Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

Ramadhan - Merasa Suci Lalu Berdosa Lagi

Kajian Online WA Hamba الله SWT (HA 110 Nanda)

Hari / Tanggal : Selasa, 15 Juli 2014
Tema : Ramadhan
Narasumber : Ustadzah Ainur
Admin : Fauziyah



السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ 
بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم 
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
 

Selamat pagi nanda
Selamat menjalankan aktivitas hari ini sambil mengikuti kajian hari ini ya...
Kali ini saya akan menyampaikan materi


👑 Merasa Suci Lalu Berdosa Lagi 👑

Kehidupan nyata yang terjadi di jaman sekarang tampak nya relevan dengan situasi kita yang telah melewati hari demi hari selama ramadhan.Banyak peluang kebaikan, bertabur pula harapan pahala dan ampunan.Bervariasi jenis dan kadar amal solih yang dilakukan masing 2 orang, dan beragam pula kepuasan para pelaku amal.Ada yang sedih karena merasa belum optimal, namun tak sedikit yang merasa sudah berjuang total.

Ada baiknya kita mengevaluasi diri sendiri. Tapi evaluasi yang jujur muhasabah yang menimbulkan efek positif di kemudian hari.Bukan perhitungan orang yang tertipu, merasa diri panen pahala, ternyata pailit kenyataannya. Dengan berakhir nya ramadhan, banyak yang terkecoh dengan ungkapan kembali suci, Merasa bersih dari dosa, begitu melewati ramadhan dan masuk 'iedul fitri' .Istilah 'iedul fitri' pun diartikan menjadi hari menjadi suci. Makna ini perlu diteliti kembali.karena Nabi Muhammad sendiri telah memberikan makna yang biasa dipahami khalayak.Beliau bersabda " Dan adapun maksud hari Fitri adalah hari berbuka kamu dari shaum" (HR Abu Dawud dan Thirmidzi)


Memang janji Nabi Muhammad tidaklah dusta bahwa shalat malam di bulan Ramadhan menghapus dosa yang telah lalu, begitu pun shaum di siang harinya. Dan mungkin kita telah menjalani amalan itu dengan komplit.Kita harus berharap agar semua ibadah kita diterima, dosa - dosa kita pun terampuni. Tapi kita juga perlu khawatir sekiranya semua yang kita jalani belum memenuhi syarat maqbul sebagai amal salih. Termasuk kebodohan jika seseorang mengklaim sudah mengantongi pahala atau bersih dari dosa. Apalagi bila yang dilakukan nya ternyata belum seberapa.

TANYA JAWAB

1. Saya aja yang tanya yah.. tadi disebutkan bahwa banyak yang terkecoh dengan ungkapan kembali suci.. yang ingin saya tanyakan ciri-ciri ibadah kita di bulan ramadhan diterima Allah SWT dan kita kembali suci bagaimana? Makasih
Jawab :
Ciri nya bisa kita lihat setelah Ramadhan, kalo ibadah kita lebih meningkat daripada sebelumnya dan ringan melakukan nya insya Allah itu tanda kita ibadahnya diterima, kembali suci itu jika kita tidak melakukan dosa dan banyak kebaikan yg kita buat, so indikasi nya kita yg lebih tahu, bukan orang lain.


2. Selama ini kita merasa betul apa yang sudah kita lakukan,shaum dan sholat kita terasa sudah kita kerjakan dengan baik tapi apakah sesempurna itukah ibadah kita, kita shaum tapi mulut dan tindakan kita tidak terkontrol,sholat kita kadang masih hanya sebatas gerakan aja belum memahami isi kandungan dalam sholat itu, Jadi bagaimanakah ustadzah untuk menyikapi agar shaum dan sholat kita betul dan sempurna?
Jawab :
Dengan menjaga hati, lisan dan pikiran negatif akan sangat membantu.perlu disempurnakan ibadah shaum dan sholat kita dengan tilawah dan mentadaburi nya.ibadah sunnah yang dianjurkan serta menjaga akhlak serta akidah kita dengan memiliki komunitas orang-orang yang solih, Sehingga kita berhati-hati dalam melangkah.karena kita bisa saling mengingatkan dan menguatkan


Mohon maaf atas segala kekurangannya.. Mari kita tutup majelis kita kali ini

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu'alaikum wr. wb