Home » , , » Gantungkanlah cita-citamu setinggi bintang di langit VS gantungkanlah cita2mu setinggi Sidratul Muntaha

Gantungkanlah cita-citamu setinggi bintang di langit VS gantungkanlah cita2mu setinggi Sidratul Muntaha

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Monday, December 29, 2014



Kajian Online Hamba اللَّهِ Ta'ala
(Nanda 114 & 115) (Bunda 29 & 30)

Hari / Tanggal : Kamis, 14 Agustus 2014
                         Senin, 29 Desember 2014
Narasumber : Ustadz Toha
Admin : Maeitoh I Bd. Rosalin I Bd. Asmi 
Notulen : Isti, Bd. Erna 
Editor : Ana Trienta, Indah Permata Sari


Asw, alhamdulillah, senang gabung disini, semoga selalu dalam berkah-Nya, amiin. Saya M. Thoha_SB3/www.sb3center.com. Alamat Indralaya Palembang Sumsel

Oke, kita mulai berbagi  info tentang "9 kekeliruan dalam mendidik anak dan solusinya, kali ini yg pertama, "Gantungkanlah cita-citamu setinggi bintang di langit VS gantungkanlah cita2mu setinggi Sidratul Muntaha," selamat menikmati 

Ada zaman dahululu kala sampe sekarang..hehe banyak orang tua memotivasi anaknya,"Nak gantungkanlah cita2mu setinggi bintang di langit!"

Masalahnya apa? Menggantungkan cita-cita setinggi bintang di langit lebih cenderung duniawi, akibatnya banyak yang ingin ilmunya tinggi dengan cara nyontek, beli ijazah. Yang ingin kaya raya dengan menipu, berjudi, korupsi. Dan yang ingin jabatan tinggi dengan menyogok saling sikut dll, pokoknya semua harus tinggi setinggi bintang di langit meski halal haram hantam.

Jika mereka telah sukses maka, "Sekali2-kali tidak, sungguh manusia itu benar-benar melampaui batas, apabila melihat dirinya serba cukup." (Qs al alaq 6-7)



Lihatlah kesuksesannya tidak berkah, mereka sombong, angkuh dan sewenang-wenang seperti abu jahal. Solusinya : "Gantungkanlah cita2mu setinggi sidratul muntaha"

Sidratul muntaha lebih ukhrawi, lebih dekat kepada doa nabi ibrahim as, "Wahai Tuhanku anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang sholeh (qs ash ahaffat 100).

Itulah cita-cita yang benar, anak yang sholeh. Sehingga kalaupun nanti anaknya memiliki gelar, pekerjaan jabatan dan harta benda banyak bahkan menjadi raja maka ia tetap orang yang sholeh, ia akan selalu bersyukur seperti nabi sulaiman as. Sebaliknya jikapun anak tersebut tidak memiliki kekayaan atau kekuasaan maka ia tetap orang yang sholeh, sabar, tangguh dan tetap unggul dalam kehidupan ini seperti nabi ayyub 

Kesimpulan
Menggantungkan cita-cita setinggi bintang di langit adalah sebuah kekeliruan karena lebih cenderung duniawi, sebagai perbandingan lebih baik setinggi sidratul muntaha, bukankah ia lebih tinggi dari bintang di langit. Tapi yang terbaik adalah kita selalu berdoa agar anak cucu kita menjadi anak yang sholeh sebagaimana doa nabi ibrahim as.


TANYA JAWAB
1. Assalamu'alaikum, afwan jiddan ustadz. Saya benar-benar belum paham : sidratul muntaha. Mohon di artikan dalam bahasa indonesia + penjelasannya. Syukron
Jawab :

sidratul muntaha adalah batas tertinggi setelah langit ke 7, dalam peristiwa isra' mi'raj nabi menerima perintah shalat 5 waktu.


2. Ustadz saya mau tanya perbedaannya "gapailah cita-citamu setinggi bintang dilangit dengan gapai lah cita-citamu hingga ke negri china?" Bukankah sama-sama untuk ke hal duniawi? Lalu bagaimna cara memotivasi untuk bisa menggapai cita-cita ke sidratul muntaha? syukran ustadz
Jawab :

Yang ada:  "Tuntutlah ilmu sampai ke negeri cina, hal itu beda dengan menggantungkan cita-cita setinggi bintang di langit. Sidratul muntaha yg saya maksud, hanya membandingkan dengan bintang di langit, yang intinya tadi adalah do'a agar anak-anak shaleh, jadi untuk memotivasi yang lebih keren lagi adalah motivasi dengan surga disana banyak kenikmatan-kenikmatan.


3. Ustad bolehkan seorang hamba Allah menggapai cita citanya di negri kafir?
Jawab :

boleh menuntut ilmu disana, yang lebih bagus lagi dengan ilmu itu tersebut meng-Islamkan orang-orang kafir disana.


4. Ustad bukan menuntut ilmu tapi mencari rejekinya di negeri Kafir. Apa hukum rejeki yang didapat itu ustadz?
Jawab :

Ya tidak apa misal kita berdagang disana, berdagang dengan cara baik, tidak mengurangi timbangan dll, maka rezekinya halal


TAMBAHAN UMMI 29 & 30

1. Bagaimana caranya menghilangkan perkataan yang jelek dari anak usia 3 tahun yang cepat meniru dan sering diucapkan dan menggantinya dengan perkataan baik, terimakasih ust?
Jawab
Ketika anak mengucapkan kata 'tidak baik' biasanya orang tua tertawa karena lucu, tertawa ini yang membuat ia sering mengulangi. Jadi jika ia mengucapkan kata-kata tersebut jangan ditertawakan, sebaliknya sanjunglah jika ia mengucapkan kata-kata yang baik.


2. Ustad saya punya anak laki-laki usia 3thn. Di lingkungan saya anak usia segitu ngomongnya kasar, jadi saya ga kasih anak saya main di luar, dia main di dalam saja bersama saya atau papap nya paling seminggu sekali saya bawa ke tempat sepupunya. Apakah tindakan saya tepat, takutnya ngaruh ke faktor psikologisnya tapi liat anaknya happy-happy aja sih soalnya seharian dia main kita temeni dan ga main sndr..mohon sarannya ustad?
Jawab
sekali-kali biarkan ia bersosialisasi dengan anak-anak tetangga, siapa tau anak tetangga tersebut yang terpengaruh hingga menjadi baik, atau ajak anak tetangga sekali-kali main bersamanya dirumah kemudian bimbing juga mereka sebagaimana kita membimbing anak kita.

3. Bagaimana dengan boleh memukul anak pada usia 10 tahun kalau tidak melaksanakan shalat ustadz?
Jawab
Logikanya jika sejak usia dini anak-anak terbiasa mengerjakan shalat karena melihat contoh dari kedua orang tuanya, maka ketika usia 10 tahun ia sudah bisa memahami konsekuensi dari tdk melaksanakan shalat tersebut.

4. Saya punya anak sekarang usia 2.8th, tapi cara berpakaiannya seperti anak cowok ustadz.. itu karena dari kecil dia sering kepanasan/gerah saya sering mencoba memakaikan baju cewek dan dia juga tidak pernah menolak atau tidak suka tapi jadi lebih mudah dibuka sama dia padahal saya mau dia menutup aurat dari kecil kira-kira diusia berapa baru bisa diajarkan benar-benar pemahaman menutup aurat ustadz?

Jawab
anak-anak itu cenderungnya bukan pemahaman dulu tapi praktek dulu, seperti anak bisa makan itu karena langsung praktek makan, bisa bersepeda itu juga karena langsung praktek bukan pemahaman dahulu atau teori dahulu. Jadi masalah menutup aurat tersebut praktekkanlah sejak usia dini. Kalau ia masih suka membuka pakaian cewek tersebut tidak apa, itu proses adaptasi, tapi yang penting jangan ada lagi atau jangan disediakan lagi pakaian cowok.


Demikian, mohon maaf dan terima kasih, lain kali mudah-mudahan kita jumpa dalam, "Menebar kebencian VS menebar cinta."
Wassalamua'alaikum wr wb

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT