Ketik Materi yang anda cari !!

TARBIYAH RUHIYAH

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, June 25, 2014

Kajian Online WA Hamba اللَّهِ SWT (HA 6)



Rabu, 25 Juni 2014

Narasumber : Rochma Yulika
Rekapan Grup HA 6
Notulensi: Ana
Editor: Nofita

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Ketaqwaan pada Allah Azza wa Jalla adalah modal kekayaan inspirasi, sumber cahaya, dan karunia yang melimpah.

Hikmah yang akan hadir ketika Taqwa tersimpan dalam diri kita:
1. Karunia berupa cahaya yang akan menerangi perjalanan manusia.
2. Jalan keluar yang menentramkan batin walau besar dan rumit problema yang dihadapi.
3. Menjadi manusia yang selalu hati-hati dan senantiasa waspada dalam menapaki perjalanan hidup ini.
4. Menumbuhkan Furqan, yakni mampu membedakan antara yang haq dan bathil. 

Taqwa lahir sebagai konsekuensi logis dari keimanan yang kokoh. Taqwa hanya dimiliki oleh siapa saja yang berusaha menggenapkan ketaatannya pada Allah Aza wa Jalla. 

Taqwa itu kepekaan batin, kelembutan perasaan, rasa takut yang terus menerus, selalu waspada dan hati-hati.

Jalan-jalan Menuju Taqwa


1. Mu'ahadah = Mengingat perjanjian kita pada Allah. QS An Nahl 16: 91:


وَأَوْفُوا بِعَهْدِ اللَّهِ إِذَا عَاهَدْتُمْ وَلَا تَنْقُضُوا الْأَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيدِهَا وَقَدْ جَعَلْتُمُ اللَّهَ عَلَيْكُمْ كَفِيلًا ۚ إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ

Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpahmu itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat. (QS: An-Nahl Ayat: 91).



2. Muraqabah = Merasakan kesertaan Allah

3. Muhasabah = Introspeksi diri

4. Mu'aqabah = Pemberian saksi
5. Mujahadah = Optimalisasi amal

TANYA JAWAB

 Poin 1 mu'ahadah, jadi janji kita ke Allah apa saja bun? Dan janji Allah ke kita juga apa saja bun?
Jawab : 

Dalam Al Fatihah “iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in” yang sudah kita baca sehari beberapa kali. 
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. (QS: Al-Fatihah Ayat: 5)


Tanggapan: Tuh janji kita ya bun... 



Jawab: 
Itu salah satu janji. Banyak sekali di al quran ayat yg menyampaikan tentang penghambaan kita, bahkan ketika ruh kita akan ditiupkan ke jasad saat itu pula kita berjanji utk menghambakan diri kita pd Allah. Al Fatihah sbg induk Al Quran selayaknya ikrar kita kepada Allah sering kita baca. Menajdi bagian wajib dlam sholat.

 Di ayat mana saja bunda, biar saya lihat di Al Quran. Jadi artinya kalau janji kita tidak kita lakukan nanti akan diminta pertanggung jawabannya ya bun??? 
Jawab : 
Terkadang kita tidak menyadari jika kita saat itu sedang mengingkari: misalkan saat kita terpuruk dan dirudung kegalauan maka apa yang kita lakukan. Semua kita sandarkan hanya pada Allah itu yang dilakukan orang beriman tapi ada yang awalnya beriman ketika masalah hadir lepas pula iman itu ketika kita bersyahadat itu lebih lagi itulah janji kita kepada Allah. Itulah mu'ahadah persaksian.

 Mitsaqon golidzo itu apa umi? Contohnya? 
Jawab : 
Perjanjian yang berat dan itu adalah janji seorang laki-laki terhadap wanita yang akan dinikahi di hadapan Allah. Aqad nikah, itulah mitsaqan ghalidza. Banyak orang yang tak paham tentang konsekuensinya miris ketika dalam rumah tangga seolah perjanjian berat itu terlupakan begitu saja.

 Pernah dengar, sebelum ruh kita ditiupkan oleh Allah kita juga melakukan perjanjian ya umi? 
Jawab : 
Iya, berjanji menghamba. Tapi kehidupan itu banyak sekali duri yang menghampar dan kita butuh kehati-hatian. Apakah kita tetap di jalan kebenaran atau terjebak dalam kemungkaran 

Tak pernah kita tahu helaan nafas kita kapan berujung 
Tak pernah kita mengerti apakah kita akan beruntung 
Terlalu hina kala jiwa tertambat oleh dunia 
Terlalu nista bila tautan hati hanya pada manusia 

Terlalu naif bila kita hanya bisa berbincang tentang yang fana 
Sejenak kita menakar keimanan kita 
Seberapa besar cinta kita pada Nya 
Seberapa teguh kita sanggup Agungkan Nama Nya 

Seberapa tangguh kita mampu berjuang untuk menegakkan kalimat Nya 
Bila teringat 
Betapa besar ujian yang ditanggungkan pada para masyaikh kita 
Betapa sulit rintangan yang harus dilalui para guru kita

Betapa tajam tikungan-tikungan yang dilalui oleh mereka 
Betapa terjal jalan yang terus dilewati oleh para pendahulu kita 
Mereka jalani semua bukan untuk yang Fana 
Mereka jalani semua untuk Rabb kita tercinta 

Dan kita?
Sekedar bertopang dagu meratapi masalah diri? 
Sekedar tertunduk untuk menangisi mimpi yang tak pasti? 
Atau?

Kita mampu berdiri tegak menatap masa depan 
Meninggalkan masalah duniawi yang justru manjadi beban 
Bersegera tuk berjuang raih Surga idaman 
Bersama barisan orang-orang beriman. 
Allahu Rabbul izati perkenankan harapan kami. Aamiin.
Wallahu musta'an 

~Rochma Yulika~ 

Ada yang bisa menyampaikan 
Kenapa bayi lahir menangis 
Karena melihat dunia dengan berbagai godaan yang akan dihadapinya.
Sanggupkan tetap memegang teguh perjanjian itu.

 Apa saja yang bisa meningkatkan taqwa kita kepda Allah? 
Jawab: 
Dalam sebuah riwayat yang shahih disebutkan bahwa Umar bertanya pada Ubay bin Ka'ab tentang taqwa. Ubay menjawab,"Bukankah Anda pernah melewati jalan yang penuh duri?" Umar menjawab,"Ya" Kemudian Umar melanjutkan pertanyaannya,"Apa yang Anda lakukan saat itu?" 
"Saya bersiap-siap dan berjalan dengan hati-hati" 
"Itulah taqwa" berpijak pada jawaban Ubay bin Ka'ab atas petanyaan Umat bin Khatab tersebut, Sayyid Qutb berkata dalam tafsir Fi dzilalil Quran, "Itulah taqwa, kepekaan hati, selalu waspada, kelembutan perasaan, rasa takut yang terus-menerus dan hati-hati jangan sampai terkena duri di jalanan." Cukuplah keutamaan dan pengaruh taqwa merupakan sumber kebaikan. Taqwa itu sebagai pilar utama dalam pembinaan jiwa dan akhlak seseorang dalam rangka menghadapi fenomena kehidupan. Menambah dan memerbaiki amaliyah.

 Jalan menuju taqwa yang ke 4. Mu'aqabah (pemberian saksi) itu maksudnya bagaimana? 
Jawab: 
Apabila seorang mukmin bersalah maka menjadi kewajiban baginya memaksa dirinya untuk segera kembali pada kebaikan tidak membiarkan diri berlama-lama dalam kesalahan. Banyak dulu para salafushhalih yang selalu memberi sanksi atas kesalahannya. Ada kisah Ka'ab bin Malik, dia mengikatkan tubuhnya ditiang masjid hingga Allah menurunkan ayat bahwa kesalahannya telah diampuni. Umar ra pernah juga karena sibuk suatu urusan sehingga waktu maghrib lewat. Maka setelah sholat maghrib Umar ra memerdekakan budak. Tapi kita? Semoga bisa meneladani mereka. Tillawah ditunda, sholat juga, astaghfirullah.

 Bunda kadang kalau kita menegor orang yang melakukan kesalahan kayaknya berraat. Khawatir dia tersinggung, merusak hubungan baik juga tapi kalau dibiarkan tidak nyaman hati kita?
Jawab: 
Butuh proses untuk mampu melakukan itu, menjadi orang yang baik saja tidak cukup tapi harus menjadi pribadi yang kuat. Jika tak mampu menegur... diam itu adalah pilihan kalau hati tak bisa berdamai dengan kenyataan.

 Bagaimana bisa jadi pribadi yang kuat bunda? Apakah harus dilandasi keimanan yang kokoh juga? 
Jawab : 
Betul 

 Iya saya juga pernah, memberi tahu bukan berarti saya lebih baik. Tapi malah di bilang ini dan itu, dan di sangka ngajak debat. Akhirnya saya diam. Apakah sikap diam itu salah, karena menghindari berdebatan. Dan diam itu adalah selemah-lemahnya iman. Betul tidak umi? Saya sering malu meneguuur orang (adik misalnya) yang salah. 
Jawab : 
Betul, kita hanya bisa berdoa makanya menjadi muslim juga harus kuat dan berani.

 Bunda saya orangnya idealis, ketika ada hal yang menyimpang terjadi di depan saya sudah greget duluan, kalau tidak bisa menegor, saya tatap tajam biar dia tahu kalau saya tidak suka. salah ya? 
Jawab : 
Benar, mengalah bukan berarti kalah ya 

 Kalo saya menegur atau berdebat pasti menggunakan emosi, jadi lebih baik saya diam daripada saya tidak bisa mengkontrol emosi.
Jawab : 
Saya juga kalau ketemu orang tidak benar, tidak kalah ramai mending diam. 
Tidak salah, cuma kebayang kalau yang salah aku. Tapi kita cari cara lain yang lebih halus. Kecewa itu biasa yang luar biasa itu kita mampu berlapang dada atas peristiwa yang hadir 

 Tapi untuk lapang itu yang agak sulit. Ketika kita menyampaikan benar tapi malah di anggap debat habis, gemes bun, apalagi yang jelas kewajiban ditinggal misal pas sholat jumat, kalau lagi di pasar atau di jalan pada cuek yang laki-lakinya, waduh bapak-bapak sepanjang jalan enak aja merokok, ngobrol dan tidak takut dosa ya. Kadang saya nangis juga, kok berani ya atau pas ramadhan tidak puasa. Cuek aja ngopi, saya pelototin aja.
Jawab : 

Mari kita sejenak mengingat sejarah Rasulullah saat menghadapi kaum kafir Qurays. Walau sesungguhnya Rasulullah sudah berlapang dada, meski begitu Rasulullah masih merasakan kesempitan dada. Allah menegaskan dalam QS Al Hijr 15:97. 


وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّكَ يَضِيقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُولُونَ

Dan Kami sungguh-sungguh mengetahui, bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan, (QS: Al-Hijr Ayat: 97).


Berdasarkan ayat di atas ada tiga hal yang kita lakukan untuk berlapang dada:

a. Memperbanyak dzikrullah, karena dzikrullah adalah amalan utama untuk menuju surga dan dengan dzikrullah hati menjadi tenang. 

b. Memperbanyak sujud. Dalam sebuah riwayat, Rabi'ah bin Ka'ab Al Islami berkata,"Aku menginap di rumah Rasulullah untuk melayani wudhu dan semua kebutuhannya,"Lalu beliau bersabda,"Mintalah sesuatu kepadaku!"Aku berkata,"Aku memohon agar bisa bersamamu di surga." Beliau bersabda,"Apakah tidak ada yang lain?" Aku menjawab,"itu saja." Lalu beliau bersabda,"untuk itu, bantulah aku dengan memperbanyak sujud." 
c. Menjadikan semua aktivitas hidup dalam kerangka aktivitas kita kepada Allah. 

Kita tutup dengan do'a kafaratul majelis...

Doa Kafaratul Majelis

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Semoga bermanfaat.

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

=====================================================================
Kajian Online WA Hamba الله SWT
Selasa, Juli 2014
Narasumber : Ustadzah Rochma Yulika
Rekapan Grup HA 6
(Retno)

Saya akan teruskan materi tarbiyah ruhiyah yang beberapa saat yang lalu
Tapi pagi ini kita mengupas tentang besarnya mafaat dari air mata kita
Beberapa Keutamaan Menangis karena Takut Kepada Allah :
1. Mereka di bawah naungan Allah ketika hari kiamat.
2. Terbebas dari azab Allah
Imam Turmudzi meriwayatkan dari Ibnu Abbas, beliau berkata, saya mendengar Rasulullah Saw bersabda:
"Dua jenis mata yang tidak. disentuh oleh api neraka, mereka yang menangis karen takut kepada Allah dan mata yang piket malam di sabilillah."
3. Mereka berada dalam limpahan cinta kasih Ilahi
Imam Turmudzi meriwayatkan dari Abu Umamah, dari nabi saw bersabda: "Tidak ada yg lebih dicintai Allah dari dua tetes dan dua bekas; tetes-tetes air mata karena takut kepada Allah dan tetes-tetes darah yang tertumpah fi sabilillah. Dua bekas tersebut adalah bekas berjihad di jalan Allah dan bekas dalam kewajiban yang Allah wajibkan (shalat berjamaah)"
4. Mereka berada dalam ampunan dan maghfirah Nya
Ibnu Hibban dan al Baihaqi meriwayatkan dari Ibnu Abbas, beliau berkata, Rasulullah bersabda: "Apabila hamba merinding karena takur kepada Allah maka dosa-dosanya berguguran bagai bergugurannya dedaunan dari pohon yang kering"

TENTANG AIR MATA......
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Ada dua buah mata yang tidak akan tersentuh api neraka; mata yang menangis karena merasa takut kepada Allah, dan mata yang berjaga-jaga di malam hari karena menjaga pertahanan kaum muslimin dalam [jihad] di jalan Allah.” (HR. Tirmidzi [1639], disahihkan Syaikh al-Albani dalam Sahih Sunan at-Tirmidzi [1338]).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada yang lebih dicintai oleh Allah selain dua jenis tetesan air dan dua bekas [pada tubuh]; yaitu tetesan air mata karena perasaan takut kepada Allah, dan tetesan darah yang mengalir karena berjuang [berjihad] di jalan Allah. Adapun dua bekas itu adalah; bekas/luka pada tubuh yang terjadi akibat bertempur di jalan Allah dan bekas pada tubuh yang terjadi karena mengerjakan salah satu kewajiban yang diberikan oleh Allah.” (HR. Tirmidzi [1669] disahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Sahih Sunan at-Tirmidzi [1363])

Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhuma mengatakan, “Sungguh, menangis karena takut kepada Allah itu jauh lebih aku sukai daripada berinfak uang seribu dinar!”.
Ka’ab bin al-Ahbar rahimahullah mengatakan, “Sesungguhnya mengalirnya air mataku sehingga membasahi kedua pipiku karena takut kepada Allah itu lebih aku sukai daripada aku berinfak emas yang besarnya seukuran tubuhku.
Inilah wujud keimanan kita kepada Allah
apakah tubuh kita akan bergetar kala mengingatNya... dan apakah mampu meneteskan air mata jk mengingat betapa pedih siksa Nya jika kita lalai.....
Mampukan kita berdoa penuh khauf dan raja' pd Nya?
Pernahkah kita menangis karena besarnya cinta kita pd Nya? atau kita sekedar menangisi urusan dunia kita yg fana...
Astaghfirullah.....

Tangisan itu ada 2: Yakni tangisan terpuji dan tangisan tercela
Tangisan terpuji itu hadir untuk melembutkan hati kita, untuk mampu menghadirkan cinta kita pd Nya. Tangisan karena takut kpd Allah. adapun tangisan tercela adalah tangisan krn ada sesuatu yg tak mengenakkan kita, tangisan masa lalu yg tak menyenangkan. Tangisan krn sekedar hal yg fana
Kapan kita bisa menangis?
Mungkin kala diri kita mendapat sikap yg sinis
Mengapa kita menangis?
Mungkin kala hati kita serasa teriris-iris
Bolehkah kita menangis?
Abu Abdirrahman Ra dengan bijak mengatakan "Tangis yg dibenarkan ialah jk berasal dari suara hati krn dorongan iman, lalu diwujudkan dengan tindakan"
Menangislah hai sahabat...
Karena takut akan ajal mendekat
Karena takut Allah akan melaknat
Bila tiada henti dan jera kita bermaksiat
Terpekur diri sambil menghitung hari
Tanpa terasa semua seperti mimpi
Waktu berlalu hari demi hari
Hanya berkawan sepi, bersahabat sunyi
Berbenah diri menjadi kewajiban
Jaga diri dari bujuk rayu syaitan
Jaga hati tuk jdkan jiwa ttp beriman
Jaga pekerti agar mjd tauladan bagi insan.
Tetaplah berjuang hingga akhir Usia
Rela berkorban demi Allah semata
Jangan pernah ragu atau bimbang dirasa
Yakinlah kelak akan Hidup Mulia
Selamat berjuang sahabat Surgaku...
@rochma_yulika#untukmuslimahyangtakpernahlelahberdakwah@Proumedia

Ada kisah yg membuatku ikut meneteskan air mata
Betapa Agung kuasa Nya
Dan Rasulullah adalah manusia yg paling mulia
Hari itu langkah kaki rasulullah tertuju ke masjid. sampai di masjid Rasulullah sengaja memerintahkan Ibnu mas'ud ra membaca Al Quran. Tercengang Ibnu Mas'ud. apakah aku hrs membacanya wahai rasulullah. Rasul menjawab iya...
Lalu ibnu mas'ud membaca surat an Nisa sampe ayat 4Ibnu Mas'ud terperanjat. sejenk melirik rasulullah. didapatinya beliau terisak2 menangis hingga janggutnya basah. Terdengar Rasulullah bergumam kala itu, "Benar, Tuhanku. Aku bersaksi untuk mereka yg berada di tengah2 ku skrg. Bgaimana aku bersaksi pada mereka yg tdk aku saksikan?"
Dan kita? apakah mampu menangis kl kita sedang bercengkerama dg Nya
Mari kita lembutkan jiwa kita dg menangis krn besarnya cinta kita pd Rabb kita....

Do'a Kafaratul Majelis
 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post