Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

Kajian Islam - Makna Ilah oleh Ustdz. Fibria

Kajian Online WA Hamba الله SWT (HA 02 Ummi)

Hari / Tanggal : Jumat, 18 Juli 2014 / 19 Ramadhan 1435 H
Materi : Kajian Islam - Makna Ilah
Narasumber : Ustadzah Fibria Conytin



Assalamualaikum wrwb. 
“Alhamdulillahi nasta’iinuhu wanastagh firuhu wana’uudzubillaahi min syuruuri anfusinaa waminsayyi ati a’ maalinaa man yahdihillahu falaa mudhilla lahu waman yudhlil falaa haadiya lahu, asyhadu anlaa ilaha illallaahu wah dahulaa syariikalahu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhuu warasuuluhu la nabiya ba’da.”.

Artinya:
Segala puji milik Allah. Kami memohon pertolongan-Nya dan mohon ampun kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kami dan keburukan amal kami. Barang siapa yang diberi petunjuk Allah maka tidak ada siapapun yang dapat menyesatkannya dan barang siapa yang disesatkan Allah maka tidak ada siapapun yang dapat memberikannya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, aku mengesakan-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya, tidak ada nabi setelah Dia.

Akhwat fillah perkenankan kajian kali ini dg tema "Makna Ilah"
Kita tentu sebagai muslim sdh tahu rukun islam yg pertama yaitu syahadatain yaitu mengikrarkan Laa ilaha ilallah

Kalimat Laa ilaha illallah tidak mungkin kita pahami kecuali dengan memahami terlebih dahulu makna ilah yang berasal dari ‘aliha’ yang memiliki berbagai macam pengertian. Dengan memahaminya kita akan mengetahui motif-motif manusia mengilahkan sesuatu.
1. Aliha Ada empat makna utama dari aliha yaitu sakana ilahi, istijaara bihi, asy syauqu ilaihi dan wull’a bihi. 
a. Sakana ilaihi (mereka tenteram kepadanya), yaitu ketika ilah tersebut diingat-ingat olehnya, ia merasa senang dan manakala mendengar namanya disebut atau dipuji orang ia merasa tenteram.

ﺇِﻥَّ ٱﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻻَ ﻳَﺮْﺟُﻮﻥَ ﻟِﻘَﺎٓءَﻧَﺎ ﻭَﺭَﺿُﻮا۟ ﺑِﭑﻟْﺤَﻴَﻮٰﺓِ ٱﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَٱﻃْﻤَﺄَﻧُّﻮا۟ ﺑِﻬَﺎ ﻭَٱﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻫُﻢْ ﻋَﻦْ ءَاﻳَٰﺘِﻨَﺎ ﻏَٰﻔِﻠُﻮﻥَ

Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami, Yunus - 10:7

ﺃُﻭ۟ﻟَٰٓﺌِﻚَ ﻣَﺄْﻭَﻯٰﻫُﻢُ ٱﻟﻨَّﺎﺭُ ﺑِﻤَﺎ ﻛَﺎﻧُﻮا۟ ﻳَﻜْﺴِﺒُﻮﻥَ

mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan. Yunus - 10:8
Diayat lain disebutkan :
“Dan Kami seberangkan Bani Israil ke seberang lautan itu, maka setelah mereka sampai kepada suatu kaum yang tetap menyembah berhala mereka, Bani lsrail berkata: “Hai Musa. buatlah untuk kami sebuah tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan (berhala)”. Musa menjawab: “Sesungguh-nya kamu ini adalah kaum yang tidak mengetahui (sifat-sifat Tuhan)”.” (QS. Al-A’raaf: 138)

Beberapa ayat diatas menerangkan tentang manusia yang meng" ilah" kan kehidupan.dunia dan merasa tentram dengan kehidupan dunia. 

b. Istijaara bihi (merasa dilindungi olehnya), karena ilah tersebut  dianggap memiliki kekuatan ghaib yang mampu menolong dirinya dari kesulitan hidup.

ﻭَﺃَﻧَّﻪُۥ ﻛَﺎﻥَ ﺭِﺟَﺎﻝٌ ﻣِّﻦَ ٱﻹِْﻧﺲِ ﻳَﻌُﻮﺫُﻭﻥَ ﺑِﺮِﺟَﺎﻝٍ ﻣِّﻦَ ٱﻟْﺠِﻦِّ ﻓَﺰَاﺩُﻭﻫُﻢْ ﺭَﻫَﻘًﺎ

Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. Al-Jinn - 72:6

ﻻَ ﻳَﺴْﺘَﻂِﻴﻌُﻮﻥَ ﻧَﺼْﺮَﻫُﻢْ ﻭَﻫُﻢْ ﻟَﻬُﻢْ ﺟُﻨﺪٌ ﻣُّﺤْﻀَﺮُﻭﻥَ

Berhala-berhala itu tiada dapat menolong mereka; padahal berhala-berhala itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka. Yasin - 36:75
Ayat tersebut atas menjadikan "ilah" berupa jin yang dapat dimintai perlindungan kepadanya

c. Assyauqu ilaihi (merasa selalu rindu kepadanya), ada keinginan selalu bertemu dengannya, baik terus-menerus atau tidak. Ada kegembiraan apabila bertemu dengannya.

 ﻭَﺇِﺫْ ﺃَﺧَﺬْﻧَﺎ ﻣِﻴﺜَٰﻘَﻜُﻢْ ﻭَﺭَﻓَﻌْﻨَﺎ ﻓَﻮْﻗَﻜُﻢُ ٱﻟﻂُّﻮﺭَ ﺧُﺬُﻭا۟ ﻣَﺎٓ ءَاﺗَﻴْﻨَٰﻜُﻢ ﺑِﻘُﻮَّﺓٍ ﻭَٱﺳْﻤَﻌُﻮا۟ ۖ ﻗَﺎﻟُﻮا۟ ﺳَﻤِﻌْﻨَﺎ ﻭَﻋَﺼَﻴْﻨَﺎ ﻭَﺃُﺷْﺮِﺑُﻮا۟ ﻓِﻰ ﻗُﻠُﻮﺑِﻬِﻢُ ٱﻟْﻌِﺠْﻞَ ﺑِﻜُﻔْﺮِﻫِﻢْ ۚ ﻗُﻞْ ﺑِﺌْﺴَﻤَﺎ ﻳَﺄْﻣُﺮُﻛُﻢ ﺑِﻪِۦٓ ﺇِﻳﻤَٰﻨُﻜُﻢْ ﺇِﻥ ﻛُﻨﺘُﻢ ﻣُّﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ

Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkat bukit (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman), "Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!" Mereka menjawab, "Kami mendengarkan tetapi tidak menaati". Dan telah diresapkan ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah) anak sapi karena kekafirannya. Katakanlah, "Amat jahat perbuatan yang diperintahkan imanmu kepadamu jika betul kamu beriman (kepada Taurat)". (Al-Baqarah - 2:93)

ﻗَﺎﻟُﻮا۟ ﻧَﻌْﺒُﺪُ ﺃَﺻْﻨَﺎﻣًﺎ ﻓَﻨَﻆَﻞُّ ﻟَﻬَﺎ ﻋَٰﻜِﻔِﻴﻦَ

Mereka menjawab, "Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya". Ash-Suu'ara - 26:71

Dua ayat diatas menjadikan "ilah" yang mereka ada adakan dan larut dalam kerinduan yang berlebihan dan sangat tekun untuk menjadikan sesembahannya sebagai "ilah"

d. Wull’a bihi (merasa cinta dan cenderung kepadanya). Rasa rindu yang menguasai diri menjadikannya mencintai ilah tersebut, walau bagaimanapun keadaannya. Ia selalu beranggapan bahwa pujaannya memiliki kelayakan untuk dicintai sepenuh hati.

ﻭَﻗَﺎﻝَ ﺇِﻧَّﻤَﺎ ٱﺗَّﺨَﺬْﺗُﻢ ﻣِّﻦ ﺩُﻭﻥِ ٱﻟﻠَّﻪِ ﺃَﻭْﺛَٰﻨًﺎ ﻣَّﻮَﺩَّﺓَ ﺑَﻴْﻨِﻜُﻢْ ﻓِﻰ ٱﻟْﺤَﻴَﻮٰﺓِ ٱﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ۖ ﺛُﻢَّ ﻳَﻮْﻡَ ٱﻟْﻘِﻴَٰﻤَﺔِ ﻳَﻜْﻔُﺮُ ﺑَﻌْﻀُﻜُﻢ ﺑِﺒَﻌْﺾٍ ﻭَﻳَﻠْﻌَﻦُ ﺑَﻌْﻀُﻜُﻢ ﺑَﻌْﻀًﺎ ﻭَﻣَﺄْﻭَﻯٰﻛُﻢُ ٱﻟﻨَّﺎﺭُ ﻭَﻣَﺎ ﻟَﻜُﻢ ﻣِّﻦ ﻧَّٰﺼِﺮِﻳﻦَ

Dan berkata Ibrahim, "Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah adalah untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan dunia ini kemudian di hari kiamat sebahagian kamu mengingkari sebahagian (yang lain) dan sebahagian kamu melaknati sebahagian (yang lain); dan tempat kembalimu ialah neraka, dan sekali-kali tak ada bagimu para penolong pun. Al-Ankabut - 29:25

ﻭَﻣِﻦَ ٱﻟﻨَّﺎﺱِ ﻣَﻦ ﻳَﺘَّﺨِﺬُ ﻣِﻦ ﺩُﻭﻥِ ٱﻟﻠَّﻪِ ﺃَﻧﺪَاﺩًا ﻳُﺤِﺒُّﻮﻧَﻬُﻢْ ﻛَﺤُﺐِّ ٱﻟﻠَّﻪِ ۖ ﻭَٱﻟَّﺬِﻳﻦَ ءَاﻣَﻨُﻮٓا۟ ﺃَﺷَﺪُّ ﺣُﺒًّﺎ ﻟِّﻠَّﻪِ ۗ ﻭَﻟَﻮْ ﻳَﺮَﻯ ٱﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻇَﻠَﻤُﻮٓا۟ ﺇِﺫْ ﻳَﺮَﻭْﻥَ ٱﻟْﻌَﺬَاﺏَ ﺃَﻥَّ ٱﻟْﻘُﻮَّﺓَ ﻟِﻠَّﻪِ ﺟَﻤِﻴﻌًﺎ ﻭَﺃَﻥَّ ٱﻟﻠَّﻪَ ﺷَﺪِﻳﺪُ ٱﻟْﻌَﺬَاﺏِ

Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat lalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). Al-Baqarah - 2:165

Dua ayat diatas menerangkan bahwa "ilah" mereka dapat menyatukan dan memberi kasih sayang diantara mereka, dan mereka mencintai "ilah" melebihi kecintaan kepada Allah bahkan meniadakan Allah

Untuk sementara itu dulu makna Ilah, ada beberapa makna yang lain yg bisa kita share dilain waktu. Monggo untuk tanya jawab

TANYA JAWAB


Tanya
Ustadzah..ilah zaman sekarang lebih banyak ya selain berhala kaya zaman dulu? Karena banyak yang lebih kita cintai selain Allah di hati. Bagaimana itu ustadzah?
Jawab
Iya bner banget bunda, kita sekarang banyak menjumpai ilah ilah yang lain selain Allah, apa-apa yang dapat menimbulkan beberapa makna ilah tadi yaitu merasa tentram, merasa dilindungi, selalu dirindukan, dan mempunyai cinta dan kecenderungan kepadanya. Banyak kita temui manusia yang tidak menggunakan syahadatain sebagai dasar dari berbagai amal dan ibadah atau pekerjaan. Mereka tidak mengatasnamakan Allah sebagai tujuan utama mencari ridho. Dan menjadikan amal amal serta pekerjaan hanya sebagai kewajiban tanpa menyertainya dengan niat lillahi ta'ala. Ini penting karena segala aktivitas apapun bisa tidak menimbulkan pahala apabila tidak diniatkan mencari ridhoNya


Tanggapan
Bisa masuk ke dalam dosa syirik kah ustadzah?
Jawab
Bisa dikategorikan syirik kecil


Tanya
Kecintaan terhadap yang lain selain Allah itu terkadang tanpa kita sadari bisa muncul dengan sendirinya.....apa yang harus kita lakukan untuk menghindari hal ini ustadzah?
Jawab
Bunda fitri, agar kita tidak mengilahkan selain Allah kita bisa meningkatkan ketaqwaan, memperbanyak amalan utama dan amalan tambahan seperti tahajud , membaca al quran dan memahami isinya, karena setan sangat takut dan terbakar dengan ayat ayat suci al quran, memahami isinya akan menambah keimanan dan ketaqwaan, memperbanyak istighfar, perbanyak dzikir, menghayati dalam sholat inna sholati wanusuki wamayahya wamamati yg merupakan niat dalam berbagai amalan. hal-hal tersebut akan meningkatkan ketaqwaan dan keimanan kita sehingga dalam hati akan terpatri tidak ada ilah yang lain selain Allah. Selalu memperbaruhi niat tiap waktu salah satunya dg mengucapkan bismillahirrahmanirrahim setiap akan melakukan sesuatu


Tanya
Ber-ilah kepada selain Allah itu apakah bisa diketahui oleh orang lain, atau hanya yang bersangkutan yang bisa mengetahui/merasaknnya?
Jawab
Bisa diketahui org lain bs jg dirasakan sdr


Tanya
Ustadzah boleh kah wanita itikaf? Maaf di luar tema?
Jawab
Ada 2 pendapat tentang iktikaf di mesjid ada yang tidak membolehkan, namun jumhur ulama atau kebanyakan ulama membolehkan iktikaf di mesjid bagi perempuan karena diperkuat hadits Ummul Mukminin, ‘Aisyah dan Hafshah radhiallahu ‘anhuma, yang keduanya memperoleh izin untuk beri’tikaf sedang mereka berdua masih muda belia .Namun iktikaf di mesjid harus memenuhi syarat-syarat tidak bertabaruj, tidak melakukan hub suami istri , memilih masjid yang banyak wanita ikut beriktikaf sehingga tidak sendirian misalnya. Dan yang jelas harus disertai suami pergi ke mesjid. Satu lagi memilih masjid yang hijabnya jelas antara suami istri sehingga tidak menimbulkan kemudharatan dengan bercampur baurnya wanita dan laki-laki

 
Tanya
Ustadzah apakah itikaf ini tidurnya dibatasi?
Jawab
Yang dimaksud i'tikaf adalah melakukan kegiatan mendekatkan diri kepada Alloh, lambung orang beriman adalah jauh dari tempat tidur dan tentunya tidurnya pun terbatas sehingga diharapkan bisa menggapai malam lailatul qodar


Tanya
Bagaimana halnya dengan yang itikaf di rumah? Apakah bisa?
Jawab
Bisa dirumah ini merupaka pendapat pertama yang melarang di masjid wanita untuk i'tikaf, tentunya dengan demikian maka mereka i'tikafnya adalah di rumah. Dan sama aja disebut i'tikaf juga

Afwan sekian saya undur diri dulu semoga bermanfaat. Apa-apa yang datangnya dari saya jika itu kebenaran, itu adalah dari Allah dan jika itu salah itu datangnya dari diri saya sendiri karena kelemahan pribadi saya. Jazakumullohu khoiron katsiro. Wassalamualaikum wrwb.

Doa Kafaratul Majelis

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”