Rumah Tangga Islami

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Thursday, July 17, 2014

Kajian Online  Hamba اللّهِ SWT 
(HA 11 Ummi, 101 & 102 Nanda)

Tanggal 15 & 17 Juli 2014
Materi : rumah tangga islami
Narasumber : ustadzah mirzah
Rekap : HA 11 Ummi (Admin : novi)


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

in sya Allah hari ini sy akan share tentang Rumah tangga islami
sebelumnya silahkan dibaca sayyidul istgfarnya bagi yang belum membaca


Rumah Tangga Islami merupakan dambaan bagi setiap insan yang menginginkan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Sayangnya, banyak orang yang ingin mendapatkan hasil tanpa mau membayar harganya. Membangun rumah tangga islami memerlukan kerja keras dari seluruh anggota keluarga, yang dikomandani oleh suami dan isteri sebagai pemimpin di dalam rumah tangga.


Yang dimaksud dalam rumah tangga Islami adalah :

Rumah tangga yang di dalamnya ditegakkan adab-adab Islam, baik menyangkut individu maupun keseluruhan anggota rumah tangga. Rumah tangga Islami adalah rumah tangga yang didirikan atas landasan ibadah. Mereka bertemu dan berkumpul karena Allah, saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran, serta saling menyuruh kepada kebaikan dan mencegah keburukan karena cinta mereka kepada Allah.

Konsep ideal ini sepintas sulit untuk diwujudkan, tetapi insya Allah seiring dengan berjalannya proses belajar bagi suami, isteri dan seluruh anggota keluarga, rumah tangga seperti ini akan bisa terwujud.

Berikut ini beberapa ciri rumah tangga Islami:


1. RT didirikan dengan berlandaskan ibadah.

Ini dimulai dari sebelum pernikahan berlangsung, bahkan sejak kedua belah pihak memilih pasangan. Proses yang berlangsung mulai dari memilih pasangan, meminang sampai dengan pernikahan sebaiknya tidak dikotori oleh maksiat kepada Allah. Hal ini sangan berpengaruh dalam membangun rumah tangga yang diliputi dalam suasana ibadah. Dengan berpijak pada ibadah, insya Allah permasalahan apapun akan mudah diselesaikan, karena keduanya tunduk pada aturan Allah.


2. Nilai-nilai islam dapat terinternalisasi secara menyeluruh kepada setiap anggota keluarga.

Peran ayah dan ibu sangat penting untuk menurunkan nilai-ilai islam ini kepaa anak-anak. Oleh karena itu, selain ayah dan ibu harus terus menerus belajar menyerap nilai-nilai islam ini ke dalam sikap dan tingkah lakunya, menjadi kewajiban mereka juga untuk mengajarkan hal ini kepada seluruh anggota keluarga yang lainnya. Termasuk khodimat/asisten rumah tangga. Ayah yang menjadi direktur yang menerapkan kebijakan-kabijakan islami dalam rumah tangga, ibu sebagai manajer yang mencari cara agar kebijakan tersebut bisa diterapkan di rumahtangganya.

3. Hadirnya Qudwah/teladan yang nyata

Hal ini perlu dilakukan oleh pemimpin dalam rumah tangga. Terutama penting bagi anak-anak. Mereka perlu contoh yang nyata dalam menerapkan nilai-nilai islam dalam kehidupan sehari-hari. Inilah kewajiban orang tua yang akan dimintakan pertanggungjawabannya di akhirat nanti.


4. Terbiasa saling tolong menolong dalam menegakkan adab-adab Islam.

Setiap anggota keluarga memiliki kewajiban untuk membiasakan diri saling tolong menolong dalam hal ini. Misalnya memberi nasihat dengan cara yang baik kepada anggota keluarga yang melakukan kesalahan. Mengingatkan untuk sholat atau berdoa sebelum memulai suatu pekerjaan. Juga adab mengucapkan terima kasih / jazaakallah khoiran atas pertolongan setiap anggota baik kepada yang masih kecil maupun yag sudah besar.



5. Rumah terkondisi bagi terlaksananya peraturan Islam.

Dalam hal disain rumah, perlu diperhatikan aturan-aturan khusus yang dapat menjamin terlaksananya adab-adab pergaulan dalam Islam. Misalnya kamar ayah-ibu yang terpisah dengan anak-anak, kamar anak laki-laki yang terpisah dengan kamar anak perempuan.Hal ini untuk menghindari terjadinya penyimpangan-penyimpangan dalam perilaku sang anak. Juga untuk mengajarkan adab-adab pergaulan dengan setiap anggota keluarga.

6. Tercukupinya kebutuhan materi secara

Ini menjadi tanggung jawab sang ayah untuk mencukupi kebutuhan materi untuk membangun keluarga Islami. Bukan hanya sandang, pangan dan papan, tetapi juga sarana pendidikan islami, seperti perpustakaan keluarga, juga bisa tercukupi. Kalau mau yang ideal, termasuk di dalamnya terpenuhinya kebutuhan pendidikan sekolah yang bagus dan bermutu bagi anak-anak.

7. Rumah tangga dihindarkan dari hal-hal yang tidak sesuai dengan semangat islam

Misalnya benda-benda klenik yang dapat merusak aqidah setiap anggota keluarga. Tontonan atau bacaan hiburan yang dapat merusak aqidah dan akhlak anak-anak. Hal ini perlu menjadi perhatian orang tua yang ingin mewujudkan rumah tangga islami.

8. Anggota keluarga terlibat aktif dalam pembinaan masyarakat.

Lingkungan memiliki pengaruh yang besar bagi seluruh anggota keluarga. Bila ayah atau ibu tidak berperan aktif membina masyarakat, dan membiarkan masyarakat melakukan perbutan yang tidak sesuai dengan Islam, kemungkinan besar angota keluarga terlarut dalam kondisi masyarakat tersebut.

9. Rumah Tangga dijaga dari pengaruh yang buruk

Bila hidup ditengah masyarakat yang sangat rusak, dan dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap aqidah dan perilaku anak, sementara upaya perbaikan sudah tidak dapat dilakukan, maka “pindah” menjadi suatu hal yang perlu dipertimbangkan oleh keluarga ini.

10. Masing-masing anggota keluarga harus diposisikan sesuai syariat.

Isteri menghormati suami sebagai pemimpin dan mengambil keputusan. Suami menyayangi dan menghargai siteri dengan cara mengajaknya bermusyawarah atas segala keputusan. Sang adik diajarkan untuk menghormati kakak, sang kakak diajarkan untuk menyayangi adik. Semuanya harus sesuai dengan apa yang diajarkan dalam Islam.Bila ada khodimat, anak-anak diajarkan untuk mengormati khodimat dan menghargai jasanya dalam membantu mengurus rumah tangga.

Allahu A'lam semoga dapat difahami, tafadhali kalo ada yang kurang jelas ditanyakan.
〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Tanya Jawab :

Pertanyaan
  1. Jika sebuah hubungi telah dikotori oleh kemaksiatan kemudian hubungi tersebut berlanjut ke jenjang pernikahan. Apakah masih bisa dikatakan sebagai rumah tangga islami jika niat untuk ibadah baru muncul setelah pernikahan sudah lama terjalin?
  2. Apa saja yang harus diketahui oleh seorang ayah dan ibu? Nilai-nilai Islam yg memang paling urgen untuk diketahui bagi orang tua
  3. Bagaimana kalau misalnya kita ditakdirkan berjodoh dengan  orang tak mampu menjadi pemimpin dalam rumah tangga, adakah solusinya ummi?
  4. Mau tau kiat-kiat praktis cara mengajarkan adab-adab islam ke anak?
  5. Desain rumah yang bagaimana dikatakan islami ummi?
  6. Berarti sebelum menikah harus milih ikhwan yang sudah mapan yah, maksudnya materinya sudah mampu mencukupi keluarga? Bagaimana jika ada ikhwan yang aqidah dan akhlaknya sudah mulia tapi belum mampu menghidupi keluarga datang melamar akhwat?
  7. Bentuk hiburan bagaimana yang bernilai islami?
  8. Bentuk pembinaan masyaraktnya itu berupa apa yah? 
  9. Misalnya kalau rumah kita sudah sesuai dengan adab-adab islam anggotanya juga sudah mengikuti adab lalu kemudian hari ada tamu yang datang dan menginap lama misalnya dan membawa pengaruh buruk, itu bagaimana yah ummi cara memperingatinya tanpa menyinggung hatinya?

Jawaban: 
  1. Tidak boleh berputus asa dari Rahmat Allah orang yang dahulu melakukan kejahilan kemudian dia hendak bertaubat memperbaiki diri dan keluarganya. Allah maha pengampun.
  2. Pertanyaannya kurang jelas. Islam ini mengatur semua lini kehidupan. jadi yang perlu diketahuin orang tua adalah semua nilai Islam, ajaran Islam, hukum Islam, dll. untuk itu tidak pernah ada kata berhhenti dalam menggali ilmu, sepert cara makan yang mengikuti sunnah rasul, tatacara tidur, bepakaian, bertutur kata, hingga adab dikamar mandi
  3. Diberi pemahaman dan ilmu tentang bagaimana menjadi imam dalam rumah tangga. sejatinya dia bukan tidak mampu, tapi tidak faham atau masih jahil
  4. Mengajarkan adab Islam ke anak sejak kecil lebih mudah daripada sudah dewasa. hal-hal yang perlu diajarkan terkait dengan poin no.3 tadi ya.
  5. Rumah juga ada adabnya dalam pembangunannya. kita tidak boleh merugikan tetangga misal banngunan kita menghalangi sinar matari ke rumah tetangga, pohon kita mengitori rumah tetangga, toilet menghadap/membelakangi kiblat, banyak benda- yg bisa mengundang maksiat di rumah, dll
  6. In sya Allah akan dicukupkan rezekinya setelah menikah yang penting dia memiliki usaha sebagai ladang mencari nafkah.
  7. Hiburan yang tidak bertentangan dengan nilai Islam. misal: berhibur tidak perlu lah ke karaoke, tontonan anak-anak yang ada nilai edukasi keislamannya
  8. Bentuk pembinaan masyarakat B's melalui majlis taklim, kegiatan kerajinan seperti ibu-ibu PKK tapi ada sisipan materi keislaman. misal tentang mengolah sampah, bahwa Islam itu cinta kebersihan, bahkan setiap hari kita disuruh bersih dan bersuci min.5x sehari
  9. Tugas pemilik rumah untuk menegur dan memberikan pemahaman bahwa kita dikeluarga ini tidak terbiasa dengan sikap merokok (misalnya) tidak suka mendengar musik-musik metal, dll
Allahu A'lam semogga bermanfaat dan sy mohon maaf atas segala kekurangannya
Saya undur diri dulu in sya Allah kita ketemu lagi lain waktu ya

kita tutup dg hamdalah dan istigfar

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”



Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT