Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

HIKMAH DIBALIK MUSIBAH/UJIAN

Kajian Online WA Hamba  اللَّهِ SWT

Rabu, 18 Juni 2014
Narasumber : Ustadzah Rochma Yulika
Rekapan Grup HA 7 (Pristia & Tuwuh)

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Kaifa hal ya ukhty fillah
subhanallah... sungguh kebahagiaan bisa berkumpul dengan wanita shalihah calon bidadari surga.
Jazakumullah sudah diperkenankan hadir di forum ini. Pada kesempatan ini sedikit berbagi tentang Hikmah di balik setiap musibah.

Ibnul Qayyim pernah berkata: Ujian itu ada dua macam. Ujian untuk mengingatkan dan ujian untuk mengangkat derajat.
Apabila seorang hamba banyak maksiat lagi lalai dalam masalah dunianya, tidak peduli kepada Tuhannya maka itu ujian untuk mengingatkannya dari dosa dan maksiat serta untuk mengingatkannya kepada Allah.
Apabila seorang hamba yang diuji itu seorang mukmin yang taat kepada Tuhannya, berarti ia diuji supaya membersihkannya dari dosa dan mengangkat posisinya di hadapan Allah.
Maka kedua ujian itu bukti kecintaan, rahmat dan kelembutan Allah terhadap hamba-Nya.
Andaikan kita mengetahui hal yang gaib, pasti kita akan memilih segala pilihan Allah Yang Maha Penyayang untuk diri kita.
Andaikan kalian tahu bagaimana Allah mengatur urusan hidupmu pasti hatimu akan meleleh karena cinta kepada-Nya
Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda yang artinya:"Tidaklah suatu perkara yang menimpa seorang muslim baik berupa kelelahan, penyakit, gangguan orang lain, kesedihan yang mendalam, sampai duri yang menusuknya, kecuali Allah akan menggugurkan dosa-dosanya dengan sebab itu". [HR. Bukhari no. 5641 & Muslim no. 2573].
Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda yang artinya:"Tidaklah suatu perkara yang menimpa seorang muslim baik berupa kelelahan, penyakit, gangguan orang lain, kesedihan yang mendalam, sampai duri yang menusuknya, kecuali Allah akan menggugurkan dosa-dosanya dengan sebab itu". [HR. Bukhari no. 5641 & Muslim no. 2573].

TANYA DAN JAWAB:

■ Kalau ujian yang menaikan derajat apakah ada ciri-cirinya ustadzah?
Jawab:
Insya Allah semakin nampak ketaqwaan mereka. Menjadi pribadi yang bersahaja.

■ Bagaimana sebaiknya kita menghadapi setiap ujian ustdzah?
Jawab: 
kemuliaan seorang yang beriman dilihat dari derajat ketaqwaannya.

■ Bagaimana cara supaya kita tetap berprasangka baik?
Jawab:
Syuroih Alqodhi -rohimahulloh- mengatakan:
Sungguh saat aku ditimpa musibah, aku memuji Allah sebanyak 4 kali:
1. Aku memuji-Nya, karena musibahnya tidak lebih parah dari itu.
2. Aku memuji-Nya, karena Dia memberiku kesabaran dalam menghadapinya.
3. Aku memuji-Nya, karena dia memberiku taufiq untuk mengucapkan 'innalillah wa inna ilaihi rojiun', dengan harapan aku dapat pahala darinya.
4. Dan aku memuji-Nya, karena Dia TIDAK menjadikan musibah itu dalam agamaku".
[Kitab: Syu'abul Iman, karya: Al-Baihaqi]

Itulah nasihat ulama.
Setiap ujian yang didatangkan oleh Allah sesungguhnya sudah disiapkan jawaban.
Setiap ujian pula berguna untuk membangun kesadaran.
Musibah secara sederhana adalah mengalami sesuatu yang tidak mengenakkan hati. Segala sesuatu yang membuat dada ini sakit, membuat hati bersedih, membuat air mata mengalir semuanya bisa disebut musibah bagi manusia.

Dua hal tentang musibah:
1. Mendapatkan apa yang tidak diinginkan. 
2. Tidak mendapatkan apa yang diinginkan.

Hikmah dibalik musibah:
1. Menguji iman manusia.
2. Mematangkan diri manusia.
3. Memeringatkan manusia atas dosa-dosanya.
4. Mengobati hati yang sombong dan takabur. 
5. Menyeleksi manusia yang benar-benar beriman.
6. Memberikan pahala dan rahmat yang besar.

Jalan yang ditetapkan Allah bukan jalan yang selalu indah, bukan jalan yang selalu mudah namun jalan yang diberikan Allah pasti yang terbaik.

■ Afwan Ustadzah mau tanya ...Bagaimana cara mengatasi kebimbangan hati ?
Jawab:
"Kita Punya Allah" (By Rochma Yulika)

Damailah bersama kegalauan
Mengikhlaskan itu lebih Menenangkan
Tak perlu Bergelut dengan dendam atau cacian
Merelakan setiap yang dirasa itu lebih menyenangkan
Tak perlu Sesak menerpa atau gundah Merana

Terjatuh, tergores dan terluka itu sakit
Tetapi ketika senyum yang kita beri
Maka biarkan hati yang menjalankan fungsi
Mengeluarkan keimanan di dalam hati
Menggambarkan kita sebagai seorang mengontrol Emosi

Sebab Sabar Tiada jeda
dan air mata kan terus ada
Sebab Ujian kan terus dirasa
Maka Damaikan semua
Dengan Iman dan taqwa

Kita semua bukan Bidadari surga,
Bukan pula Malaikat yang tak pernah Alpa,
Tetapi Manusia yang Penuh dengan Potensi Dosa

Tapi Ingatlah akan apa yang kita miliki Hari ini
Semua Potensi telah Ia Beri
Maka tugas kita menyelaraskan Potensi dengan Semua Ketentuan dan Ketetapan Ilahi

Mengeluhlah, Menangislah dan Tersungkurlah di hadapanNya
Karena Kesulitan kita hanya Pantas dilihat olehNya
Beban dan ujian Hanya Allah Kuncinya
Berbagi dan ceritakan Semua KepadaNya.

Qolbu... Kaulah penguat Gerakan
Lisan.... Kaulah yang Menjadi Cerminan
Laku... Kaulah Tanda Kekuatan.
Semoga Allah Selalu menjaga kita
Dalam Lingkar iman dan taqwa

Seluas Apapun Ujian
Seberat apapun Cobaan
Tetaplah Iman Yang Kita Simpan
------------------------------------------------
Terkadang bukan kita tak mampu menghadapi masalah yang hadir namun daya kelola atas kemampuan itu yang perlu untuk diupgrade.
Segala hal jika diyakini dan disandarkan pada Nya insya Allah meski sempat meneteskan air mata semua akan berlalu musibah itu dari hadapan kita.

Al Izatu lillahi wahdah.

Teringat kisah bilal... 
Mengapa dia bertahan atas siksaan yang diterimanya ketika dia memeluk Islam?
Tubuhnya disiksa, bahkan ditindih batu, pun berdarah-darah.  
Namun siksaan sekeras apa pun tak mampu menggoyahkan pendiriannya

Mengapa dia mampu bertahan atas semua penderitaan itu?

Semua krarena Iman dan besarnya cinta kepada Allah SWT

Sementara ....

terkadang 

sedikit luka membuat kita merasa merana
Sedikit sakit membuat kita menjerit
Sedikit derita membuat kita tersiksa

Cinta Allah akan menghapus luka, sakit dan derita hidup kita jika kita bisa mengerti tentang hakikat hidup dan pengorbanan.
Berdamai dengan segala rasa yang hadir hingga yang ada hanya rasa Cinta pada Nya.
Selamat berjuang sahabat Surgaku...
~Rochma Yulika~

"Wahai Muslimah Tangguh, Janganlah Rapuh" 

Doa Kafaratul Majelis:

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Semoga Bermanfaat

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه