Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

SYIROH NABAWIAH I



Kajian Online WA Hamba اللَّهِ SWT

Kamis, 19 Juni 2014
Narasumber : Ustdz Dody Kristono
Rekapan Grup HA 14 (Maeitoh & Tuwuh)
Editor: Nofita


بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته


Kita bahas pentingnya mengetahui siroh Nabi صلى الله عليه وسلم yaaa

Keutamaan Syiroh Nabawiah

Besarnya Manfaat Belajar Sejarah Hidup Nabi Muhammad

Allah Ta'ala telah menentukan nabi terakhir dan menjatuhkan pilihan-Nya pada diri Muhammad صلى الله عليه وسلم  .

Beliau mendapatkan berbagai keistimewaan dari  اللّهُ  ‘Azza wa Jalla yang tidak dimiliki oleh orang lain, sebagaimana umat Islam juga memiliki keistimewaan yang tidak ada pada agama sebelumnya.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم  bersabda:

إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى كِنَانَةَ مِنْ وَلَدِ إِسْمَعِيلَ وَاصْطَفَى قُرَيْشًا مِنْ كِنَانَةَ وَاصْطَفَى مِنْ قُرَيْشٍ بَنِي هَاشِمٍ وَاصْطَفَانِي مِنْ بَنِي هَاشِمٍ
“Sesungguhnya  اللّهُ  memilih Kinânah dari keturunan (Nabi) Ismail. Dan memilih suku Quraisy dari (bangsa) Kinânah. Kemudian memilih Bani Hâsyim dari suku Quraisy dan memilih diriku dari Bani Hâsyim” (HR Muslim no. 4221).

Melalui hadits yang mulia ini, dapat diketahui bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم  merupakan pokok dari seluruh intisari kebaikan melalui tinjauan kemuliaan nasab, sebagaimana pada beliau صلى الله عليه وسلم  juga terdapat pokok dari intisari-intisari keutamaan dan ketinggian derajat di sisi  اللّهُ  ‘Azza wa Jalla. (Min Akhlâqir Rasûl, Syaikh ‘Abdul Muhsin al-‘Abbad).

....Manfaat dirasa (mempelajari) Siroh Nabawi...

Mempelajari Siroh (sejarah hidup) Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم  berguna sebagai nutrisi bagi hati dan sumber keceriaan bagi jiwa serta penyejuk bagi mata. Bahkan hal itu merupakan bagian dari agama  اللّهُ  Ta’ala dan ibadah untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Sebab, kehidupan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم  sarat merupakan kehidupan dengan mobilitas tinggi, ketekunan, kesabaran, keuletan, penuh harapan, jauh dari pesimisme dalam mewujudkan ubudiyah (penghambaan diri) kepada  اللّهُ  Ta’ala dan mendakwahkan ajaran agama-Nya.

Faedah dan manfaat mempelajari Sirah Nabawi tersimpulkan pada poin-poin berikut:

1. Mengenal teladan terbaik bagi seluruh manusia dalam aqidah, ibadah dan akhlak.  اللّهُ  Ta’ala berfirman (QS. Al-Ahzab 33: 21):


لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS: Al-Ahzab Ayat: 21).



Dan usaha meneladani Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم  tidak bisa lepas dari mengetahui sejarah hidup dan petunjuk-petunjuk beliau.

2. Siroh Nabi صلى الله عليه وسلم  menjadi mizan (timbangan) amal perbuatan manusia.

3. Mempelajari Siroh Nabi صلى الله عليه وسلم  membantu dalam memahami Kitabullah, karena kehidupan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم  merupakan pengamalan nyata terhadap al-Qur`an.


4. Mempelajari Siroh Nabi صلى الله عليه وسلم memperkuat cinta seorang Muslim kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم .

5. Mempelajari Siroh Nabi صلى الله عليه وسلم merupakan pintu menuju peningkatan keimanan.

6. Mempelajari Siroh Nabi صلى الله عليه وسلم membantu memudahkan memahami Islam dengan baik dalam aspek aqidah, ibadah dan akhlak.

7. Siroh Nabi صلى الله عليه وسلم menggariskan manhaj (metodologi) dalam berdakwah di atas bashirah (ilmu).

8. Siroh Nabi صلى الله عليه وسلم sendiri sudah merupakan bukti kebenaran nubuwwah dan kerasulan beliau.

9. Mempelajari Siroh Nabi صلى الله عليه وسلم merupakan pintu berkah menuju gerbang kebahagiaan.

10. Siroh Nabi صلى الله عليه وسلم menerangkan bahwa perilaku dan sejarah hidup beliau صلى الله عليه وسلم merupakan jalan hidup bagi setiap Muslim yang mengharap kebaikan dan kehidupan mulia di dunia dan akhirat.

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “ اللّهُ Subhanahu wa Ta’ala menggantungkan kebahagiaan dunia dan akhirat pada ittiba kepada beliau, dan menjadikan celaka di dunia dan akhirat disebabkan menentang beliau”. (Zadul Ma’ad fi Hadyi Khairil ‘Ibad 1/36).

Ibnul Qayyim rahimahullah juga mengklasifikasikan sikap manusia terhadap sejarah hidup Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم menjadi tiga golongan :

1. mustaktsir (banyak tahu),
2. muqill (kurang peduli),
3. mahrum (jauh darinya).

Tiga jenis manusia yang disebutkan Ibnul Qayyim ini otomatis menjadi realita yang ada di tengah umat.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ إِيْمَانًا لَا يَرْتَدُّ وَنَعِيْمًا لَا يَنْفَدُ وَمُرَافَقَةَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيْ أَعْلَى جَنَّةِ الْخُلْدِ.
“Ya اللّهُ , sesungguhnya aku memohon kepada-Mu keimanan yang tidak akan lepas, nikmat yang tidak pernah habis dan menyertai Muhammad صلى الله عليه وسلم di Surga Khuld yang paling tinggi”. (HR. Ahmad dan lainnya. Al-Albani menilai hadits ini berderajat hasan. Ash-Shahihah no.2301).

TANYA DAN JAWAB:

■ Bisakah sirah nabi diwakili dengan buku aisyah dan khadijah saja? Saya suka sama kisah Khadijah dan Aisyah jadi lebih mendahalukan buku itu ketimbang sirah nabi, apa ini salah?
Jawab :

Boleh. Tapi tidak lengkap dan tidak dari awal jadinya.


■ Saya jadi jatuh cinta sama sosok nabi yang begitu lembut dan tegas tapi tak pernah melukai perasaan. Apakah boleh berharap pasangan kita adalah orang yang prilakunya mencontoh rasul 100%?
Jawab: Mendekati kesempurnaan Boleh, jangan totalitas sama.
والله أعلم بالصواب

■ Hukum niqob pak?
Jawab:
Mahzab Hanafi, Maliki , Hambali → Muka bukan aurat
Mahzab Syafi'i → Muka adalah aurat
Kesimpulannya saja ya → para ulama sejak dahulu telah membahas hukum memakai cadar bagi wanita.

Sebagian mewajibkan, dan sebagian lagi berpendapat hukumnya sunnah.

Tidak ada diantara mereka yang mengatakan bahwa pembahasan ini hanya berlaku bagi wanita muslimah arab atau timur-tengah saja. Sehingga tidak benar bahwa memakai cadar itu aneh, ekstrim, berlebihan dalam beragama, atau ikut-ikutan budaya negeri arab.
والله أعلم بالصواب

■ Pak lumrahkan wanita mau tampil cantik dan kadang kekantor jadi suka pakai pelembab bibir dan wajah. Yang jatuhnya bikin bibir sedikit merah dan wajah merona?
Jawab:
Boleeeeehhh

■ Pak kita di wajibkan jilbab yang menutupi dada tapi saya lihat banyak juga ustadzah yang tidak pakai sampai dada. Jadi bahan acuan keponakan kalau dibilang sampai dada pasti di jawab teteh ustdzah itu aja dileher?
Jawab: 
Kan patokannya bukan Ustadzah... Patokannya adalah dalil.

■ Kalo laki-laki kenpa isbal sampai lewat mata kaki?
Jawab :
Kalau lewat mata kaki terkesan kesombongan yang tercipta.

■  Pak nanya lagi kalau keponakan kita tinggal degan kita tetapi shalatnya masih bolong-bolong, dinasihati sudah apakah sudah lepas tanggung jawab kita?
Jawab: 
Sudah dong.

■ Saya curhat sama teman, kalau sya jadi mengomel sama keponakan tapi temen saya bilang sudah tidak usah pusing, keponakanmu kan masih punya orang tua lengkap jadi bukan tugas kamu menasihatinya. Apa iya pak?
Jawab : Salah... Tugas kitalah sesama muslimlah seharusnya saling mengingati.

■ Pak mau tanya....bagaimana hukumnya memakai bulu mata....? karena kadang liat ada ustzah yang pake bulu mata. Maksudnya bulu mata palsu?
Jawab :
Emang ada fungsi lain selain untuk Tabarujj (berhias dan menampakkan keindahan).....?
"Bukankah fungsi lainnya hanya menahan "badai" kaya syahrini"
Jadinya → Tak boleeeeh

■ Mau tanya semisal seorang istri diminta keluar dari pekerjaannya karena sang suami menganggap mampu, namun istri mendapatkan perkerjaan itu dengan susah payah, misalnya pegawai negeri masuk tanpa tes?
Jawab :
Taat kepada suami adalah yang paling utama bagi seorang istri

■ Pak.. Bagaimana cara meyakinkan orang tua saat aku menggunakan jilbab syari menutup dada dan tebal pake rok atau kadang gamis. Orang tua takut anaknya ikut ajaran islam yang sesat gitu?
Jawab :
Belikan saja buku yang berhubungan dengan pakaian yang syar'i yaaa. Jadi biar jelas dan tuntas.

■ Ust. Bagaimana hukumnya kalau sanggul dalam jilbab (kerudung) itu ditinggikan istilah Acehnya "sanggul Cut Nyak Dhien"? Sya pernah baca dalam satu hadist katanya tidak boleh. Tapi saya tidak melihat sanat dan matan hadis tersebut. Jadi bingung sendiri sahih atau tidak hadistnya.
Jawab :
Iya seperti punguk Unta. Dan hadistnya shahih.

■ Kalau misalkan sanggulnya asli bagaimana ust? Apakah menyanggul (tinggi/rendah) sama sekali tidak boleh?"
Jawab → Tak Boleeeeh

■ Maaf titipan pertanyaan dari sahabat, seorang wanita yang pernah berbuat zina dan dia bertaubat ingin berhijab? tapi setiap dia berhijab selalu ada bayangan apakah pantas memakai hijab takutnya setelah berhijab banyak omongan dari orang.
Jawab:
Lakukanlah sholat taubat dan bersungguh-sungguh tidak mengulanginya serta BERBAIK SANGKA KEPADA اللّهُ TA'ALA bahwa taubat kita diterima. In sha اللّهُ lebih tenang hati kita

■ Kalau dalam shalat, sering kita lihat itu umi-umi atau ukhti-ukhti yang sanggulnya ditinggikan. Katanya agar tali mukenanya pas. Itu bagaimana ust? 
Jawab:
Hahahahha. Itu mah alasaaan ajaaa
Sama seperti sholat sunnat lainnya.
Setelah selesai sholat banyak-banyak beristigfar

■ Bacaan surah pendeknya pak? Apakah ada doa khusus?
Jawab:
Bebas saja yang penting ada Al Fatihah

■ Waktu untuk dilaksanakannya pak?
Jawab:
Doa Masalah saja → Ungkapkan semua dalam Bahasa Ibu (Indonesia)
Bebas kapan saja. Lebih cepat lebih baik

■ Bagaimana hukumnya bagi wali nikah dengan istilah "pura-pura taubat" (taubat sehari ketika menjadi wali)?
Jawab:
Tidak ada.
Maksudnya pura-pura taubat...?

■ Pak mau tanya lagi. Kalau shalat istikhoroh bagaimana ya tata caranya?
Jawab : 
Sama saja Nanda, tapi jangan membayangkan salah satu wajahnya yaa.

■ Iya ust. Kemarin ada teman yang bilang boleh seorang wali taubat sehari ketika menjadi wali nikah saja. Biar nampak zahirnya saja. Tapi menurut saya itu seperti memperolok-olokkan agama. Karena dia taubat khusus untuk menjadi wali nikah dan besoknya sudah bermaksiat lagi. Kan syarat menjadi wali nikah itu tidak gampang ya pak?
Jawab :
Ntuhh udah dijawab

■ Oh ya ustad apa diperbolehkan suami istri berpegangan setelah wudhu dan melakukan sholat, batal tidak ustad kalau berpegangan pasutri.
Jawab : 
Boleh (walaupun ada 2 pendapat, pendapat yang lebih kuat, tidak mengapa)
Ayah Tiri → Tidak Batal

Makan minum. Bersentuhan baik sejenis atau lawan jenis. Pendapat yang Rajih tidak membatalkan wudhu.

Boleeeeh. Habis makan dan minum, jika sempat kumur-kumur dulu, khawatir ada sisa makanan dan nanti tertelan pada saat sholat (bisa batal).

■ Pak kalau shalat berjamaah tumit harus nempel sama makmum yang lain ya pak?
Jawab:
Sebisa mungkin iya, jangan ada jarak yaaa

■ Pak kalau sedang haid tidak boleh masuk masjid ya?
Jawab:
Bolleeeeh... Cuma pastikan tidak ada darah yang menetes yaaa.

TALAK MELALUI SMS

■ Ada teman saya bertanya, dia sudah menikah, dia tidak tinggal sama suaminya karena suaminya kerja di luar kota, akhir-akhir ini mungkin ada masalah suaminya mengucapkan kata talak/cerai lewat sms sudah sampai 3 kali, apakah sudah jatuh talak kalau hanya melalui sms ?
Jawab: 
Jatuh Talak dan sudah harus berpisah, jika mau bersama lagi, maka perempuannya harus menikah dulu dengan orang lain.
والله أعلم بالصواب

■ Talak itu bisa diwakili sms pak? walaupun misal smsnya cuma ditulis sekali tapi di kirim 3 kali?
Jawab : 
Jika dia berniat memang 3x maka jatuh.

Kecuali, jika providernya error, mengirim 1x masuknya 10x
Ini tetep talak 1.

■ Jadi walaupun di ucap satu kali talak itu bisa jatuh ya pak walau hanya melalui sms ..
Bukankah kalau emosi belum terhitung talak pak ?? benar kah ??
Jawab : 
Emosi yang tidak dihitung itu kalau EMOSI DILUAR KEBIASAANNYA (emosi banget). Tapi kalau emosinya biasa seperti itu maka akan jatuh talak.

Kita tutup dulu kajiannya yaaa


Do'a kafaratul majelis :

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Semoga bermanfaat