Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

DZIKIR RAMADHAN - KUNCI AGAR SETIAP AKTIFITAS BERNILAI IBADAH

Kajian Online WA Hamba اللَّهِ SWT



Kamis, 26 Juni 2014

Narasumber : Ustad Wardhani

Notulen : Sarah (HA 4) 
Editor: Nofita & Ana 

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

1. Dzikir Ketika Melihat Hilal
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melihat hilal beliau membaca. 
اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالإِِيمَانِ ، وَالسَّلامَةِ وَالإِِسْلامِ ، رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ 
Ya Allah, tampakkan bulan itu kepada kami dengan membawa keberkahan & keimanan, keselamatan dan Islam. Rabbku & Rabbmu (wahai bulan sabit) adalah Allah” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ad Darimi. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan hasan li ghairihi).

2. Ucapan Ketika Dicela atau Diganggu Orang Lain

فَإِنْ سَابَّكَ أَحَدٌ أَوْ جَهُلَ عَلَيْكَ فَلْتَقُلْ : إِنِّي صَائِمٌ ، إِنِّي صَائِمٌ
“Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, “Inni shoo-imun, inni shoo-imun [Aku sedang puasa, aku sedang puasa]“.” (HR. Ibnu Majah dan Hakim. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih).

An Nawawi mengatakan, “Termasuk yang dianjurkan adalah jika seseorang dicela oleh orang lain atau diajak berkelahi ketika dia sedang berpuasa, maka katakanlah “Inni shoo-imun, inni shoo-imun [Aku sedang puasa, aku sedang puasa]“, sebanyak dua kali atau lebih. (Al Adzkar, 183).

3. Do’a Ketika Berbuka 

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ 
"Dzahabadh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah."
"Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah)"

(HR. Abu Dawud, 2/306 no. 2357, an-Nasa’i dalam as-Sunan al-Kubra, 2/255, ad-Daruquthni, 2/185, al-Baihaqi, 4/239, dari hadits Ibnu ‘Umar dan dihasankan oleh asy-Syaikh al-Albani.)

[Rasa haus telah hilang & urat-urat telah basah, & pahala telah ditetapkan insya Allah]” (HR. Abu Daud. Syaikh Al Albani; ini hasan) 



4. Do’a Kepada Orang yang Memberi Makan dan Minum 

اَللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِيْ وَاسْقِ مَنْ سَقَانِيْ
“Ya Allah! Berilah ganti makanan kepada orang yang memberi makan kepadaku dan berilah minuman kepada orang yang memberi minuman kepadaku.” (HR. Muslim no. 2055, 3/126)



5. Do’a Ketika Berbuka Puasa di Rumah Orang Lain 

Ketika disuguhkan makanan oleh Sa’ad bin ‘Ubadah, beliau mengucapkan,



أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُونَ وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ الأَبْرَارُ وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ الْمَلاَئِكَةُ 
Orang-orang yg berpuasa berbuka di tempat kalian, orang-orang yang baik menyantap makanan kalian & malaikat pun mendo'akan agar kalian mendapat rahmat].” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan shahih) 

Ust. M. Abduh Tausikal MSc. 



السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ



Bunda sholihat, ini materi dari ustadz Wardhani... 



Segala puji bagi Allah yang hanya kepada NYA kita semua mohon segala macam kebaikan, perlindungan, hidayah, pengampunan dan keselamatan. Semoga sholawat dan salam selalu tercurah kepada Rasulullah SAW, para keluarga beliau, para sahabat dan seluruh umatnya yang mengikuti risalahnya sampai hari kiamat. Amin. 

Ya ALLAH, jadikan awal hari ini pintu-pintu kebaikan, pertengahan hari ini kesuksesan dan akhir hari ini kemenangan dan keberuntungan yang ENGKAU ridhoi. 

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIIM. 

Pengusiran (Al-Ĥashr):18 - Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Pengusiran (Al-Ĥashr):19 - Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.

