang2 mualaf itu masuk ke Islam karena menggunakan AKAL nya.
Orang Islam yang murtad, biasanya karena "perutnya", "kegantengannya", "kecantikannya" dll tanpa mengikutsertakan AKAL.

■ Nofita Nurbiyanti:
Bagaimana bagi org2 yg sdh diberikan hidayah pada dasarnya org sholeh, tetapi menafsirkan makna Alquran dan hadisnya dg sudut pandang yg salah shg terjadi perpecahan islam (aliran keras) sampai psikologinya terganggu (awalanya niat mencari ilmu agama lebih dalam), saya punya temen yg kakaknya spti itu. Ruqiahpun tidak mempan2.

Dodi Kristono:
Makanya kita memang harus menuntut ilmu. Daaan proses menuntut ilmu itu semuanya harus benar.

Gurunya...
Kajiannya...
Lokasinya...
Pesertanya...
Dll

Jangan hantam kromo, mentang2 ada tulisan Arab, kita langsung duduk dan mengamalkannya.
Dosa yang tidak diampuni  اللّهُ apa Bunda Nofita....?

Nofita Nurbiyanti: Musyrik

Dodi Kristono:

 إِنَّ الَّذِينَ آمَنُواْ ثُمَّ كَفَرُواْ ثُمَّ آمَنُواْ ثُمَّ كَفَرُواْ ثُمَّ ازْدَادُواْ كُفْرًا لَّمْ يَكُنِ اللّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلاَ لِيَهْدِيَهُمْ سَبِيلاً

Artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang beriman kemudian kafir, kemudian beriman (pula), kamudian kafir lagi, kemudian bertambah kekafirannya, maka sekali-kali  اللّهُ  tidak akan memberi ampunan kepada mereka, dan tidak (pula) menunjuki mereka kepada jalan yang lurus.” (QS. An Nisaa : 137)

Bertaubatlah segera.

Doa agar terhindar dari ilmu yang tidak bermanfaat:

اَللَّهُمَّ إِِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ

"Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang tidak bermanfaat"


■ Dodi Kristono:
Bunda Aryani, cara membedakan ilmu yg benar dan salah. Bisa kita melihat dengan feeling dahulu diawal2nya. Setelah itu lebih dalam lagi...
1. Apakah sumbernya berasal dari Al-Quran dan As Sunnah. Banyak kajian yang hanya MENCUKUPKAN di Al-Quran tanpa pernah melibatkan Hadist.
2. Lihat audiencenya
3. Lokasinya apakah "terbuka atau tertutup"
4. Lihat hasil yang didapat dari mengikuti kajian tersebut, dengan beberapa ciri yang saya akan jabarkan setelah ini.

Indikasi yang didapatkan ketika kita sudah mengikuti kajian yang benar, biasanya berupa :
1. Menghasilkan rasa takut dan cinta kepada Allah.
2. Menjadikan hati tunduk atau khusyuk kepada Allah dan merasa hina di hadapan-Nya dan selalu bersikap tawaduk.
3. Membuat jiwa selalu merasa cukup (qanaah) dengan hal-hal yang halal walaupun sedikit yang itu merupakan bagian dari dunia.
4. Menumbuhkan rasa zuhud terhadap dunia.
Senantiasa didengar doanya.
Ilmu itu senantiasa berada di hatinya.
5. Menganggap bahwa dirinya tidak memiliki sesuatu dan kedudukan.
6.Menjadikannya benci akan tazkiah dan pujian.
Selalu mengharapkan akhirat.
7. Menunjukkan kepadanya agar lari dan menjauhi dunia. Yang paling menggiurkan dari dunia adalah kepemimpinan, kemasyhuran dan pujian.
Dstny dstnya....

Ada kajian yang sumbernya AL Quran sajaaaa.
Ada kajian yang pakai Hadist sajaaaa.
Yang benar kajian itu harus bernara sumber dari Al-Quran dan As Sunnah.

Kita bermain-main dengan ada dimana-mana yaaa
[9:36PM, 5/12/2014] O Nofita Kutub: ■ Renny Adriani:
Allah itu satu, dekat dengan kita artinya Allah menguasaii alam atau menggenggam alam dan makhluknya...benar ga?

Dodi Kristono:
Jika  اللّهُ ada dimana-mana dan berada di hati orang Muslim :
1. Maka JAMAKnya  اللّهُ dong, padahal kan  اللّهُ cuma
2. Manusia itu sudah dipastikan akan mempunyai 2 hadas, besar dan kecil. Jika  اللّهُ ada dihati manusia atau dekat dengan leher manusia. Pada saat manusia tersebut membuang hadas, dimanakah  اللّهُ ...? Ikut masuk atau menunggu diluar...?
3. Kadar keimanan manusia itu naik dan turun, dan ini pasti akan terjadi, mengungsi kemanakah  اللّهُ pasa saat kadar keimanan tsb turun...?
4. Pernah ada kejadian Ust2 di Jawa Timur masuk ke dalam Gereja dan memberikan orasi didalam perayaan agama mereka. Apakah  اللّهُ ikut masuk kedalam Gereja....?

Bunda Renny... Kalimat Bunda digabungkan dengan kalimat saya yaa, pasti nemu jawabannya.

■ Renny Adriani:
Allah tetap di hati kita....pada saat iman kita turun mingkin akal sehat kita yg kalah oleh nafsu manusia atau godaan syetan.

Nofita Nurbiyanti:
Kalo Allah ada di hati manusia, kok Nabi Muhammad saw msh dibantu malaikat jibril? Knp gk langsung komunikasi dg Allah?

Dewi:
Klo kita lagi d kmar mndi/wc apakh Allah d hati jg...(diskusi).

Renny Adriani:
Mungkin salah td maksudnya Allah itu menguasai hati / jiwa manusia....bukan berarti tempatnya di hati mns....

Nofita Nurbiyanti: Mungkin jg...
Yang aku tahu Allah maha besar hingga dapat membolak balikkan hati manusia

Dewi:
Setau sy Allah tetap di arsy..bukan dihati kita

Dio‬:
Menurut saya Allah memang ada di arsy, tp hati itu merupakan sarana kita mengenal, memahani bahwa Allah itu ada, bisa di bilang tempat kita merasakan Allah itu ada, mata, kuping, tangan, melihat ciptaan Nya, lalu otak berpikir, nah hati lah yg merasakan,

Farah Auliana:
Bnr mba allah di Arsy...tp kalau allah tdk ada di hati allah mka qt tdk akn mengenal allah kan.

Oktavia Suzianti:
Afwan mbak Dewi, seinget ana itu hanya istilah saja

Seperti jika kita bersahabat dg seseorang, maka dia akan selalu berada dalam hati kita. Bukan jasadnya tapi hati kita selalu mengingatnya

Dio‬:
Coba rasakan detak jantung kita, ketika saat diam, hening, rasakan jantung kita berdetak, dan pikirkan siapakah yg menggerakan nya? Apakah kebetulan? Disitulah kita, hati kita, merasakan Allah itu ada

Dodi Kristono:
Apakah hanya di hati saja bunda Dio?

Firman اللّهُ Ta'ala :

أَلَمْ يَرَوْا أَنَّا جَعَلْنَا اللَّيْلَ لِيَسْكُنُوا فِيهِ وَالنَّهَارَ مُبْصِرًا إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan malam supaya mereka beristirahat padanya dan siang yang menerangi? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan اللّهُ ) bagi orang-orang yang beriman (QS. An-Naml : 86)

Dio‬:
Semakin kita berkomunikasi dengan Allah, semakin kita berpikir ttg Allah, semakin kita merasakan nikmat nya iman,
======================================================================
■ Dewi :
Penomena  ank skrng  trutma sy jumpai  di sd t4 sy mngajr Kurang sopan..bicara teriyak2 dn gampang brbohong. Salah dari  lingkungan brmain  atau  ..
Dr teladan orang  Tua ya.. Karena  Di keluarga ortu yg hanif, msh dijumpai karakter  ank yg mudah  marah dn brkata  kasar. .
Mohon penjelasan nya.

Dodi Kristono:
Pola pendidikan mendasar waktu itu sudah disajikan oleh Ust. Dian.
Memang benar, bahwa pola pendidikan mendasar adalah di LINGKUNGAN KELUARGA. Kecenderungan anak2 men"dewa"kan gurunya biasanya terjadi waktu anak2 berada diusia 5-10 tahun.
Kadang kala umur2 segitu selalu berdebat dengan orang tua akibat tidak sinkron informasi yang diterima oleh sang anak.

Anak2 cenderung "mendewakan" pendapat Bu Guru. Pokoknya kata Bu Guru begini ayah/ibu.
Sebagai orang tua, sebaiknya tidak memberikan pernyataan negatif dan bertolak belakang dengan sang guru. Agar terkesan tidak terjadi rivalitas antara guru dan orang tua.
Sebaiknya DIBENARKAN... Dan ditambahi dengan bumbu2, Kakak... Ayah/Ibu selalu berkomunikasi dengan Bu Guru, maksud  Bu Guru adalah seperti ini dan itu, dan bertujuan sama dengan apa yang Ayah dan Ibu mau.

*secara psikologis, kita mempersempit ruang berbohong anak dengan mengatakan kita berkomunikasi dengan Bu Guru, sehingga jika ditanyakan keadaan sekolah anak2 pasti akan menjawab dengan jujur (jangan2 Bu Guru udah nelfon ayah / ibu nih).

Demikian juga sebaliknya Bunda Dewi.

--
■ Dewi:
Jd klo ank sk brkata kasar dn tidak  sopan pengaruh Dr lingkungnkh..pdhl d rumh  orangtua sdh kasih teladan yg baik..
Penomena  yg k2 yg sy tanyakn..

Dodi Kristono:
Betul Bunda...
Habits yang baik (tidak berbohong, santun, sopan) harus dibiasakan dan dikembangkan.

Ini sudah kita tanamkan, masih saja habist yang buruk akan muncul juga.

Perbaharui terus dan perdalam terus kebiasaan baik terhadap pendidikan anak secara berkesinambungan.
--
■ Bunda Fitri:
Apkh sm dg istilah mnanam padi rumput jg tumbuh.Tp mnnm rumput tidk akn tumbuh padi

Dodi Kristono:
Betul Bunda Fitri. Kalau tidak kita isi kebiasaan2 baik tersebut, maka pasti yang akan tumbuh adalah kebiasaan buruk.

Zaman kita dulu kecil, begitu takutnya kita dengan WIBAWA seorang Bapak.

Sampai Bapak berdecak saja semua sudah kalang kabut.

Salah satu penyebabnya adalah terbatasnya informasi yang diterima anak pada zaman dahulu, sehingga percaya hanya ke 1 sumber, yaitu orang tua saja.

Tidak seperti sekarang, dimana arus informasi bisa didapatkan dari manapun dan kapanpun. Dan ini salah satu sebagai katalisator mempercepat proses bekerjanya otak sang anak.

---
■ Bunda Fitri:
Afwan..sy pernh dnger klo sifat baik dan buruk adlah dr kebiasaan..jk d biasakn baik insyaallah hsilny jg baik..contoh setiap kali mlkukn kesalhan ank d biasakn u/ mint m'f..mk akn sll mint ma'af jk mersa driny bersalah..tentuny peranan ortu yg pling besar dan berpengaruh trhdp krakter ank

Dodi Kristono:
Setujuuuu . Itulah yang kita bahas Bunda Fitri

H A B I T S

Kebanyakan anak jaman sekarang, dikarenakan kecerdasan yang cepat terjadi, bukan artinya dia melawan atau ingin berdebat dengan orang tua, jika ortu nya hanya sekedar MEMERINTAH tanpa dimengerti pentingnya tujuan tsb.

Terkadang kita hantam kromo  →  Pokoknya kalau tidak sholat dosa, tidak akan Ibu belikan ini dan itu

--
■ Dewi:
Ya mb fitri tp praktek ny mash  ada yg g sesuai  keinginan. .ank skrng  cndrung membantah  atau protes klo dinasehati dg brbagai  argumen.
Pak dody dl klo dinasihati  lngsng  nya..skrang  ank thn  dah bs kasih  argumn. .cek..cek..

Dodi Kristono:
Pass nih, baru mau disajikan permasalahan Bunda Dewi. Kadang2 kalau tidak sampai ke rasio berfikir mereka, dipastikan mereka akan melakukannya ogah2an.
1. Ajak dulu anak mengetahui informasi yang bisa merangsang anak untuk menalar mengapa dia harus shalat.  Lalu, terus-menerus anak diajak shalat berjamaah di rumah, juga di masjid, agar anak mengetahui bahwa banyak orang Muslim yang lainnya juga melakukan shalat.

2. jadilah KITA teladan pertama bagi anak. Ini untuk menjaga kepercayaan anak agar tidak ganti mengomeli ORANG TUA, karena orang tua hanya pintar mengomel tetapi tidak pintar memberikan contoh.

Bukan anak melawan loh Bunda... Karena percepatan kecerdasan anak sekarang jauh lebih dahsyat dan rasa keingintahuannya besar.

Jadi kudu dirangsang nalar berfikirnya.

Wajar kita sebal dan geram, kenapa....?

Karena barometer kita adalah diri kita sendiri mencontoh bagaimana orang tua kita memperlakukan kita sebagai anak.

Dan itu jaman dulu kalaaaa.

Jaman dulu benaaar
Jaman sekarang mah, bikin orang tuanya naik darahhh. Bukan anak tidak nurut, sekali lagi....

Karena derasnya arus informasi yang diterima oleh ybs.
--
■ Bunda:
Mungkin kah bisa diajarkan sejak ddlm kandungan? Jd penanganan lbh dini utk kasus anak yang sulit dinasehati..

Dodi Kristono:
Lebih bagus jika memang bisa dari awal.
Dan harus tetap dijaga sampai anak kita berkembang.
Pengaruh lingkungan dan pertemanan jauh lebih mewarnai sikap anak kita kedepannya.
--
■ Bunda:
Apa perlu dibtasi dlm pergauln dg lingkungan yg kurang baik..sprt menyibukkan ank dg kegiatan les,renang, mengaji dll?

Dewi: Kasian  anknya klo bgitu. .terkekang. .dunia mainya  jd berkurang. ..

Bunda: D tmpt2 it kan jg bnyk tmn bundaa

Dewi: Ya tapi biasanya ank ga  mau klo bukn keinginan nya..capeelah. .bosenlah..ni pengalamnku s sulung yg kls v...klo  diarahkn  kesana. .

Dewi: Jzk  pak dody ats pencerahan nya hr ini. .Semoga bermanfaat buat para Bunda.. buat kita semua.


أَمِِيْن يَا رَبَّ العَالَمِينْ


--
Dodi Kristono:
Pertanyaan saya sebagai anak usia 5 tahun, jadi اللّهُ dimana Bun...?

Dio‬:
Iya pak dodi, semua tubuh ini hanya sarana, tp hati yg merasakan, maaf jika salah, mohon di luruskan.
Mnrurt saya untuk anak usia 5 th, ajarkan sesuai kemampuan dia memahami sesuatu,
Menurut saya, ajarkan dia kasih sayang dulu terhadap sesama nya, seprti sifat Allah, Ar Rahman, jagn ajarkan dia pelit sama temannya, ajarkan untuk berbagi, jagn ajarkan dulu soal takdir.
Jika dia timbuh dewasa dia akan lebih memahami lagi, dengan biasa nya dia memberi, melepaskan seuatu, tidak pelit, maka ketika dia dewasa dan takdir menyatakan dia harus kehilangan sesuatu maka dia akan ikhlas, bahwa semua nya Allah punya, dia tak kan menggenggam dunia terlalu erat.
Dia memahami konsep takdir dengan pengalamannya sendiri.
Ajarkan anak juga sejak dini jagan hanya solat apal bahasa arabnya, ajarkan artinya, dan doa2, sebelum tidur, makan, keluar rumah, juga memahami artinya.

Dodi Kristono:
Biasanya anak2 ingin yang praktis dab mudah dipahami?

Dio:
Jgn seutuhnya bilang Allah itu ada d langit,
Klo pendapat pribadi saya, jika Anak bertanya Allah, maka saya akan mendidik anak agar jadi kan Allah sebagai patner, kemanapun, dmna pun, tindakan apapun harus komunikasi sama Allah, misal ketika makan ajarkan anak juga dengan artinya, maka dia akan tau bahwa yg beri dia makan adalah Allah, jika anak tanya kok Allah ga keliatan, kan ayah sama bunda yg kasih makan atau jajanin, jagn di jawab sebelum usia anak itu paham, yg perlu dia tau bahwa Allah berperan dalam di jajan atau makan,

Dodi Kristono:
Sebagai orang tua, kita harus bisa menjawab dengan penuh keyakinan. Jawaban apakah yang harus kita berikan kepada anak kita....?

Sewaktu ananda tidur, اللّهُ nya kemana Bun?
Biasanya memang ada pertanyaan2 yang menggelitik dari anak kecil.
Kadang2 anak2 butuh sesuatu yang praktis
Dan kita sebagai orang tua harus bisa memberikan jawaban simple dengan penuh keyakinan.
So... Dimanakah  اللّهُ ....?

Dio‬:
Klo pribadi saya, ttg Allah adalah tentang iman, iman akan terbentuk seiring waktu, pengalaman, kebahagian dan kesedihan, lalu bagaimana dengan anak2, menurut saya kenalakan saja mereka dengan Allah, bagaimana? Ajarkan mereka arti setiap doa atau bacaan mereka, jika ketika tidur pun dia menanya Allah dimana bilang saja Allah itu dekat sesuai firman Allah surat Al Baqarah, kita jelaskan Allah pun Dia ada dimana, siapa, bagaimana rupan Nya, apa kerja Nya, siapa Dia, itu sudah terkait Iman, orang dewasa pun belum tentu beriman, orang dewasa juga banyak yg hanya tau dan mengenal Allah tp sedikit yg beriman, lalu anak2 menurut saya ajarkan saja kenalkan saja Allah, soal dia dimana, siapa, dia akan memahami nya sendiri seiring waktu berjalan, orang tua berkwajiban mengenalkan Allah, lalu Allah lah yg menggerakan hati nya, Allah lah yg menyentuh hati nya, Allah bekehendak bagi siapa saja yg Allha kehendaki, jika anak bertanya ketika tidur cukup jawab Allah ada, sangat dekat, lalu antarkan dia tidur, usap2 kepalanya sampai dia tidur, krn mungkin anak baru sampai pada tahap mengenal belum iman, doa kan dalam hati kita agar anak kita kelak jadi org yg soleh, aamiin.

Dodi Kristono:
 أَمِِيْن يَا رَبَّ العَالَمِينْ

Pernah dengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم berdialog dengan budak wanita...?
Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda dalam konteks hadits budak perempuan yang cukup populer :

“Di mana اللّهُ ?”

Budak tersebut menjawab,

 “( اللّهُ ) di atas langit.”

Nabi diam, tidak mengkoreksi kalimat budak tersebut.

Rima:
Yg sy ingat ktika sy kecil, ibu sy mengatakan bahwa الله it dekat, bahkan sngat dekat

Dodi Kristono:
Iyaa... Semua orang tua pasti akan mengatakan seperti itu Bunda
Kita coba bermain main dengan AKAL dulu yaaa

1. Kenapa kalau kita berdoa, kita menengadahkan tangan kita terbuka menghadap ke atas...?
2. Jika semakin khusyuk dan menangis, kadang kepala kita melihat keatas sambil berdoa dab memohob kepada اللّهُ
3. Jibril dikatakan "menurunkan" wahyu اللّهُ kepada Rasulullah.
4. Pernah lihat video para Mujahid yang sedang berperang, didalam Pidato dalam berpekik takbir, telunjuk kanan selalu mengarahkan arahnya KEATAS.
5. Gerakan terendah sholat, SUJUD, berarti kita merendahkan serendah rendahnya diri kita kepada Sang Pencipta.

Coba lihat sujud2nya para orang2 di wilayah kekuasaan Firaun, pastilah Firaun akan berada diposisi yang lebih tinggi dibandingkan kaumnya yang bersujud.

Dan lain sebagainya contoh2 yang banyak bertebaran dimuka bumi
Nofita Nurbiyanti:
Fotoplanet yg dishare kemungkinan yang hanya kasat mata dg bantuan alat yg manusia mampu buat. Msh mungkin jg jk ada yg alat yg lebh canggih lagi, ada planet tambahanmungkin gk
Allah Maha Besar...
--
Ary Yunita Hapsari:
Kl di liat dr foto2 itu bisa dianalogikan bgmana kita memandang kedekatan Allah dg apa yg kita lakukan, rasakan dan apa yg kita liat dr penciptaan Allah. ALLAH ada disetiap hati yg dekat dg Allah, yg trus mendekat dan semakin suci hatinya hanya mengharap keridhoan. Saat kita lg kufur, atau lali Allah ada namun krn tertutupi hati kita yg kotor jd Allah begotu terasa jauh...kan Allah suci semakin kita jernih hati maka Allah semakin dekat..bener g ya?

Dodi Kristono:
Itu perbandingan BUMI dengan planet2 lainnya, dan dibandingkan lagi dengan galaksi2 lainnya serta dibandingkan lagi dengan super2 galaxy lainnya.

Bumi seperti SETITIK saja dibandingkan yang lain, apalagi manusianya didalam bumi...?

Kalaulah  اللّهُ ada didalam BUMI,

YANG MENCIPTAKAN jauh LEBIH KECIL dari apa yang DICIPTAKAN (ini kalau kita mau based on Logika)
--
Bunda Nofita...

Coba Bunda Nofita bervisualisasi, jika dari planet, galaxy, super galaxy dan tata surya kita hanya sebesar bola pingpong.

Dan bola pingpong itu kita genggam sama tangan kita, artinya bola pingpong itu berada dalam genggaman tangan kita.

Naaah.... Manusia dibelahan bumi manapun, jika menunjuk keatas mau yang di Indonesia kek atau di Amerika yang kebalik arahnya kek. TETAP SAJA MENUNJUK KEATAS DAN MASIH DALAM GENGGAMAN TANGAN KITA.
--
Nofita Nurbiyanti:
"Konotasi ya" ok bs diterima...
Maksud konotasi kan Allah tdk berbentuk tapi zat kak Dodi. Apakah bs "menggenggam?"

Dodi Kristono:
Iya... Karena zat itu kita tidak tahu bentuknya, anggaplah seperti "menggenggam" biar lebih mudah dipahami 
--
■ Ary Yunita Hapsari:
Kl byk org mukmin kan bukan brarti jamak Allah..krn kaya sinyal..sinyal Allah, cinta Allah cuma 1 dan jaringannya yg byk yg hanya dpt sinyal/hidayah itu sendiri.

Dodi Kristono: Xixixiixixixi. Bunda Aryani Gadget Woman 

Nofita Nurbiyanti: hebat logikanya
--
■ Bunda Laela :
Klo mnrtku jwbn yg allah bersemangat di arasy i atau langit, tu lbh masuk akal pak dody, krna stiap berdoa pun identik dgn melihat ke atas,trs dg alasan trsbt anak akan berfikiran bhwa allah bsa melihat dan mengetahui apapun yg dilakukan dbumi, apapun yg di lakukan manusia.

Dodi Kristono:
Betul Bunda Laela 👍
Tapi sekarang banyak orang yang bilang, bahwa  اللّهُ itu ada dimana2 dan bahkan dekat sekali dengan urat leher manusia
--
Bunda Vita:
Bunda LAELA :
Klau qt bilang allah ada dimana2 bhkan dekat sekali dgn leher manusia, bagaimana klo nanti anak bertanya ttg org yg selain islam, yang notabene tata cara ibadahya pun berbeda? Cnthnya anakku dy sering melihat cara ibadahnya agama kristen dan konghucu,*kbtln ddaerah sktr tmpt tgglku ada gereja dan klenteng. Dn dy nanya, knpa doa mereka pakai lidi dan lilin? Dan qt bsa jawab, krna mrka bkn org islam, mereka tdk menyembh allah. .  Kurang lebih pendapatku bgtu pak dody. Tapi untuk selanjutnya seiring dg pendidikan tauhidnya anak pasti akan mengerti dg sndirinya, sesuai dg kapasitas ketauhidannya..

Bunda Kheyla :
Tetangga  Ak org kristen , Mereka baik dgn keluarga k, Mereka baik sering Memberi Makanan yg Mereka Masak, Apakah Boleh kita Makan Masakannya !tu , UsTad ____ ??

Dodi Kristono:
Selama memang dipastikan kehalalannya tidak mengapa Bunda.

Contoh : Buah2an dan Sayuran, Biskuit, Kue Kering dsbnya.

Jika memang ada hewan yang dipotong, pastikan belinya di pasar dan supermarket yang sudah dipotong sesuai dengan syariat islam. Kecuali ditambahkan bumbu2 yang diharamkan.

■ Nofita Nurbiyanti:
Apakah ada larangan membicarakan اللّهُ?

Dodi Kristono:
Boleh membahasnya tetang اللّهُ , tetapi jangan beranggapan, tangannya  اللّهُ sama dengan tangan manusia, matanya  اللّهُ sama dengan mata manusia.

Kan  اللّهُ juga sudah memberitahu melalui FirmanNya keberadaan  اللّهُ

Yang tidak boleh dibahas adalah BENTUK FISIKNYA


 KESIMPULAN:

Dodi Kristono:
Dimana  اللّهُ ...?  اللّهُ berada diatas Arsy, dan yang dimana2 itu adalah ILMU Nya,
Dalilnya apa....?
Semua Ulama Salaf bersepakat  اللّهُ  berada di atas seluruh langit ciptaan-Nya. Dia bersemayam (tinggi) di atas ‘Arsy, terpisah dari makhluk-Nya; tidak terdapat sedikit pun unsur Dzat-Nya di dalam makhluk-Nya, begitu pula, tidak terdapat sedikit pun unsur makhluk-Nya di dalam Dzat-Nya.

Adapun firman  اللّهُ ,

(وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ )(الحديد: من الآية4)

Artinya: “Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.” (Qs. 57: 4)

Maka maksudnya adalah  اللّهُ  bersama kita dengan ilmu-Nya bukan Dzat-Nya. Karena dalil-dalil shahih yang banyak menunjukkan bahwa Allah berada di atas. Oleh karena itu, kalau kita amati keseluruhan ayat lebih cermat maka kita akan tahu bahwa maksudnya adalah kebersamaan ilmu bukan kebersamaan dzat.

Jadi yang DIMANA2 Itu adalah  →  ILMU Nya.

Sifat istiwa’ adalah salah satu sifat  اللّهُ  yang telah  اللّهُ  Ta’ala tetapkan untuk diriNya dalam tujuh ayat Al-Quran, yaitu Surat Al-A’raf: 54, Yunus: 3, Ar-Ra’d: 2, Al-Furqan: 59, As-Sajdah: 4 dan Al-Hadid: 4, semuanya dengan lafazh:

ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ

Artinya:
“Kemudian Dia berada di atas ‘Arsy (singgasana).”

Dan dalam Surat Thaha 5 dengan lafazh:

الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى

Artinya:
“Yang Maha Penyayang di atas ‘Arsy (singgasana) berada.”

Rasulullah صلى الله عليه وسلم  juga telah menetapkan sifat ini untuk  اللّهُ  dalam beberapa hadits, diantaranya adalah :

1. Hadits Abu Hurairah rodiallahu’anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah bersabda:

لَمَّا قَضَى اللَّهُ الْخَلْقَ كَتَبَ فِي كِتَابِهِ -فَهُوَ عِنْدَهُ فَوْقَ الْعَرْشِ- إِنَّ رَحْمَتِي غَلَبَتْ غَضَبِي

“Ketika  اللّهُ  menciptakan makhluk (maksudnya menciptakan jenis makhluk), Dia menuliskan di kitab-Nya (Al-Lauh Al-Mahfuzh) – dan kitab itu bersama-Nya di atas ‘Arsy (singgasana) – : “Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan kemarahan-Ku.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

والله أعلم بالصواب


Arsy itu ada yang bilang makhluk ciptaan  اللّهُ yang sangat besar yang memang diciptakan  اللّهُ

Bukannya  اللّهُ yang membutuhkan tempat untuk bersinggasana, tapi Arsy lah yang membutuhkan  اللّهُ

والله أعلم بالصواب

♥ Cara menjelaskan ke anak seperti :
Nak, Tuhan itu Yang Menciptakan langit, bintang, bumi, sungai, batu, burung, cicak, kucing, dan semuanya. Tuhan juga menciptakan ayah, ibu, kakak, juga kamu.

Tuhan didalam agama kita adalah  اللّهُ , tidak ada Tuhan selain  اللّهُ.

Mungkin kamu sering mendengar nama Tuhan2 lain, tapi Tuhan2 yang kamu dengar itu tidak mampu menciptakan seperti  اللّهُ ciptakan.

Banyak Tuhan juga yang kamu dengat di agama lain. Tapi Tuhan yang benar adalah cuma 1 diantara yang lain yaitu  اللّهُ

Cuma  اللّهُ lah yang mempunyai kemampuan untuk melihat tingkah laku manusia dimanapun Manusia berada.

Maka dari itu ya Nak,  اللّهُ itu diatas. Dia Maha Mengetahui, Dia Maha Melihat dari nun jauh diatas sana atas apa yang kita perbuat sekecil apapun di dunia ini.

Jika ada yang bertanya,  اللّهُ itu seperti apa...?

Jawab saja dengan Dalil diatas. Bahwa  اللّهُ itu berbeda dengan makhluknya.  Mempunyai fisik yang tidak sama dengan manusia.

Contoh :

Kalau kamu main LEGO, dan kamu ciptakan pesawat2an, artinya kan kamu yang membuat yaa...

Pesawat2an itu sama ngga bentuknya dengan kamu...?

Karena Yang MENCIPTAKAN pasti akan berbeda dengan yang DICIPTAKAN


Doa Kafaratul Majelis

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

 Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه