Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

Ahlussunnah wal jamaah

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT ( HA 101, 102 Nanda)
Hari / Tanggal : Kamis, 7 Agustus 2014
Narasumber : Ustdz. Abdulloh Haidir
Materi: Ahlussunnah Wal Jamaah
Notulen : Peni Sapta, Kartini
Editor : Ana Trienta



Bismillah,
Saya akan jelaskan pemahaman tentang ahlussunnah wal jamaah per 5 point moga bermanfaat...
Istilah Ahlussunnah wal jamaah sudah akrab kita dengar. Sudahkah kita memahaminya dg baik? dan apa latar belakangnya? Konsep ini memang awalnya digulirkan untuk menyaring pemahaman dan prinsip Islam yang benar setelah mulai muncul prinsip-prinsip sesat...
Istilah Ahlussunnah wal jamaah sendiri tidak didapatkan secara persis dalam teks hadits, juga dalam percakapan para shahabat. Istilah ini memang baru dimunculkan kemudian oleh para ulama sebagai sebuah kesimpulan dan istilah tentang rumusan Islam yang benar.

Ada yang berpendapat bahwa istilah Ahlissunnah wal jamaah baru muncul diakhir era shahabat, ketika mulai bermunculan manhaj dan prinsip sesat. Tujuan dasarnya adalah utuk menyeleksi siapa-siapa yang dapat diterima periwayatannya. Kalau dikatakan si fulan adalah ahlussunah, maka diterima. Tapi kalau dikatakan dia bukan ahlussunnah, karena membawa prinsip sesat, maka periwayatannya tidak diterima. Namun tentu saja penetapan siapa ahluussunah itu siapa bukan bukan sembarang begitu saja, juga bukan semata fanatisme golongan. Ini yang memang kerap terjadi kerancua. Mengeksploitir istilah Ahlussunah justru untuk kepntingan golongan dan menyudutkan saudaranya sendiri..
Apa yang dimaksud Ahlussunnah wal jamaah? Istilah ini terdiri dari 2 kalimat: Ahlussunnah dan jamaah. Ada sebuah hadits yang sangat dekat dengan istilah ini, yaitu ketika Rasulullah saw mengabarkan tentang umatnya yang akan berpecah belah menjadi 73 golongan...
"...dan satu yang selamat. Yaitu "Mereka yang (ajarannya) seperti aku dan para shahabatku." (HR. Tirmizi)
Ahlussunnah maknanya adalah orang yang mengikuti sunnah. Apa yg dimaksud sunnah dalam ungkapan ini? Sunah yang dimaksud disini bukan terminologi fiqih dikerjakan dapat pahala, tidak dikerjalan tidak apa-apa. Tapi yang dimaksud sunah di sini adalah dalam kaidah "ushul" (pokok), yaitu semua ajaran yang dibawa oleh Rasulullah saw.
Istilah ahlussunnah lebih detail lagi adalah apa yang menjadi sumber dan landasan beragama. Atau, darimana dia menerima agama ini.. Nah, ahlusssunnah adalah orang yang menjadikan apa yang Rasulullah saw sampaikan sebagai sumber agamanya. Yang beliau sampaikan adalah Alquran dan hadits.
Maka ini menjadi sumber utamanya. Yang lain bersifat penguat atau minimal tidak boleh bertentangan dengannya. Dengan konsep ini, maka ajaran dan prinsip yang mengenyampingkan Alquran dan hadits sebagai sumber agama atau menomorduakannya, teranulir atau tertolak.  
Yang terkenal dianulir dalam maslah ini: Mu'tazilah, yang menomorsatukan akal mengalahkan teks wahyu. variannya pada masa sekarang adalah kaum liberal, di negara kita banyak diwakili oleh kelompok JIL. Bagi mereka teks wahyu harus ditimbang dengan akal, bukan pendapat akal ditimbang oleh wahyu. Jangan aneh kalau mereka santai menggugat syariat..
Ajaran lainnya yang dianulir dengan prinsip 'ahlussunnah' adalah kebatinan. Mereka menjadikan aspek batin sebagai sumber keberagamaan. Misalnya terawangan, mimpi, wangsit, perasaan, dll. Maka lahirlah berbagai keyakinan & ritual yang tidak ada sumbernya dlm Alquran dan hadits. Biasanya mereka membagi Islam antara hakekat/marifat dengan syariat. Tingkat hakikat tidak butuh syariat. Perlu diharis bawahi bahwa penyimpangan dalam bab ini terkait dengan maslah prinsip. Yaitu tidak menjadikan Alquran hadits sebagai rujukan utama..
Gejala kalangan ini dapat dilihat dengan engganya mereka mengutip ayat dan hadits dalam perbincangan dan retorika mereka. Sekalinya mengutip, biasanya justru untuk 'mencari-cari masalah' tanpa ada landasan dan motivasi keimanan di dalamnya..
Gejala berikutnya, keengganan yang kuat untuk tidak terikat syariat. Apalagi kalau ada upaya formalisasi syariat, mereka siap mati menentangnya. Repotnya, orang-orang model begini yang belakangan gampang menuduk muslim yang ingin menegakkan syariat sebagai bukan ahlussunnah wal jamaah..
Berikutnya kita coba pahami, bagian kedua dari istilah ahlussunnah wal jamaah yaitu kata 'jamaah'.. apa yang dimaksud? Bahkan dalam beberapa riwayat, ketika Rasulullah saw ditanya tentang siapa golongan yang selamat, beliau hanya berkata, "Al-Jamaah." Dalam riwayat lain, ketika ditanya dengan pertanyaan serupa, beliau menjawab, "Assawadul a'dzam." (kelompok mayoritas)
Masalah ini kadang menimbulkan kesalahpahaman. Ada yang mengartikan begitu saja dengan jamaah yang dikenal sekarang. Ada pula yang memahaminya, yang penting mayoritas dan menjadi sesuatu yang dianut kebanyakan orang.
Jamaah dari segi bahasa adalah kumpulan orang-orang. Namun yang dimaksud disini adalah orang-orang yang memiliki manhaj dan prinsip yang benar. Kata kuncinya adalah kebenaran dalam pandangan Islam. Umumnya dia akan bersama mayoritas kaum muslimin. Namun jika pilihannya adalah kebenaran bersama minoritas dan kebatilan bersama mayoritas, maka kebenaran didahulukan. Hingga seorang shahabat berkata, "Jamaah adalah engkau berada dalam kebenaran, walau engkau seorang diri."
Secara person Rasulullah saw telah mengisyaratkan kelompok yang beliau rekomendasi sebagai generasi terbaik dan menjadi acuan. Dalam hadits muttafaq alaih, beliau bersabda, "Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian sesudah mereka, kemudian sesudah mereka."
TANYA JAWAB
PERTANYAAN HA 101
1. Nama suami tak boleh disematkan dibelakang nama istri. benarkah demikian?? nah katanya ustdz kalo manggil mi atau bi berartikan artinya ibuku dan ayahku..lalu kita manggilnya apa yaa?
Jawab:
Menyematkan nama suami di belakang nama istri memang bukan budaya Islam. Tapi secara pribadi saya berpendapat ini bukan perkara prinsip, khususnya jika perkara ini telah jadi budaya yang dikenal di tengah masyarakat...begitu juga dengan panggilan umi abi bagi suami isteri.
2. Dikalangan masyarakat awam seperti saya hanya tau salafy ya dari pakainya saja yang berbeda. Celana ikhwan di atas mata  kaki dan akhwatnya bercadar. Bagaimana cara memahamkan bahwa semua orang islam itu sama, ya ajaran sunni bukan yang lain?
Jawab:
Sebaiknya setiap masalah dibahas sendiri-sendiri sesuai dalil dan kedudukan hukumnya jangan terlalu berkutat pada label dan penamaan.
PERTANYAAN HA 102
1. Nanya pak ustad. Jadi kebanyakkan salah penafsiran dalam kata jamaah ya? Bagaimana supaya kita tidak salah ikut kumpulan yang salah?
Jawab :
  • Mohon selalu hidayah dan petujuk Allah.
  • Mengaji kepada ulama atau guru yg dipercaya ilmun dan amalnya
  • Perbanyak mengkaji, membaca, dan bertanya kepada ulama, tentang perkara-perkara yang belum dipahami....
2. Boleh nanya ya ust. Abdulloh Haidir. Di Indonesia kan banyak jama'ah. Bagaimana supaya kita ga salah masuk dalam jama'ah & bagaimana untuk mengetahui jama'ah yang sesuai dengan rosulullah yaitu berpadoman pada al qur'an & al hadits? Jazakallah ust.
Jawab
Jamaah/kelompok/organisasi, itu hanya sarana saja bukan masalah prinsip yang prinsip adalah pemahaman dan pengamalan yang benar dalam Islam. Utamakan memahami Islam dengan benar, in sya Allah kita dapat menilai, apakah sebuah jamaah itu benar atau tidak. Langkah awal silakan lihat jawaban saya untuk mba kartini di atas...
3. Bagaimana yang syiah pak ustad? Bergerak diam-diam.
Jawab
Syiah prinsipnya bertentangan dengan  ahlussunnah jika mereka bergerak kita harus lebih bergerak lagi...
4. Bagaimana dengan ISIS yang lagi heboh beritanya sekarang ustadz?
Jawab
Ananda, soal ISIS ikuti masukan dan sikap para ulama terpercaya. Hingga sekarang, umumnya para ulama terpercaya menolaknya....
5. Ustdz bolh dijelaskan maksud dari membagi islam antara hakekat/marifat dengan syariat? Bedanya mu'tazilah dengan khawarij apa? Menjadikan aspek batin sebagai sumber keagamaan, afwan mksdnya kayak gimana ustadz? Saya masih kurang paham.
Jawab
Andini, sebenarnya istilah hakikat, makrifat dan syariat boleh saja asal dipahami saling melengkapi, misal makrifat dan hakikat adalah masalah hati yang harus kita bersihkan dan syariat adalah masalah amal lahir yang harus kita luruskan. Yang masalah adalah kalau islam dipilah-pilah jadi islam hakikat dan islam syariat yang hakikat tidak butuh syariat, yang syariat dianggap belum sampai hakikat. 
Mu'tajilah mengagungkan akal atas wahyu. khawarij melampaui batas dalam memahami wahyu tanpa bimbingan pemahaman yang benar.
Aspek kebatinan sebagai sumber agama, seperti perasaan dijadikan sebagai landasan agama, atau mimpi, atau wangsit misalnya ada yang mengajarkan zikir yang dia dapat lewat mimpi. Adanya golongan-golongan dalam agama itu sudah sunnatullah, kehendak Allah pasti ada hikmahnya, sbagaimana Allah ciptkan Iblis....tugas kita adalah berada dalam golongan yg selamat..
6. Ustadz kemarin saya sudah sempet belajar tentang manhaj ahlussanah waljamaah. Sempat bahas juga tentang manhaj talaqqi. Saya masih kurang paham tentang manhaj talaqqi. Bisa dijelaskan ustadz?
Jawab
Manhaj talaqqinadalah pedoman bagaimana kita menerima agama ini, sederhananya bagaiamana kita belajar agama dengan benar....
7. Kalau murji'ah apalagi itu ustadz artinya?
Jawab
Andini: Murjaih lawan dari khawarij...kalau khwarij gampang mengkafirkan, kalau murjiah merasa selamat terus, berbuat apa saja atau tdk beramal sama sekali tdk akan kafir....
8. Ustad saya mau tanya, bagaimana pandangan ustad terhadap orang yang menganjurkan kita untuk bershodaqah sementara bershodaqohnya ini berlebihan. Misalnya beliau menganjurkan kepada seseorang untuk menjual mobil dan menginfakkan uang hasil penjualan mobil dgn iming-imimh nanti Allah akan mengganti yang lebih baik lagi. Bagaimana ustad?
Jawab
Ada yang bertanya nih...terakhir...bersadaqah semampu dan sekuat kita serta sesuai kesiapan hati kita masing-masing tergantung keyakinan dan kesiapannya yang paling penting keikhlasannya....
TAMBAHAN HA 06 UMMI
TAGGAL 07 AGUSTUS 2014
Notulen : Eiza, Retno
1. Ustadz, di daerah ana mayoritas pengikut tarekat, sungguh sangat banyak bid'ah disitu katanya adat penting susah banget ustadz
Jawab :
Berusaha saja berdakwah pada level terdekat dulu, misal keluarga inti atau kerabat, atau teman-teman dekat....

Tanggapan
Jadi kalo tarekat itu gimana sich ustadz? terus apakah karomah ulama zaman dulu itu mesti diikuti dibanding Al Qur an dan hadis?
Jawab‬: 
Karomah itu untuk menunjukkan kemuliaan seorang yang bertakwa bukan untuk membuat ajaran baru, apalagi jika bertentangan dengan syariat.

2. Kalau point 11, yaitu ketika Rasulullah SAW mengabarkan ummatnya yang akan terpecah belah menjadi 73 golongan. Ini bisa dijelas kan, Ustd? Apa ada hadist atau riwayat nya? Dan 73 golongan itu apa disebutkan siapa atau apa-apanya?
Jawab‬: 
Ini haditsnya..

افترقت اليهود على إحدى وسبعين فرقة، وافترقت النصارى على اثنتين وسبعين فرقة، وستفترق هذه الأمة على ثلاث وسبعين فرقة كلها في النار إلا واحدة، قيل: من هي يا رسول الله؟ قال: من كان على مثل ما أنا عليه وأصحابي. وفي بعض الروايات: هي الجماعة. رواه أبو داود والترمذي وابن ماجه والحاكم، وقال: صحيح على شرط مسلم

‬Riwayat Abu Daud dan Tirmizi
Rasulullah hanya nyatakan, dari ke 73 golongan itu hanya satu yang selamat, yaitu yang mengikutinya dan para sahabatnya...

Waasalamu'alaikum wr wb