Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

TAFSIR QS SURAT AL FATIHAH AYAT 4


Kajian Online WA Hamba اللَّهِ SWT (HA3, HA4, HA7)

Rabu, 25 Juni 2014
Narasumber : Ustad Novri
Rekapan Grup HA 3, 4 dan 7
Notulen : Dewi, Nunie, Pristia
Editor: Ana & Nofita
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
الحمد لله و كفى و الصلاة و السلام على محمد المصطفى و على اله و صحبه و من اتبع الهدى ، و بعد

Apa kabar para calon bidadari surga semuanya? Semoga semuanya dalam keadaan baik, sehat, dan selalu berada di bawah naungan taufiq dan hidayah-Nya, amieen..
Insyaallah hari ini kita akam membahas ayat ke-4 dari surah Al-Fatihah, yaitu:


مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

Yang menguasai di Hari Pembalasan. (QS: Al-Fatihah Ayat: 4).

Pada 2 ayat sebelumnya Allah SWT telah menyebutkan bahwa DIA adalah Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kemudian Allah iringi kedua ayat tersebut dengan ملك يوم الدين 'yang Menguasai di hari Pembalasan' dengan maksud untuk menekankam kembali bahwa kekuasaan Allah SWT tidak terhenti sampai di alam dunia saja, tetapi tanpa batas dan terus berlanjut sampai hari kiamat kelak..

Ada 2 bacaan terkait kata ملك,
1. Dengan memanjangkan maa, sehingga dibaca maalik yang berarti yang memiliki.
2. Dengan memendekkan ma, sehingga dibaca malik yang berarti Raja.

Kedua bacaan di atas benar, memiliki makna yang sama yaitu 'Maha Berkuasa' dan 'Maha mampu untuk bertindak sepenuhnya', oleh karena itu di dalam terjemahan Al Qur'an kita diterjemahkan sebagai 'Yang Menguasai'.

Yaum artinya hari, dan yang dimaksud disini adalah waktu secara mutlak.

Ad Diien memiliki banyak makna, diantaranya: perhitungan, pembalasan, patuh, menundukkan, dan syariat atau agama. Sedangkan yang dimaksudkan disini adalah 'pembalasan', sehingga arti kongkrit dari firman-Nya ملك يوم الدين adalah 'Allahlah yang Maha Berkuasa yang dapat bertindak sepenuhnya terhadap seluruh makhluk-Nya pada hari pembalasan.

Pada ayat ini Allah ingin menanamkan kepada kita akan sebuah ajaran aqidah yang sangat penting, yaitu Iman akan adanya hari pembalasan, hari kiamat.

Kepercayaan akan adanya hari kiamat inipun telah diyakini oleh banyak ahli filsafat, seperti aristoteles, plato, sokrates, pitagoras, dll. Hal ini dikarenakan keimanan akan adanya hari pembalasan sangat sejalan dengan rasa keadilan yang dapat dinalar dengan mudah oleh akal bagi mereka yang mau berfikir.

Orang yang mau berpikir pastinya akan meyakini bahwa kehidupan di dunia ini bukanlah segalanya, PASTI ada hari akhir yang membuat setiap kebaikan mendapatkan balasannya, dan setiap kejahatan mendapatkan ganjarannya. Hal ini dikarenakan tidak semua kebaikan telah mendapat balasannya didunia, begitupun dengan kejahatan, sangat banyak jasa yang belum terbalas, sangat banyak pula tindakan aniaya yang belum mendapatkan keadilannya. Oleh karena itu keyakinan akan adanya hari pembalasan ini menjadi sangat masuk akal, sehingga setiap orang pada hari itu PASTI mendapatkan haknya masing-masing.

Hal ini selaras dengan firman Allah SWT QS Az Zalzalah 99:7:
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ
Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. (QS: Az-Zalzalah Ayat: 7).

وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ
Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. (QS: Az-Zalzalah Ayat: 8).

Sesungguhnya ada banyak hal yang terjadi pada hari kiamat kelak, seperti kebangkitan, perhitungan, pembalasan, berkumpul, dan lain-lain akan tetapi disini Allah hanya menyebut satu peristiwa saja dari sekian peristiwa yang ada yaitu hari pembalasan, hal ini karena inilah yang terpenting. Sedangkan yang lainnya hanyalah mukoddimah, pendahuluan, atau sekedar proses untuk menuju pembalasan tersebut. Hal ini juga sebagai bentuk penekanan lebih agar kita semua selalu mawas diri dan mempersiapkan bekal sebaik-baiknya untuk menghadapi hari pembalasan ini. 


Allah berfirman QS An Nuur 24: 25 :

يَوْمَئِذٍ يُوَفِّيهِمُ اللَّهُ دِينَهُمُ الْحَقَّ وَيَعْلَمُونَ أَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ الْمُبِينُ
{٢٥}
Di hari itu, Allah akan memberi mereka balasan yag setimpal menurut semestinya, dan tahulah mereka bahwa Allah-lah yang Benar, lagi Yang menjelaskan (segala sesutatu menurut hakikat yang sebenarnya). (QS: An-Nuur Ayat: 25)


Wallahu a'lam bish showab.. 

TANYA JAWAB:

 Makna hari pembalasan tolong dijabarkan ustadz?.
Jawab: 
Pembalasan artinya setiap orang mendapatkan keadilannya. Kaitan dengan setiap orang akan mendapatkan ganjaran sekecil apapun perbuatannya tentu selama perbuatannya itu belum digugurkan oleh perbuatan yang lain, seperti kebaikan yang digugurkan dengan kemusyrikan fan atau murtad, dan keburukan yang digugurkan dengan menerima islam atau muallaf..

 Ada orang yang awalnya beriman dan ibadahnya bagus tetapi akhir hidupnya malah kufur. Nauzibillah ada juga yang tadinya kafir tapi akhir hidup malah syahid. Bagaimana kaitan dengan Allah yang akan membalas sekecil apapun yang kita lakukan, baik atau buruk? Saya merasa takut dengan kata-kata pembalasan. Kalau pembalasan atas kebaikkan kita tidak apa-apa yah? Tapi kalau pembalasan atas dosa-dosa kita, Masya Allaah tidak kebayang...
Jawab: 
Maka sebagaimana yang dijelaskan dalam materi di atas, inilah salah satu tujuan utama dari hari pembalasan agar setiap kebaikan yang belum terbalas di dunia mendapat balasannya, dan setiap keburukan yang dilakukan di dunia juga mendapat ganjarannya..

 Ustadz, apa yang harus kita lakukan jika ada orang yang bilang kenapa capek-capek solat, puasa, zakat dan lain-lainnya yang baik-baik tapi hidupnya susaaaah saja. Ada orang yang tidak pernah solat puasa dan lain-lain hidupnya malah sukses, senang makmur?

Jawab: 


وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ قَالَ وَمَنْ كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلًا ثُمَّ أَضْطَرُّهُ إِلَىٰ عَذَابِ النَّارِ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: "Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali". (QS: Al-Baqarah Ayat: 126).


 Apakah jika kita melakukan kebaikan atau keburukan dan sudah dibalas di dunia maka di akhirat nanti masih menerimanya? Misal kita bersedekah dan ternyata Allah langsung membalasnya setelah itu, harta kita diganti Allah maka apakah di akhirat nanti juga akan mendapat balasan lagi? Contoh lain jika ada orang yang suka menyebar fitnah dan Allah membalas di dunia dengan kluarganya hancur berantakan apakah di dalam kubur dan di akhirat juga mndapatkan balasan lagi?
Jawab: 
Balasan kebaikan yang kita terima didunia hanyalah pendahuluaan dari kemurahan-Nya, (bonus aja) balasan sesungguhnya akan tetap diterima pada waktunya (kiamat). Sedangkan balasan keburukan yg ditimpakan bagi yang bermaksiat adalah teguran baginya agar ia mau bertaubat dan menjadi lebih baik lagi, sehingga jika ia bertaubat Allah akan mengampuninya, tapi kalo masih begitu juga ya wassalam deh (pasti dapat ganjarannya di akhirat).

 Afwan Pak, kalau khusnul khotimah itu kira-kira sebabnya apa ya Pak...? Inget cerita sahabat nabi yang ikut berperang, tapi kemudian terluka dan bunuh diri, paling khawatir membayangkan yang seperti itu, na'udzubillah.
Jawab: 
Ada banyak bu, seperti keyakinan yang salah, takabbur, berbuat aniaaya, dan lain-lain. Dan yang paling banyak saat ini adalah menolak hukum-hukum Allah.

 Mau tanya ustadz, bagaimana cara agar kita bisa menjaga hati kita, agar kita tetap bisa beriman kepada Allah, sedangkan fisik kita ada di lingkungan yang kurang mendukung?
Jawab: 
Yakinlah bahwa Allah adalah yang terbaik yang kita miliki, dan kita tidak bisa hidup tanpa belas kasih-Nya... Berkumpullah dengan orang-orang sholeh, karena kesholehan itu juga menular, dan seandainya tidak ada kebaikan yang tersisa di tempat kita sekarang dan kita tidak mampu membenahimya maka 'hijrah'lah.

Hijrah = pergi meninggalkan tempat itu ya ustazd?
Jawab: Ya, menuju tempat yang lebih baik.

 Bila orangtua meminjam uang dari bank konvensional untuk merintis usaha, karena memiliki 4 anak dan ingin menyekolahkan hingga kuliah dan pekerjaannya hanya buruh tani, apakah amalan anak-anak solehnya bisa meringankan dosa dari riba tersebut. Atau bagaimana anak-anak bisa menolong orang tua tersebut terkait hadist yang mengingatkan 4 amalan yang tidak terputus salah satunya anak yang sholeh?
Jawab: 
Anak akan tumbuh sesuai dengan apa yang ia makan, kalau dia makan makanan yang bergizi ia akan tumbuh kuat dan sehat begitupun sebaliknya, begitu juga bila ia kita beri makanan yang bersumber dari harta yang haram, jangan terlalu berharap ia akan sholeh. Andaipun sang anak menjadi anak yang sholeh (ini pengecualian saja) maka selama sang orang tua meninggal dalam keadaan iman dan islam tentu amal sholeh dan doa yang dilakukan oleh sang anak akan meringankan beban orang tua diakhirat kelak.

 Ustad, saya pernah nonton mengenai shafaat di hari pembalsan untukk umat Nabi Muhammad SAW di televisi, itu maksudnya bagaimana ya ustadz? Apakah kita semua akan dapat pertolongan dari Rasulullah?
Jawab: 
Syaafaat itu fungsinya sekedar membantu saja, ibarat kain yang robek, syafaat sebagai penambalnya saja, nah maka yang harus dipersiapkan dulu adalah kainnya ada apa tidak. Kalau tidak ada kainnya maka tidak ada yang bisa ditambal kan. Orang yang paling banyak mendapat syafaat dari Rosulullah SAW adalah mereka yang paling menmintai beliau dengan memperbanyak sholawat.

 Terus bagaimana bila gaji yang dibayarkan melalui bank konvesional?
Jawab: 
Kalau gajinya hanya numpang lewat saja ya tidak apa-apa, tapi alangkah lebih baik jika menggunakan yang syariah. Nabung di bank konvensional untuk saat ini ya berdosa, karena dengan begitu kita menjadi pelaku dan pen-support praktek riba. Maka beralih aja ke yang syariah.

 Kalau kita kerja di bank konvensional bagaimana?
Jawab: 
Kalau ada pilihan kerja lain sebaiknya ditinggalkan, karena gaji dari bank-bank konvesional penuh dengan syubhat (bercampurnya yang halal dan yang haram). Iya bu, sepertinya sepele, tapi sebenarnya ini perkara besar, karena berkaitan langsung dengan halal dan haramnya rezeki yang kita makan dan kita sajikan untuk keluarga kita.

 Kalau hukum asuransi bagaimana ustadz?
Jawab: 
Asuransi sama seperti bank, ada yang syariah, ada yang konvensional.. Yang syariah boleh yang konvensional tidak boleh.

 Ustadz, mohon dijelaskan mengenai asuransi proyek bagaimana ya hukumnya?
Jawab: 
Yang membuat sesuatu itu menjadi halal atau haram adalah akadnya, maka asuransi syariah baik proyek ataupun individu mendasarkan transaksinya dengan akad-akad syariah yang dibolehkan oleh agama, sedangkan yang konvensional mayoritas berdasarkan riba.

 Setahu saya asuransi proyek tidak ada yang syariah ustadz biasanya kan perusahaan menerima permohonan jaminan dari kontraktor apabila proyek yang dikerjakan tidak selesai dengan baik maka perusahaan ikut menjamin kerugian tapi kalau proyeknya berjalan sampai selesai maka uang jaminannya msk perusahaan.
Jawab: Ya semua transaksi pasti ada akadnya, dan hukum boleh tidaknya akan sangat tergantung dengan akad apa transaksi dilakukan, bukan hanya berdasarkan kedua belah pihak bersedia saja, akan tetapi berdasarkan kesahan akad tersebut dalam pandangan agama.

 Terkait kajian hari ini. Iman kepada hari pembalaan, Allah yang paling berhak membalas perbuatan oreng tersebut. Adakah hal lain ustad yang harus kita lakukan?
Jawab: 
Terhadap orang yang melakukan ketidakadilan atau aniaya, kalau kita punya kemampuan mencegahnya dengan kekuasaan kita maka kita lakukan, kalau tidak bisa, coba dengan nasehat, kalo tidak bisa juga maka dengan hati (menunjukkan padanya bahwa kita tidak ridho akan perbuatannya).

 Misalnya suami kerja di sebuah PT terus pembayaran gajinya lewat bank, Si suami tidak tahu halal haramnya, dan tidak tahu akad transaksi tersebut. Yang penting dia bekerja mendapatkan gaji untuk menafkahi anak istrinya. Itu bagaimana ustad? Status rezeki yang kita makan.
Jawab: 
Kalau gajinya cuma numpang lewat tidak apa-apa bu.
Tapi tidak untuk menabung.

 Berarti kalau mau menabung harus dari penghasilan, begitu ya ustad?
Jawab: 
Bukan harus dari penghasilan, tapi tempat menabungnya yang harus syariah. Kalau pinjamannya berbunga berarti akadnya riba, dan riba hukumnya haram.

 Dikalangan para wanita sering melihat banyak yang mencukur alis mata dengan dalil sekedar untuk merapikan. Beberapa waktu lalu teman melihat tanyangan di televisi yang disampaikan oleh ustadzah yang terkenal katanya boleh mencukur asal sekedar untuk merapikan, sementara yang saya ketahui di Al Quran Allah melaknat wanita yang mencukur alis matanya apakah makna mencukur yang dimaksud mencukur habis atau walaupun selembar bulu alis itu termasuk dalam kategori mencukur? mohon penjelasanya ustadz.
Jawab: 
Tidak boleh kita mencukur alis mata walaupun dengan alasan merapihkan, haditsnya jelas seperti yang ibu sampaikan, bahkan imam Adz Dzahabie, Al Haitami, dan lain-lain memasukkannya dalam kategori dosa-dosa besar. Kalaupun ada yang berani membolehkannya, maka dia akan ikut menanggung dosa orang-orang yang melaksanakan fatwanya.

 Oh iya ustadz, sering-sering ada kejadian kecelakaan pesawat ya akhir-akhir ini seperti pesawat Malaysia Air Line yang sampai sekarang belum diketahui keberadaan dan nasib para penumpangnya. Apa yang sebaiknya keluarga lakukan ketika menghadapi situasi seperti itu dalam hal sholat jenazah. Perlukah dilakukan sholat gaib sementara belum ada kepastian kabar mereka selamat atau tidak dikawatirkan mereka meninggal tanpa ada yang mensholatinya.
Jawab: 
Kalau kita meyakini mereka sudah meninggal ya kita lakukan sholat ghoib, kalau tidak ya tidak usah, lagi pula dimasjidil harom setiap hari selalu dilakukan sholat ghoib untuk mereka yang meninggal tapi tidak diketahui keberadaannya. Jadi kalaupun sudah meninggal pasti sudah ada yang mensholatkannya.

 Ustadz bagaimana dengan behel? Saya pakai behel ustadz.
Jawab: 
Kalau gigi yang tidak rata tidak apa-apa, tapi kalau cuman untuk mempercantik diri dan sebenarnya giginya tidak ada tidak boleh.

 Ustadz teman saya berkeluh kesah pada saya bahwa suaminya bakhil sekali. Kalau ada uang suaminya memakai untuknya sendiri, ibu maupun mmberi teman-temannya yang membutuhkan (meminta-minta) apa benar ustadz bahwa istri itu yang pertama kali berhak disodaqohi setelah diri sendiri (suami) berdasarkan hadist? dan bagaimana cara menyadarkan sang suami teman saya tersebut.
Jawab: 
Kalau bisa dikomunikasikan dengan baik, dikomunikasikan dulu, atau minta orang alim untuk menasehatinya, kalau tidak mempan juga ambil saja seperlunya tanpa sepengetahuannya, sesuai hadits yang diriwayatkan Sayyidah 'Aisyah, tentang Abu Sufyan yang pelit terhadap istrinya Hindun.

 Sebenarnya sampai sejauh mana besaran nafkah yang seharusnya diterima oleh seorang istri apakah cukup dengan hanya memberikan sandang pangan dan papan atau seluruh penghasilan dan pengeluaran dari suami istri harusnya, bahkan untuk memberi kepada orang tua dan bersedekah kepada yang lain pun musti seijin istri, ini untuk menjaga ustadz terkadang karena tidak tahu batas-batasnya itu yang sering keblablasan dan akhirnya menimbulkan perselisihan.
Jawab: 
Seandainya yang dipinta oleh suami untuk kita lakukan baik dan bisa kita lakukan maka sebaiknya dilakukan. Andai yang disuruh itu untuk bermaksiat kepada Allah maka harus ditolak. Suami harus menafkahi istrinya sesuai dengan kemampuannya, nafkah sandang pangan itu batas minimalnya dan tetap harus disesuaikan dengan penghasilannya.

 Terus lagi ustadz aku sering sekali mendapati kasus seperti di atas. Banyak tenab-teman yang sekedar curhat mengeluarkan uneg-uneg dan ada juga yang bermaksud mencari solusi. Apakah ini termasuk dalam kategori berghibah atau tidak ustadz aku takut karena pastinya dia akan menceritakan keburukan suami dan keluarga suaminya. Sebaiknya apa yang harus aku lakukan mohon sarannya ustadz.
Jawab: 
Seharusnya diceritakan kepada orang yang kompeten seperti hadits hindun yang ngelapor ke Rosulullah kalo suaminya Abu Sufyan itu pelit, maka Rosulullah bilang ambil saja hartanya seperlunya, walaupun tanpa sepengetahuan suami.
Jadi boleh. Asalkan orang yang tepat.

TAMBAHAN PERTANYAAN DARI HA 15 UMMI
TANGGAL 20 AGUSTUS 2014
NOTULEN : FARABELLA


Tanya: 
Ustazah apakah balasan yang kita terima yang baik atau yang buruk, Allah yang membalas? Bagaimana dengan perbuatan terhadap sesama manusia, Allah jugakah yang membalas?
Jawab: 
Ya, semua balasan yang kita terima semuanya terjadi atas idzin Allah, tak satupun kejadian yang terjadi didunia ini yang terjadi tanpa idzin-Nya.. Sedangkan manusia yang hanyalah sebagai perantara saja..

Tanya: 
Ustadz, ada banyak tanda hari Kiamat, yang sepertinya sekarang sudah terlihat dan menurut hadits Islam akan terpecah menjadi 73 golongan, sekarang juga sepertinya sudah banyak golongan. Gimana supaya kita yakin kalo kita ada pada ajaran yang benar?
Jawab: 
Untuk meyakinkan kita berada pada jalan yg benar atau tidak, kita harus sering cek amalan dan keyakinan kita sudah sesuai belum dengan al Qur'an dan sunnah..

Tanya: 
Ustad, bagaimana dengan amalan yang kita lakukan bila langsung mendapat balasan di Dunia. Apakah ada nilainya di akhirat kelak?
Jawab: 
Balasan yang kita terima didunia hanyalah sekedar muqoddimah dari apa yang akan kita dapatkan diakherat..

Tanya: 
Apa itu muqoddimah ustad?
Jawab: 
Muqoddimah = pendahuluan..

Tanya: 
Maaf ustad, Apakah dperbolehkan ketika kita melakukan suatu amalan, kita berharap Alloh memudahkan urusan kita atau mengabulkan hajat kita?
Jawab: 
Boleh.. Asalkan hajatnya bukan dalam maksiat kepada Allah..

Tanya: 
Ustadzah, misalnya kita banyak melakukan amal buruk di masa lalu, kemudian kita terus memohon agar diampuni kebodohan-kebodohan di masa lalu, apakah nanti di yaumil akhir akan tetap di "tayangkan" amal buruk kita?
Jawab: 
In sya allah, taubat nasuha menghapus kesalahan-kesalahan dmasa lalu..

Tanya: 
Ass ustadz ,kalau anak-anak disaat membutuhkan doa kita pada saat anak kita ujian ,kemudian kita berdoa disaat saat itu ,itu berlebihan kah ,atau cukup disaat malam saja ya ustadz?
Jawab: 
Doa boleh kapan saja, siang malam pagi sore ga ada larangan.. Semakin sering semakin baik..

Tanya: 
Berarti dalam berdoa gak ada istilah berlebihan ya?
Jawab: 
Ya... Tapi haru dibarengi dengan usaha..


Doa Kafaratul Majelis

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Semoga bermanfaat.


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه