SEDEKAH

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Friday, July 4, 2014

Kajian Online WA Hamba اللَّهِ SWT

Kamis, 3 Juli 2014
Narasumber: Ustadzah Ainur
Rekapan Grup HA 3 & 4
Notulen: Dewi
Editor: Nofita & Ana


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Selamat pagi bunda semoga Allah selalu menyertai kita.
Ramadhan yang penuh berkah ini akan lebih baik jika kita meningkatkan amalan kita termasuk 'Sedekah'
Semoga bermanfaat.
S E D E K A H
Allah memerintahkan hamba-hamba-Nya supaya melakukan infaq, shodaqoh dan membelanjakan sebagian rizki yang telah dilimpahkan Nya kepada fakir, miskin, dan orang 2 yang sangat membutuhkannya dan untuk kebaikan dan kemanfaatan orang banyak dan janganlah berlaku kikir karena takut habis hartanya atau susut jumlahnya. 

DiberitahukanNya, bahwa Allah tetap dan pasti membalas dengan berlipat ganda, Allah membalas dengan cara Nya sendiri baik sadar atau tidak.balasannyNya akan melimpah kepadanya di dunia atau ditangguhkan pada hari akhirat kelak.
Allah mengajak dan menganjurkan orang akan gemar memberi dengan menggali makna kebaikan dan kebajikan serta perbuatan mulia.
"Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan 7 tangkai, pada tiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas,Maha Mengetahui (Al Baqarah : 261).

TANYA JAWAB:

 Apakah beda antara infaq dan shodaqoh?
Jawab:
1.Sedekah
Dapat dimaknai dengan tindakan yang dilakukan karena membenarkan adanya pahala dari Allah. Sedekah dapat berbentuk harta seperti zakat dan infaq tapi dapat pula yang tidak berbentuk harta, misal : senyuman, membantu kesulitan orang lain. Sedekah tidak ditetapkan waktu dan jumlahnya. Termasuk jenis kebaikan yang sifatnya lebih luas dari zakat dan infaq
2.Infaq
Mengorbankan harta dan semacam nya dalam hal kebaikan, dengan demikian harta yang dikorbankan atau didermakan pada kebaikan itulah yang mengalami putus atau lenyap dari pemilik atau orang yang mengorbankan.infaq identik dengan harta atau sesuatu yang memiliki nilai.

 Kenapa orang kikir/pelit itu banyak uang/hartanya? Sedangkan orang yang tidak pelit di uji oleh Allah dengan kemiskinan?
Jawab:
Ujian manusia bermacam 2:
Mengapa di dalam Al Quran banyak teladan diantaranya Rasulullah yang terkenal sangat dermawan. Pada surat At Taghabun ayat 15 - 17 disebutkan:


إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۚ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ
Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar. (QS: At-Taghaabun Ayat: 15)

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَأَنْفِقُوا خَيْرًا لِأَنْفُسِكُمْ ۗ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS: At-Taghaabun Ayat: 16).

إِنْ تُقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا يُضَاعِفْهُ لَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۚ وَاللَّهُ شَكُورٌ حَلِيمٌ
Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan balasannya kepadamu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun. (QS: At-Taghaabun Ayat: 17).

 Ustadzah bagaimana sebaiknya kita bersedekah? Apakah baik kalau kita bersedekah di depan orang banyak? (takutnya ada riya di hati kita) Atau sebaiknya diam-diam?
Jawab:
Kalau yang disedekahkan didepan orang banyak harus punya niat yang kuat dulu supaya terhindar dari riya dan dikhawatirkan bisa lebih kecewa apabila tidak langsung dibalas oleh Allah di dunia.

 Ustadzah mau tanya bagaimana sebenarnya boleh tidak kita niat berinfak tapi mengharap akan langsung dlipat gandakan? Soalnya ketika belum terbukti dilipat gandakan secara materi terkadang ada kekecewaan, padahalkan harusnya niatnya ikhlas.
Jawab:
Sama seperti yang mengharapkan langsung dilipat gandakan tentu kalau ada riya di hati malah pasti kecewa karena balasannya kadang tidak langsung bisa jadi pas di akhirat diberikan pahala yang besar.

 Ustadzah saya mau tanya, di atas dijelaskan bahwa hambaNya supaya melakukan infaq, shodaqoh dan membelanjakan sebagian rizki yang telah dilimpahkanNya kepada fakir, miskin, & orang-orang yang sangat membutuhkannya. Namun apabila kita memberikan sebagian harta kita untuk diberikan kepada orang yang kemampuan ekonominya lebih tinggi dari kita, apakah hal yang demikian tetap bisa disebut dengan sedekah?
Jawab:
kalau menurut ajaran kita lebih diutamakan untuk kaum dhuafa apabila untuk yang ekonomi nya lebih tinggi masuk nya hadiah bukan infaq atau shodaqoh.

 Bolehkah kita sebagai istri (yang tidak berpenghasilan) bersodaqoh dengan uang belanja bulanan tanpa seijin suami? Dalam hal ini suami sudah menyerahkan manajemen keuangan rumah tangga pada istri (boleh untuk apa saja asalkan yg ma'ruf). Jadi tidak apa-apa ya Bunda kalo tanpa ijin dulu, soalnya kalau tiap kali mau nyumbang mesti ijin repot juga
Jawab:
Bershodaqoh dengan uang belanja boleh, pasti nya tetap seijin suami, cuman ijinnya tidak harus selalu, misal bisa ijin sekali pada saat menerima uang, pokoknya kalau ada uang lebih akan di sisihkan untuk shodaqoh.

 Ustadzah, kalau kita sudah menyisihkan sebagian gaji buat fakir/yatim kemudian kita tabung sisanya. Nah uang yang di tabungan itu jika suatu saat mencapai nisob apa wajib dizakati lagi?
Jawab:
Harta yang dikumpulkan jika sudah mencapai nisab maka wajib dizakati. Lebih mudah mengeluarkan zakat pada awalnya jika itu sudah mencapai nisab, sehingga harta kita sudah bersih.


Doa Kafaratul Majelis

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Semoga bermanfaat.


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Artikel Baru