Home » , » KEUTAMAAN DI BULAN RAMADHAN

KEUTAMAAN DI BULAN RAMADHAN

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Friday, June 27, 2014

Kajian Online WA Hamba اللَّهِ SWT 

Jumat, 26 Juni 2014 
Narasumber : Ustzh. Hani Nurul Husna
Perekap : Bunda Finta
Editor: Nofita

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Alhamdulillah, kita masih diperkenankan bertemu bulan Ramadhan di tahun ini. Sungguh, ini merupakan kenikmatan yang patut kita syukuri, mengingat begitu banyak kesempatan yang bisa dimanfaatkan untuk menambah bekal kita menuju kehidupan yang kekal. Allah – ta’ala – berfirman,
الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ ۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ ۗ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ
(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal. (QS: Al-Baqarah Ayat: 197)

Puasa merupakan ibadah yang sangat dicintai Allah SWT
Hal ini sebagaimana tersebut dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ. قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: إِلاَّ الصَّوْمَ، فَإِنَّهُ لِيْ وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي
“Setiap amalan anak Adam akan dilipatgandakan pahala satu kebaikan akan berlipat menjadi 10 kebaikan sampai 700 kali lipat. Allah berkata: ‘Kecuali puasa maka Aku yang akan membalas orang yang menjalankan karena dia telah meninggalkan keinginan-keinginan hawa nafsu (**) dan makan karena Aku’.”

Hadits di atas dengan jelas menunjukkan betapa tinggi nilai puasa. Allah akan melipatgandakan pahala bukan sekedar 10 atau 700 kali lipat namun akan dibalas sesuai dengan keinginan-Nya 

Padahal kita tahu bahwa Allah Maha Pemurah maka Dia tentu akan membalas pahala orang yang berpuasa dengan berlipat ganda. Hikmah dari semua ini adalah sebagaimana tersebut dalam hadits bahwa orang yang berpuasa telah meninggalkan keinginan hawa nafsu dan makan karena Allah.

Tidak nampak dalam dzahir dia sedang melakukan suatu amalan ibadah padahal sesungguh dia sedang menjalankan ibadah yang sangat dicintai Allah dengan menahan lapar dan dahaga. Sementara di sekitar ada makanan dan minuman. Di samping itu dia juga menjaga hawa nafsu (**) dari hal-hal yang bisa membatalkan puasa. Semua itu dilakukan karena mengharapkan keridhaan Allah dengan meyakini bahwa Allah mengetahui segala gerak-geriknya.

Di antara hikmah juga yaitu karena orang yang berpuasa sedang mengumpulkan seluruh jenis kesabaran di dalam amalannya. Yaitu sabar dalam taat kepada Allah dalam menjauhi larangan dan di dalam menghadapi ketentuan taqdir-Nya.

Allah berfirman:
نَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُوْنَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Sesungguh akan dipenuhi bagi orang-orang yang sabar pahala mereka berlipat ganda tanpa perhitungan.”

Perlu menjadi catatan penting bahwa puasa bukanlah sekedar menahan diri dari makan minum dan hal-hal lain yang membatalkan puasa. Orang yang berpuasa harus pula menjaga lisan dan anggota badan lain dari segala yang diharamkan oleh Allah namun bukan berarti ketika tidak sedang berpuasa boleh melakukan hal-hal yang diharamkan tersebut.
Maksud adalah bahwa perbuatan maksiat itu lebih berat ancaman bila dilakukan pada bulan yang mulia ini dan ketika menjalankan ibadah yang sangat dicintai Allah
Bisa jadi seseorang yang berpuasa itu tidak mendapatkan faidah apa-apa dari puasa kecuali hanya merasakan haus dan lapar. Na’udzubillahi min dzalik.
Untuk itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh orang yang berpuasa agar mendapatkan balasan dan keutamaan-keutamaan yg telah Allah janjikan. 

Di antaranya:

1. Setiap muslim harus membangun ibadah puasa di atas iman kepada Allah dalam rangka mengharapkan ridha-Nya bukan krn ingin dipuji atau sekedar ikut-ikutan keluarga atau masyarakat yang sedang berpuasa. 

Rasulullah bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barang siapa yg berpuasa Ramadhan krn iman dan mengharap pahala dari Allah akan diampuni dosa-dosa yg telah lalu”

2. Menjaga anggota badan dari hal-hal yg diharamkan Allah.
Seperti menjaga lisan dari dusta ghibah dan lain-lain. Begitu pula menjaga mata dari melihat orang lain yang bukan mahram baik secara langsung atau tidak langsung seperti melalui gambar-gambar atau film-film dan sebagainya. Juga menjaga telinga tangan kaki dan anggota badan lain dari bermaksiat kepada Allah.

Rasulullah bersabda:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّوْرِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ للهِ حَاجَةٌ فِيْ أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
“Barangsiapa yg tdk meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan maka Allah tak peduli dia meninggalkan makan dan minumnya.”

Maka semesti orang yang berpuasa tidak mendatangi pasar supermarket mal atau tempat-tempat keramaian lain kecuali ada kebutuhan yang mendesak. Karena biasa tempat-tempat tersebut bisa menyeret untuk mendengarkan dan melihat perkara-perkara yang diharamkan Allah. 

Begitu pula menjauhi televisi karena tidak bisa dipungkiri lagi bahwa efek negatif sangat besar baik bagi orang yg berpuasa maupun yang tidak berpuasa.

3. Bersabar utk menahan diri dan tdk membalas kejelekan yg ditujukan kepadanya.

Rasulullah bersabda dlm hadits Abu Hurairah z:

الصِّيَامُ جُنَّةٌ فَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلاَ يَرْفُثْ يَوْمَئِذٍ وَلاَ يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ
“Puasa adalah tameng maka apabila salah seorang dari kalian sedang berpuasa janganlah dia berkata kotor dan janganlah bertengkar dgn mengangkat suara. Jika dia dicela dan disakiti maka katakanlah saya sedang berpuasa.”

Dari hadits tersebut bisa diambil pelajaran tentang wajib menjaga lisan. Apabila seseorang bisa menahan diri dari membalas kejelekan maka tentu dia akan terjauh dari memulai menghina dan melakukan kejelekan yang lainnya.
Sesungguhnya puasa itu akan melatih dan mendorong seorang muslim untuk berakhlak mulia serta melatih diri menjadi sosok yg terbiasa menjalankan ketaatan kepada Allah.
Namun mendapatkan hasil yang demikian tidak akan didapat kecuali dengan menjaga puasa dari beberapa hal yang tersebut di atas.
Puasa itu ibarat sebuah baju. Bila orang yang memakai baju itu menjaga dari kotoran atau sesuatu yang merusak tentu baju tersebut akan menutupi aurat menjaga dari terik matahari dan udara yang dingin serta memperindah penampilannya. Demikian pula puasa orang yang mengamalkan tidak akan mendapatkan buah serta faidah kecuali dengan menjaga diri dari hal-hal yang bisa mengurangi atau bahkan menghilangkan pahalanya.?

Jika tidak ada kita tutup kajian hari ini yaaa.

Doa Kafaratul Majelis

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Semoga bermanfaat.

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Ketik Materi yang anda cari !!