Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

SHALAT KHUSYU

Kajian Online WA Hamba  اللَّهِ SWT 

Senin, 16 Juni 2014 
Narasumber : M. Yamin
Rekapan Grup HA 11 (Ana Trienta)

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Nanda dan Akhwat fillah
yang dirahmati Allah SWT, topik kajian kalli ini adalah "Shalat Khusyu".


Orang-orang mukmin (Al-Mu'minūn):
1 - Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
Orang-orang mukmin (Al-Mu'minūn):
2 - (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam shalatnya


Bagaimanakah kita bisa shalat khusyu?

1. Memiliki keyakinan kuat bahwa kita pasti akan menghadap Allah SWT.
Firman Allah SWT: Sapi Betina (QS Al-Baqarah) 2: 45-46


وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu, (QS: Al-Baqarah Ayat: 45).




الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. (QS: Al-Baqarah Ayat: 46).


2. Ketika sedang shalat, yang diingat dihatinya hanya dan hanya Allah SWT semata.
Firman Allah SWT: QS Ţāhā 20:14


إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي

Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. (QS: Thaahaa Ayat: 14).


3. Memahami semua yang diucapkan dalam shalat.
Firman Allah SWT: Wanita (QS An-Nisā') 4:43

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنْتُمْ سُكَارَىٰ حَتَّىٰ تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّىٰ تَغْتَسِلُوا ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُورًا

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun. (QS: An-Nisaa Ayat: 43).


4. Sepanjang shalat senantiasa mengagungkan dan memuliakan Allah SWT
Firman Allah SWT: Hari Kiamat (QS Al-Wāqi`ah) 56:96 - Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu yang Maha Besar.


فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ

Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu yang Maha Besar. (QS: Al-Waaqi'ah Ayat: 96).


5.Tumbuhkan rasa takut (khauf), satu-satunya hanya kepada Allah SWT, khawatir shalatnya tidak diterima olehNya.
Firman Allah SWT: Penghuni-penghuni gua (QS Al-Kahf) 18:104 


الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا

Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. (QS: Al-Kahfi Ayat: 104).

6. Tumbuhkan rasa harap (roja) kepada Allah SWT satu-satunya, bhw shalat kita insyaa Allah diterima Allah SWT.
Firman Allah SWT: QS Ţāhā 20:112


وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَا يَخَافُ ظُلْمًا وَلَا هَضْمًا

Dan barangsiapa mengerjakan amal-amal yang saleh dan ia dalam keadaan beriman, maka ia tidak khawatir akan perlakuan yang tidak adil (terhadapnya) dan tidak (pula) akan pengurangan haknya. (QS: Thaahaa Ayat: 112).

7. Menumbuhkan. Rasa malu kepada Allah SWT, bahwa kualitas shalat kita belum sebaik seperti yang dikehendaki Allah SWT. Sehingga kita selalu bersemangat, bersungguh-sungguh dalam meningkatkan kualitas shalat kita sehingga benar mampu menegakkan shalat khusyu.
Firman Allah SWT: Laba-laba (QS Al-`Ankabūt) 45:69 - Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.


وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (QS: Al-'Ankabuut Ayat: 69).


Demikianlah, semoga kita semua mampu shalat khusyu.
Referensi : Tazkiatunnafd
Wallahu a'lam
Barakallahu fikum.

TANYA DAN JAWAB:


 Bagaimana caranya benar-benar khusyu, diawali dari apa? karena terkadang pas shalat malah ingat yang lain?
Jawab:
Dari awal sampai akhir shalat hanya Allah SWT yang diingat...yang lain dibuang jauh jauh.

 Ustadz, pernah lihat orang menangis dari awal sampai akhir sholat. Khusyukah itu atau karena menghayati setiap bacaan sholat jadi nangis ya? Apakah kusyu identik dengan menangis?
Jawab:
Khusyu tidak identik dengan menangis, Abu Bakar r.a kalau shalat nangis. Tapi nangis dalam shalat bukan syarat khusyu. 

 Ustadz, bolehkah orang yang belum khusyu shalatnya menjadi imam??
Jawab:
Syarat imam dalam shahih bukhori adalah yang paling baik bacaan Al Qur'an nya.

 Ustadz, berkenaan dengan shalat saya mau tanya tentang niat. Pernah baca buku dan lihat di kajian-kajian kalau niat itu sebenarnya tidak perlu dilafalkan ataupun diucapkan semisal seperti baca "nawaitu ...... " niat itu tentang amalan hati. Kita berjalan ke tempat wudhu kemudian ke masjid itu sudah dikatakan niat. Naah.. Maksud lebih jelasnya seperti apa ustadz? Berarti langsung takbiratul ihram ya? Mohon penjelasannya tentang niat ustadz Jazaakallaahu khaiyran.
Jawab: 
Para ulama  sepakat niat itu dalam hati, niatnya mengharap ridho Allah. Jadi langsung takbirotul ikhrom.

 Di saat shalat malam dianjurkan menangis jika tidak bisa menangis maka menangislah karena tidak bisa menangis. Karena orang yang tidak menangis berarti hatinya keras. Benar tidak pak?
Jawab:
Maaf. Saya belum tahu dalilnya bahwa shalat malam tahajud dianjurkan nangis. Kalaupun nangis, harus jelas mengapa nangis, kalau nangis karena sangat takut dengan azab jahanam, maka Allah SWT akan hindarkan mata tersebut dari azab jahanam, kalau ini ada dalilnya. Intinya harus faham ayat Al-Quran yang dibaca dalam shalat. Wallahu a'lam.

 Saya mau tanya tentang wudhu.. Apa benar dibolehkan berwudhu tanpa membuka alas kaki (kaos kaki) bagi muslimah yg wudhu dilingkungan luar? Karena dikhawatirkan auratnya terlihat jika membuka kaos kaki. Jadi wudhunya hanya dengan membasuh kaos kaki tersebut dengan tangan yang dibasahi oleh air.
Jawab:
Maaf, saya tidak tahu dalilnya wudhu tanpa buka kaus kaki. Yang ada dalilnya adalah kalau dalam musafir pake sepatu tinggi, waktu wudhu dibolehkan tidak membuka sepatu, cukup mengusap dengan air sepatu bagian atas. Wallahu a'lam.

DOA PENUTUP/KAFARATUL MAJELIS:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
(Subhaanaka Allaahumma wabihamdika asyhadu an laa-ilaaha illaa Anta astaghfiruka wa-atuubu ilaik)

Artinya :
Maha suci Engkau ya Allah, dan dengan memujiMu, aku bersaksi bahwa tiada Ilah kecuali Engkau, aku mohon ampun dan bertaubat kepadaMu

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه