Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

Taqdir atau bukan

Kajian Online WA Hamba  اللَّهِ SWT 

Senin, 16 Juni 2014 
Narasumber : Dodi Kristono
Grup Ikhwan

Mau bahas apa hari ini...?
Kemarin banyak pertanyaan tentang takdir yaaa....?
Apakah اللّهُ Ta'ala Maha Tahu...?
Apakah اللّهُ Ta'ala tahu apa yang akan terjadi kemarin...?
Terjadi hari ini...?
Terjadi esok hari...?
Terjadi esok hari...?
Apakah اللّهُ Ta'ala tahu daun yang akan gugur disebelah rumah....?
Menurut pemahaman Bapak2 disini, sudahkah Surga dan Neraka itu diciptakan...? Atau menunggu hari kiamat kelak...?
Kenapa sudah ada contoh wanita yang disiksa dan anak2 yang berkumpul dengan Nabi Ibrahim a.s....?
Apakah اللّهُ Ta'ala Maha Perancang Stategy TERBAIK....?
Kalau Surga dan Neraka sudah diciptakan, Apakah اللّهُ Sudah mencatatkan nama2 kita di Surga atau Neraka....? Sehubungan dengan kemampuan اللّهُ Ta'ala yang Maha Tahu dan Maha Perencana. Kalau begitu... Sudah ditentukan kita sekarang ini masuk surga atau neraka KELAK...!!!!

So... Buat apa kita IBADAH SEKARANG......?
Kalaulah nama saya sudah di SURGA dan akhirnya saya tenang2 saja tidak mengerjakan perintah-Nya dan tidak menjauhi larangan-Nya.

Bisa diketahuikah saya akan masuk kemana nanti....?
Orang yang selalu berbuat maksiat, kan dipastikan akan masuk NERAKA ya...? Benerkan...? Karena banyak Ayat2 di Al Quran dan Hadist yang menyebutkan tenyang itu
[Pasti jawabannya → IYA... Kan 2 narasumber kita mengatakan hal tsb
Berarti jika nama saya sudah dicatat di SURGA dan akhirnya didunia ini saya seenakknya menjadi ahli maksiat, maka dipastikan saya akan masuk NERAKA
Berarti اللّهُ Ta'ala salah memprediksi dong....?
Supaya runut dan teratur... Dan bisa masuk ke "logika", karena Laki2 itu akan berfikir pertamanya adalah masuk logika atau tidak...?
Berarti... Apa yang salah dong, jika اللّهُ Maha Tahu dan sudah mencatatkan Nama kita disalah satunya, tapi kitanya yang mbalelo...
Pernah dengar kalimat seperti dibawah ini.

Tidak akan diciptakan anak Adam lahir kedunia sebelum ditetapkan :
1. Rezekinya
2. Jodohnya
3. Mautnya
Sekarang kita masuk ke contoh ke2
Pernah tau artis yang namanya ASMIRANDAH dan suaminya....?
Dulunya ybs Muslimah
Muslimah + Kafir waktu diawal pernikahannya
Apakah ini Takdir اللّهُ Ta'ala..?Apakah hal diatas merupakan Takdir اللّهُ Ta'ala....?
Kalau masih bingung, saya akan kasih contoh ke-3
Tau Elvis Presley.....?
Dia adalah king of music dieranya
Dan sekarang keluarganya menikmati kekayaan akibat karya2nya
Dia menikmati ngga....
Matinya gara2 apa...?
Karena over dosis narkoba dan alkohol yaaa
Pertanyaan saya
Apakah ini Takdir اللّهُ Ta'ala....?
Pertanyaan penutup
Jika didepan kita ada sebuah senjata dan dikasih kesempatan hanya 1 menit untuk menembak diri sendiri atau tidak.

Jika kita tembak → Kita mati.

Jika kita tidak menembak → Kita tidak mati
Pertanyaannya... HIDUP atau MATI nya kita dicontoh diatas Takdir atau bukan...?
Pertanyaannya... HIDUP atau MATI nya kita dicontoh diatas Takdir atau bukan...?

Berarti ada 2 kondisi ya → HIDUP dan MATI
Benarkah ada 2 Takdir didalam waktu yang sama....?
Kita mulai masuk yaaa
Ketika kita berbicara mengenai takdir, maka jangan pernah kita campuradukkan dengan :
1. Ilmu اللّهُ
2. Ketetapan اللّهُ
3. Lauful Mahfuz
Karena apa....? Karena kita TIDAK MENGETAHUI dan tidak punya kemampuan untuk mempelajarinya
Kalau di perusahaan itu adalah buku besar accounting
Di Islam adalah KITAB yang sudah اللّهُ tuliskan 50.000 tahun sebelum diciptakannya Alam Semesta ini
Sudah pernah dengar cerita hakim dan pencuri di negeri Islam...?
Intinya ada seorang pencuri yang akan disidangkan karena melakukakn pencurian didalam suatu negara islam dan sudah berada diruangan sidang
P : Pak Hakim. Sebelum saya dipotong tangan saya, ijinkan saya melakukan pembelaan terlebih dahulu, kan ini negara islam
H : Silahkan
P : sewaktu saya melakukan pencurian tersebut, saya sudah mempersiapkan 1 minggu sebelumnya untuk melakukan tindakan tersebut.

Dan selama 1 minggu tersebut اللّهُ mendiamkan saya dan tidak menghalangi saya, artinya saya di ACC dong sama اللّهُ , maka saya minta keringanan agar tidak dipotong tangan saya.
Jika para Bapak dan Mas ini jadi Hakimnya, apa jawaban yang akan disampaikan?

 abdiel: Kl sy jadi hakimnya:
"Baik kl gitu kita tunggu seminggu, kalau Allah mendiamkan, brarti saya (hakim) di ACC utk motong tangan anda"

Betuuuullllll
Siapa yang salah dalam hal ini....?
Pencuri atau Hakimnya...?
 Kenapa 2-2nya salah....?
 Pencuri dan Hakim sama2 salah
Karena mereka berdua mencampuradukan ketiga hal dibawah ini :

1. Ilmu اللّهُ
2. Ketetapan اللّهُ
3. Lauful Mahfuz

 Jawaban Pencuri dan Jawaban Hakim mencampuradukkan ketiga hal diatas, makanya keduanya salah.

Kedua2nya merasa keputusannya tidak dihalangi oleh اللّهُ Ta'ala dan bukan karena itu penyebabnya
~~~~~~~~~~~~~~
break
~~~~~~~~~~~~~~
lanjutan :
Jadi kita ambil dari sudut pandang agama saja. Jadi dalam setiap manusia ada 2 kondisi yang terjadi :
1. Diluar Kontrol
2. Didalam Kontrol

Kondisi 1. Apa-apa saja yang terjadi diluar dari kontrol kita, maka kita tidak akan diminta pertanggung jawabannya

Kondisi 2 . Apa-apa saja yang terjadi didalam kontrol kita, maka kita akan diminta pertanggung jawabannya

Yang jadi masalah adalah... Udah baek2 ngga diminta pertanggung jawabannya, ehhh... Malah ada laki2 yang merubah kelaminnya menjadi wanita.

Naaah.... Hal ini karena berada didalam kontrol kita, maka ybs akan diminta pertanggung jawabannya kenapa merubah menjadi wanita.

Contoh sederhana lagi...

Jika A orang yang meninggal gara2 gempa bumi, bencana alam atau tsunami.

Jika B orang yang meninggal gara2 kebanyakan konsumsi narkoba dan minuman keras.

Mana yang akan diminta pertanggung jawabannya atas meninggalnya orang tersebut....? Apakah si A atau si B....?

Yang dihisab adalah yg "memilih" cara meninggal yg seharusnya bisa dihindari, jd yg B
Ketika kita diberikan KEBEBASAN untuk MEMILIH, maka kelak kita akan di MINTA PERTANGGUNG JAWABANNYA
Ketika kita TIDAK diberikan KEBEBASAN untuk MEMILIH, maka kelak kita TIDAK AKAN di MINTA PERTANGGUNG JAWABANNYA

Jadi dapat disimpulkan bahwa adanya TAKDIR AWAL dan ketika diberikan kebebasan untuk memilih, maka PILIHAN itu dibebankan kepada manusia itu sendiri dan akhirnya memasuki TAKDIR LANJUTAN akibat dari PILIHAN manusia tersebut.

Jadi kalau boleh kita simpulkan kesimpulan tentang takdir tadi, maka...

Apa yang terjadi di dunia tidak mungkin keluar dari takdir اللّهُ sedikitpun. اللّهُ berfirman:

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ) (الحديد:22)

Artinya: “Tiada sesuatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Luhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi اللّهُ .” (Qs. 57:22)

Semua takdir telah اللّهُ tulis 50 ribu tahun sebelum langit dan bumi diciptakan. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلَائِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ ، قَالَ : وَعَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ

Artinya: “Sesungguhnya اللّهُ telah menulis taqdir semua makhluk 50 ribu tahun sebelum langit dan bumi diciptakan, dan Arsy-Nya berada di atas air.” (HR. Muslim)

Jadi اللّهُ lah yang telah menciptakan kita dan semua tingkah laku kita, yang menciptakan semua sebab dan akibatnya.

Karena doa kita itu sendiri juga bagian dari takdir اللّهُ . Dialah اللّهُ yang mentakdirkan kita berdoa, sehingga dengan doa kita اللّهُ mencegah musibah dari kita. Dengan kata lain, kita menolak takdir اللّهُ , dengan takdir اللّهُ .

Sebagaimana kita ingin :
 → Menghilangkan sakit dengan obat,
 → Menghilangkan kemiskinan dengan bekerja.

Ini bukan berarti kita bisa keluar dari takdir اللّهُ , karena obat dan bekerjanya kita, juga akibat PILIHAN dan itu bagian dari takdir اللّهُ itu sendiri, sembuh dan kayanya kita juga takdir اللّهُ . Jadi kita keluar dari takdir اللّهُ , dengan takdir اللّهُ , menuju takdir اللّهُ yang lain.

Sampai sini semoga Para Ayahnda dapat memahaminya semua tentang kajian pagi ini yaa

والله أعلم بالصواب
~~~~~~~~~~~
T: Bgmn dg agama tadz,yg dari kecil dipilih oleh ortu,shg terikut ke anaknya?tanggung jwb anak atau ortu tadz,krn sejak lahir,anak tidak tahu yg benar yg mana,trs dijejali oleh ortu.

J: Bapak Muh Arif...

Cobalah lihat fenomena2 orang2 yang murtad dan berpindah ke agama lain, jika tidak karena :
1. Sekotak Mie
2. Setampan Pria
Coba juga lihat fenomena2 orang2 kafir yang masuk kedalam Islam, pasti rata2 menggunakan AKAL nya untuk membuat keputusan, seperti :
1. Professor
2. Peneliti
3. Antariksa
4. Ahli Kimia
5. Manager
6. Politisi
7. Dan lain sebagainya
Apakah HIDAYAH itu alan turun dengan sendirinya atau ada daya upaya manusia untuk mendapatkan atau mengikuti HIDAYAH tersebut....?
Jika saya memberikan intruksi kepada Bapak, ini adalah ancar2 rumah saya secara jelas dan detail...

Apakah Bapak2 disini bisa sampai kerumah saya....?
Pada dasarnya manusia itu diberikan AKAL untuk dapat BERFIKIR. Bukan hanya kemampuan INTELEGENSI untuk dapat menjemput HIDAYAH.

Bisa dari fenomena alam, adanya siang dan malam, adanya keteraturan tumbuhan dalam bertumbuh, ekosistem dilingkungan perkampungannya dll. Apakah orang2 dipedesaan (mohon maaf) bisa dikatakan minim ilmu...? Jawabannya TIDAK... Karena dia tahu bagaimana timing yang pas untuk menanam tumbuhan tersebut, mereka bisa menciptakan saluran irigasi, reboisasi (walaupun dengan istilahnya mereka sendiri ya).

T: Sekedar membuka diskusi kembali dari apa yang telah dibahas di group:

Takdir ada yg bersifat:
1. Ilmu اللّهُ
2. Ketetapan اللّهُ
3. Lauful Mahfuz

~~~~~

Soal bagaimana CARA org meninggal sudah dijawab.

Soal bagaimana MEMILIH meninggalkan Islam dan murtad pun sudah ikut terjawab.

Keduanya "Memilih" takdir buruk yang nantinya harus dipertanggung jawabkan. Walaupun sekilas terlihat mereka meninggal/ murtad itu adalah suratan takdir.

Dimana dr pembahasan kita, takdir yg berlaku pada elvis yg bunuh diru & fulanah yg murtad adalah mereka DITAKDIRKAN bertemu dg PILIHAN apakah mau meninggal, serta PILIHAN apakah mau murtad?

Yang dimana APA YANG DIPILIH itu adalah BUKAN yg tercatat di lauful mahfudz, melainkan bermainnya peran godaan syaitan.

Apakah benar pemahamannya tadz?

J: Bapak Abdiel...

Semuanya sudah tercatat didalam KITAB tersebut, bahwa اللّهُ Ta'ala adalah Maha Sempurna Startegi-Nya.

Jika kita boleh analogikan, (seharusnya memang kita tidak boleh membahasnya, dikarenakan tidak adanya petunjuk detail ttg hal tersebut). Bahwa didalam setiap diri manusia, sudah ditentukan Takdirnya dan segala macam kontijensinya.

Jadi apapun PILIHAN manusia di Bumi, اللّهُ Ta'ala sudah mengetahui akan kemana arah tujuan dari pilihannya dan melanjutkan dengan Takdir2 berikutnya sesuai dengan pilihan manusia.
~~~~~~~~~~~~~~