Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

Istidraj (Penundaan Hukuman)

Kajian Online WA Hamba الله SWT (HA 11 Ummi)

Hari / Tanggal : Rabu, 06 Agustus 2014
Narasumber : Ustad cakra
Materi : Istidraj 
Waktu : 10.20
Admin :Bunda novi 

Alhamdulillah kajian kita hari ini mengenai sekilas tentang istidraj yang in sya Allah akan bersambung, jadi karena waktu disini telah dzuhur, maka in sya Allah kajian akan dimulai ba'da Dzuhur yach...

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Saya perkenalan dulu yah sebelumnya, karena udah mau dzuhur bagian baratnya, biar
 sekalian silaturrahim

Semoga diridhai, titip doa buat nikmat islam dan nikmat iman yach semuanya...
InsyaAllahu ta'ala ...Aamiin ya rabbis samawati wal ardh...
Sebelum saya mulai, alangkah damainya ketika kita berwudhu, agar ilmu dari Allah ini dapat bermanfaat, sembari bersuci agar dicintai oleh Allah sebagaimana termaktub dalam kalam firmanNya yang begitu menggentarkan hati kita yang tetap butuh pada kuasa-kuasa Allah...

Bismillah, allahumma shalli wa sallim ala Sayyidina Muhammad wa la aali Sayyidina Muhammad, waalhamdulillahi rabbil alamiin...

Aamiin doakan yach, juga yang lainnya,  masih berjalan saya, menuju 1 juz, pelan-pelan dan istiqamah, tiap hari 1 ayat kadang 10, pokoknya pelan-pelan, sabar, rajin dan istiqamah. Saya alhamdulillah mulai menghafal setahun lalu, ternyata ga ada alasan untuk kita menghafal, dalam perjalanan saya banyak keajaiban, banyak pelajaran, banyak ilmu yang dititip Allah ke saya dan semuanya mudah. Saya kemudian diberkahi surah Ar-rahman, yasin, al kahfi, as sajadah, al mulk, rata-rata al ma'surat, sekarang menuju 1 juz, in sya Allah. Tidak ada alasan untuk tidak menghafal, karena buktinya sya, teman-teman saya, kolega bisnis saya, mereka sibuk namun ttp menghafal. Tetap murojaah...

سُبْحَانَ اللّهُ وَالْحَمْدُلِلَّهِ وَلاَ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ

Saya punya grup lain juga di WA ini, yakni ODOA, one day one ayat dimana sitematikanya-rumah berdasarkan metode dari daarul qur'an, dimana akan diajarkan dalam kurikulum dalam rumah-rumah tahfidz kami, dalam bisnis kopma kami, dan semuanya kami tebar lewat gerakan aksi indonesia menghafal, mahasiswa menghafal, pebisnis menghafal dan lain sebagainya in sya Allah semua karena Allah, titip doa bagi rumah tahfidz dan kopma kami ini menjadi lokomotif yg masif utk membumikan Qur'an dan melangitkan manusia dgn ilmu-ilmu2 dari Allah
Hehe...malah jad bahas odoa, mari lanjutkan ke pembahasan semula yach...kita menuju ke tema "Sekilas Tentang Istidraj"

Bismillah, allahumma shalli wa sallim ala Sayyidina Muhammad wa ala aali Sayyidina Muhammad, waalhamdulillahi rabbil alamiin...
Perbuatan buruk
Selalu berbuah buruk


Apa saat ini yg sedang kita hadapi...?
» Tumpukan Hutang...?
» Permasalahan bisnis dan pekerjaan...?
» Ancaman keretakan rumah tangga...?
» Persoalan Keturunan...?
» Kehilangan harta benda...?
» Kehinaan Nama...?
» Penyakit...?

SHARING DAN DISKUSI

■ Ana persoalan keturunan ustadz, alhamdulillah sudah menikah sekian tahun belum dapat keturunan
Ustadz:
Alhamdulillah, ingat saja doa nabi ibrahim As, beliau yakin sama Allah, doa sama Allah, hingga ketetapan datang selama 70 tahun lamanya beliau minta dan akhirnya "kunfayakun" terjadi pada keluarganya Nabi Ibrahim As dan Sitti Hajar istrinya...

