Ampunan Allah

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Saturday, July 5, 2014

Kajian Online WA Hamba اللَّهِ SWT (HA 2 Ummi)
 
Hari / Tanggal : Jumat, 4 Juli 2014 / 6 Ramadhan 1435 H
Materi :  Ampunan Allah
Nara sumber : Ustadz Dodo Sunaly
 
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ.

Salah satu kenapa Ramadhan begitu dinanti adalah karena dalam bulan Ramadhan begitu lebar pintu ampunan Allahu Ta’ala dibuka. Banyak aktifitas ibadah kita selama berlangsungnya festival Ramadhan yang berujung pada dihapuskannya dosa serta kesalahan kita. Paling tidak ada dua kemungkinan kenapa di bulan Ramadhan Allahu Ta’ala “mengobral” ampunan.



Umur ummat Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam yang jauh lebih pendek dari ummat-ummat nabi lainnya, Sehingga kesempatan memohon ampun jauh lebih sempit. Bulan Ramadhan adalah bulan sabar. Selama sebulan penuh kita ditempa dan dilatih kesabaran. Sedangkan pahala bagi yang bersabar itu dicukupkan tanpa batas.
 
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ
 
"Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala tanpa batas."  (az-Zumar/39 : 10)
 
Ampunan Allahu Ta’ala menurut pakar tafsir Al Ashfahani adalah anugerah Allahu Ta’ala yang tiada tara kepada ummat manusia. Kenapa?
Karena tanpa ampunan-Nya setiap orang pasti akan merasakan siksa dan adzab-Nya. Karena tiap manusia, siapapun dia, tidak akan pernah lepas dari dosa dan kesalahan. Tidak heran berkali-kali Allahu Ta’ala menyeru kita semua untuk senantiasa menggapai maghfirah Allahu Ta’ala bahkan diminta bergegas dan berlomba.
 
"Maka aku katakan kepada mereka: "Mohonlah ampun kepada Rabb-mu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun". (Nuh [71]:10)
 
"Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (An-Nisa' [4]: 110)
 
“Katakanlah, wahai para hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri-diri mereka sendiri, janganlah kalian putus asa terhadap rahmat dari Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni seluruh dosa, sungguh Dialah Dzat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Az Zumar [35] : 53).
 
Bersegeralah menuju ampunan dari Rabb kalian dan menuju surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang dipersiapkan bagi orang-orang yang beriman” (Ali ‘Imran/3 : 133).
 
“Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Rabb-mu” (Al Hadid/57: 21)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai pribadi yang maksum tetap saja beliau banyak beristighfar, “Demi Allah, sesungguhnya aku meminta ampun kepada Allah dan aku bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari 70 kali” (Bukhari dari Sahabat Abu Hurairah).
Para sahabat juga banyak diceritakan Al Qur’an mereka beristighfar ketika malam hari di waktu banyak orang teridur lelap.
 
“…dan yang memohon ampun di waktu sahur” (Ali ‘Imran/3 : 13).
 
“Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar” (Adz Dzariyat/51 : 17-18).
 
Lantas di manakah diri kita dalam Ramadhan kali ini? Sudahkah kita bergegas menggapai ampunan Allahu Ta’ala? Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam mewanti-wanti kita :
 
رَغِمَ أَنْفُ عَبْدٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ
 
"Celaka seorang yang didatangi oleh Ramadhan (lalu Ramadhan berlalu), namun (dia) tidak mendapatkan ampunan” (Ibnu Khuzaimah, Ahmad, Baihaqiy dan dishahihkan oleh Albaniy).
Wallahu a’lam !
 
RANGKUMAN JAWABAN
DARI BEBERAPA PERTANYAAN :
كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ
"Setiap anak Adam pernah berbuat salah, dan sebaik-baiknya orang yang berbuat salah adalah orang yang bersegera bertaubat." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
 
Manusia adalah makhluk yang unik, mereka bukan malaikat yang hidupnya senantiasa melaksanakan ibadah dan selalu mengerjakan ketaatan, namun juga bukan syetan yang senantiasa berbuat jahat dan kerusakan. Manusia adalah makhluk yang cenderung berbuat ketaatan, dan pada saat yang lain mudah pula berbuat kemaksiatan.
 
Setiap manusia memiliki potensi untuk berbuat salah atau pun dosa, tidak seorang muslim pun yang berani mengklaim bahwa dirinya bersih dari segala dosa, nista dan cela. Tidak ada yang ma'shum (terbebas dari dosa) di dunia ini.
Salah satu bukti kasih sayang Allahu Ta’ala kepada hamba-Nya, yakni membuka pintu ampunan dan taubat bagi seluruh hamba-Nya seberapa pun besarnya dosa yang dilakukan hamba.
 
“Katakanlah, wahai para hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri-diri mereka sendiri, janganlah kalian putus asa terhadap rahmat dari Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni seluruh dosa, sungguh Dialah Dzat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Az Zumar /35 : 53).
 
Allahu Ta’ala mengampuni setiap dosa seorang hamba, jika hamba tersebut bertaubat kepada Allah, dengan taubat yang hakiki. Bahkan, Allahu Ta’ala mengampuni dosa yang paling besar sekalipun, yaitu dosa syirik, selama orang tersebut ikhlas bertaubat kepada Allah. Bukankah para Sahabat radhiyallahu ‘anhum, dahulunya adalah orang-orang yang tenggelam dalam lumpur kemusyrikan, tenggelam dalam kubangan dosa dan kemaksiatan. Namun, dengan sebab taubat mereka Allahu Ta’ala pun mengangkat kedudukan mereka.
 
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam, bersabda dalam hadits qudsy, Allahu Ta’ala berfirman: “Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya kalian berbuat dosa di siang dan malam hari, dan Aku akan mengampuni seluruh dosa, maka minta ampunlah kepada-Ku, niscaya akan Aku ampuni dosa-dosa kalian” (HR. Muslim).
Wallahu a’lam

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Artikel Baru