Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

TAKDIR ATAU BUKAN

Rekapan Kajian Online WA HAMBA اللَّهِ SWT

Kamis, 8 Mei 2014
Narasumber : Ustadz Dodi Kristono
Notulen: Bunda Nofita






ْبِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Ada pendapat yang mengatakan seperti Bu Rusni. Tidak dilahirkan anak Adam ke muka Bumi sebelum ditetapkan :
1. Rezekinya
2. Jodohnya
3. Mautnya

Apakah Pernikahan Asmirandah, Choky Sitohang, Jamal Mirdad itu TAKDIR....?

Makanya, pertanyaannya itu TAKDIR ATAU BUKAN....?



Apakah اللّهُ Maha Tahu...?

Apakah اللّهُ tau kejadian hari ini, kemarin, 1 bulan lalu, 6 bulan lalu...?

Apakah اللّهُ juga tahu, kejadian besok, lusa 1 bulan kedepan. 1 tahun kedepan, 10 tahun kedepan....?

Apakah اللّهُ tahu daun yang akan gugur di pohon samping rumah kita....?

Apakah اللّهُ sebelum melahirkan kita ke Bumi sudah dituliskan Jodohnya....?

Jadi pernikahan tsb TAKDIR

Apakah اللّهُ sudah menuliskan nama2 kita berada di Surga atau Neraka....?

Apakah اللّهُ sudah menuliskan nama2 kita berada di Surga atau Neraka....?

Kan اللّهُ Maha Tahu dan Maha Penyempurna Strateginya
Setau saya sbg org awam..takdir itu ada yg bisa dirubah dan dah da yg tdk dpt dirubah oleh manusia → naaah konsep pemikiran seperti ini timbullah banyak fenomena diindonesia, Dukun Perubah Takdir, Paranormal membuka aura dllnya. Sehingga wajar praktek3 seperti itu menjamur di Indonesia.

Allah blm mencatat nama kita di surga atau neraka..
Mau masuk surga atau neraka itu pilihan kita. Yg pasti sblm kita lahir, kita sebenarnya beragama Islam, tapi ortu kitalah yg menjadikan diri kita selain Islam (entah nasrani, yahudi, dll)

Bertentangan nda dengan kalimat dibawah ini :

Kan اللّهُ Maha Tahu dan Maha Penyempurna Strateginya. Apa yang terjadi besok, lusa, 1 tahun, 10 tahun lagi dstnya

Shofia Maghfiroh: Itu Hak Allah sepenuhnya...antara surga dan neraka. Jgn kita mengotak atik hak absolutnya, dn jgn mmprsoalkan itu. Sejogjanya cukuplah kita jalankan apa yg sdh ditentukannya... Bila kamu menaati AKU, kamu masuk surga, bila kamu mendurhakai AKU, ke nerakalah kamu, simple.

Betul Bunda Shofia... Pasti  اللّهُ sudah merancang semuanya secara detail dari A sampai Z.

Dari penciptaan alam semesta sampai alam barzah

Dari setitik mani sampai sebonggkol tulang ekor

Kadang kala, manusia mencoba berfikir secara LOGIKA menggunakan akalnya,

Karena saking sempurnanya  اللّهُ Ta'ala dipastikan kejadian yang akan datang sudah dirancang oleh  اللّهُ , termasuk nama2 kita di Surga dan Neraka.

Betuuulll...?
Gurunya betul atau salah...?
Atau kalimatnya yang betul atau salah....?

Betul Bunda Shofia.... Disini kita sama2 belajar dan akhirnya mengetahui tentang hal tersebut dengan CRYSTAL CLEAR

Disetiap kehidupan manusia pasti  اللّهُ memberikan 2 kondisi, yaitu :
1. Tidak diberikan kebebasan untuk Memilih
2. Diberikan kebebasan untuk Memilih

Point 1. Jika kita tidak diberikan kebebasan untuk memilih, maka itu diluar kendali kita.

Pada tahu Elvis Presley....?
Dia siapa....?
Legends of pop music in the world
Kayakah dia dan keturunannya sekarang....?
Sekarang dia dimana....?
Meninggalnya gara2 apa....?
Over Dosis (OD)
TAKDIR atau PILIHAN dia mau meninggal dengan cara OD.

Kalau ada yang meninggal gara2 gempa bumi, tsunami dlsbya apakah itu didalam kendali kita....?
Meninggal gara2 gempa bumi  →  Diluar Kendali Kita.

Mana yang akan diminta pertanggung jawabannya terhadap meninggalnya seseorang.....?

Apakah seseorang meninggal gara2 gempa bumi akan ditanya sama Malaikat, kenapa kamu meninggal gara2 gempa bumi...?

Apakah seseorang meninggal gara2 OD akan ditanya sama Malaikat, kenapa kamu meninggal gara2 Over Dosis....?

Mana yang tidak ditanya dan mana yang ditanya...?

Kenapa ditanya....?

Karena dia memilih meninggalnya dengan cara tersebut OD. Sedangkan orang yang meninggal gara2 gempa bumi sebenarnya tidak memilih untuk meninggal dengan cara tsb

Point 1. Jika kita tidak diberikan kebebasan untuk memilih, maka itu diluar kendali kita.

Dan kita TIDAK AKAN DIMINTA PERTANGGUNG JAWABANNYA

Tepatnya  →  Malaikat tidak akan meminta pertanggungjawabannya karena ybs meninggal diluar pilihannya (CARA MENINGGALNYA YA, bukan ditanya apa yang sedang dilakukannnya)

Metode Pembelajaran itu ada 2 kategori:
1. Bersifat Searah (kasih materi dan baca)
2. Bersifat Komunikatif (mengajak audience berdiskusi, biar sama2 mikir dan akhirnya lebih tertanam dikepalanya, karena otak dipergunakan untuk berfikir keras)
Kalau saya pribadi... Saya lebih cenderung memilih yang point 2.

Menyalurkan pendapat, hingga temu titik akhir Pemahaman.

Kebanyakan system pembelajaran di negara barat sana adalah dengan berdiskusi (makanya mereka maju), padahal mereka juga mencontoh kebiasaan Rasulullah صلى الله عليه وسلم dengan para Sahabatnya.
Cuma kita yang ga mencontoh. Padahal kita muslim loooh. Kita itu maksudnya : Kebanyakan Orang Muslim 

Point 1. Jika kita tidak diberikan kebebasan untuk memilih, maka itu diluar kendali kita.

Dan kita TIDAK AKAN DIMINTA PERTANGGUNG JAWABANNYA

Point 2. Jika kita diberikan kebebasan untuk memilih, maka itu didalam kendali kita.

Dan kita AKAN DIMINTA PERTANGGUNG JAWABANNYA

Ketika kita bicara masalah TAKDIR jangan pernah sekali2 mencampuradukkan dengan :
1. Ilmu  اللّهُ
2. Ketentuan  اللّهُ
3. Lauful Mahfuz

Karena apa....? Karena kita TIDAK MENGETAHUI hal itu semua.

Yang harus kita lakukan adalah bagaimana kita menggunakan AKAL dan membaca NARA SUMBER (Al-Quran dan Sunnah) sehingga HIDAYAH akan diberikan oleh  اللّهُ Ta'ala.

أَمِِيْن يَا رَبَّ العَالَمِين

Jadi tidak akan ada HIDAYAH akan muncul tiba2 seketika orang bangun pagi langsung dapet hidayah, tanpa menggunakan akalnya dan membaca sumbernyaaa.

Inilah kebanyakan yang terjadi didunia barat sana.
Mereka tidak menggunakan akal dan membaca sumber nya. Jadi tidak diberikan Hidayah sama  اللّهُ

Coba lihat dan perhatikan kejadian disekitar kita.
Kebanyakan orang2 muslim pindah ke agama lain, adalah orang2 yang tidak mempunyai akal.

Orang miskin.
Orang biasa2 saja.

Mudah diimingi2 oleh sekardus indomie trus murtad.

Mudah diimingin dengan muka ganteng trus murtad.

Kebalikannya deehhh.
Orang2 barat atau Nasrani yang masuk Islam rata2 adalah para Professor, Dokter, Astronot dan semua orang2 pintar karena menggunakan AKAL mencari tahu dan akhirnya HIDAYAH  اللّهُ akan datang kepada dia.

Ketika kita bicara masalah TAKDIR jangan pernah sekali2 mencampuradukkan dengan :
1. Ilmu  اللّهُ
2. Ketentuan  اللّهُ
3. Lauful Mahfuz

Karena apa....? Karena kita TIDAK MENGETAHUI hal itu semua.
Sesuai dengan ayat yang Bunda tuliskan "PETUNJUK"

Taukah arti dari HIDAYAH....?

Hidayah = Petunjuk...!!!!

Jadi? Masuk surga atau nerakanya seseorang bukan takdir? Tapi PILIHAN SENDIRI...

Contoh Sederhana
Jika Bunda Prima mau ke rumah saya
Bunda Prima mengikuti petunjuk dari saya atau Petunjuk orang lain....?

Tentunya Rasulullah صلى الله عليه وسلم
Emangnya Beliau pernah ke Surga....?
Pernah atau belum....?
Pernah melihat surga kan? Waktu isra' mi'raj
Makanya jika mau masuk Jannah, ikutilah Petunjuk dari  اللّهُ Ta'ala dan Rasulullah صلى الله عليه وسلم

--


Kalau rizki kan tiap orang sudah ada jatahnya masing-masing, tapi kalo kita cm santai dan ga berusaha kan ga mungkin jatuh tiba2 dr langit...
Kalo seperti itu sebenernya belum dtentukan donk,tp trgantung usaha... BETUL

Jadi rizki tergolong qadar ya?ga saklek

Banyak orang Islam berlindung dibalik kata2 tersebut, sehingga membuat dirinya menjadi Malas mencari rezeki.

Padahal hukum dialam semesta ini adalah Hukum Sebab Akibat.

Kalo jodoh gimana? Jodoh kan sudah ditentukan, tapi apa jodoh juga bisa tidak jadi ketemu karena orangnya tidak berusaha untuk menjemput.

Rizky  اللّهُ luas nda Bunda Kiki...?
Luas pastinya.
Kalau rizky nya luas dan kita hanya punya wadah seukuran ember.

Berapa rizky yang bisa kita terima....?
Satu ember.

Kita disuruh berusaha untuk membesarkan wadah kita agar bisa menerima rizky  اللّهُ yang sangat berlimpah.
Kalau kita diem2 aja, ember kita kena debu, kemasukan sampah, ada air yang tergenang, ujung2nya wadah rezeki kita (ember) tertutup oleh hal2 yang tidak penting.
Apakah rezeki dari  اللّهُ bisa masuk....?

Apa saja hal 2 yang bisa membuat ember rezky kita tertutup?
Jadi kita harus berusaha, dengan berusaha otomatis ember tidak dalam keadaan pasif, pasti tidak akan dimasuki oleh hal2 yang tidak perlu.

Kalau kita usaha lebih keras lagiii, berarti kita membesarkan wadah ember kita agar lebih banyak rezeki yang masuk.

Dosa Penghalang Rezeki

عَنْ ثَوْبَانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِنَّ الرَّجُلَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ يُصِيبُهُ

“Nabi صلى الله عليه وسلم  bersabda: “Sesungguhnya seseorang insan terhalang dari mendapat rezeki lantaran dosa yang dilakukannya.”

(HR. Ibn Majah)

Point 2. Jika kita diberikan kebebasan untuk memilih, maka itu didalam kendali kita.

Dan kita AKAN DIMINTA PERTANGGUNG JAWABANNYA

Kalau ybs diberikan kebebasan untuk mencari jodoh dan dia tidak lakukan, maka itu PILIHAN baginya
Jadi jodoh bukan takdir pak? Termasuk cerai hidup ? (Jodoh pendek).

Sudah tercatat di lauful mahfuz (jangan dikotak-katik).

Tugas kita adalah point nomor 2. PILIHAN

Dosa apakah  yang bisa menghalangi rizky? Semuanya?
Berarti orang yang banyak dosa maka rezekynya akan terhalang? Pada kehidupannya seringkali kejadiannya tidak begitu... Orang2 yang banyak dosa, tidak mempedulikan cara2 mendapatkan harta banyak yang lebih "kaya" dibandingkan orang2 yang taat.. Mohon penjelasannya?

Maha Penyayang dan Maha Pengampun
Kenapa disebut MAHA...?
Kenapa seperti itu Bunda Prima....?
Mereka diberikan kesempatan untuk mengumpulkan dosa sebanyak2 banyaknya didunia agar bisa mendapatkan azaaaabbbb yang sangat pedih dan banyaaak juga nanti disana
Terkadang orang yang berbuat Dosa dan Maksiat, umurnya panjang2.

Orang2 yang Sholeh, umurnya pendek2.

Suka merhatiin ngga....?

Kalau diperkenankan berbaik sangka, kepada orang2 yang Sholeh.

اللّهُ
menjaganya dengan mengangkatnya dengan cepat, agar sisa hidupnya tersebut tidak dikotori oleh dosa dan maksiat.

Jadi orang2 yang hidupnya susah, belum tentu karena dosanya banyak kan? Bisa saja itu ujian untuk meningkatkan derajatnya, begitukah?
Betuuul.
Banyak faktor.
Mungkin  اللّهُ sayang kepadanya.
Dan tahu kedepannya yang terbaik untuk orang tsb.
Kalau dikasih kaya, dia tidak akan taat lagi kepada  اللّهُ
Jadi noni itu kaya, pintar, menguasai dunia ...itu cobaan ya.

Bagi NONI surga itu adalah Dunia.
Bagi Muslim neraka itu adalah Dunia.

Apa yang terjadi di dunia tidak mungkin keluar dari takdir  اللّهُ  sedikitpun.  اللّهُ  berfirman:

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ) (الحديد:22)

Artinya: “Tiada sesuatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Luhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi  اللّهُ .” (Qs. 57:22)

Semua takdir telah  اللّهُ  tulis 50 ribu tahun sebelum langit dan bumi diciptakan. Rasulullah صلى الله عليه وسلم  bersabda:

كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلَائِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ ، قَالَ : وَعَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ

Artinya: “Sesungguhnya  اللّهُ  telah menulis taqdir semua makhluk 50 ribu tahun sebelum langit dan bumi diciptakan, dan Arsy-Nya berada di atas air.” (HR. Muslim)

Jadi  اللّهُ  lah yang telah menciptakan kita dan semua tingkah laku kita, yang menciptakan semua sebab dan akibatnya.

Karena doa kita itu sendiri juga bagian dari takdir  اللّهُ . Dialah  اللّهُ  yang mentakdirkan kita berdoa, sehingga dengan doa kita  اللّهُ  mencegah musibah dari kita. Dengan kata lain, kita menolak takdir  اللّهُ , dengan takdir  اللّهُ .

Sebagaimana kita ingin :
→   Menghilangkan sakit dengan obat,
→   Menghilangkan kemiskinan dengan bekerja.

Ini bukan berarti kita bisa keluar dari takdir  اللّهُ , karena obat dan bekerjanya kita juga bagian dari takdir  اللّهُ  itu sendiri, sembuh dan kayanya kita juga takdir  اللّهُ . Jadi kita keluar dari takdir  اللّهُ , dengan takdir  اللّهُ , menuju takdir  اللّهُ  yang lain.

Kesimpulan :
Takdir terdiri dari dua :
1. Takdir yg pasti
Takdir ini tidak bisa kita tolak, dan tidak akan dipertanggungjawabkan keberadaanya

2. Takdir pilihan
Takdir yg kita pilih untuk dijalani dan akan diminta pertanggungjawaban karenanya

Setiap kita wajib berusaha dan berdo'a semaksimal mungkin sehingga akhirnya takdir yg telah اللَّهِ tentukan menghampiri kita

Sampai sini semoga Para Bunda dapat memahaminya semua tentang kajian hari ini yaa

والله أعلم بالصواب