Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

BAHASA ARAB: PROFESI (PENGGUNAAN KALIMAT MASYAALLAH & SUBHANALLAH)

Kajian Online WA Hamba اللَّهِ SWT

Sabtu, 21 Juni 2014
Narasumber : Ustadzah Zakiyah ArifahRekapan Grup HA 5 (Ibu Rina Dewi)

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ


+ أَعْمَلُ طَبِيْباً/ةً، ماَذَا تَعْمَلُ/تَعْمَلِيْنَ أَنْتَِ ؟
A'malu       : saya bekerja
Thabib       : dokter (laki-laki)
Thabibah   : dokter (perempuan)
Madza       : apa
Ta'malu     : kamu (laki-laki)
Ta'maliina : kamu bekerja (perempuan)
Anta           : kamu (laki-laki)
Anti            : kamu (perempuan)

- أَعْمَلُ مُدَرِّساً/ةً
Madrasah: sekolah
- أَعْمَلُ فِي الْمَدْرَسَةِ / الْجَامِعَةِ، وَأَيْنَ تَعْمَلُ/تَعْمَلِيْنَ أَنْتَِ؟
+ أَيْنَ تَعْمَلُ /تَعْمَلِيْنَ؟
+ أعْمَلُ فِي المُسْتَشْفَى
Ayna            : dimana
Mudarrisah : guru/pengajar (perempuan)
Mudarris     : guru/pengajar (laki-laki)
Jaami'ah     : perguruan tinggi
Mustasyfa   : rumah sakit
+ هَلْ تُحِبُّ /تُحِبِّيْنَ عَمَلَكَِ؟
- نَعَمْ، أُحِبُّ عَمَلِيْ
Hal              : apakah
Tuhibbu      : kamu menyukai (laki-laki)
Tuhibbiina : kamu menyukai (perempuan)
Amalaka    : pekerjaanmu (laki-laki)
Uhibbu       : saya menyukai
Na'am        : ya
Amalaki     : pekerjaanmu (perempuan)

Tilmidzatun تِلْمِيْذةٌ. :biasanya digunakan utk siswa SD atau SMP
Utk tingkat SMA n PT digunakan Thalib/ Thalibah : طَالِب/ة
تاَجِر/ة : tajir/tajirah : pedagang
Di Indonesia yang sering dipakai ya asatidz/asaatidzah ya: jamak dari ustadz
Atau musyrif/musyrifah: pembimbing

Tapi kalau sedang komunikasi biasanya huruf terakhir disukun, dimatikan, jadi bacanya "a'mal thalibah".
Kalau dalam Bahasa Arab (BA) harakat akhir menentukan kedudukan/posisi kata dalam kalimat, misal: subyek, predikat, obyek, dan lain-lain yang mempengaruhi makna.

Note : "asatidzah" itu jamak dari ustadz: artinya ustadz yang banyak, 3 orang atau lebih, kalau perempuan ustadzah, jamaknya ustadzaat.

Dalam BA, jika khusus perempuan saja, maka baru menggunaka kata yang menujukkan perempuan.
Jika ada laki-laki dan perempuan (campuran) maka yang digunakan adalah laik-laki, karena maknanya sudah mencakup keseluruhan.

Misal : Kalau banyak/jamak/plural: akhawaat : أخَوَات
Kalau saudara perempuan : ukhtun : أُخْتٌ
Jadi kalau ikhwaan/ikhwah: itu banyak, 3 orang atau lebih laki-laki atau campuran laki-laki dan perempuan (saudara laki-laki).
Ikhwaan/ikhwah: إخْوان/إخْوَة: artinya secara bahasa sama, yaitu jamak/plural dari kata akhun أَخ

Dalam BA tidak mengenal Kromo Inggil jadi tadi ada pembedaan untuk orang tua, maupun orang yang dihormati.
Tapi orang arab seringnya ya menggunakan yang biasa, ke orang tua ya anta - ka,
Ka jadi Kum, 
Maka sering kali karena untuk penghormatan, digunakan kata ganti anta (1 laki-laki) menjadi antum (1 laki-laki) untuk anda.

TAMBAHAN
*Penggunaan kata : Subhanallah atau Masya Allah*

Ungkapan Subhaanallah dianjurkan setiap kali seseorang melihat sesuatu yang tidak baik, dan dengan ucapan itu kita menetapkan bahwa Allah Maha Suci dari semua keburukan tersebut.

Kebalikannya, ucapan Maasya Allah diucapkan bila seseorang melihat yang indah-indah Penggunaan kedua kalimat ini di tengah masyarakat Islam tanah air kerap terbalik-balik, kecuali pada sebagian orang yang mengerti ajaran Sunnah ini. Wallahu’alam
Al Quran menuturkan; Subhanallah digunakan dalam mensucikan Allah dari hal yang tak pantas. “Maha Suci Allah dari mempunyai anak, dari apa yang mereka sifatkan, mereka persekutukan, dll.” Ayat-ayat berkomposisi ini sangatlah banyak. Juga, Subhanallah digunakan untuk mengungkapkan keberlepasan diri dari hal menjijikkan semacam syirik (QS Saba 34: 40-41), dihinakannya Allah tersebab kita (QS Yusuf 12: 108) dll.

وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا ثُمَّ يَقُولُ لِلْمَلَائِكَةِ أَهَٰؤُلَاءِ إِيَّاكُمْ كَانُوا يَعْبُدُونَ

Dan (ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berfirman kepada malaikat: "Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu?". (QS: Saba' Ayat: 40).


قَالُوا سُبْحَانَكَ أَنْتَ وَلِيُّنَا مِنْ دُونِهِمْ ۖ بَلْ كَانُوا يَعْبُدُونَ الْجِنَّ ۖ أَكْثَرُهُمْ بِهِمْ مُؤْمِنُونَ

Malaikat-malaikat itu menjawab: "Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka; bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu". (QS: Saba' Ayat: 41).



قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي ۖ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Katakanlah: "Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik". (QS: Yusuf Ayat: 108).



Tanggapan Ustadzah Kiki :

Saya menanyakan langsung pada Dr. Ad Dakhil, ahli bahasa Arab dari universitas Yordania

Masyaallah   : untuk tafakkur atas ciptaan dan makhlukNya

Subhanallah : untuk mensucikan Allah dari sekutu
Keduanya sama-sama digunakan untuk ta'jub

Untuk penggunaannya adalah melihat dan menyesuaikan konteks kalimat dan kondisi:
Subhanallah : untuk Allah sebagai ungkapan rasa syukur dan ta'jub kita akan kebesaran Allah
Masyaallah   : ta'jub pada makhluk
MasyaAllah  : hanya digunakan ketika melihat sesuatu yang baik
Subhanallah : bisa digunakan ketika melihat sesuatu yang baik dan tidak baik
Misal : ketika melihat perempuan cantik, kita berkata: Subhanallah, begitu indah ciptaanNya (ta'jub pada Allah)
Dan ketika melihat istana yg megah (karya manusia) maka kita berkata: Masyaallah, istananya megah (karena yang membuat adalah makhluk atau manusia)
Ketika kita melihat korban muslimin dalam perang, maka kita tidak berkata masyaallah, tapi "Subhanallah, berapa banyak ruh yang menjadi korban"

Doa Kafaratul Majelis:

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Semoga Bermanfaat

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه