Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

FIQIH - MUAMALAH

Kajian Online WA Hamba الله SWT (HA 108 Nanda)

Hari / Tanggal : Selasa, 25 Agustus 2014
Pemateri : Ustdz.Herman Budianto
Materi : Muamalah
Admin : Nita
Ketua Kelas : Resta
PJH : Ana, Diah, Eka, Fara, Farida, Fauziyah, Gina

Assalamu'alaykum akhwat fillah rahimatumullah...
Perkenalkan ane nama Herman Budianto. Semoga Allah memberikan kebarokahan untuk kita semua. Usia sudah 41 th anak 6, tinggal di Bojongsari depok

Pengertian Fiqih

Fiqih menurut bahasa yaitu (  الفهم) kefahaman (faham), sedangkan menurut istilah kata fiqih berarti pengetahuan tentang hukum syari’ah islamiyah yang berkaitan dengan perbuatan manusia yang telah dewasa dan berakal sehat yang diambil dari dalil-dalil  yang terinci. Adapun istilah fiqih sering dirangkaikan dengan kata Al-islami sehingga terangkai Al-fiqih  Al-islami,  yang sering diterjemahkan dengan hukum islam yang memiliki cakupan yang sangat luas. Pada perkembangan selanjutnya, ulama fiqih membagi fiqih menjadi  beberapa bidang, yaitu fiqih ibadah dan  fiqih muamalah.

Menurut bahasa   muamalah artinya  saling bertindak, saling berbuat, dan saling mengamalkan. Sedangkan menurut istilah pengertian  muamalah  dapat dibagi menjadi dua macam yaitu pengertian  muamalah secara luas dan secara sempit. Dalam arti luas menurut para ahli bahwa pengertian muamalah ialah aturan-aturan Allah  untuk mengatur manusia dalam kaitannya dengan urusan duniawi dalam pergaulan sosial. Sedangkan pengertian muamalah secara sempit para ahli menyimpulkan bahwa aturan-aturan Allah yang wajib ditaati yang mengatur hubungan dengan manusia dalam kaitannya dengan cara memperoleh dan mengembangkan harta benda.

Untuk pembahasan pertama fiqih muamalah adalah tentang Jual Beli.


Definisi (Jual Beli)

Secara bahasa adalah pertukaran harta dengan harta.Secara syariat, makna (bai’) telah disebutkan beberapa definisinya oleh para fuqaha (ahli fiqh). Definisi terbaik adalah: Pertukaran/pemilikan harta dengan harta berdasarkan saling ridha melalui cara yang syar’i. (Syarah Buyu’, hal. 1)

Hukum Jual Beli

Hukum asal jual beli adalah halal dan boleh, hingga ada dalil yang menjelaskan keharamannya. Dalil kebolehannya adalah Al-Qur`an, hadits, dan ijma’ ulama.
Dalil dari Al-Qur`an di antaranya firman Allah Ta'ala: “Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…” (Al-Baqarah: 275)

Adapun hadits, di antaranya sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam: “Sesungguhnya jual beli itu dengan sama-sama ridha.” (HR. Ibnu Majah)

Para ulama di sepanjang masa dan di belahan dunia manapun telah sepakat tentang bolehnya jual beli. Bahkan ini merupakan kesepakatan segenap umat, sebagaimana dinukil oleh Al-Imam An-Nawawi.

Syarat-syarat Jual Beli

Jual beli dianggap sah secara syar’i bila memenuhi beberapa persyaratan berikut:
  1. Keridhaan kedua belah pihak (penjual dan pembeli).
  2. Yang melakukan akad jual beli adalah orang yang memang diperkenankan menangani urusan ini.
  3. Barang yang diperjualbelikan harus halal dan ada unsur kemanfaatan yang mubah.
  4. Barang yang diperjualbelikan dapat diserahterimakan.
  5. Akad jual beli dilakukan oleh pemilik barang atau yang menggantikan kedudukannya (yang diberi kuasa).
  6. Barang yang diperjualbelikan ma’lum (diketahui) dzatnya, baik dengan cara dilihat atau dengan sifat dan kriteria (spesifikasi)nya.
✏Sesi Tanya Jawab✏

 Ustadz kalo jual beli online gimana yah? Terkadang nanti barang yang dipesan, kurang sesuai,dengan gambar yang ditampilkan, diakhir jadi ada rasa menyesal gitu, ndak  memenuhi syarat yang ke 2 tadi
Jawab 
Jual beli on line hukumnya boleh dengan syarat foto gambar sesuai dengan asli, tidak ada niat untuk menipu

 Oya, tadz. Saya marketing metode baca jadi tugasnya ngajakin kepsek kerjasama. Saya kan sudah menjelaskan detil bentuk kerjasama. Berapa bayar untuk moU, terus barang apa saja yang di dapat, serta kewajiban apa yang harus dbeli tiap tahun, juga apa konsekwensi bila ga kerjasama lagi (dengan di buktikan tanpa adanya pembelian yang wajib). Alat peraga yang tadi dberikan ditarik kembali. Karena dalam moU akadnya sekedar meminjamkan alat peraga. Nah, suatu ketika ia ga beli, maka alat peraga ditarik. Namun orang tersebut merasa dirugikan. itu gimana tadz? Kan saya hanya menjalankan sesuai dengan prosedur perusahaan?
Jawab
Untuk kasus mba Nadiyya bila akad/perjanjiannya sudah jelas dan beliau sudah sepakat maka hal tersebut sudah benar. Tidak ada kerugiannya

 Iya ustad, gambar yang ditampilkan di online bukan baju yang dijual cuma dimirip-miripin aja..hukumnya gimna tuh?
Jawab
Kalau yang difoto bukan barang yang dijual maka hal tersebut termasuk penipuan dan transaksi tidak sah

✅Hukum bagi pembeli bila tidak ridho maka boleh mengembalikannya dan meminta ganti. Berarti saya ga mendzalimi kan ya?
Jawab
In sya Allah tidak mendzolimi

 Kalau tidak bisa di kembalikan barang yang sudah dipesan? Kalo yang jual gak mau ustad ato dikembalikan cuma 10% aja? hukum bagi penjualnya apa?
Jawab
Kalau ada unsur penipuan maka penjual berdosa. Kecuali memang penjual sudah jujur menampilkan foto bajunya tanpa ada niat menipu

 Kalo jual beli tapi untungnya gede dua kali lipat ato melebihi. itu hukumnya gimana ustad?
Jawab
Tidak ada aturan secara mutlak harus mengambil untung berapa persen hanya adab saja saja agar tidak lebih dari 100 % dari modal


 Apakah beda antara MLM dan jaringan?
Jawab
MLM adalah penjualan yang menggunakan sistem level dalam keanggotaannya, ada kelas tertentu dalam organisasi tersebut misal tingkat kencana, tingkat bintang dst. Kalau jaringan maka belum tentu ada level hanya sekedar memperbanyak networking saja

 Ustadz mau tanya hukum reseller dalam islam itu gimana??
Jawab
Reseller boleh dengan syarat dia hanya menjadi agent / makelar yang mengambil keuntungan yang sudah disepakati dengan pemilik barang. Misal mendapat sekian persen dari pemilik atau dari pemilik sekian dan reseller menambah keuntungan sendiri. Kalau sistem yang digambat tersebut namanya drop shipping. Dengan sistem tersebut dilarang karena dia menjual barang yang bukan miliknya
  • Maksud drop shipping apa tadz, belum mudeng
  • Drop shipping itu seperti yang digambar tersebut
  • Jadi kalau bukan miliknya sendiri ga boleh ustad ?
  • Jadi walaupun kita sudah dapat izin dari yang punya barang tetap ga boleh ya ustadz kalau sistemnya seperti yang di gambar tadi?
  • Jadi modelnya dirubah reseller mengirim uang kepada pemilik lalu pemilik mengirim barang ke reseller setelah itu reseller mengirim ke konsumen
  • Ohh jadi barang nya di beli reseller dulu yaa..
  • Iya betul banget atau uang konsumen di kirim ke pemilik dan nanti re seller mendapatkan bagi hasil dari pemilik
  • Nah kalo reseller yang ga punya modal, tadz? Berarti sama aja marketingin ya kalo gitu?
  • Iya sebaiknya dia menjualkan saja dengan sistem konsinyasi. Dia ambil barang ke pemilik dengan sistem bagi hasil atau persentase tertentu
  • Jadi gak boleh ea tadz kalau seperti itu ? Saya juga kadang ngejualin punya temen tanpa ngeluarin modal, tadz. Harga sesuai harga jual yang diberi teman, meski dia ngasih tahu harga yang harus disetor ke dia sekian. Tapi, kalo misal saya mau jual dengan harga lebih dari harga jual, boleh ga tadz?
  • Kalau menambah harga jual boleh asalkan disepakati hal itu boleh oleh pihak pemilik
  • Alhamdulillah, Jadi gak apa-apa yaa tadz ?
  • In sya Allah, makanya rosulullah mewanti-wanti agar para pedagang sebelumnya menguasai fiqih muamalah agar tidak salah dalam bertransaksi. Kebanyakan sekarang mencari keuntungan sebesar-besarnya
"Sesungguhnya sebaik-baik penghasilan ialah penghasilan para pedagang yang mana apabila berbicara tidak bohong, apabila diberi amanah tidak khianat, apabila berjanji tidak mengingkarinya, apabila membeli tidak mencela, apabila menjual tidak berlebihan (dalam menaikkan harga), apabila berhutang tidak menunda-nunda pelunasan dan apabila menagih hutang tidak memperberat orang yang sedang kesulitan.” (HR Al-Baihaqi )

Kebanyakan kalo ada yang hutang di tagih gak bayar-bayar bapak, gimana? Alasan ini dan itu. Kalo sampai  di bawa kepengadilan, dan pengadilan membolehkan rumah gharibah disita, itu mmberatkan juga ya tadz?
Jawab
Kita sebaiknya menyampaikan ke dia tentang bahaya dan dosa orang yang tidak mau bayar hutang, sekaligus dakwah kita. Cek juga kondisi keuangan dia apakah benar tidak punya atau pura-pura. Kalau ada akad yang menyebut pensitaan aset maka hal itu tidak masalah bila aset diambil lalu dijual. Bila harga jual melebihi hutang maka sisanya dikembalikan ke pemilik

Doa Kafaratul Majelis

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Semoga bermanfaat