Pengusiran (Al-Ĥashr):20 - Tidaklah sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni jannah; penghuni-penghuni jannah itulah orang-orang yang beruntung. QS.69:18-20

Kunci-kunci agat setiap aktivitas kita bernilai ibadan adalah: 
Kita harus selalu dalam keadaan suci lahir batin, yakni slalu dalam keadaan berwudhu di manapun. 
Lakukan segala aktifitas dengan diiringi atau dimulai dengan doa & dzikirnya aktifitas tersebut dan diakhiri pula dengan dzikir, sesuai dengan contoh dan anjuran dari Nabi s.a.w. 
Niatkan segala aktifitas kita untuk tujuan ibadah dalam rangka mendapat ridho ALLAH. Sehingga selalu berusaha ikhlas, sungguh-sungguh, bertanggung jawab dan berusaha dengan proses yang baik dan dengan goal / tujuan (hasil) terbaik (Kerja cerdas). 
Hadapi setiap kesulitan, tantangan dan hambatan sebagai bentuk ujian dari ALLAH, karena itu harus tetap sabar, konsisten dan tetap focus pada tujuan/visi ridho ALLAH, sehingga harus tetap tawakkal hanya kepada ALLAH. 
Lakukan evaluasi secara rutin, pada saat menjelang tidur atau di sepertiga malam waktu sahur, mohon ampun, bersyukur, dan minta hidayah agar dapat memperbaiki diri. Silahkan baca / dawamkan doa yg ada di QS.46:15 

Bukit-bukit pasir (Al-'Aĥqāf):15 - "Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri".. 

Semoga Bermanfaat 

TANYA JAWAB:

 Ustad, saya mau bertanya, pada poin 3 dijelaskan: Niatkan segala aktifitas kita untuk tujuan ibadah dalam rangka mendapatkan ridho dari Allah SWT. Lalu apabila ada seseorang mempunyai niat baik seperti ibadah umroh atau menyantuni anak yatim/bersedekah tetapi dia mencari rizki dari jalan yang tidak benar (bisnis money game) apakah hal yang demikian bisa dibenarkan ustadz? 
  Harta yang diperoleh secara haram tidak akan berubah jadi halal meskipun digunakan untuk haji atau umrah. Hal tersebut tidak benar. Apabila itu terjadi pada teman kita, bagaimana kita harus menyikapinya? Apakah dibiarkan saja? Atau bagaimana ya ustadz?
 Ustadz...setiap ibadah kita memang harus didasari dengan ikhlas padaNya, nah jika kita mau berinfak shadaqah niat kita supaya Allah membalas dengan lebih banyak apakah itu sudah melenceng? Karena biasanya fadilah atau keutamaan suatu amalan menyebabkan kita untuk lebih giat lagi.
Jawab: 
Kasih tahu kepada teman kita sedapat mungkin, dengan cara yang baik dan sopan. Karena itu bagian dari tugas da'wah setiap orang. Lihat QS. Al Ashr (wal ashri).

 Kebetulan saya pernah mengingatkan dengan cara sesopan mungkin, yang ada malah saya dikatain usil, kurang kerjaan, dsb. Kadang sulit bagi setiap orang menjaga niat, misalnya niat awal menolong atau berbuat kebaikan tapi ditengah jalan dia menemui rintangan kadang dia gagal menjaga niatnya itu.. Bagaimana tanggapan nya?
Jawab: 
Setiap amal tergantung niatnya, tipe orang ibadah beda-beda, ada yang tipe pedagang, ada tipe pengemis, ada tipe lillahita'ala. Semuanya boleh-boleh saja, hanya kualitas pahalanya tentu berbeda. Sepanjang yang bersangkutan tidak melakukan kesyirikan/mempersekutukan Allah. Wallahu a'lam.
Yang penting kita sudah sampaikan kewajiban da'wah kepada yang bersangkutan. Tidak perlu marah dikatakan usil dan lain-lain. Itulah ujian orang yang ingin berbuat kebaikan. Akan selalu diuji. Karena itu biasakan berbuat baik tanpa ingin mendapat balasan dari atau ucapan terimakasih dari orang yang kita baiki. Kalau sudah terbiasa, in sya Allah akan nikmat dan bahagia. Lakukanlah ibarat air yang selalu ingin mengalir melewati trmpat yang lebih rendah. Lakukanlah ibarat air yang selalu ingin mengalir melewati tempat yang lebih rendah.

Wallahu'alam


Doa Kafaratul Majelis

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Semoga bermanfaat.


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه