Ketik Materi yang anda cari !!

Home » , » ISTIGFAR DAN TAUBAT SEORANG HAMBA

ISTIGFAR DAN TAUBAT SEORANG HAMBA

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Friday, June 27, 2014

Kajian Online WA Hamba اللَّهِ SWT

Jum’at, 26 Juni 2014
Narasumber : Ustzh. Rochma Yulika
Rekapan Grup HA1 (Eka)
Editor: Nofita

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Saya awali dengan sayyidul istighfar semoga Allah berkenan memaafkan kesalahan kami dan meridhai pertemuan kita kali ini. Jazakillah kakak telah diperkenankan berbagi di grup Hamba Allah ini.

للَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ ال

للَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

Kita mulai hari kita dengan ISTIGHFAR... Bukan sekedar untuk kesalahan-kesalahan yang kita perbuat. Namun ISTIGHFAR juga untuk menyempurnakan amal-amal kita. Sekarang inilah saatnya kita merenungkan, seberapa banyak kebaikan yang telah kita tebar?
Begitu pula saatnya kita merenungkan seberapa banyak kemaksiatan yang telah kita perbuat? 
Apakah kita sedang berseteru dengan saudara kita?
Apakah kita sedang sibuk mencaci orang-orang dekat kita serta mencari kesalahan mereka tanpa mengevaluasi kesalahan diri kita?
Apakah kita sedang menjadi pengikut iblis sang durjana, dengan melepaskan begitu saja hawa nafsu kita?
Apakah kita juga lebih suka terlelap daripada terjaga untuk tunduk dan bersujud pada Nya?
Seberapa sering kaki kita terayun untuk melangkah di jalan kebaikan?
Tanyakan pada hati kita yang paling dalam apa saja yang sudah kita perbuat. 
Saatnya kita berbenah...

Astaghfirullah al'adhim. 
Ampuni kami Ya Rabbi...
Semoga apa saja yg terjadi bisa menjadi hikmah kebaikan bagi kami. Aamiin
Selamat berjuang sahabat Surgaku...

@rochma_yulika#untukmuslimahyangtakpernahlelahberdakwah@Proumedia

Ber-Istighfarlah Maka Rezeki Akan Mudah
Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم bersabda, "Barangsiapa membiasakan diri ber-Istighfar, maka اَللّهُ akan memberinya jalan keluar setiap kali ia mengalami kesempitan, dan memberinya hiburan setiap kali ia dirundung kesedihan, dan memberinya rezeqi dari arah yang tidak diduga" (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad)

Teringat Ali ra nasehatin: "sebaik-baiknya kalian adalah setiap orang yang diuji (dengan dosa) lagi taubat." Ditanya 'jika ia mengulangi lagi?' Ia menjawab 'ia beristighfar kepada Allah dan bertaubat. Ditanya lagi jika ia kembali berbuat dosa?' Ia menjawab 'ia beristighfar kepada Allah dan bertaubat. 'Ditanya. 'Sampai kapan?' Dia menjawab, ' sampai setan berputus asa."

Orang tidak masuk surga sekedar dengan amal. Tapi manusia masuk surga karena rahmat dan ampunan Nya. Orang akan mendapat ampunan apabila:

1. Menyadari kesalahannya
2. Beristighfar
3. Bertaubat nashuha
4. Beramal shalih terus-menerus

Istighfar itu sebuah penyadaran diri seorang hamba atas segala apa yang telah diperbuat dan itu dianggap sebagai sebuah kesalahan. Istighfar itu sebuah penyadaran diri seorang hamba atas segala apa yang telah diperbuat dan itu dianggap sebagai sebuah kesalahan.


TANYA DAN JAWAB:

■ Saat kita telah melakukan dosa apa dengan istigfar sudah bisa dibilang kita mengakui dosa kita?
Jawab:
Tergantung kesalahan yang kita perbuat, dan istighfar itu bukan sekedar terucapkan tapi punya efek pada penyadaran diri.

Tanggapan:
Begitu ya.. Terus misal ada yang berbuat zina, lantas bagaimana cara kita bertaubat dan banyak beristighfar serta memperbaiki diri terus menerus?
Jawab:
kalau seperti itu harus melakukan sholat taubat.

Buya Hamka Sepeninggal Istrinya

Setelah aku perhatikan bagaimana Ayah mengatasi duka lara sepeninggal Ummi, baru aku mulai bisa menyimak. Bila sedang sendiri, Ayah selalu kudengar bersenandung dengan suara yang hampir tidak terdengar. Menyenandungkan ”kaba”.

Jika tidak Ayah menghabiskan 5-6 jam hanya untuk membaca Al Quran. Dalam kuatnya Ayah membaca Al Quran, suatu kali pernah aku tanyakan. “Ayah, kuat sekali Ayah membaca Al Quran?” tanyaku kepada Ayah. “Kau tahu Irfan. Ayah dan Ummi telah berpuluh-puluh tahun lamanya hidup bersama. Tidak mudah bagi Ayah melupakan kebaikan Ummi. Itulah sebabnya bila datang ingatan Ayah terhadap Ummi, Ayah mengenangnya dengan bersenandung. Namun, bila ingatan Ayah kepada Ummi itu muncul begitu kuat, Ayah lalu segera mengambil air wudhu. Ayah shalat Taubat dua rakaat. Kemudian Ayah mengaji. Ayah berupaya mengalihkannya dan memusatkan pikiran dan kecintaan Ayah semata-mata kepada Allah,” jawab Ayah.

“Mengapa Ayah sampai harus melakukan shalat Taubat?” tanyaku lagi. “Ayah takut, kecintaan Ayah kepada Ummi melebihi kecintaan Ayah kepada Allah. Itulah mengapa Ayah shalat Taubat terlebih dahulu,” jawab Ayah lagi.

Sumber: Ayah karangan Irfan Hamka (hal 212-213)


Kisah HAMKA

Pernah selintas aku baca kisah Allahu yarham. Semoga Allah merahmatinya. Beliau biasa disebut dengan panggilan HAMKA. Tak diragukan keshalihannya lantaran kisahnya yang menyejarah. Mendapati kebiasaanya shalat TAUBAT setiap hari. Terlintas tanya mengapa beliau selalu shalat TAUBAT sementara banyak orang tahu tentang keshalihannya. 

Dalam sebuah percakapan, "wahai Abah, mengapa Abah selalu sholat Taubat, sementara kita tahu Abah adalah orang yang shalih dan taat beragama?"

Beliau menjawab, "Abah selalu shalat Taubat karena Abah takut jika dalam kehidupan sehari-hari cinta Abah kepada Ummi melebihi cinta Abah pada Allah, maka Abah selalu shalat Taubat."

سُبْحَانَ اللّه ​​اَللّهُ اَكْبَرُ.

■ Sholat Taubat itu bagaimana ustadzah, niat dan bacaannya?
Jawab:
Sholat taubat boleh dilakukan kapan saja. Tapi lebih utama jika dilakukan bersamaan dengan Qiyamul Lail, ada surat khusus yakni  Al Qurays dan Al Ikhlas tapi ada yang membebaskan. 

Dari Abu Musa al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu dari nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa salam bahwasanya beliau biasa membaca doa berikut:

«اللهُمَّ اغْفِرْ لِي خَطِيئَتِي وَجَهْلِي، وَإِسْرَافِي فِي أَمْرِي، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، اللهُمَّ اغْفِرْ لِي جِدِّي وَهَزْلِي، وَخَطَئِي وَعَمْدِي، وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِي، اللهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ»

Ya Allah, ampunilah kesalahanku, ketidaktahuanku dan sikapku yang berlebihan dalam urusan-urusanku, serta dosa-dosa lainnya yang Engkau lebih mengetahuinya daripada aku.
Ya Allah, ampunilah dosa yang aku lakukan dalam kondisi bersungguh-sungguh dan kondisi bersendau gurau, kekeliruanku dan kesengajaanku dan semua kesalahan itu berasal dari diriku sendiri.
Ya Allah, ampunilah dosa yang telah aku lakukan pada masa lalu dan dosa yang aku lakukan pada masa belakangan, dosa yang aku sembunyikan dan dosa yang aku lakukan secara terang-terangan, serta dosa-dosa lainnya yang Engkau lebih mengetahuinya daripada aku.
Engkau Maha Mendahulukan dan Engkau Maha Mengakhirkan, dan Engkau Maha Berkuasa atas segala sesuatu (HR. Bukhari no. 6398 dan Muslim no. 2719)

■ Selama berapa lama ustadzah?
Jawab:
Sekali boleh, lebih boleh, tiap hari pun boleh, bahkan kadang disela-sela tahajud saya kadang sholat taubat.
Karena bisa jadi ada khilaf yang tak disangka.

Tanggapan :
Berarti kapan saja bisa ya ustadzah solat taubat.
Jawab:
Bisa lebih utama ketika sepertiga malam.

■ Kalau saya sebelum sholat fardhu biasanya sholat tobat dulu ustadzah. Apa lebih baik sesudah sholat fardhu ya?
Jawab:
Boleh saja.

■ Istighfar apakah juga bisa untuk mengabulkan doa?
Jawab:
Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم bersabda, "Barangsiapa membiasakan diri ber-Istighfar, maka اَللّهُ akan memberinya jalan keluar setiap kali ia mengalami kesempitan, dan memberinya hiburan setiap kali ia dirundung kesedihan, dan memberinya rezeqi dari arah yg tidak diduga" (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad)

Seseorang mendatangi sahabat Ibnu Abbas رضي الله عنـه (sepupu Rasulullah) dan berkata, "Do'akan agar aku punya anak !". Beliau رضي الله عنـه menjawab, "Biasakanlah ber-Istighfar !"
Datang orang lain yang berkata, "Do'akan agar aku kaya !" Beliau رضي الله عنـه menjawab, "Biasakanlah ber-Istighfar !".
Datang lagi orang lain yg berkata, "Do'akan agar turun hujan !". Beliau رضي الله عنـه menjawab, "Biasakanlah ber-Istighfar !"

■ Assalamualaikum ustadzah, untuk memperbanyak istigfar, bagamana caranya ya dan membiasakan membacanya di sela aktivitas? kadang kalau lagi inget baca, lupa dan lama lupanya, baru baca lagi.
Jawab:
Semua hal yang baik butuh dibiasakan, sambil perjalanan, naik motor naik mobil, kapan saja.
Karena Hasan Al Bisri mengatakan terkadang kesulitan yang dihadapi manusia lantaran kesalahan yang ia perbuat maka perbanyaklah istighfar.

■ Satu lagi ustadzah, istighfarkan salah satu dari sekian banyak bacaan dzikir pada Allah, yang mana yang harus LEBIH diperbanyak istigfar atau subhanallah walhamdulillah dan seterusnya.
Jawab:
Semua punya porsi yang sama. Mungkin tergantung momen. Tapi kalau istighfar itu punya nilai khusus yang berkaitan dengan kesalahan kita sebagai manusia. Kalau syukur itu dengan hamdalah. Seseorang yang melakukan dosa beberapa kali dan ia bertaubat, Allah pun akan mengampuninya.

Sebagaimana disebutkan pula dalam hadits lainnya, dari Abu Huroiroh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang diceritakan dari Rabbnya ‘azza wa jalla,

أَذْنَبَ عَبْدٌ ذَنْبًا فَقَالَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى ذَنْبِى. فَقَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَذْنَبَ عَبْدِى ذَنْبًا فَعَلِمَ أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِالذَّنْبِ. ثُمَّ عَادَ فَأَذْنَبَ فَقَالَ أَىْ رَبِّ اغْفِرْ لِى ذَنْبِى. فَقَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَبْدِى أَذْنَبَ ذَنْبًا فَعَلِمَ أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِالذَّنْبِ. ثُمَّ عَادَ فَأَذْنَبَ فَقَالَ أَىْ رَبِّ اغْفِرْ لِى ذَنْبِى. فَقَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَذْنَبَ عَبْدِى ذَنْبًا فَعَلِمَ أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِالذَّنْبِ وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَقَدْ غَفَرْتُ لَكَ
“Ada seorang hamba yang berbuat dosa lalu dia mengatakan ‘Allahummagfirliy dzanbiy’ [Ya Allah, ampunilah dosaku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa’. (Maka Allah mengampuni dosanya), kemudian hamba tersebut mengulangi lagi berbuat dosa, lalu dia mengatakan, ‘Ay robbi agfirli dzanbiy’ [Wahai Rabb, ampunilah dosaku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa’. (Maka Allah mengampuni dosanya), kemudian hamba tersebut mengulangi lagi berbuat dosa, lalu dia mengatakan, ‘Ay robbi agfirli dzanbiy’ [Wahai Rabb, ampunilah dosaku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa. Beramallah sesukamu, sungguh engkau telah diampuni.” An Nawawi dalam Syarh Muslim mengatakan bahwa yang dimaksudkan dengan ‘beramallah sesukamu’ adalah selama engkau berbuat dosa lalu bertaubat, maka Allah akan mengampunimu.

An Nawawi mengatakan, ”Seandainya seseorang berulang kali melakukan dosa hingga 100 kali, 1000 kali atau lebih, lalu ia bertaubat setiap kali berbuat dosa, maka pasti Allah akan menerima taubatnya setiap kali ia bertaubat, dosa-dosanya pun akan gugur. Seandainya ia bertaubat dengan sekali taubat saja setelah ia melakukan semua dosa tadi, taubatnya pun sah.”

Ya Allah... Aku ingin bertaubat
Lelah diri berbuat maksiat
Hingga jiwa seolah berkarat

Ya Rabb... Aku menyesal
Akan dosa-dosa yang membuatku terjungkal
Buat noda di hati semakin menebal

Ya Ilahi... Tolong buatku sadar
Dari alpa yang telah kuumbar
Agar asaku takkan memudar

Ya Rahman... Kuharap Limpahan kasih sayang Mu 
Tuk mudahkan langkah-langkah kebaikanku
Meneguhkan hati tuk berjuang di jalan Mu

Ya Rahiim... Kuberharap kebaikan di akhir hayat ini
Jalankan amanah tak kenal henti
Sampai pada perjumpaan dg Ilahi Rabbi..

~Rochma Yulika~

Doa Kafaratul Majelis

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Semoga bermanfaat.

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post