Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

Fenomena2 Yang Sering Terjadi

Kajian Online WA HAMBA اللَّهِ SWT

Kamis, 15 Mei 2014
Narasumber : Ustadz Dodi Kristono
Notulen: Bunda Attien





بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ


Berhati2lah Dengan Orang Yang Katanya Memperjuangkan Islam

Segala puji bagi اللّهُ , Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka hingga akhir zaman.

Seringkali kita mendengar seruan dari berbagai pihak saudara muslim kita untuk :
1. Berjihad
2. Membentuk Penegakan Khilafah.
3. Membela Islam di Pemerintahan.
4. Dllnya.

Kita sebagai umat Muslim diberikan akal untuk berfikir dahulu baru berpartisipasi dan janganlah tertipu.

Tidaklah semua yang mengaku membela dan memperjuangkan Islam itu benar dan menempuh jalan yang benar.

Barangkali mereka adalah orang-orang yang FAJIR dan bermaksiat pada اللّهُ dengan perjuangan mereka. Barangkali jalan yang mereka tempuh itu keliru.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,

إِنَّهُ لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِلاَّ نَفْسٌ مُسْلِمَةٌ ، وَإِنَّ اللَّهَ لَيُؤَيِّدُ هَذَا الدِّينَ بِالرَّجُلِ الْفَاجِرِ

“Sesungguhnya tidak akan masuk surga orang kecuali jiwa yang muslim. Namun boleh jadi اللّهُ akan memperjuangkan agama ini melalui orang yang fajir (bermaksiat).”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits di atas adalah cuplikan dari sebuah hadits dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, beliau mengatakan:
“Kami pernah bersama Rasulullah صلى الله عليه وسلم . Lalu beliau mengatakan pada orang yang mengaku Islam, “Dia termasuk penduduk neraka.” Ketika mengikuti peperangan, orang tersebut begitu semangat. Namun ia terkena luka parah. Kemudian ada yang berkata pada Rasulullah صلى الله عليه وسلم , “Yang engkau katakan bahwa ia termasuk penduduk neraka, ia benar-benar hari itu telah berperang lalu ia mati.” Nabi صلى الله عليه وسلم tetap mengatakan, “Ia penghuni neraka.” Sebagian orang pun terheran-heran dan tetap dalam keadaan seperti itu. Ternyata, ada yang menceritakan bahwa orang tersebut sebelum mati, ia memiliki luka yang cukup parah. Ketika di malam hari, ia tidak sabar menahan lukanya yang parah tersebut. Lalu ia pun membunuh dirinya sendiri. Kemudian Nabi صلى الله عليه وسلم dikabarkan tentang hal ini. Kemudian beliau pun bersabda,

اللَّهُ أَكْبَرُ ، أَشْهَدُ أَنِّى عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ

“Allahu akbar. Sesungguhnya aku bersaksi bahwa aku adalah hamba اللّهُ dan Rasul-Nya.” Kemudian beliau pun memerintahkan Bilal dan beliau menyeru pada manusia,

إِنَّهُ لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِلاَّ نَفْسٌ مُسْلِمَةٌ ، وَإِنَّ اللَّهَ لَيُؤَيِّدُ هَذَا الدِّينَ بِالرَّجُلِ الْفَاجِرِ

“Sesungguhnya seseorang tidak akan masuk surga kecuali jiwa yang muslim. Namun boleh jadi اللّهُ akan memperjuangkan agama ini melalui orang yang fajir (bermaksiat).”

Faedah dari hadits di atas:

1. Bukhari membawakan hadits ini dalam Bab “ اللّهُ akan menolong agama ini, walaupun melalui orang yang fajir (bermaksiat).”

2. An Nawawi membawakan hadits ini dalam Bab “Peringatan keras terhadap haramnya bunuh diri. Ingatlah bahwa seseorang yang membunuh dirinya sendiri akan disiksa di neraka dengan cara ia melakukan bunuh diri. Dan tidak akan masuk surga kecuali jiwa yang muslim.”

3. Orang muslim pasti masuk surga. Namun boleh jadi dia masuk surga langsung. Dan boleh jadi ia masuk surga dengan terlebih dahulu mampir di neraka.2

4. Bunuh diri termasuk dosa besar karena diancam neraka. Namun pelakunya tidaklah keluar dari Islam -selama tidak melakukan pembatal keislaman yang lain- karena ia masih disebut mukmin.
Sebagaimana disebutkan dalam ayat berikut,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ وَلا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا , وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ عُدْوَانًا وَظُلْمًا فَسَوْفَ نُصْلِيهِ نَارًا وَكَانَ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya اللّهُ adalah Maha Penyayang kepadamu. Dan barang siapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi اللّهُ .” (QS. An Nisa’: 29-30)

5. Orang yang bunuh diri akan disiksa sebagaimana cara ia melakukan bunuh diri.

6. Jangan tertipu dengan orang-orang yang memperjuangkan atau membela Islam, sampai kita ketahui bahwa mereka benar-benar berpegang teguh pada SUNNAH. Jadi semata-mata membela Islam dan membuat Islam semakin jaya belum tentu orang tersebut dikatakan berada di atas kebenaran sampai kita tahu bahwa ia memegang ajaran Nabi yang mulia صلى الله عليه وسلم . Lihatlah orang yang bunuh diri yang disebutkan dalam hadits di atas. Dia memperjuangkan Islam dengan berjihad di jalan اللّهُ , namun ia pun berbuat maksiat dengan bunuh diri.

7. Memperjuangkan Islam semata-mata bukan dengan modal semangat, namun haruslah menempuh jalan yang benar sebagaimana yang ditempuh para salaf yang sholih.

8. Penghafal al Qur’an boleh jadi ada yang fajir (berbuat maksiat). Begitu pula orang yang berjihad bisa saja orang fajir. Namun kesholihan mereka bukan berarti membenarkan kemaksiatan yang mereka lakukan.

Demikian sedikit faedah yang bisa di ambil dari hadits di atats.

والله أعلم بالصواب

--
T : sy pernah mendengar bahwa qta haeus senantiasa mengingat kematian, tp tidak diperkenankan untuk meminta kematian itu. Seperti blg ingin mati, dsb. Apa it bnar?
J : Benaaar

T : Jd intinya berjuang sesuai alquran dan sunah Rosul..masalah hasil biar aj Allah yg menilai..kita hanya berbuat yg terbaik..
*af1 klo kesimpuln salah..
J : Betul Bunda

T : Tp pak terkadang sy sendiri sering merasakan hal itu, disaat hati lg gundah, ataupun pikiran lg gk karuan, lalu bgaimana cara menghilangkan perasaan it?
J : Balik lagi kita mencerna kata HATI.
Hati itu sering disebutkan juga QOLBU
Qolbu itu kata dasarnya QOLB, dimana arti dari QOLB itu adalah terombang ambing
Jadi kadang"sifat" hati itu memang terombang ambing, kadang kala naik dan turun, kadang kala ceria dan gundah gulana dan ini SUNATULLAH
Yang harus kita lakukan adalah → Bagaimana kita mempercepat kembalinya posisi hati kita dari yang minus menjadi positif kembali

T : kalo kita berusaha terus-menerus dlm kebaikan, smntara sekeliling kita sebaliknya, apakah "dimaklumi" kadang qalbu kita "lelah"? Apa obatnya Ustaz?
J : Berkumpulah dengan orang2 Solehah Bunda

T : jk orang spjg hidupnya sdh melakukan amalan surga tp trnyata mnjelang akhir hidupnya malah khilaf bunuh diri n masuk neraka. Apakah terhpus amalan baik yg dilakukannya dl? Bukankah Allah Maha Adil? Kbaikan sebesar biji dzarrah pun akan dibalas.
J : saya kasih pilihan yaaa.
Si A sepanjang hidupnya selalu berbuat baik, menolong orang, bangun mesjid, asuh anak yatim dll. Sehingga semua orang sangat menyenanginya. Tetapi di akhir hayatnya dia melakukan kesalahan.
Si B sepanjang hidupnya selalu berbuat jahat, merampok, memperkosa, mabuk2an. Sehingga semua orang sangat membencinya. Tetapi di akhir hayatnya dia melakukan kebaikan. Sandingkan dengan ayat Al-Quran yang selalu kita dengar, dan Doa yang selalu kita panjatkan serta Kisah2 dalam Hadist.
Si A, lalai dan terlena
Si B, menyadiri dan bertaubat
mau jadi yang mana....?

T : "apakah salah jika sseorang mnyendiri dan mnjauhi orang2 yg mnjerumusinya trmasuk tmannya sndiri atw yg lain dan lbih dkat kpada orang yg brada dijalan allah..
J : Tidak Salah... Maka dari itu banyak sekali perintaj untuk berkumpul dengan orang2 yang Soleh

T : Tapi pak ustad terkdang orng disekitarnya mnzolimi dya, sperti mmpfitnah...apa yg smestinya dilakukan...
J : Biarkan saja Bunda. Nanti pahala mereka akan kita sedot, seandainya pahala mereka tidak ada, dosa kita yang akan kita transfer ke mereka .

T : Pak klo di indonesia dimana muslim mmg mayoritas tp bnyk skl hak2 muslim yg mlh diabaikan. Nah dr sini bnyk saudara2 kita yg berupaya memperjuangkan islam baik via partai/parlemen ada jg yg diluar pemerintahan dng organisasi massa. Ada yg keras ada yg moderat. Ada yg berbaur dng masyarakat tp istiqomah ada jg yg justru mlh ikut melebur. Ada kesannya saling merasa dirinya benar shg mlh timbul rasa benci di kalangan mereka. Bukankah kita sama2 islam. Di saat satu sakit mk kita merasakan sakit jg seharusnya.
J : Maukah memilih pemimpin yang baik....? Jawaban singkatnya, Rakyatnya kudu yang harus berubah menjadi lebih baik. Dan artinya... Itu adalah diri kita sendiri dulu yang baik. Lihat fenomena sekarang, begitu mau pilpres, baru berkunjung ke Ulama, pesantren dllnya. Setelah itu....? Lupa...
Biarkanlah ada yang menyeimbangi disana. Kita focus terhadap diri kita dan keluarga.
Ada salah satu partai yang berbau islam malah merapat ke partai yang selalu menolak UU syariat, UU pornografilah dllnya
Aneeeh kaaan...?
Saya gembira kalau partai islam semuanya bersatu, kenyataannya...?
Hanya mementingkan kepentingan kelompok mereka saja.
Itulah maksud dari kajian diatas

T : Yg aneh ada fenomena bgini :
Partai islam kalah tp mlh ummat islam bergembira atas kekalahan tsb. Bahkan smp menghujat partai islam tsb....mulai dr ga sesuai alquran sunnah smp mengharamkan pemilu.
Nah andaikan partai yg selalu menolak uu syariat, menolak uu pornografi itu berkuasa maka tambah berat jg ya ustadz perjuangan ummat islam.
Tp kita ga boleh putus asa ya pak? Mereka berbuat makar tp makar mereka masih kalah dng rencana Allah.
J : Betuuulll. Itulah salah satu perang pemikiran.
Jangan pilih ini
Ust bau sapi
Ust tukang kawin
Nanti dihalalkan poligami
Dan anehnya... Banyak umat muslim juga yang menyuarakan
Gimana mau dapet pemimpin yang baik, amanah, hanif dll
Poligami antiiiinya banget2 tp klo kumpul kebo n zina malah dibiarkan....pr kita masih pjg ya...pantesan sj blm ada pemimpin yg khadimul ummah krn rakyatnya jg mayoritas bgini...
Jadi... Jangan salahkan siapa2 kalau nanti pemimpin kita juga tidak sesuai yang diharapkan

T : Jadi inget kisah ea aa gym pak ustad, saya sedih klo mngingat kisah ea...gara2 berpoligami dya dibenci oleh masyarakan dan dijauhi bahkan usahanya pesantren ea mrosot...
V sbaliknya maf ea giliran artis yg memakai pakaian ketat dan nikah lalu cerai kumpul kebo tdak dipermasalahkan
J : Betul.


T : Trus dg kondisi negeri yg sdh spt ini Pak,, apa yg sebaiknya kita lakukan (sbg wni muslim) pd pilpres besok???
J : Nanti kita bahas sendiri yaaa. Kalau toh memang harus memilih, pilihlah yang benar2 akan condong membela Islam

T : Ustadz apa di Islam ada yg namanya syukuran rumah baru? Yg bentuknya tahlilan dan makan2 itu bgmn hukumnya ya
J : semua bentuk IBADAH itu asalnya HARAM sampai ada petunjuk dan contoh yang dilakukan oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم
Kalau menang ada contohnya, maka lakukan.
Jika tidak sangat dianjurkan untuk ditinggalkan.

T : bgmn dgn janin yg keguguran apakah perlakuannya spt mayit?
Dikafani͵ disalati dsb
Apa semua usia kehamilan? Ato mulai usia kehamilan 4bln keatas? Bgmn kalo ternyata tidak dikubur?
J : Kandungan yang keluar atau lahir bila usia nya lebih dari 120 hari (4 bulan) maka wajib dirawat atau dimakamkan sebagaimana manusia, karena sudah bernyawa.
Adapun kurang dari itu maka tidak wajib di perlakukan seperti yang bernyawa. Cukup dikubur saja supaya aman Bunda.

T : lalu bgmn kalo tdk dikubur͵ apakah org tuanya brdosa karena *maaf kguguran pada saat buang air jd trbawa
J : sebelum tahu hukumnya, tdk apa2 Bunda. Minta ampun saja sama اللّهُ Ta'ala ya Bunda

T : mengenai org2 yg ngakunya memperjuangkan islam...misalnya para pendakwah baik ustad dan ustazah ada yg secara kasat mata tdk menjalankan islam secara kaffah,sebut saja salah satu ustad yg berpasangan dg artis...maaf bukannya suuzon tapi kita juga harus pintar2 memilih guru ngaji..kita kan tdk tahu bgmn kesehariannya,lalu pertanyaanya;bagaimana caranya kita membedakan ini guru yg bener2 lillahitaala apa guru yg berkedok pakaian saja(make baju koko)seperti yg ustad sebutkan diatas,dia ikut jihad sementara Rasulullah bilang dia salah satu penghuni neraka...
J :
1. Jangan bersumber hanya ke 1 guru saja
2. Menuntut ilmu dengan cara lain, sehingga setidaknya kita mengetahui perkara yang sesungguhnya, jika guru mempunyai pandangan berbeda, tinggalkan.
Dengan 2 guru bisa saling mengkoreksi... Tapi pakai metode yang santun, jangan diadu antar guru yaaa

Hadits "tanda tanya"...?

"Sunah Rasul" yang sering dijadikan alasan untuk kode suami istri ini tampaknya menggunakan "hadits":

“Barangsiapa melakukan hubungan suami istri di malam Jumat (kamis malam) maka pahalanya sama dengan membunuh 100 Yahudi.”

Hadits ini merupakan hadits PALSU. Ingat ya Bunda → PALSU

Hadits ini tidak ditemukan di kitab-kitab hadits shahih, bahkan di kumpulan hadits dhaif. Ada pihak yang menyebarkan hadits palsu ini dan mengklaim ini merupakan sunah Rasulullah صلى الله عليه وسلم

Jadi yang benar yang mana dong Bunda....?

T : Kalo yg pernah sya pahami, bhw dikatakan hadist dhaif, salah satu cirinya adalah menyebutkan adanya amalan kecil tetapi ganjarannya berlipat2 atau terlalu besar...ya spt hadist soal sunah Rasul itu...Pak Dody...tul ngga?
J : Tuuulll

Malam jumat dijadikan lelucon buat jima doaang..pdhl urgensinya mlm jumat harus bnyk bribadah misal bc surst Al- kahfi..
Tugas kita mulai sekarang mengkoreksi yaa istilah2 sunah rosul
Itu malah mengkerdilkan arti sunah rosul

T : ko bisa sih ada hadist palsu atai dhaif..mmg yg membuat at mnyebarkn ga takut dosa ya.
J : Dosa bangeet Bunda.
Apalagi ada yang mengamalkan, selama yang mengamalkan masih mengamalkan, dosanya terus menerus
Misalnya dia ceramah di lapangan bola, dihadiri 100.000 orang, kudu didatengin 1-1 dan bilang jangan diamalkan. Hmmmmm. Beratkan

T : Pak.....sya prnah baca di suatu artikel bahwa bukan hanya pahala sja yg bisa mengalir sampai kita meninggal, tp ada jg dosa yg mengalir. Contohnya sprti hadis palsu itu jg ya pak ?
J : Iya.. Contohnya seperti hadist palsu atau ilmu yang salah yang diajarkan ke orang2 dan orang2 mengikutinya

T : Nah...cara ngebedain hadist palsu dan shahih gmna ya pak untuk kita2 yang awam ini, apalagi skrg zamannya sosmed dan internet, yg apa2 saja sering di 'share' ke publik, takutnya kita jg malah pernah nge'share' hadis2 dhoif itu ?
J : Tanya ke Guru atau Ustadznya yaaa

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك