Mengenal الله

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, July 16, 2014

Kajian Online WA Hamba الله SWT (HA 06 Ummi)
 
Hari, tanggal : Selasa, 15 Juli 2014
Materi : Mengenal الله
Narasumber : Ustadzah Rochma Yulika
Notulen : Retno
بسم الله الر حمن الر حيم
 
Sedikit materi bagaimana kita mengenal Allah
Yang dimaksud dalam pembahasan ini yaitu mengenal Allah yang akan membuahkan rasa takut kepada-Nya, tawakal, berharap, menggantungkan diri, dan ketundukan hanya kepada-Nya. Sehingga kita bisa mewujudkan segala bentuk ketaatan dan menjauhi segala apa yang dilarang oleh-Nya. Yang akan menenteramkan hati ketika orang-orang mengalami gundah-gulana dalam hidup, mendapatkan rasa aman ketika orang-orang dirundung rasa takut dan akan berani menghadapi segala macam problema hidup.
 
Faktanya, banyak yang mengaku mengenal Allah tetapi mereka selalu bermaksiat kepada-Nya siang dan malam. Lalu apa manfaat kita mengenal Allah kalau keadaannya demikian? Dan apa artinya kita mengenal Allah sementara kita melanggar perintah dan larangan-Nya?
Maka dari itu mari kita menyimak pembahasan tentang masalah ini, agar kita mengerti hakikat mengenal Allah dan bisa memetik buahnya dalam wujud amal.
 
Mengenal Allah ada empat cara yaitu mengenal wujud Allah, mengenal Rububiyah Allah, mengenal Uluhiyah Allah, dan mengenal Nama-nama dan Sifat-sifat Allah.
 
Keempat cara ini telah disebutkan Allah di dalam Al Qur’an dan di dalam As Sunnah baik global maupun terperinci.
 
Ibnul Qoyyim dalam kitab Al Fawaid hal 29, mengatakan: “Allah mengajak hamba-Nya untuk mengenal diri-Nya di dalam Al Qur’an dengan dua cara yaitu pertama, melihat segala perbuatan Allah dan yang kedua, melihat dan merenungi serta menggali tanda-tanda kebesaran Allah seperti dalam firman-Nya:
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan pergantian siang dan malam terdapat (tanda-tanda kebesaran Allah) bagi orang-orang yang memiliki akal.” (QS. Ali Imran: 190)
Juga dalam firman-Nya yang lain:
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan pergantian malam dan siang, serta bahtera yang berjalan di lautan yang bermanfaat bagi manusia.” (QS. Al Baqarah: 164)
 
TANYA JAWAB
 
Tanya:
Ummi Rochma, kadang sebagai manusia rasa lelah itu sering muncul, kadang jadi futur, itu ngatasinya gimana?
Jawab:
Kalo futur ingat besok mati, yang namanya kebaikan butuh dipaksa, yang namanya kesadaran butuh dipaksa banyak tadabur tentang ayat al quran
Tanya :
Ustadzah..adakah cara mengasah hati kita agar peka terhadap pengawasan Alloh? Karena dalam bbrp kon disi suka lengah..seperti saat keramaian acara dsb..
Jawab :
Membiasakan bahwa setiap kebaikan itu butuh untuk dikondisikan, istilahnya mu'aqabah atau memaksa, asal kata dari aqaba

Tanya :
Bagaimana cara kita menumbuhkan rasa takut, rasa selalu di awasi الله sehingga kita tidak lagi melakukan kesalahan?
Jawab :
Hukuman, ketika pasukan perang sudah kmbali diri kita yang menghukum
dulu kisah Kaab bin malik ketika berangkat perang absen, untuk mengobati rasa bersalah dia mengikatkan diri ditiang masjid. Umar bin Khatab juga, ketika tidak ikut jamaah kemudian membebaskan budak
 
Tanya :
Berarti ketika kita tidak melakukan kewajiban kita maka kita menghukum diri kita, gitu ya?
Jawab :
Tapi tidak seperti para sahabat dulu saat ini kita memaksa diri untuk cenderung pada kebaikan dan beramal shalih. Malu lah jika tidak bisa berbuat yang terbaik
 
Tanya :
Misalnya neh mi ketika kita tidak suka atau merasa tidak puas dengan murabbi atau temen liqo' kita, yaa namanya setan selalu berusaha jelek akhirnya si fulanah jarang mau liqo' bahkan minta berhenti. Itu gimana mi??
Jawab :
Ukhtiku yang shalihah... bukan suasana yang mudah kita rubah tapi rasa yang kita sesuaikan. Harus banyak berlapang dada karena tak semua harapan sesuai dengan kenyataan. Bersyukurlah atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah kepada kita. Nikmat iman dan Islam yang telah kita rasakan mampu menuntun kita untuk tetap tegar menapaki jejak-jejak kebenaran. Pengorbanan, kesulitan, dan segala ujian yang ada di jalan ini adalah suatu fase yang akan mengantarkan kita untuk semakin merasakan indahnya kehidupan. Kita tak akan pernah merasakan bahagia bila kita tak pernah merasakan kesedihan. Kita tak akan pernah merasa lapang bila kita belum pernah mencicipi kesempitan. Dan hanya orang-orang yang selalu bersyukur saja yang mampu merasakan segala titah sang pencipta Nya. Selamat berjuang sahabat Surgaku...
@rochma_yulika#untukmuslimahyangtakpernahlelahberdakwah@Proumedia

Tanya :
Bagaimana cara menghindari kebosanan dalam suatu pernikahan..menikah kan ndak bisa break dulu
Jawab :
Butuh di upgrade, jadi harus ada seninya dalam menjalani hidup rumah tangga. Kalo aku sama abi suka nulis jadi dituangkan ke bahasa tulisan. Dan ada kalanya butuh suasana berdua
 
Tanya :
Kenapa usia prnikahan diatas 10 tahun menjadikan seseorang jenuh pada pasangannya yang akhirnya menimbulkan perselingkuhan. Jika saya tanya mereka hanya jawab, ketika kita menikah namun tak sejalan dengan yang kita harapkan jadi semua yang kita jalankan hanya sebatas kewajiban
 
Jawab :
Jika bukan karena iman maka hal itu akan terjadi. Suatu ketika akupun mengalami hal serupa, kemudian aku berikir bahwa dunia ini tidak ada apa-apanya jika dibanding akhirat

Istri Umar bin Khatab Cerewet??
Seorang laki-laki berjalan tergesa-gesa menuju kediaman khalifah Umar bin Khatab. Ia ingin mengadu pada khalifah; tak tahan dengan kecerewetan istrinya. Begitu sampai di depan rumah khalifah, laki-laki itu tertegun. Dari dalam rumah terdengar istri Umar sedang ngomel, marah-marah. Cerewetnya melebihi istri yang akan diadukannya pada Umar.

Tapi, tak sepatah katapun terdengar keluhan dari mulut khalifah. Umar diam saja, mendengarkan istrinya yang sedang gundah. Akhirnya lelaki itu mengurungkan niatnya, batal melaporkan istrinya pada Umar.

Apa yang membuat seorang Umar bin Khatab yang disegani kawan maupun lawan, berdiam diri saat istrinya ngomel? Mengapa ia hanya mendengarkan, padahal di luar sana, ia selalu tegas pada siapapun?

Umar berdiam diri karena ingat 5 hal. Istrinya berperan sebagai BP4. Apakah BP4 tersebut?
1. Benteng Penjaga Api Neraka
Kelemahan laki-laki ada di mata. Jika ia tak bisa menundukkan pandangannya, niscaya panah-panah setan berlesatan dari matanya, membidik tubuh-tubuh elok di sekitarnya. Panah yang tertancap membuat darah mendesir, bergolak, membangkitkan raksasa dalam dirinya. Sang raksasa dapat melakukan apapun demi terpuasnya satu hal; syahwat.
Adalah sang istri yang selalu berada di sisi, menjadi ladang bagi laki-laki untuk menyemai benih, menuai buah di kemudian hari. Adalah istri tempat ia mengalirkan berjuta gelora. Biar lepas dan bukan azab yang kelak diterimanya Ia malah mendapatkan dua kenikmatan: dunia dan akhirat. Maka, ketika Umar terpikat pada liukan penari yang datang dari kobaran api, ia akan ingat pada istri, pada penyelamat yang melindunginya dari liukan indah namun membakar. Bukankah sang istri dapat menari, bernyanyi dengan liuka yang sama, lebih indah malah. Membawanya ke langit biru. Melambungkan raga hingga langit ketujuh. Lebih dari itu istri yang salihah selalu menjadi penyemangatnya dalam mencari nafkah.

2. Pemelihara Rumah
Pagi hingga sore suami bekerja. Berpeluh. Terkadang sampai mejelang malam. Mengumpulkan harta. Setiap hari selalu begitu. Ia pengumpul dan terkadang tak begitu peduli dengan apa yang dikumpulkannya. Mendapatkan uang, beli ini beli itu. Untunglah ada istri yang selalu menjaga, memelihara. Agar harta diperoleh dengan keringat, air mata, bahkan darah tak menguap sia-sia Ada istri yang siap menjadi pemelihara selama 24 jam, tanpa bayaran.
Jika suami menggaji seseorang untuk menjaga hartanya 24 jam, dengan penuh cinta, kasih sayang, dan rasa memiliki yang tinggi, siapa yang sudi? Berapa pula ia mau dibayar. Niscaya sulit menemukan pemelihara rumah yang lebih telaten daripada istrinya. Umar ingat betul akan hal itu. Maka tak ada salahnya ia mendengarkan omelan istri, karena (mungkin) ia lelah menjaga harta-harta sang suami yang semakin hari semakin membebani.

3. Penjaga Penampilan
Umumnya laki-laki tak bisa menjaga penampilan. Kulit legam tapi berpakaian warna gelap. Tubuh tambun malah suka baju bermotif besar. Atasan dan bawahan sering tak sepadan. Untunglah suami punya penata busana yang setiap pagi menyiapkan pakaianannya, memilihkan apa yang pantas untuknya, menjahitkan sendiri di waktu luang, menisik bila ada yang sobek. Suami yang tampil menawan adalah wujud ketelatenan istri. Tak mengapa mendengarnya berkeluh kesah atas kecakapannya itu

4. Pengasuh Anak-anak
Suami menyemai benih di ladang istri. Benih tumbuh, mekar. Sembilan bulan istri bersusah payah merawat benih hingga lahir tunas yang menggembirakan. Tak berhenti sampai di situ. Istri juga merawat tunas agar tumbuh besar. Kokoh dan kuat.
Jika ada yang salah dengan pertumbuhan sang tunas, pastilah istri yang disalahkan. Bila tunas membanggakan lebih dulu suami maju ke depan, mengaku, ?akulah yang membuatnya begitu.? Baik buruknya sang tunas beberapa tahun ke depan tak lepas dari sentuhan tangannya. Umar paham benar akan hal itu.

5. Penyedia Hidangan
Pulang kerja, suami memikul lelah di badan. Energi terkuras, beraktivitas di seharian. Ia butuh asupan untuk mengembalikan energi.

Di meja makan suami Cuma tahu ada hidangan: ayam panggang kecap, sayur asam, sambal terasi danlalapan. Tak terpikir olehnya harga ayam melambung; tadi bagi istrinya sempat berdebat, menawar, harga melebihi anggaran. Tak perlu suami memotong sayuran, mengulek bumbu, dan memilah-milih cabai dan bawang. Tak pusing ia memikirkan berapa takaran bumbu agar rasa pas di lidah. Yang suami tahu hanya makan. Itupun terkadang dengan jumlah berlebihan; menyisakan sedikit saja untuk istri si juru masak. Tanpa perhitungan istri selalu menjadi koki terbaik untuk suami. Mencatat dalam memori makanan apa yang disuka dan dibenci suami.

Dengan mengingat lima peran ini, Umar kerap diam setiap istrinya ngomel. Mungkin dia capek, mungkin dia jenuh dengan segala beban rumah tangga di pundaknya. Istri telah berusaha membentenginya dari api neraka, memelihara hartanya, menjaga penampilannya, mengasuh anak-anak, menyediakan hidangan untuknya. Untuk segala kemurahan hati sang istri, tak mengapa ia mendengarkan keluh kesah buah lelah.

Umar hanya mengingat kebaikan-kebaikan istri untuk menutupi segala cela dan kekurangannya. Bila istri sudah puas menumpahkan kata-katanya, barulah ia menasehati, dengan cara yang baik, dengan bercanda. Hingga tak terhindar pertumpahan ludah dan caci maki tak terpuji.

Akankah suami-suami masa kini dapat mencontoh perilaku Umar ini. Ia tak hanya berhasil memimpin negara tapi juga menjadi imam idaman bagi keluarganya.
SABAR dan SYUKUR :

* membuat yg sdikit trasa cukup jadi berkah
* mengubah masalah tanpa rasa susah
* mengubah hidangan sederhana terasa mewah
* mengubah kekurangn jadi melimpah ruah.
* mengubah hidup sulit jadi mudah
* membuat langkah lebih terarah
* mengubah kesesatan jadi hidayah
* menjadikan masa lalu sebagai kenangan penuh hikmah

Bila hati dipenuhi rasa sabar dan syukur, maka :
**hidup mjd lebih indah**

Selamat berjuang sahabat Surgaku...
@rochma_yulika#untukmuslimahyangtakpernahlelahberdakwah@Proumedia
 
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT