Ketik Materi yang anda cari !!

TAUHID

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, June 18, 2014

Kajian Online WA Hamba  اللَّهِ SWT

Selasa, 17 Juni 2014
Narasumber : Ust. Dodi Kristono
Rekapan Grup HA 7 (Pristia dan Tuwuh)

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Kita bahas tauhid yaaa 
Dimanakah  اللّهُ ...?
1.
2. Hati
3. Arsy
4. Di orang-orang Beriman
5. ....?

Bagaimana dengan ayat Al Quran yang katanya dekat dengan urat leher kita...?
Dimanakah Allah...?
Semua Ulama Salaf bersepakat  اللّهُ  berada di atas seluruh langit ciptaan-Nya. Dia bersemayam (tinggi) di atas ‘Arsy, terpisah dari makhluk-Nya; tidak terdapat sedikit pun unsur Dzat-Nya di dalam makhluk-Nya, begitu pula, tidak terdapat sedikit pun unsur makhluk-Nya di dalam Dzat-Nya.
Adapun firman  اللّهُ:

(وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ )(الحديد: من الآية4)
Artinya: “Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.” (Qs. 57: 4)

Maka maksudnya adalah  اللّهُ  bersama kita dengan ilmu-Nya bukan Dzat-Nya. Karena dalil-dalil shahih yang banyak menunjukkan bahwa Allah berada di atas. Oleh karena itu, kalau kita amati keseluruhan ayat lebih cermat maka kita akan tahu bahwa maksudnya adalah kebersamaan ilmu bukan kebersamaan dzat.
Jadi yang DIMANA-MANA Itu adalah  →  ILMU Nya.
Sifat istiwa’ adalah salah satu sifat  اللّهُ  yang telah  اللّهُ  Ta’ala tetapkan untuk diriNya dalam tujuh ayat Al-Quran, yaitu Surat Al-A’raf: 54, Yunus: 3, Ar-Ra’d: 2, Al-Furqan: 59, As-Sajdah: 4 dan Al-Hadid: 4, semuanya dengan lafazh:
ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ
Artinya:
“Kemudian Dia berada di atas ‘Arsy (singgasana).”

Dan dalam Surat Thaha 5 dengan lafazh:
الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى
Artinya:
“Yang Maha Penyayang di atas ‘Arsy (singgasana) berada.”

Rasulullah صلى الله عليه وسلم  juga telah menetapkan sifat ini untuk  اللّهُ  dalam beberapa hadits, diantaranya adalah :
Hadits Abu Hurairah rodiallahu’anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah bersabda:

لَمَّا قَضَى اللَّهُ الْخَلْقَ كَتَبَ فِي كِتَابِهِ -فَهُوَ عِنْدَهُ فَوْقَ الْعَرْشِ- إِنَّ رَحْمَتِي غَلَبَتْ غَضَبِي
“Ketika  اللّهُ  menciptakan makhluk (maksudnya menciptakan jenis makhluk), Dia menuliskan di kitab-Nya (Al-Lauh Al-Mahfuzh) – dan kitab itu bersama-Nya di atas ‘Arsy (singgasana) – : “Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan kemarahan-Ku.” 
(HR. Al-Bukhari dan Muslim).


والله أعلم بالصواب

TANYA DAN JAWAB: 

Bagaimana cara menjelaskan versi anak-anak? 
Jawab: 
Mereka masih tahapan opersional konkret. Nak, Tuhan itu Yang Menciptakan langit, bintang, bumi, sungai, batu, burung, cicak, kucing, dan semuanya. Tuhan juga menciptakan ayah, ibu, kakak, juga kamu. Tuhan didalam agama kita adalah  اللّهُ , tidak ada Tuhan selain  اللّهُ. 
Mungkin kamu sering mendengar nama Tuhan-Tuhan lain, tapi Tuhan-Tuhan yang kamu dengar itu tidak mampu menciptakan seperti  اللّهُ ciptakan.
Banyak Tuhan juga yang kamu dengar di agama lain. Tapi Tuhan yang benar adalah cuma 1 diantara yang lain yaitu  اللّهُ .
Cuma  اللّهُ lah yang mempunyai kemampuan untuk melihat tingkah laku manusia dimanapun Manusia berada.
Maka dari itu ya Nak,  اللّهُ itu diatas. Dia Maha Mengetahui, Dia Maha Melihat dari nan jauh di atas sana atas apa yang kita perbuat sekecil apapun di dunia ini. Dan proses yang menciptakan pasti berbeda dengan yang diciptakan Nak.

Contoh : Tukang kayu menciptakan Meja, pasti ya Mejanya kan tidak sama kayak tukang kayu.
Contoh lagi  →  Kamu kan sering main Lego, kami ciptain robot dan manusia-manusia kecilnya, lebih ganteng mana kamu saya lego tersebut...? Lebih halus mana kulit kamu dengan kulit lego tersebut...?
Artinya yang menciptakan pasti berbeda dan jauh lebih sempurna yaaa Nak.

 Ada kalimat "Allah di atas" nanti dia tanya di awan? diplanet mana bunda? 
Bagaimana pak ustad, soalnya saya waktu kecil sering membayangkan seperti itu.. Karena orang tua bilang Allah di atas.
Jawab :
اللّهُ itu diatas langit yang sangat luas. Karena  اللّهُ itu BESAR, makanya Dia berada di atas, dan saking BESAR nya, Dia bisa melihat apa yang kita kerjalan di bumi ini Nak.

اللّهُ itu lebih ganteng dari laki-laki dan اللّهُ itu lebih cantik dari perempuan.... 
Jadi  اللّهُ itu Maha Sempurna.
Kelak ketika kamu masuk Surga Nak.... Kamu pasti akan tertegun ketika melihat  اللّهُ  .
Nanti ajak Mama ya Nak, jika kamu mau lihat  اللّهُ di surga (ingaaat... Amalan anak yang sholeh tidak akan terputus pahalanya dan mengalir terus ke orang tuanya walaupun orang tuanya sudah meninggal).

■ Allah  maha  tahu jadi tidak ada yang di sembunyikan  dari  semua yang pernah kita lakukan. Apakah jika  masih mempunyai rasa takut berarti kita  masih punya Iman ..?? Lihatlah perbandingan bumi dengan planet lainnya.... Kecillllllllll sekali. Pak ...sering kita dengar kuatkan  Iman  mu, tabahkan hatimu, tapi pada dasarnya memang sangat sulit. Adakah Amalan  / tips yang bisa agar kita lebih bisa berbuat seperti yang di Atas ..terutama saat  terkena musibah?
Jawab:
Iman, Sabar, Ikhlas akan terbentuk juga dari sisi luar (ada kontribusi dari eksternal), maka dari itu banyak sekali perintah-perintah untuk :
1. Berkumpul dengan orang-orangsoleh
2. Memperbanyak amalan amalan sunnah 
3. Memaksa mengikuti kajian-kajian yang sifatnya Rutin.
4. Dlsbnya.

Kondisi eksternal inilah yang akan membantu menguatkan kita, dikala kita menerima musibah
والله أعلم بالصواب
 Bagaimana kita tahu bahwa Allah mengampuni taubat kita?
Trus bagaimana mengatasi orang yang putus asa.. Merasa lelah menjalani hidup yang terus diuji tanpa henti?
Jawab: 
1. Pada saat kita Taubat, maka hal yang harus kita lakukan adalah : 
- Sholat
- Bersungguh-bersungguh tidak diulangi
- BERBAIK SANGKA kepada  اللّهُ Bahwa Taubat Kita diterima. 
- Memperbanyak amalan-amalan Sunnah

2. Jika ada yang berputus asa karena banyaknya ujian, hibur yang bersangkutan dengan kalimat-kalimat pembangkit, contoh  →   اللّهُ itu sayaaaang bangeeet sama kamu, karena itu Dia senang mendengar Permohonan dan Doa kamu. Kalau  اللّهُ kabulkan permohonan kamu dalam waktu cepat, justru nanti kamu berubah sikap dalam berdoa.... Percayalah, sampai titik tertentu, dimana menurut  اللّهُ kamu sudah bisa istiqomah, in shaa  اللّهُ akan dikabulkan.

 Bagaimana dengan niat untuk memulai sesuatu? 
Terkadang untuk memulai atau mengerjakan sesuatu itu berat banget,  tapi ketika sekali dikerjakan tidak berhenti-henti  mengerjakannya, namun dirasakan sulit untuk memulainya?
Terus bagaimana cara mengatasi kekufuran ustadz?
Jawab:
Memulai sesuatu dalam hal apapun memang sangat berat, seperti kita mengayuh sepeda di ayuhan yang pertama, tetapi ayuhan berikutnya jauh lebih ringan.
Dan kita selalu berlindung dibalik kata butuhnya MOTIVASI untuk melakukan sesuatu. Menurut saya ini tidak PAS.
Bukan MOTIVASI yang dibutuhkan pertama kali, tetapi adalah MOTIVPAKSA (motif paksa), agar nanti menjadi kebiasaan atau habits dan memepermudah Ibadah lanjutannya.

Jika sedang kufur, maka segera balikkan keadaaan dengan melakukan HAL-HAL POSITIF yang kita sukai dahulu, agar merubah MOOD kita, misal  →  Yang suka olahraga, lakukan dulu secara maksimal dlsbnya.
Jika MOOD terbentuk maka akan mudah mengembalikan posisi Ibadah kita
والله أعلم بالصواب

 Ustadz, bukankah kalau kita sedekah, Allah akan melipat gandakan yang kita sedekahkan ya? Tapi mengapa kok semakin saya sedekah, dirasakan malah ada saja pengeluaran yang mendadak?
Jawab:
Karena kita berharap, pikiran kita jadi tidak bersih.
Mengeluarkan sedekah untuk mendapatkan sesuatu.

Disini kenapa banyak konsep sedekah tidak semanjur seperti yang beberapa ustad lain sebutkan. Karena mindset kita masih ingin mendapatkan feedback atas sedekah yang kita keluarkan, niatnya sedekah jadi melenceng bukan karena اللّهُ Ta'ala.

Doa Kafaratul Majelis:

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Semoga bermanfaat.

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post