Ketik Materi yang anda cari !!

MENJAGA UCAPAN ( I )

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, May 7, 2014

Resume Kajian Online WA HAMBA اللَّهِ SWT

Selasa 6, Mei 2014
Narasumber : Ustadz Dodi Kristono
Notulen: Bunda Ayu Dahlia dan Ema Halimahْ






بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

​​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُ

Jagalah Ucapan baik itu disemua lingkungan (kantor, rumah, sosial media, group chat dllnya)

Jika ucapan itu baik maka akan berakibat baik juga bagi orang lain dan si pengucapnya, namun sebaliknya jika ucapan itu buruk maka akan berakibat buruk juga bagi orang lain dan si pengucap itu sendiri.

Sebagaimana Firman  اللّهُ Ta'ala,

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)

“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam keadaan merugi (celaka), kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran.” (Al ‘Ashr: 1-3)



BERBICARA DALAM HAL YANG TIDAK BERMANFAAT

Manusia telah diberikan modal yang sangat berharga oleh  اللّهُ Ta’ala, yakni USIA atau WAKTU dalam kehidupannya, dengan waktu itu manusia mampu mengumpulkan pahala yang banyak, sehingga lebih tepat seorang mukmin menggunakan waktu yang ada pada dirinya untuk berdzikir kepada  اللّهُ  Ta’ala, saling menasihati dalam kebenaran dan menuntut ilmu syar’i agar waktu yang ia miliki itu membawa kemanfaatan bagi dirinya.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم  bersabda,
“Cerminan baiknya ke-ISLAM-an seseorang apabila ia mampu meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat bagi dirinya.”
[HR. Tirmidzi]

Mujahid rahimahullah berkata “Aku pernah mendengar Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata, “Lima hal yang lebih aku sukai daripada hadiah berupa unta pilihan (mobil jaman sekarang) yang terbaik,

lalu di masa kini siapakah yang rela menyukai berdiam diri dari hal-hal yang tidak bermanfaat dibanding diberi mobil terbaik adalah :

1. Jangan berbicara dalam perkara yang TIDAK BERMANFAAT BAGIMU, sebab hal itu termasuk perbuatan sia sia. Dikhawatirkan engkau akan mendapat dosa disebabkan perbuatanmu itu.

2. Jangan berbicara untuk perkara yang tdk bermanfaat bagimu sampai engkau memastikan SESUAI WAKTUNYA, karena seringkali seseorang berbicara dalam perkara yang bermanfaat baginya, tetapi pada waktu yang tidak tepat, sehingga menyusahkannya.

3. Jangan membantah orang BIJAK (shalih) dan orang PANDUR (jahil), sebab seseorang yang shalih akan membencimu dan seseorang yang jahil akan menyakiti hatimu.

4. Jika saudaramu sedang pergi, sebutlah dengan apa yang engkau inginkan ia menyebutmu. MAAFKALAH ia dari apa yang engkau ingin ia memaafkanmu. Dan bergaullah dengan cara yang engkau ingin ia melakukannya terhadapmu.

5. Berbuatlah dengan perbuatan orang yang memahami bahwa siapa yang membalas KEBAIKAN, maka ia akan diberi PENGHORMATAN.
--

BANYAK BICARA

Diriwayatkan dari Jabir Radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم  bersabda,

"Sesungguhnya orang yang paling aku cintai di antara kalian dan yang paling dekat kedudukannya denganku pada hari kiamat kelak, yaitu orang yang terbaik akhlaknya. Dan orang yang paling aku benci dan paling jauh kedudukannya dariku pada hari kiamat kelak, yaitu tsartsarun, mutasyaddiqun dan mutafaihiqun". Sahabat bertanya : "Ya, Rasulullah. Kami sudah mengetahui arti tsartsarun dan mutasyaddiqun, lalu apa arti mutafaihiqun?" Beliau menjawab,"Orang yang sombong." [HR at Tirmidzi]

Tsartsarun  →   Banyak omong dengan pembicaraan yang menyimpang dari kebenaran.

Mutasyaddiqun  →   Kata-kata yang meremehkan orang lain dan berbicara dengan suara lagak untuk menunjukkan kefasihannya dan bangga dengan perkataannya sendiri.

Mutafaihiqun  →   Berasal dari kata al fahq, yang berarti penuh. Maksudnya, seseorang yang berbicara keras panjang lebar, disertai dengan perasaan sombong dan pongah, serta menggunakan kata-kata asing untuk menunjukkan, seolah dirinya lebih hebat dari yang lainnya.

BANYAK MEMBICARAKAN KEBATHILAN

Rasulullah صلى الله عليه وسلم  bersabda,

”Sungguh seorang hamba mengucapkan suatu kata yang “TIDAK JELAS” baginya, namun menyebabkan ia terseret ke neraka yang jaraknya lebih jauh dari Timur dan Barat.”
[HR. Al-Bukhari]

An-Nawawi rahimahullah berkata, “Maksud “tidak jelas” dalam hadits itu adalah tidak memikirkan apakah perkataannya itu baik atau buruk.” [Riyadush Shalihin (2/825)]

Termasuk dalam hal ini adalah berbicara yang bisa bermakna menyombongkan diri, seperti mengabarkan kebaikan yang akan dilakukan atau yang telah dilakukan (contohnya seseorang mengabarkan dalam pembicaraab bahwa dia akan sholat malam, dia telah sholat berjamaah atau dia telah membantu keluarga dan orang tuanya) hal ini bisa menumbuhkan sikap riya’ dan ingin dipuji orang lain atau minimal kebaikan kita ingin diketahui oleh orang banyak.

BERSITEGANG

Banyak orang yang “memancing di air keruh” kalau tidak bisa dibilang memang hobby berdebat, atau yang paling menyedihkan mereka-mereka ini adalah orang yang jauh dari pemahaman ilmu agama, kadang hanya karena perkara yang sepele saja yang tidak ada hubungannya dengan perkara agama mereka suka bersitegang dan mengeluarkan kata-kata yang buruk.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم  bersabda,
”Orang yang paling dibenci Allah adalah orang yang paling sengit dalam menuduh dan membela diri.” [HR. Al-Bukhari]

Beliau صلى الله عليه وسلم  juga bersabda,
”Dipastikan masuk surga orang yang memberi makan dan senantiasa mengucapkan perkataan yang baik.” [HR. Ath-Thabrani]

Dari ‘Adi bin Hatim radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi صلى الله عليه وسلم  bersabda,
”Hindarilah neraka meski dengan sebiji kurma, dan siapa yang tidak memiliki sebiji kurma maka cukup dengan perkataan yang baik.”
[HR. Muslim]

Dan masih banyak lagi yang membuat perbuatan orang-orang yang mengaku muslim dalam kesehariannya membicarakan yang bisa berpotensi merusak orang lain.

Wahai Para Bunda, Srikandi2 Da'wah dan Bidadari2 Surga.

Sudah saatnya mulai dari detik ini untuk meninggalkan pembicaraan yg tdk bermanfaat, sudah waktunya untuk menjauhi pembicaraan yang bisa menjerumuskan kita dalam jurang kenistaan dan menampakkan dengan jelas kondisi ke-Islam-an kita di hadapan orang lain, sudah seharusnya kita merasa malu untuk berkata yang tidak memiliki manfaat.

والله أعلم بالصواب

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post