 Ana punya masalah gedung TPQ Tahsin/tahfidz yang belum jadi-jadi sampai sekarang ustadz,santrinya sudah 150an. Kasian santri masih numpang ngaji dirumah mertua dan rumah saya jadinya pake sip ,gantian. Mohon doanya ustdz.
Ustadz:
In sya Allah kita doakan yach semuanya
Aamiin ya Allah Hayyul Qayyum

"Mungkin saat ini kita menganggap bahwa diri kita sedaang terpuruk. Tapi biarlah. Biarkan keterpurukan datang, biarkan ketersudutan datang, biarkan penyakit menyentuh kehidupan kita. Sementara ia datang, persiapkan saja diri kita sebaik-baiknya. Agar ketika semuanya berlalu, kita sudah menjadi manusia yang lebih beriman dan lebih yakin akan keberadaan Allah."

■ Bisa dimengerti sekali ustadz.saya yakin setiap ada masalah itu merupakan ujian,kalu kita mau dinaikkan derajat oleh Allah harus di uji dulu benar nggak ustadz?
Ustadz:
Benar banget tuch ukh
Tapi, tariklah sebuah pelajaran hidup yg berharga dari kehidupan yg tlah terlewati. Kehidupan kita bertutur, "tempuhlah jalan-jalan kebaikan, dan jangan menempuh jalan keburukan".
Majelis Hamba Allah yg dirahmati oleh Allah

"Apapun perbuatan buruk yang kita lakukan, hanya akan mengantarkan kita kepada kenestapaan yg mungkin berkepanjangan. Dan apapun kejahatan yang kita kerjakan, hanya akan mengantarkan kita kepada penyesalan yang mungkin kita ratapi sepanjang sisa hidup."

■ Saya pernah menghalami cobaan dengan penyakit yang sempat koma dan dokter memvonis waktu saya 48jam... tapi Allah berkendak laen di malam 21 ramadhan mata saya terbuka walo tak bisa mengenali siapapun tapi alhamdulillah wajah mungil putri saya yang waktu itu 20bulan bisa saya kenalin...pelan-pelan ingatan saya kembali walo tidakk semua...saya segitu bersyukur dengan muhjijat Allah dikasih kesempatan hidup yang ke 2...in sha Allah saya berusaha tidak menyia-nyiakannya dan bersyukur dengan apapun yang Allah ujikan.
Ustadz:
InsyaAllah, ukh itu salah satunya bukti keberadaan Allah yang memiliki kekuasaan...

Majelis hamba Allah yg dirahmati oleh Allah
RENUNGKANLAH WAHAI HATIKU...
Tidak ada satupun yg bisa meloloskan diri dari hukum sebab akibat.

Jadi coba kita renungkan dulu apa-apa yang terjadi dalam hidup kita yang sangat sebentar ini
  • RENUNGKANLAH WAHAI HATIKU... tidak ada satupun yang bisa meloloskan diri dari hukum sebab akibat.
  • RENUNGKANLAH WAHAI DIRIKU... tidak ada satupun manusia yang bisa lolos dari kejaran akibat buruk perbuatan buruk...
  • JANGAN TERTAWA DULU, untuk siapa saja yang telah mengecewakan Allah dan menari-nari diatas penderitaan orang lain.
  • JANGAN DULU BERTEPUK DADA, untuk kita yang berada di atas angin dan kemudian melupakan sesama.
  • BOLEH SAJA BERTERIAK KESENANGAN, ketika mempertontonkan keburukan dan memperlihatkan kemaksiatan.
  • TAPI JANGAN MENANGIS, ketika Allah perlihatkan akibat buruk dari kelakuan buruk.
Firman Allah Azza wa Jalla:
"Jangan kamu kira orang-orang yang kufur akan lolos dari hukum Allah dimuka bumi ini. Neraka mengintai kehidupan mereka, dan neraka adalah seburuk-buruk tempat." (QS. An Nur: 57)

Lalu dilanjutkan oleh Allah, Dia berfirman dalam surah yang sama
"Maka itu, kembalilah kepada Tuhanmu dan berserah diri padaNya, sebelum kamu mendapat azab dan tidak dapat ditolong lagi. Dan juga ikutilah apa-apa yg Tuhan kamu tunjukkan sebelum datang azab yg kamu tiada sangka-sangka kehadirannya." (Qs. Az Zumar: 54-55).
  • Banyak kita temukan orang-orang kaya yang nestapa ditengah kekayaannya.
  • Tidak sedikit kita dengar pejabat-pejabat yang hina di akhir masa jabatannya, atau malah ketika jabatannya masih dalam genggamannya.
  • Tidak jarang kita menemukan rumah-rumah mewah yang basah dengan air mata kesedihan
  • Sering kita melihat kenyataan rapuhnya orang-orang yang kita anggap hebat, kaya dan sukses 
  • Rapuh keadaan ekonominya dengan setumpuk masalah dan hutang ...
Majelis hamba Allah yg dirahmati oleh Allah...
Saudaraku...
Dan Engkau juga wahai diriku...
Hidup tidaklah pernah abadi...
Begitu juga dengan kesenangan dan kesusahan,
Tidak pernah abadi...
Tidak heran bila dalam Al-Qur'an kita diperintahkan untuk 'berjalan dimuka bumi ini' dan 'melihat-lihat' apa yang menyebabkan kegagalan seseorang memperoleh ketenangan, kebahagiaan dan rasa aman, supaya kita jangan mencicipi kegagalan dan kepahitan, justru dibalik kesuksesan dan manisnya dunia yg kita genggam. (Lihat Ali Imran: 197, Al An'am: 11, An Nahl: 36, Thaha: 128, An-Naml: 69, Al 'Ankabut: 20, Fathir: 44).

Majelis yang dirahmati Allah
Tidak usah terlalu jauh, lihatlah diri kita. Apa yang kemudian terjadi setelah kita melakukan sebuah penipuan, misalnya, apakah kita akan bisa tenang? 
Bagi yang keseringan, "Jawabannya bisa jadi tenang-tenang aja tuh ..."
Tapi itu bukan jawaban. Itu hanya perasaan nafsu saja, yang sudah dikipasi, kipasnya syeithan. Jawaban yang pasti, tidak bisa! Kita selalu dikejar (atau kelak akan dikejar) perasaan berdosa, dan oleh akibat dosa itu sendiri.

Tanya diri kita, senangkah kita bisa melakukan keburukan? boleh jadi senang, namanya saja nafsu. Tapi semampunya hanya sebentar, sebelum kemudian tersudutkan. Dan begitu pula dengan perbuatan-perbuatan maksiat yang lain

Majelis yg dirahmati oleh Allah
"Setiap diri, tergadai dengan apa yg telah dilakukannya ..." (Al Mudatstsir : 38)"

Alhamdulillah selesai, semoga bermanfaat...maaf kalo ada salah kata dalam penyajian, dan sesungguhnya Allah Swt adalah Kebenaran dan Rasulullah Saw adalah utusan Allah yang menjadi rahmatan lil alamiin...
InsyaAllah sya buka sesi terakhir, sesi tanya jawab...makasih

TAMBAHAN MATERI DARI HA 05 UMMI
HARI / TANGGAL : SENIN, 11 AGUSTUS 2014


Materi hari ini ISTIDRAJ yang insya Allah akan bersambung, sambung namun tetap terpadu nantinya


Bismillah, wasshalatu wassalamu ala Rasulillah, walhamdulillahi rabbil'alamiin
"Kalau kamu melihat Allah sedang memberikan karunia-Nya berupa kesenangan dunia kepada seseorang, sedang orang tersebut masih saja berbuat kemaksiatan, maka ketahuilah, itulah yang dinamakan Istidraj. (AlHadits).

Lalu apa yang terjadi ketika kita semakin tenang, semakin tanpa dosa melakukan kemaksiatan? Misalnya judi semakin jadi, zina semakin doyan, ngomongin tetangga semakin betah, menzalimi orang menjadi "keperluan", menipu menjadi kebutuhan..."Maka saat itu kita sudah masuk ke kategori apa yang disebut Allah dan Rasul-Nya dengan "ISTIDRAJ". Ini pulalah yang menjadi jawaban, mengapa ada banyak pelaku kemaksiatan yang masih melenggang seakan tidak dihukum. Jawabannya, mereka ini sedang di Istidrajkan Allah.


Lalu apa sih istidraj itu? Istidraj adalah penundaan hukuman. Atau bisa juga kebinasaan yang Allah kenakan secara berangsur-angsur sedang orang tersebut tidak menyadarinya. Sadar-sadar, ia sudah dalam kondisi pingsan dan tidak punya apa-apa lagi! Dan saya sering bilang, utamanya kepada diri sendiri, jangan sampai istidraj berlangsung hingga kita masuk ke liang kubur. Subhanallah, na'udzubillah.


Rasulullah Saw, memberi pandangan tentang istidraj ini:
"Kalau kamu melihat Allah sedang memberikan karunia-Nya berupa kesenangan dunia kepada seseorang, sedang orang tersebut masih saja berbuat kemaksiatan, maka ketahuilah, itulah yang dinamakan Istidraj.


 Dan mari kita renungkan juga firman Allah di dalam surah Al An'am: 44 ;
"Siapa saja yang melupakan peringatan yang Kami berikan, malah Kami buka baginya pintu segala kesenangan (berbuat dosa menjadi semakin gampang, berbuat kemaksiatan menjadi semakin mudah). Hingga kemudian apabila mereka sudah bersenang-senang dengan apa yang diberikan kepadanya, Kami tarik mereka dengan sekonyong-konyong dan jadilah mereka terdiam berputus asa."


Betullah apa yang dikatakan Al-Qur'an; Nafsu dan syeitan hanya menawarkan kehinaan, kedukaan, dan penderitaan;

"Setan menjanjikan kamu dengan kemiskinan, dan membuat kita terperangkap dalam perbuatan keji. Sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia. Dan Allah Maha Luas Lagi Maha Mengetahui." Nafsu yg sudah dikotori dengan sifat-sifat syetan--keserakahan, kesombongan, ketidaktahuan diri alias lupa diri--akan mempercepat tawaran syetan terwujud.

Setan senantiasa menampakkan keindahan terhadap setiap kemungkaran yg kita kerjakan, dan menjauhkan kita dari Allah. Ketika perbuatan dosa dilakukan--zinah, memperkosa, memperkaya diri dengan cara bathil, berjudi, minum-minuman, dsb--enak betul terasa. Semua perbuatan dosa mengalir lancar dan seakan kita berteriak; Inilah dunia! Nikmati apapun yg kita ingin nikmati. Tak ada yg bisa melarang. Inilah dunia! Kita bebas melakukan apa saja yg kita inginkan. Tidak kan ada siksa kubur. Tidak kan pernah ada siksa hari akhir.


Tapi ketika mata dibelalakkan akan terjadinya segala kemungkinan yg akan terjadi, barulah binaran mata dan gemerlapnya perhiasan setan akan berubah menjadi jeritan yg sangat menyayat hati. Penyesalan seorang pendosa yg sedang tersudut, bisa membuat langit runtuh menaruh iba. Ratapannya seorang pezalim, bisa membuat burung berhenti menyanyi. Memilih belajar agar bisa menghargai hidup dan kehidupan yg telah dikaruniai Allah.


Leluhur kita telah bersusah payah menanamkan bisikan moral yg luar biasa perihal cinta. Cinta itu adalah anugerah Ilahi. Cinta kepada apa saja; harta, manusia lain jenis, anak dan lain-lain. Makanya, kita harus menjaganya baik-baik, sebelum anugerah itu menjadi musibah!


Kenikmatan bisa berubah menjadi kesengsaraan manakala kita lupa kepada Sang Pemberi Nikmat. Sedangkan nikmat tertinggi adalah ketika kita bisa mencintai Allah dan dekat denganNya. Inilah kenikmatan tertinggi.


Sekali lagi, tidak ada kebahagiaan setelah kemaksiatan terbuat; main judi, mabuk, korupsi, gosip, dsb. Semuanya hanya dijanjikan kenikmatan semu oleh setan, sekedar melayangkan indera kepada keindahan dunia, yg ternyata hanya angan-angan belaka!

Allah berfirman,

"Ketahuilah sesungguhnya kehidupan dunia itu bagaikan sebuah permainan dan senda gurau dan seringkali memperlambangkan kenikmatan. Kamu senantiasa akan saling membanggakan diri dan berlomba-lomba mengumpulkan sebanyak-banyaknya harta dan membangga-banggakan keturunan tiada habisnya. Perumpamaan kehidupan dunia adalah seperti sawah yg menguning yang menakjubkan bagi orang-orang yg terpedaya tampilan lahir, kemudian sawah itu lalu mengering dan hilang ditiup angin. Semua mata terbelalak menyaksikan begitu cepatnya perubahan terjadi. Dan di negeri akhirat hanya ada dua pilihan, siksa Nya atau ampunan Nya. Dan tidaklah sekali-kali engkau jumpai kecuali kenikmatan yang semu." (QS. Al-Hadid: 20)


Berbahagialah kita yang pernah diingatkan Allah dan diberi pelajaran olehNya, karena kita pasti sudah merasakan yg namanya siksa dunia, neraka kecil. Dan bodohlah kiranya bila kita sudah diberi pelajaran tapi tak kunjung memperbaiki diri


Nah, saudara-saudariku fillah, hati-hati juga buat yg tidak sanggup memetik pelajaran nafsu. Bukannya kita mengingat Allah ketika kita kena batunya dari suatu perbuatan buruk; judi tambah jadi, nipu jadi semakin hebat, kezaliman semakin bervariasi, jangan-jangan kita sedang diistidrajkan Allah;


"Dan siapakah yang lebih aniaya, lebih bodoh daripada orang-orang yg diingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya (termasuk lewat kejadian-kejadian hidup), kemudian masih saja ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya Kami akan membalasa orang-orang yg durhaka." (As Sajadah:22).


TANYA JAWAB

Bunda meera ;
Ustadz, Allah memberikan cobaan kepada umatnya karena tanda cinta Allah kepada kita... selalu bersabar dan ikhlas kadang tidak lah gampang apalagi mengendalikan marah...mohon petunjuk supaya bisa lebih sabar dan ikhlas. Jazakallah
Jawab :
Petunjuknya adalah menuju pada Allah, minta ke Allah melalui Do'a, dan usaha kita pake prinsip "apa-apa itu Allah dulu, Allah lagi, Allah seterusnya"

Bunda alia
1. Hukum sebab akibat = karma ?
2. Apakah bisa dibilang "sia-sia" kita minta kepada Allah swt agar dijauhkan dari musibah, bahaya, penyakit dll kalo perbuatan kita sendiri masih banyak perbuatan yang buruk?
Jawab ;
1. bukan karma, namun sebuah ketetapan ilahiyyah
2. Tidak ada yang sia-sia dalam hidup ini, semuanya seimbang yang telah diatur oleh Allah Swt

Bunda nia
Ustadz,bagaimana caranya mendo'akan suami agar mendapat hidayah agar mau beribadah,
Jawab :
Pake art doa (seni berdoa) dalam bahasa saya, niatin untuk Allah, terus do'anya pake pujian ke Allah dengan sebut asmaul husna + sholawat min 10-100x + istighfar 3x + alfatihah + doa hidayah tuk suami kalo bisa sebutin namanya lalu baca (ihdinas shirathal mustaqim) banyak-banyakin lalu baca do'a di QS. AlKahfi ayat 10, tutup doa dengan shalawat lagi trus Al-Fatihah, kalo bisa jangan berhenti doanya, bawa trus tiap-tiap shalat fardhu, sunat qabliyah ba'diyah, sunat tahajjud, sunat dhuha, puasa, sedekah, selama 40 hari sampai 100 hari jangan berhenti yach, sabar, rajin2in, istiqamahin. Usahanya ajakin terus dengan santun, arif dan bijaksana ya bunda,

TAMBAHAN PERTANYAAN

Bunda Yenni : 
Ustad apa sebab diturunkannya istidraj kepada seseorang?

Jawab
Karena mereka melakukan maksiat, sehingga diberikan lebih, dan dilakukan "Kalau kita melihat Allah sedang memberikan karunia-Nya berupa kesenangan dunia kepada seseorang, sedang orang tersebut masih saja berbuat kemaksiatan, maka ketahuilah, itulah yang membuat terkena yg namanya istidraj, penundaan azab dalam rangka, azab yg pedih lagi berat...itu sudah berdasar pada hadits Rasulullah Saw


Zee : 
Apakah orang yang ditimpakan istiraj ini sadar kalo yang dilakukannya adalah maksiat?
Jawab
Tentu tidak bunda, karena mereka bergelimpangan kesenangan yang berlebihan dan bermaksiat terus-menerus, shingga mereka melupakan Allah, maka Allah pun akan melupakan mereka yg tidak pernah mengingatNya 


Bunda Siti : 
Bagaimana kita menghindari istidraj?
Jawab:
Bunda kita harus segera bertaubat, menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya, menuju iman dan taqwa sepenuhnya kepada Allah

Tanya
Ustad dari jawaban yang ustad sampaikan berarti bisa dikatakan salah satu sebab turunnya istidraj karena kufur nikmat?

Jawab
Iya demikian bunda, karena kufur tentu melupakan Allah dan banyak bermaksiat.


Tanya
Kalo misal hal yang gampang, seperti bergossip, Ust, nah kita kan tau gossip itu maksiat, tapi dilakukan juga. Seringnya malah sadar gitu lagi ngegosip itu termasuk istidraj?
Jawab
Iya itu termasuk karna ghibah itu lebih parah dari zina

TAMBAHAN PERTANYAAN DARI HA 01 UMMI
TANGGAL 14 AGUSTUS 2014


 QS az zumar 51, Apakah bisa diartikan di Islam ada hukum karma?
Jawab
Tidak ada hukum karma hukum karma itu versi hindhu, bunda, karena islam menyempurnakan ajaran agama yang terdahulu, maka tidak dikenal hukum karma, namun lebih pada Qadharullah atau ketetapan ataupun takdir, setiap yang baik Allah akan di ganjar dengan jannah atau syurga dan yang buruk akan diganjar dengan jahim atau neraka, coba baca Al-Waqiah surah ke 56 yach bunda, jadi karma ga ada di islam, tapi lebih pada ketetapan yang telah ada dikitab lauhul mahfudz...

 Ustadz.. Apakah ketika seseorang pernah melakukan dosa besar kemudian bertaubat, tapi selang berapa tahun orang tersebut melakukan dosa besar itu lagi bahkan sampai berzina.. apakah masih diterima tobatnya?
Jawab
Allah itu Maha Ghafur, Maha Pengampun, meski Allah Maha Murka, namun lebih besar Maha PengampunNya, kepada setiap hambanya yang bertaubat, bukankah Allah menyukai orang-orang beriman yang senantiasa bertaubat QS. Al Baqarah: 222), masih, kapan saja, dimana saja masih diterima oleh Allah, Allah itu Maha kuasa, kalau DIA yang firmankan jadi, maka jadilah ia

 Bagaimana di indonesia yang tidak ada hukum rajam karena dosa zina di lakukan seseorang? Apakah bisa hanya dengan tobat saja tanpa di rajam?
Jawab
Biarkan Allah Swt yang mengeksekusinya, dan DIAlah secepat-cepatnya dalam memberikan azab lagi keras... Allah itu lagi-lagi Maha, jadi kalo pelaku zina belom dapat azab sekarang, maka terjadilah istidraj penundaan hukuman, dan boleh jadi diterima hingga hari dimana pembalasan nantinya, jadi kita hanya bisa berdoa dan berusaha untuk urusan kerja daripada doa dan usaha itu Allah Swt lah yg punya urusan, DIA Allah yg paling tahu kebutuhan kita semua makhlukNya

 Ustadz, Benarkah bahwa perubahan ahlak kita sekarang yang menjadi lebih baik daripda dulu ketika banyak melakukan dosa/maksiat, itu pertanda bahwa Allah SWT sudah mengampuni dosa2 kita yang terdahulu?
Jawab
Yang jelasnya belom ada jaminan, apa diampuni atau tidak, yang jelasnya kita yakin dan percaya ma Allah Swt akan memberikan keampunan terhadap dosa-dosa kita yang lalu, jangankan dosa, siang a a dijadikannya malam, malam dijadikannya siang, orang mati dibuat hidup, orang hidup dibuat mati, itulah tanda-tanda kebesaran Allah, maka dosa yang banyak sekalipun bisa jadi nol cuman dgn kehendak Allah, jadi terus dekati Allah ya bunda.Kalo DIA yang berfirman Jadi, maka jadilah ia kosong dosanya, sesimpel itu karena DIA adalah raja yg menguasai kerajaan langit dan bumi...makhlukNya ga bakalan sampe ke situ, karena itulah TUHAN yg Maha, Raja pemilik semesta, DIA MAHA AWAL dan MAHA AKHIR

TAMBAHAN PERTANYAAN DARI HA 02 UMMI
TANGGAL 14 AGUSTUS 2014

Pertanyaan:
 Bunda Pipit
Izin bertanya ustad. Bagaimana taubat nasuha untuk seorangnyg telah berzina ustad?apakah. Ia akan selamanya terhina karena itu dosa besar? Apakah taubat nasuha hanya shalat dan niat tidak akan mengulangi ustad? Atau harus puasa dan sebagainya?

 Bunda Asih
Istidraj sendiri artinya apa ya tadz?

 Bunda Attin
Bagaimana cara kita mengalahkan syetan dan hawa nafsu kita ustadz agar tidak terjerumus dalam perbuatan" maksiat?

Makasih atas pertanyaannya bunda-bunda, sesi pertanyaan sya tutup, insya Allah dilanjutkan dgn jawaban

Jawaban :
 Bertaubat dan tidak mengulanginya lagi belum tentu ia terhina, bahkan bisa saja ia lebih dekat disisi Allah ketika taubatnya diterima dibanding orang yang kalo kita lihat kesehariannya tidak berbuat dosa, ini disebabkan karena Allah itu memberikan petunjuk dan rahmatnya untuk sesiapa saja hamba Nya yg DIA kehendaki, seseorang yang bertaubat, apalagi taubatan nasuha itu tentunya merubah pola pikir dan kebiasaannya, tentunya ia sami'na wa ata'na , ia mendengar perintah dan larangan yg diajarkan dan dikehendaki oleh Allah dan RasulNya, dan mentaatinya sekuat tenaga untuk tidak terjerembab dalam jurang kehinaan atau kemaksiatan.

  Istidraj itu penundaan hukuman atau azab yang diterima makhluk dari Allah Swt, in sya Allah bagian ini adalah materi lanjutan dari materi yang telah saya jelasin tadi, makanya saya bilang bersambung, hehehe, tentunya dibahas pada kajian berikutnya insya Allah

 Dengan cara niatnya dilurusin karena Allah, istiaqamah berdo'a dalam setiap aktivitas dan rutinitas dan usaha, caranya menaati perintah dan menjauhi larangan Allah dan RasulNya, tidak ada cara lain bahwa dalam mengerjakan segala sesuatunya dengan prinsip Allah dulu, Allah lagi, Allah seterusnya, maka yg namanya syaithan, namanya nafsu maksiat, insya Allah akan jauh, nantikanlah petunjuk-petunjuk Allah dgn kesabaran, kesyukuran dan keikhlasan, yakin serta percaya kepada Allah, insya Allah semua mudah ketika bersama Allah

Ada lagi yang mau ditanyakan sebelum saya tutup kajian
Alhamdulillah...
Semoga bermanfaat
Kalo ada salah itu dari saya yang hina ini, sedangkan kebenaran hanya milik Allah, dan Rasulullah Saw adalah utusan Allah

Nun wal qalamin wama yasthurun, Subhanakallahumma wabihamdika asyhadualla ilahailla anta astagfiruka wa’atubu ilaik, wa barakallahu fikum

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