Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

TAHAJUD

Japri Lia Asha dengan bapak Ustad Dodo


Afwan ustad ..mgg yg ll ustad membahas ttg sholat di"' Hamba Allah ..
tp krn waktu yg tdk cukup sy lom sempt bertanya ttg sholat tahajud ..
brapa roka'at sholat tahajud yg afdhol menurut hadist yg shahih ..??

dan apakh mmg seharus nya sholat tahajud di barengi dg witir yg ??

mohon penjelasan nya ..& mohon maaf mengganggu ustad ..



syukron ..ustad ...
ada tmn sy yg sy gbng td nanya tahajud sama pak dody tp jwb nya .kurang memuas kan jd sy tanya langsung je pak dodo kebetulan kn mgg kmren br isi ttg shokat & jawabn nya cukup memuas kan ..😀😀
Wa'alaykumussalam ww...

Rakaat shalat tahajjud yang rajih 8 rakaat. Dan di akhiri witir 3 rakaat,
Dilakukan tiap 2 rakaat salam.
Atau 4 rakaat dengan satu tasyahud, kemudian salam.

Witirnya 3 rakat demgan satu tasyahud kemudian salam.

Wallahu a'lam!
-

Ini ada tmn sy yg jd tki di twn minta tlg di tanyakn ke ustad ..
krn di bekerjanya hrs jg anjing dan dia ing ttp beribadah ..bgmn kah hukum nya ?? terutama ttg kesucian nya dr najus & apakh kah di terima ibadah sholat nya ..
Apabila kita memperhatikan kebersihan badan dan tempat shalat kita dari najisnya anjing, in sya' Allah shalat kiya syah dan diterima. Aamiin Yaa Mujiibas Sa'iliin.

Apa dan bagaimana najisnya anjing, saya kutipkan saja di bawah ini...

Terkait dengan anjing, ulama ada tiga pendapat yang cukup terkenal :

Pertama, anjing semuanya najis, termasuk bulunya. Ini adalah pendapat Imam Syafi’i dan Imam Ahmad dalam salah satu pendapat beliau.

Kedua, anjing semuanya tidak najis, termasuk liurnya. Ini adalah pendapat Imam Malik menurut keterangan yang masyhur.

Ketiga, anjing, air liurnya najis, sedangkan bulunya tidak najis. Ini adalah pendapat Imam Abu Hanifah menurut keterangan yang masyhur dan salah satu pendapat Imam Ahmad.
Pendapat yang kuat dalam masalah ini, bahwa bulu anjing statusnya tidak najis, tidak sebagaimana air liurnya. Untuk itu, jika ada bulu anjing yang basah terguyur air kemudian mengenai pakaian seseorang maka dia tidak wajib mencucinya. Ini merupakan pendapat mayoritas ulama, seperti Abu Hanifah, Malik, dan Ahmad dalam salah satu riwayat. (Al-Fatawa Al-Kubro, 1:284 – 285)

Selanjutnya, Syaikhul Islam menjelaskan alasannya secara panjang lebar, yang bisa diringkas sebagai berikut:
Hukum asal segala sesuatu adalah suci. Sementara kita tidak boleh memvonis najis atau menyatakan sebagai benda haram, kecuali dengan dalil. Allah berfirman,

وَقَدْ فَصَّلَ لَكُمْ مَا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ إلَّا مَا اُضْطُرِرْتُمْ إلَيْهِ
“Allah telah menjelaskan dengan rinci segala sesuatu yang Dia haramkan untuk kalian, kecuali jika kalian terpaksa.” (QS. Al-An’am: 119)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الحلال ما أحل الله في كتابه . والحرام ماحرم الله في كتابه . وما سكت عنه فهو عفا عنه
“Benda halal adalah segala sesuatu yang Allah halalkan dalam kitab-Nya, benda haram adalah segala sesuatu yang Allah haramkan dalam kitab-Nya. Adapun yang Allah diamkan maka itu yang Dia bolehkan.” (HR. Tirmidzi, Abu Daud, Ibn Majah, dan dihasankan Al-Albani)

Bagian anjing yang dinyatakan najis dalam dalil adalah liurnya, dan tidak disebutkan bagian anggota badan yang lain. Dengan demikian, vonis najis untuk bulu hanya bisa dilakukan dengan mengqiyaskan (analogi) hukum bulu dengan hukum air liur.

Mengqiyaskan hukum bulu dengan air liur untuk anjing adalah qiyas (analogi) yang tidak bisa diterima. Karena air liur bersambung dengan bagian dalam tubuh anjing, sedangkan bulu tumbuhnya di bagian luar anjing. Dan semua ulama membedakan dua hal ini. Sebagaimana mayoritas ulama menegaskan bahwa bulu anjing statusnya suci, tidak sebagaimana liurnya.

Imam Asy-Syafi’i dan banyak ulama lainnya menyatakan bahwa tanaman yang tumbuh di tanah yang najis, daunnya suci. Jika kita menyatakan bahwa bulu anjing tumbuh di tempat yang najis maka statusnya sebagaimana tanaman. Karena statusnya suci

Allahu a’lam
Syukron ..ustad ..

- -
Afwan msh berlanjut pertanyaan sy

yg mn kah yg benar dan shahih ..
ada sebagian mengatakan ..Waktu sholat fardu Ashr tdk ada synah Rawatib nta ,qobliyah maupun bad'iyah ..

tp ada sebgian blng ada 2 qobliyah ashr ..

mn kah yg shahih ustad  Afwan ..

Ada dua pendapat,
Ada yang memgatakan ashar tidak ada ba'diyah dan qabliyahnya.

Ada jiga yang mengatakan ashar hanya ada qabliyahnya saja.

Menurut saya pendapat kedua lebih valid. Bila merujuk dengan banyak hadits kemudian kita simpulkan (methode ini dikenal dengan sebutan thariqatul jami').

Saya sendiri mengamalkan qabliyah ashar ketika di masjid karena ada hadits mengatakan, anayara adzan dan iqamah itu ada shalat. Bagi yang mau...

Kata2 "bagi yang mau" itu diulang Rasulullah sampai tiga kali. Bagi saya itu menandakan pentingnya shalat sunnat antara adzan dan iqamah. Karenanya saya selalu mengerjakannya.

Wallahu a'lam!
 --

Saya tambahkan sedikit... kelompok yang mengatakan tidak ada qabliyah ashar, bukan berarti mereka mentidakkan samasekali shalat qabliyah tersebut.
Tetapi mereka hanya tidak menjadikannya sebagai shalat rawatib (rutin). Tetapi hanya sebatas sunnah muakadah (ditekankan).
Kesimpulannya, lebih valid dalil yang me,bolehkan shalat qabliyah ashar.
Nah ada juga perselisihannya. Ada yang mengatakan cukup 2 rakaat. Ada yang mengatakan 4 rakaat.
Yang mengatakan 4 rakaat juga ada perbedaan. Ada yang mengatakan dilakukan 2 rakaat 2 rakat (tiap 2 rakaat salam). Ada yang memgatakan 4 rakaat sekaligus dengan satu tasyahud lalu salam.

 ustad ..sy org dl org yg tlah byk melalaikan perintah NYA
dosa besar yg tlah sy lakukan dpt kah di tebus dg sholat tobat ..
dan do'a,amalan,wirid apakah yg bs sy bc ..
& brapa waktu sekl sy hrs melakukan sholat taubat itu ...
Apakah Allah msh dpt mengampuni sgla dosa besar sy selama ini ???

 lg tgg jwb n nya ...rekap mb novita ..siapa tau ada yg nanya ...

 Sebanyak apapun dosa hamba, bahkan lebih banyak dari buih di lautan....bilamana hamba tersebut bertaubat dan memohon ampun maka Allahu Ta'ala akan memberikan ampunanNya.

Banyak cara menghapus dosa dan kesalahan kita...
Dengan banyak beristighfar,
Berwudhu,
Berjalan menuju masjid,
Membaca dzikir di antaranya


«لاَ إِلهَ إِلاَّ الّلهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ. لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. اللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ . وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ. وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَد

“Tidak ada tuhan yang berhak disembah, kecuali Allah semata. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Hanya milik-Nya seluruh kerajaan (di langit dan bumi, di dunia maupun akhirat). Hanya milik-Nya segala puja dan puji. Dialah Dzat yang Maha Kuasa atas segalanya. Ya Allah, tidak ada satupun yang bisa menghalangi apa yang Engkau berikan, dan tidak ada satupun yang bisa memberikan (apapun) yang Engkau halangi. Harta, anak, kebesaran atau kekuasaan tidak ada gunanya di hadapan Allah SWT.” (Hr. Muslim dari al-Mughîrah bin Syu’bah)

Dalammsebuah hadits dikatakan, siapanyang membaca dzikir ini Allah akan mengampuni sebanyak apapun dosa2 kita walau pun sebanyak buih di lautan.

Dan banyak lagi yang dapat ,enghapus kesalahan serta dosa2 kita.

Nah awali pertaubatanntersebut dengan shalat sunnah 2 rakaat. Dan itulah yang disebut dengan shalat taubat.
Jadi cukup 2 rakaat dan jangan diulamg terus menerus.
Cukup sekali saja di awalnya raubat tsb.

Wallahu a"lam!

Membaca do'a2...diantaranya

    رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيْمَ الصَّلاَةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءَ. رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُ.

Duhai Tuhaku, jadikan aku dan keturunanku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Duhai Tuhan kami terimalah doaku. Duhai Tuhan kami, ampuni aku dan kedua orang tuaku serta orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).