Home » , » SIRAH NABAWIYAH

SIRAH NABAWIYAH

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, July 1, 2014

Kajian Online WA Hamba اللَّهِ SWT 

Senin, 30 Juni 2014
Narasumber: Shinta Ummi Husein
Rekapan Grup HA 3, HA 4, HA 16
Notulen : Dewi, Leny
Editor: Ana dan Nofita

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Alhamdulillahi nasta’iinuhu wanastagh firuhu wana’uudzubillaahi min syuruuri anfusinaa waminsayyi ati a’ maalinaa man yahdihillahu falaa mudhilla lahu waman yudhlil falaa haadiya lahu, asyhadu anlaa ilaha illallaahu wah dahulaa syariikalahu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhuu warasuuluhu la nabiya ba’da.”
Alhamdulillah kita bisa berkumpul via dunia maya saat ini. Mohon maaf saya merasa kurang pas jika disebut dan dianggap sebagai ustadzah, saya hanya seorang pembelajar yang meyakini bahwa dengan mewakafkan ilmu yang sudah saya tahu walau sedikit, maka Allah akan menambahkan lagi ilmuNYA kepada diri yang ingin dan selalu berusaha menjadi hamba taqwa ini. Semoga perkenalan kita menjadi ukhuwah yang terjalin didunia dan akhirat. 

Ada hal yg menjadi alasan kenapa saya suka sirah Rasulullah SAW.
- Pengalaman saya pribadi ketika waktu di SD, saya pernah disekolahkan disekolah katolik oleh orang tua saya karena tidak ada pilihan sekolah yang bagus dan dekat rumah. Saat itu saya bisa begitu merasa mencintai sosok yang kaum nasrani sebut sebagai yesus hanya karena ada seorang guru di SD tersebut yang begitu pintar menceritakan sejarah yesus kepada kami murid-muridnya. Yesus menjadi begitu hidup untuk kami dan saya pribadi merasa sangat dicintai yesus. Dan juga sebaliknya.
- Dari situ, ketika Alhamdulillah Allah memberikan hidayah iman kepada saya setelah saya dewasa, (tadinya saya hanya menjalankam islam seadanya saja), hal pertama yang saya suka lakukan adalah membaca sirah nabi. 
- Saya ingin mengenal nabi saya, nabi pilihan Allah. Tidak mungkin saya mau mengikuti apa yang di sampaikannya kalau saya tidak mencintai sosoknya. Saya ingin Rasulullah 'hidup' dalam ingatan saya. Sehingga saya bisa mengikuti semua sunnahnya dan mencintainya juga merindunya untuk bisa bertemu disurga NYA kelak.
- Kajian siroh ini sangat panjang, kalau insyaAllah saya ditakdirkan bisa menyampaikan dan memang diamanahkan oleh pengurus, saya ingin menyampaikan secara detail, sehingga bisa sampai 30 sesi. Dan mungkin itupun masih jauh dari sempurna. Karena ke faqiran ilmu dan kedhoifan diri saya ini.

Untuk melengkapi kesempurnaan, bolehlah antunna membaca juga refernesi buku yang saya pakai, yaitu : 
Sirah Nabawiyah karya Syaikh Shafiyyurrahman al Mubarakfuri, pustaka al kautsar, 2007 Sirah Nabawiyah karya Ramdhan al Buthi, Rabanni press, 2008. 
Muhammad Teladanku, Eka wardhana dan tim Syamil, penerbit sygma 2008. 
Sirahnabawiyah.com in Abu Abdil Muhsin Firanda Andirjaُ 

Mempelajari sirah nabawiyah adalah penting dengan berdasarkan urutan kejadian dan peristiwa sejarah. Sehingga sebelum mengkaji Rasulullah SAW kita akan tarik mundur jauh kebelakang, akan kita bisa mndapatkan gambaran komprehensif tentang sosok yang sangat kita cintai dan mencintai kita, umat muslim didunia ini. 

POSISI BANGSA ARAB

Menurut bahasa, Arab artinya padang pasir, tanah gundul, resang yang tidak ada tanaman. Sebutan ini sudah diberikan sejak dahulu kepada Jazirah Arab. Jazirah Arab memiliki peran yang sangat besar karena letak geografisnya, ditengah-tengah antara utara dan selatan, timur dan barat bumi menjadi seperti pintu dengan benua Afrika, Eropa, Asia.

Kondisi internalnya, Arab dikelilingi gurun dan pasir disegala sudutnya, seperti benteng yang memiliki pertahanan yang kokoh yang tidak memperkenankan bangsa asing untuk menjajahnya. 

KAUM BANGSA ARAB

Dilihat dari silsilah keturunan cikal bakalnya, kaum bangsa arab dibagi menjadi 3 :
1. Arab ba'idah yaitu kaum arab terdahulu yang sejarahnya tidak bisa dilacak.
2. Arab aribah disebut juga arab qahtahaniyah
3. Arab musta'rabah yaitu kaum cikal bakalnua berasal dari negeri Iraq dan kakek tertua mereka adalah nabi Ibrahim As.

Kisah Hajar dan Ismail Alaihissalam di lembah tandus.
Sebagai awalan, mari kita buka kisah Hajar dan Ismalil Alaihissalam karena silsilah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه و سلم) adalah dalam garis keturunan sampai pada Nabi Ismail Alaihissalam yaitu putra Nabi Ibrahim Alaihissalam dengan istri Hajar. Pada kajian ini akan dikisahkan tentang air ZamZam, Nabi Ismail Alaihissalam menikah sampai dibangunnya Ka’bah Baitullah.

KISAH AIR ZAM-ZAM

Nabi Ibrahim Alaihissalam membawa Nabi Ismail Alaihissalam dan Hajar ke lembah yang tandus yaitu lokasi yang akan dibangun disana Masjidil Haram dan Ka’bah Baitullah dan meninggalkan keduanya disana. Tatkala makanan dan minuman yang disediakan Nabi Ibrahim Alaihissalam habis, Ismail Alaihissalam menangis seakan-akan akan meninggal dunia karena sangat dahaganya. Sehingga Hajar mencoba mencari bantuan barangkali ada tanda-tanda kahidupan selain mereka. Hajar mencarinya dimulai dari bukit Safa kemudian turun dan naik kembali ke bukit Marwa, tetapi yang ada hanya fatamorgana. Ketika telah sebanyak tujuh kali putaran yaitu ketika sampai di atas bukit Marwa, Hajar mendengar seperti ada suara “cobalah dengar Hajar”. Kemudian hajar mencoba mendengar lebih seksama dan Hajar mendekati ke arah suara itu, dan Hajar berbicara ke arah suara tersebut “jika engkau hendak menolong maka tolonglah kami”, maka keluarlah malaikat Jibril Alaihissalam. 

Malaikat Jibril Alaihissalam menendangkan tumitnya ke tanah yang dekat dengan tempat Ismail Alaihissalam, maka keluarlah air ZamZam. Dalam riwayat lain malaikat Jibril Alaihissalam mencongkel tanah yang dekat dengan tempat Ismail Alaihissalam dengan sayapnya kemudian keluarlah air Zamzam. Disebut ZamZam karena banyak airnya. Air Zamzam ini memiliki keistimawaan yang banyak, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه و سلم) bersabda dalam hadits yang hasan “Air ZamZam sesuai dengan niat orang yang meminumnya”. Yang dilakukan Hajar antara bukit Safa dan Marwa dikenang dan dijadikan syariat Sa’i yaitu berjalan antara bukit Safa dan Marwa sebanyak 7 kali ketika kita melaksanakan Haji atau Umrah.

Kabilah Jurhum bertemu dengan Hajar dan putranya Ismail Alaihissalam

Kemudian tinggallah mereka berdua disana, sampai suatu saat lewatlah kabilah Jurhum yaitu suku Arab asli, mereka datang dari tempat tinggi di Makkah, mereka melihat ada burung berputar-putar, mereka heran karena sebelumnya tidak ada air. Mereka mengutus dua utusan dan akhirnya menemukan bahwa memang ada air disana. Mereka bertemu Hajar yang sedang berada disekitar Air Zamzam. Mereka meminta izin apakah boleh menetap disini dan menggunakan air ini, Hajar membolehkan dengan syarat Air ini tetap menjadi milik Hajar. Kabilah Jurhum ini menetap bertetangga dengan Hajar dan putranya Ismail Alaihissalam. Nabi Ismail Alaihissalam belajar bahasa Arab dari suku Jurhum ini. 

Ismail Alaihissalam menjadi seorang pemuda yang gagah dan cerdas, dinikahkan dengan salah seorang dari suku Jurhum. Menurut ahli sejarah, Hajar meninggal pada umur 90 tahun. Pada kajian ini akan dibantah pendapat kaum Nasrani dan Yahudi yang berpendapat kalau yang disembelih adalah bukan Nabi Ismail Alaihissalam tetapi adalah Nabi Ishak Alaihissalam.

Akan di sembelihnya Abdullah bin Abdul Muthalib

Permusuhan kelompok Quraish terhadap Abdul Muthalib masih terjadi, saat itu Abdul Muthalib hanya memiliki seorang putera bernama Al Haarits bin Abdul Muthalib. Abdul Muthalib ingin sekali memiliki banyak anak. Beliau bernadzar jika dikaruniai 10 anak laki-laki yang kuat yang bisa menolongnya memerangi Quraish yang memusuhi dirinya, maka Abdul Muthalib akan menyembelih salah satu dari anaknya. Ternyata Allah Subhanallahu Wa Ta’ala mengkaruniakan 10 orang anak laki-laki ke pada Abdul Muthalib. Berikut ini putra dan puteri Abdul Muthalib: 
  1. Al Haarits bin Abdul Muthalib 
  2. Az Zubair bin Abdul Muthalib 
  3. Hamzah bin Abdul Muthalib 
  4. Al Abaas bin Abdul Muthalib 
  5. Abu Lahab bin Abdul Muthalib
  6. Abu Thalib Abdul Manaf bin Abdul Muthalib 
  7. Al Baidha’ Ummu Hakiem bintu Abdul Muthalib 
  8. Barrah binti Abdul Muthalib 
  9. Shafiyah bintu Abdul Muthalib 
  10. Abdullah bin Abdul Muthalib 
Setelah anaknya 10, dan anaknya dewasa, Abdul Muthalib ingat akan nadzarnya. Dipanggilnya kesepuluh anaknya termasuk sibungsu Abdullah yang sangat disayangi dan dicintainya. Disampaikan apa pernah di nadzarkannya. Kesepuluh anaknya terdiam. Mereka memahami kebingungan yang luar biasa dimata ayah mereka yang berkaca-kaca.  
Abdul Muthalib tidak dapat menentukan siapa yang harus disembelih, oleh karena itu. Kemudian beliau menulis nama-nama mereka dianak panah untuk diundi lalu diserahkan kepada patung hubal setelah anak panah itu dikocok, keluarlah nama Abdullah. Maka Abdul Muthalib menuntun Abdullah sambil membawa parang untuk menyembelih anaknya menuju ka'bah. Namun orang-orang quraisy mencegahnya, terutama paman-pamannya dari pihak ibu dari Bani Makhzum dan saudaranya, Abu Thalib. 

Mereka mengusulkan untuk menemui seorang dukun perempuan, maka dia pun menemui dukun itu. sesampainya di tempat dukun itu, dia diperintahkan untuk mengundi Abdullah dengan sepuluh onta. Jika yang keluar nama Abdullah, maka dia harus menambahi lagi sepuluh ekor onta. Jika yang keluar dari tempat dukun itu nama onta, maka ontalah yang disembelih. Nama Abdullah keluar terus sampai 10 kali, sehingga total onta adalah 100 ekor, barulah nama onta keluar setelah itu. 

Maka onta itupun disembelih, sebagai pengganti Abdullah. Rasulullah SAW bersabda "aku adalah anak dua orang yang disembelih".

Setelah Abdullah bin Abdul Muthalib tidak jadi di sembelih dengan tebusan menyembelih 100 ekor onta. Karena senangnya Abdul Muthalib, dia segera menikahkan Abdullah bin Abdul Muthalib dengan Aminah. Aminah adalah seorang wanita yang paling tinggi nasabnya di suku Quraish. Dari pasangan suami istri ini lahirlah Muhammad صلى الله عليه و سلم.

PENGGALIAN KEMBALI ZAM-ZAM

Saat itu Zamzam hilang sama sekali tanpa bekas. Pada suatu saat Abdul Muthalib ketika sedang tidur ada orang yang datang dalam mimpinya dan berkata "Galilah taibah" Abdul Muthalib berkata "Apa itu taibah?" Orang itu tidak menjawab. Keesokan harinya ketika sedang tidur Abdul Muthalib didatangi orang lagi dan berkata "Galilah barrah", Abdul Muthalib berkata "Apa itu barrah?" Orang itu tidak menjawab. Keesokan harinya ketika sedang tidur Abdul Muthalib didatangi orang lagi dan berkata "Galilah madnunah", Abdul Muthalib berkata "Apa itu madnunah?" Orang itu tidak menjawab. Keesokan harinya ketika sedang tidur Abdul Muthalib didatangi orang lagi dan berkata "Galilah Zamzam", Abdul Muthalib berkata "Apa itu Zamzam?" Orang itu menjawab air yang tidak surut selamanya dan air tersebut akan memberi minum jamaah Haji yang banyak letak Zamzam itu ada diantara kotoran dan darah, juga ada burung gagak yang berkaki putih yang mematok-matok disitu, dan juga ada sangkar semut disana. 

Tatkala sadar dari mimpinya dia bertanya kepada orang yang mengerti lokasi tersebut dengan menggalinya bersama dengan satu orang anak satu-satunya pada saat itu yaitu Al Haarits bin Abdul Muthalib. Belum ada anak yang yang lain. Setelah menggali nampaklah dinding sumur. Abdul Muthalib bertakbir Allahu Akbar. Orang-orang disekitarnya mendengar takbir Abdul Muthalib tersebut. Mereka tahu kalau Abdul Muthalib sudah menemukan apa yang dia cari. Mereka mendekati Abdul Muthalib dan ternyata ada sumur Zamzam. Mereka berkata kepada Abdul Muthalib wahai Abdul Muthalib itu sumur adalah sumur nenek moyang kita bersama yaitu Ismail dan kami punya hak untuk memiliki dan mengelola sumur itu bersama. Abdul Muthalib berkata saya tidak lakukan, sumur ini milik saya, saya telah dikhususkan untuk menemukan sumur ini. Mereka berkata berbuat adillah engkau wahai Abdul Muthalib terhadap kami, sesungguhnya kami tidak akan meninggalkan engkau memiliki sumur itu sendirian, kami akan bermusuhan dengan engkau sampai engkau mengijinkan kami mengelola sumur tersebut. Kata Abdul Muthalib kalau begitu caranya carilah orang yang bisa kita adukan permasalahan kita ini. Mereka berkata wahai Abdul Muthalib ada dukun wanita di negeri Syam mari kita adukan permasalahan kita ini. Akhirnya Abdul Muthalib bersama rombongannya berangkat sedangkan rombongan lainnya adalah yang mereka ingin mengelola sumur Zamzam itu.

Mereka berangkat ke negeri Syam. Tetapi yang jadi masalah antara Makkah dan Syam harus melewati gurun pasir yang sangat luas. Masalah lain adalah jika orang memasuki gurun pasir, orang akan kesulitan keluar dari gurun pasir itu, karena gunung-gunung pasir yang tinggi bisa berpindah dari tempat semula karena tertiup angin sehingga kesulitan menandai. Mereka terjebak ditengah padang pasir, Abdul Muthalib bersama rombongannya airnya habis. Kelompok Abdul Muthalib minta air ke kelompok satunya, tetapi tidak diberi. Abdul Muthalib berunding dengan kelompoknya, apa yang harus dilakukan. Kelompok Abdul Muthalib menyerahkan keputusan Abdul Muthalib. Abdul Muthalib memberikan usulan supaya setiap orang menggali pasir untuk kuburan masing-masing, dikarenakan sudah tidak ada air sedangkan mereka terjebak di tengah gurun pasir. Setelah itu Abdul Muthalib berubah pikiran dan menyampaikan ke kelompoknya, wahai sahabatku apa yang kita lakukan ini adalah bunuh diri dan sikap ketidakmampuan. Kita harus terus berusaha berjalan barangkali nanti kita akan melewati daerah yang disana Allah memberikan kita air. Ayo kita pergi. 

Peristiwa ini disaksikan oleh Kelompok lainnya. Ketika Abdul Muthalib dan kelompoknya akan beranjak dari situ, ketika sudah menaiki ontanya, tiba-tiba keluar air tawar dari bawah kaki onta milik Abdul Muthalib. Abdul Muthalib dan kelompoknya bertakbir Allahu Akbar, karena Allah Subhanallahu Wa Ta’ala telah memberikan air kepada mereka. Abdul Muthalib minum air tersebut dan juga kelompoknya. Mereka juga memenuhi tempat air untuk persediaan di perjalanan. Mereka memanggil kelompok lainnya supaya mengambil air tersebut. Akhirnya kelompok Quraish yang lain tersebut sadar bahwa sesungguhnya Allah Subhanallahu Wa Ta’ala telah memilih pengelolaan Zamzam di lakukan oleh Abdul Muthalib dan mereka tidak akan mengganggunya. Maka mereka semuanya kembali ke Makkah dan tidak sampai bertemu dengan dukun wanita di negeri Syam.

TENTARA BERGAJAH INGIN MENGHANCURKAN KA'BAH

Kabar gembira tentang datangnya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه و سلم) telah dikabarkan di dalam kitab-kitab sebelumnya. Sebelum dilahirkannya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه و سلم) ada peristiwa yang sangat besar yaitu penyerbuan tentara bergajah yang ingin menghancurkan Ka’bah oleh pasukan dari negeri Yaman dipimpin oleh Abrahah. Perisitwa ini diabadikan dalam Surat Al Fiil.

KISAH PEMBAKARAN ORANG - ORANG BERTAUHID DI PARIT

Ada seorang raja di Yaman bernama Du Nuwas, dia memiliki penyihir yang sudah tua dan si penyihir berkata ke raja supaya dicarikan orang pemuda yang bisa menjadi pewaris ilmu sihirnya. Dibawakanlah ke dia seorang pemuda yang siap belajar ilmu sihir kepada penyihir tua. Setiap berangkat belajar ilmu sihir, dia melewati seorang pendeta nasrani yang masih lurus dalam agamanya. Pendeta ini memberikan nasihat-nasihat, pemuda ini tertarik dengan nasihat-nasihat yang diberikan sehingga pemuda ini terlambat datang ke penyihir tua. Penyihir tua memarahi pemuda tadi, hal ini juga disampaikan ke pendeta bahwa tukang sihir marah kepada dia. Pendeta menasihati pemuda tadi, akhirnya pemuda tadi mulai bimbang harus mengikuti pendeta atau mengikuti penyihir.

Suatu saat ketika pemuda ini berjalan dia mendapati binatang buas yang sangat besar, binatang ini menghalangi manusia ke suatu tempat. Pemuda ini mengambil batu dan berkata dalam hatinya ya Allah jika pendeta lebih engkau sukai daripada penyihir maka matikanlah binatang buas ini, setelah itu dia melemparkan batu tadi ke binatang buas. Binatang buas itupun binasa dan masyarakat bisa melewati tempat itu. Semakin yakinlah pemuda itu terhadap kebenaran ada di pendeta. Keimanan pemuda ini kepada Allah Subhanallahu Wa Ta’ala dan bahwa dia diajari oleh pendeta diketahui oleh raja. 

Rajapun memanggil pendeta dan memerintahkan untuk kafir kepada Allah Subhanallahu Wa Ta’ala, tetapi sang pendeta menolak. Rajapun menggergaji tubuh pendeta ini sampai terbelah dua. Sang raja juga memerintahkan sang pemuda untuk kafir kepada Allah Subhanallahu Wa Ta’ala, namun sang pemuda tidak mau kafir. Sang raja memerintahkan kepada anak buahnya untuk membunuh sang pemuda, tetapi dari beberapa kali percobaan pembunuhan pemuda ini selalu di selamatkan oleh Allah Subhanallahu Wa Ta’ala.

Sang pemuda berkata kepada sang raja, engkau tidak akan mampu membunuhku sampai engkau melaksanakan yang ku sarankan kepadamu. Sang raja bertanya apa yang harus dilakukan? Sang pemuda menjawab, “Kumpulkan rakyatmu di sebuah lapangan luas dan engkau ikat aku di sebatang kayu. Lalu panah aku dengan busur milikku sambil kau ucapkan bismillah Rabb ghulam, dengan nama Allah Tuhan pemuda ini. Jika engkau lakukan itu, engkau akan berhasil membunuhku.” Sang raja mengikuti apa yang dikatakan sang pemuda. Tatkala masyarakat melihat bahwa sang pemuda meninggal karena diucapkan bismillah, masyarakat banyak yang beriman kepada Allah Subhanallahu Wa Ta’ala. Maka dikatakan kepada sang raja, bukankah ini yang kau khawatirkan?

Semakin murkalah sang raja. Kemudian sang raja ini memerintahkan untuk menggali parit dan menyalakan api yang sangat besar. Sang raja berkata, barang siapa yang kafir kepada Allah maka dia akan selamat. Jika tetap beriman kepada Allah maka akan dimasukkan ke dalam parit. Dimasukkanlah orang yang tetap beriman kepada Allah Subhanallahu Wa Ta’ala kedalam parit itu. Ada seorang wanita bersama anaknya. Ia ragu untuk mencebur ke dalam kobaran api. Anaknya berkata, “Wahai ibu, sabarlah. Sesungguhnya engkau berada dalam kebenaran.” Inilah kisah yang diabadikan Allah Subhanallahu Wa Ta’ala dalam Al Quran surat Al Buruuj. Menurut ahli sejarah, sekitar 20 ribu orang yang dibakar dalam parit itu.

KISAH ABRAHAH DI NEGERI YAMAN

Ada salah satu orang beriman yang selamat, dia lari dan meminta perlindungan raja Najasyi di negeri Habsyah karena raja ini beragama nasrani yang masih benar yaitu mentauhidkan Allah Subhanallahu Wa Ta’ala. Najasyi marah mengetahui banyak orang nasrani yang dibantai. Raja Najasyi mengutus 70 ribu pasukan ke negeri Yaman untuk memerangi raja Du Nuwas. Pasukan dipimpin dua panglima. Panglima tertinggi bernama Ariyat dan panglima yang lebih rendah bernama Abrahah. Dalam peperangan ini Raja Du Nuwas dan pasukannya kalah, raja Du Nuwas karena tahu akan kalah dia dengan kudanya masuk kelaut dan tenggelam.

Setelah tewasnya raja Du Nuwas, Yaman dikuasai oleh Panglima Ariyat dan panglima yang lebih rendah bernama Abrahah. Terjadilah pertikaian dan saling berduel antara Ariyat dan Abrahah. Abrahah memenangkan duel ini dan membunuh Ariyat. Kabar ini sampai kepada raja Najasyi bahwa Abrahah telah memberontak dan membunuh Ariyat. Najasyi murka kepada Abrahah. Abrahah tahu kalau Najasyi marah kepadanya, Abrahah kemudian menulis surat kepada Najasyi bahwa dia tetap tunduk dan taat kepada raja Najasyi di Habsyah. Bahkan Abrahah memotong rambutnya, rambut beserta tanah Yaman dikirimkan kepada Najasyi di Habsyah supaya Najasyi ridho kepadanya. Abrahah berjanji kepada raja Najasyi, bahwa dia akan membangun gereja yang sangat besar, dia namakan gereja itu Al Qulais.

Disebut Al Qulais karena gereja itu sangat tinggi sehingga jika ada orang yang menengadah ingin melihat puncak gereja itu, maka songkok atau Qulais nya akan jatuh.

Tentara Bergajah yang Ingin Menghancurkan Ka’bah

Selain itu Abrahah juga bercita-cita supaya orang berhaji ke gerejanya bukan ke Ka’bah. Abrahah menulis cita-citanya itu ke raja Najasyi. Abrahah menyeru ke orang-orang termasuk orang Arab untuk berhaji ke gereja mewahnya. Tetapi mereka tetap berhaji ke Baitullah di Makkah. Ada seorang Arab yang sedang ke Yaman, mengotori gereja tersebut dengan buang air besar didalamnya ketika malam hari. Abrahah murka, penyebabnya karena gerejanya dikotori dan yang kedua karena orang Arab tetap berhaji ke Makkah bukan ke gereja Al Qulais di Yaman.

Abrahah merencanakan akan menghancurkan Ka’bah dengan membentuk pasukan bergajah. Pasukan Abrahah sangat banyak, dipasukannya ada 12 ekor gajah. Gajah terbesar bernama mahmud. Ke 12 gajah ini diberi rantai supaya nantinya 12 ekor gajah ini mengitari Ka’bah dan mencungkil Ka’bah dengan sekali cungkilan. Rencana ini didengar oleh orang Arab, beberapa kali Abrahah dihalangi tetapi Abrahah menang bahkan menawan mereka.

Abrahah mengutus anak buahnya untuk melihat kota Makkah dan merampas harta , harta yang dirampas termasuk 200 onta milik Abdul Muthalib kakek Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه و سلم). Abdul Muthalib berusaha menemui Abrahah, ketika awal bertemu, Abrahah kagum dengan Abdul Muthalib, sehingga dia turun dari kursinya kemudian duduk di bawah bersama Abdul Muthalib. Abdul Muthalib mengungkapkan supaya 200 onta miliknya dikembalikan ke dia. Mendengar permintaan itu Abrahah berkata aku tadi kagum kepadamu, ternyata engkau kesini cuma karena 200 ekor onta, sungguh rendah engkau. Tempat ibadah kamu akan dihancurkan tetapi kamu minta hanya onta. Abdul Muthalib berkata, onta itu milik saya, sedangkan Ka’bah milik Allah, Allah akan menjaganya.

Ketika sudah dikembalikan 200 ekor ontanya, Abdul Muthalib memerintahkan penduduk Makkah untuk pergi ke gunung-gunung disekitar Makkah. Abdul Muthalib berdoa kepada Allah Subhanallahu Wa Ta’ala di Ka’bah supaya Allah Subhanallahu Wa Ta’ala menjaga Ka’bah. Setelah itu Abdul Muthalib pergi ke gunung-gunung disekitar Makkah.

Ketika sudah mendekati Makkah, ada seorang yang mendekati gajah terbesar yang bernama Mahmud. Orang itu berkata kepada gajah terbesar itu sesungguhnya engkau ada ditanah suci Allah Subhanallahu Wa Ta’ala, engkau diam disini atau engkau kembali ke arah engkau datang. Setelah mengucapkan itu, orang ini berlari ke gunung disekitar Makkah. Mahmud berhenti dan tidak mau jalan lagi, tetapi ketika dipalingkan ke arah selain arah Ka’bah, gajah tersebut mau berjalan lagi. Gajah tersebut tetap dipaksa untuk jalan ke arah Ka’bah. Di awan nampak awan gelap, tetapi ternyata itu adalah sekumpulan burung-burung yang berbondong-bondong dengan membawa tiga buah batu. Batu-batu dilemparkan ke pasukan Abrahah, yang terkena batu ini sebagian langsung mati, ada yang berlari kemudian tubuh mereka tanggal dari yang lain akhirnya mati. Tetapi ada juga yang selamat tetapi cacat, sebagian yang selamat ini masih hidup seperti yang dilihat oleh Aisyah Radhiyallahu Anha. Abrahah sendiri berlari sampai pada suatu wilayah, badan Abrahah tanggal dari yang lain akhirnya dadanya juga terbelah dan jantungnya keluar. Kisah ini diabadikan dalam Al Quran surat Al Fiil. Ditahun inilah dilahirkannya Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه و سلم).

KELAHIRAN MUHAMMAD صلى الله عليه و سلم

Tatkala hari kelahiran Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, ternyata hari ini sudah ditunggu-tunggu oleh orang yahudi. Karena orang-orang yahudi tahu tentang Muhammad صلى الله عليه و سلم seperti tahu mereka terhadap anak-anak mereka. Di Yatsrib (saat ini bernama Madinah) ada seorang yahudi beteriak keras wahai yahudi malam ini telah muncul bintangnya si Ahmad, yang berarti si Ahmad telah dilahirkan.

Ada seorang yahudi yang datang ke Makkah untuk berdagang. Dia mendatangi orang-orang Quraish dan bertanya apakah malam ini ada anak yang dilahirkan malam ini diantara kalian? Orang yahudi ini tahu bahwa malam ini adalah malam kelahiran Ahmad yang nanti akan menjadi Nabi. Orang-orang Quraish menjawab kami tidak tahu ada yang lahir malam tadi atau tidak. Orang yahudi ini merasa senang karena tidak ada yang lahir di suku Quraish malam tadi. Orang yahudi ini berkata kepada orang-orang Quraish. Wahai orang Quraish tadi malam telah dilahirkan Nabi untuk umat terakhir ini, ciri-cirinya ada gumpalan daging diantara dua punggungnya, gumpalan daging ini mengelurkan rambut-rambut yang banyak, hapalkanlah ciri-ciri ini. Orang yahudi ini berkata lagi apakah ada diantara kalian yang melihat ciri-ciri ini? Orang yahudi berharap tidak ada. 

Orang-orang kabilah Quraish mengabarkan kepada keluarga-keluarganya tentang ciri-ciri seperti yang dikatakan yahudi tadi. Ternyata tadi malam ada yang lahir anak dari Abdullah bin Abdul Muthalib dan Aminah yang diberi nama Muhammad. Akhirnya orang yahudi ini bertemu lagi dengan orang-orang Quraish. Dia berkata apakah ada yang lahir diantara kalian? Orang-orang Quraish yang tahu tentang kelahiran Muhammad, berangkat menemui orang yahudi dan mengabarkan berita ini. Orang-orang ini bersama pergi ke rumah Abdullah dan Aminah. Sesampainya disana meminta untuk mengeluarkan Muhammad dari dalam dan membuka baju bagian belakangnya. Ternyata ada daging kecil dan ditumbuhi rambut diantara punggung Muhammad. Orangyahudi ini langsung pingsan, karena ternyata Nabi akhir zaman lahir dari kabilah Quraish. Setelah sadar orang Quraish bertanya kepada orang yahudi ini, ada apa denganmu? Mengapa engkau pingsan? Orang yahudi menjawab demi Allah, kenabian telah hilang dari bani israil dan telah berpindah ke orang-orang Quraish. Tetapi ternyata orang yahudi inipun tidak beriman kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم karena hasad dan dengki kepada orang Quraish.

KONDISI KEHIDUPAN AGAMA

1. Agama nenek moyang (sering disebut Ibrahim)

Awalnya mayoritas bangsa Arab mengikuti dakwah nabi Ismail AS, yaitu menyeru kepada agama bapaknya, yaitu Ibrahim AS yang intinya menyeru kepada tauhid. Namun agama tersebut telah disusupi penyimpangan yang merusak sehingga kondisinya jauh sekali dengan syariat nabi Ibrahim AS. Mereka menyembah berhala, menunaikan haji dan thawaf disekeliling berhala, bahkan dalam keadaan tidak berbusana untuk kamu lelaki, mereka bertaqarrub dengan menyajikan berbagai macam kurban untuk berhala.

2. Agama yahudi

Sedangkan orang yahudi berubah menjadi orang yang angkuh dan sombong. Pemimpin mereka menjadi sesembahan selain Allah. Membuat hukum ditengah manusia dan menghisab masyarakat menurut kehendaknya.

3. Agama nasrani

Berubah menjadi agama paganisme yang sulit dipahami dan menimbulkan pencampuradukan antara Allah dan manusia. Ada beberapa minoritas kecil yang masih menganut agama Nasrani, seperti Waraqah bin Naufal, paman Khodijah Ra, yang akan kita ceritakan nantinya.

4. Agama Shabi'ah

Menurut beberapa kisah banyak berkembang di Iraq dll. Namun setelah agama batu seperti yahudi dan nasrani datang, agama ini mulai kehilangan bentuknya dan surut.
Secara umum, semua agama yang dianut bangsa Arab, keadaannya sama dengan orang musyrik. Hati, tradisi, kepercayaan, tradisi dan kebiasaan mereka hampir serupa.

Wallahu'alam


TANYA DAN JAWAB:

1. Ustadzah, sirah itu apa?
Jawab :
Sirah itu sejarah. Sirah nabawiyah berarti sejarah nabi. Ada juga kata lain selain sirah yaitu tarikh.

2. Masih bingung mengenai suku-suku di Arab, di bawah dijelaskan bahwa nabi Muhammad berasal dari suku quraish, tapi di atas dijelaskan kakek nabi bukan berasal dari suku quraish?
Jawab: 
a. Arab ba'idah yaitu kaum Arab terdahulu yang sejarahnya tidak bisa dilacak.
b. Arab aribah disebut juga Arab Qahtahaniyah. Kaum Aribah yaitu kaum-kaum Arab yang berasal dari keturunan Ya'rub Yasyjub bin Qahthan. Qahthan ini bekembang menjadi beberapa kaum diantaranya yang terkenal adalah kaum auz dan khazraj yang menjadi penduduk madinah, dan disebut kaum anshor. 
c. Arab musta'rabah yaitu kaum-kaum Arab yang berasal dari keturunan Ismail, yang cikal bakalnya berasal dari negeri Iraq dan kakek tertua mereka adalah nabi Ibrahim As. Arab musta'rabah ini berkembang menjadi kaum Quraisy. 
(Di ambil dari Sirah Nabawiyah Al mubarakfuri hal 2-3.) 

3. Menurut beberapa cerita sewaktu nabi Muhammad lahir ada beberapa peristiwa penting, salah satunya runtuh istana kisra parsi, ini istana dimana ustadzah dan sewaktu nabi belum lahir orang Arab ini yang memimpin seorang raja kah atau bagaimana? 
Jawab: 
Peristiwa yang terjadi bertepatan dengan kelahiran Rasulullah SAW:
1. Peristiwa penyerangan tentara gajah
2. 40 tahun kekuasaan kisra Anusyirwan
3. Runtuhnya sepuluh balkon istana kisra 
4. Padamnya api yang biasa disembah orang majusi 
5. Runtuhnya beberapa gereja disekitar buhairah 
(Diriwayatkan oleh Al Baihaqi) 

4. Ustadzah, berarti sebelum nabi muhammad lahir pun berhaji sudah dilakukan. Siapa yang menyuruh haji waktu itu? Bagaimana tata caranya? Apakah mereka percaya adanya Allah? Lalu mengapa mereka tetap menyembah berhala? 
Jawab: 
Bunda Yulianti, iya betul, perintah berhaji sudah ada sejak zaman nabi Ibrahim As, maka dari itu kabah selalu ramai dimusim haji. Sedangkan tata caranya berbeda dengan syariat islam, karena mereka berkeliling kabah sambil menyembah patung-patung buatan mereka yang mereka anggap sebagai Tuhannya. 
Sekaligus kita singgung tentang agama bangsa Arab yah. 

5. Kakek nabi mampu menebus Abdullah dengan 100 ekor unta, dari cerita ini berarti nabi keturunan orang kaya juga kan ustadzah??
Jawab:
Ayah Abdul Muthalib adalah Hasyim. Hasyim adalah orang yang memegang urusan air minum dan makanan dari Bani Abdu Manaf. Hasyim kaya raya dan terhormat. Dialah orang pertama yang memberikan remukan roti bercampurnkuah kepada orang yang menunaikan haji di Mekkah. Dia pula yang membuka jalur perdangan dua kali setahun bagi orang Quraisy. Yaitu ke Syam pada musim panas dan ke Yaman pada musim dingin.

Hasyim adalah nama julukan karena suka meremukan roti, sedangkan nama aslinya adalah Amru.

Suatu ketika dalam perjalanan ke Syam, Hasyim menikahi Salma dari Bani Adi di Madinah dan menetap disana. Ketika mengandung Abdul Muthalib yang nama aslinya Syaibah, Hasyim meninggal dunia dalam perjalanan berdagang setelah menginjakan kaki di Palestina.

Sepeninggalan Hasyim, penanganan air minum dan bisnisnya ditangani saudaranya Al Muthalib bin Abdi Manaf, seorang lelaki terpandang dan dermawan. Ketika mendengar keponakannya Syaibah sudah dewasa, Al Muthalib datang ke Madinah dan membawanya ke Mekkah dan diwariskan bisnis ayahnya. Syaibah dipanggil Abdul Muthalib karena masyarakat quraisy menganggapnya sebagai anak Al Muthalib.

Abdul Muthalib hidup ditengah kaum quraisy dan memimpin mereka seperti pendahulunya. Mendapat kecintaan dan keagungan juga kehormatan yang tinggi yang bahkan tidak diperoleh bapak-bapaknya.

Jadi dapat disimpulkan bahwa Nasab Rasulullah adalah keluarga terpandang yang kaya raya dan dermawan.

Wallahu'alam

6. Bagaimanakah kehidupan jahiliyah sebelum nabi, terutama cara berpakaian wanitanya, yang kita dilarang "tabarruj"nya mereka? seperti apakah itu?
Jawab:
Sebelum islam datang, wanita-wanita quraisy senang menunjukan perhiasannya. Baik perhiasan emas secara berlebihan maupun aurat yang seharusnya menjadi perhiasan hanya untuk suaminya dengan tujuan mencari perhatian banyak orang. 
Mereka ketika berjalan senang menghentak-hentakkan kaki yang diberi gelang kaki dengan banyak hiasan sehingga ketika berjalan menarik perhatian. Contoh yang pernah diriwayatkan seperti Hindun binti Utbah istri dari saudagar Abu Sufyan menghentak-hentakkan kakinya yang memakai gelang kaki sambil menari-nari, ketika memberi semangat para lelaki kafiq quraisy ketika perang badr dan perang uhud.

7. Ustadzah, saaya bnyak belum paham tentang sebutan tempat-tempat dalam sirah di atas, mohon ustadzah penjelasannya tempat-tempat ini untuk waktu sekarang dimana posisinya?
- negeri Syam
- negeri Yaman
- negeri Habsyah
Jawab:
Kalau kita buka peta bentuk Arab itu kan seperti huruf kotak miring yang melebar di bawahnya. 
Nah di bagian atas atasnya adalah Syam yang kita sebut sekarang Palestina, Suriah dan sekitarnya. Bagian bawahnya itu adalah Yaman, sampai sekarang Yaman sebutannya. Sedangkan Habasyah itu letaknya di kiri Arab masuk di benua Afrika, sekarang dikenal sebagai Ethiopia.

8. Ustadzah, sebelum Rasulullah mendapat perintah shalat, ibadah Rasulullah pada Allah itu seperti apa? Kan Rasulullah mengikuti agama Nabi Ibrahim, nah ibadahnya itu seperti apa? Nabi Ibrahim bukankah shalat juga? Apakah shalatnya sama seperti sekarang ini?
Jawab:
Sebelum Nabi Muhammad diangkat menjadi rasul, kebiasaan masyarakat Mekkah waktu itu, terutama kaum cendikiawan biasa melakukan Tahannus (merenung untuk menemukan solusi atas permasalahan di masyarakat). Kebiasaan ini pula dilakukan oleh Muhammad secara rutin bertahannus ke gua Hira.
Selain melakukan Tahannus, Muhammad juga melakukan shalat. Tetapi bukan shalat seperti sekarang ini. Shalat yang dilakukan ketika itu adalah mengikuti cara Nabi Ibrahim shalat. Shalat yang dilakukan ketika itu hanya berupa sujud dan berdoa. Dan dilakukan pada pagi dan sore hari.
Salah satu doa nabi Ibrahim yang terkenal yang diabadikan dalam QS Ibrahim 14: 37:

رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ
Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. (QS: Ibrahim Ayat: 37)

9. Zam zam itu berasal dari nama apa?
Jawab: 
Kata Zam-Zam dalam bahasa Arab berarti, yang banyak atau melimpah. Adapun air Zam-Zam yang dimaksud oleh syari’at, yaitu air yang berasal dari sumur Zam-Zam. Letaknya dengan Ka’bah, berjarak sekitar 38 hasta. Dinamakan Zam-Zam, sesuai dengan artinya, karena memang air dari sumur tersebut sangat banyak dan berlimpah. Tidak habis walau sudah diambil dan dibawa setiap harinya ke seluruh penjuru dunia oleh kaum Muslimin. Dinamakan dengan Zam-Zam, bisa juga diambil dari perbuatan Hajar. Ketika air Zam-Zam terpancar, ia segera mengumpulkan dan membendungnya. Atau diambil dari galian Malaikat Jibril dan perkataannya, ketika ia berkata kepada Hajar. Disebutkan juga, bahwa nama Zam-Zam adalah ‘alam, atau nama asal yang berdiri sendiri, bukan berasal dari kalimat atau kata lain. Atau juga diambil dari suara air Zam-Zam tersebut, karena zamzamatul ma` adalah, suara air itu sendiri. Nama lain Zam-Zam, sebagaimana telah diketahui, antara lain ia disebut barrah (kebaikan), madhmunah (yang berharga), taktumu (yang tersembunyi), hazmah Jibril (galian Jibril), syifa` suqim (obat penyakit), tha’amu tu’im (makanan), syarabul abrar (minuman orang-orang baik), thayyibah (yang baik).

Wallahu'alam.

Doa Kafaratul Majelis

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Semoga bermanfaat.

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Ketik Materi yang anda cari !!