Home » , , , , » Jika Aqidah Lurus, Problema Hidup Allah yang Urus

Jika Aqidah Lurus, Problema Hidup Allah yang Urus

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Thursday, August 28, 2014

Kajian Online WA Hamba الله SWT Grup Ummi 1-16

Hari / Tanggal : Rabu, 27 Agustus 2014
Materi : AQIDAH
Narasumber : Ustadzah Endria
Notulen : Retno
Editor : Ana Trienta


السلام عليكم ورحمة الله و بركات
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله و الشكر لله  و الصلاة و السلام على رسول الله و على آله و أصحابه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين.


Alhamdulillah wa syukurillah pada kesempatan siang yang penuh berkah ini kita kembali bisa berkumpul dalam majelis ilmu via online ini. Materi pertama yang ingin saya angkat adalah tentang AQIDAH.

PENGERTIAN AQIDAH
Urusan Aqidah didalam Islam  harus menjadi perhatian utama dan pertama serta melekat sepanjang hidup seorang Muslimah. Karena Aqidah yang lurus merupakan kunci seseorang bisa selamat dan sejahtera hidupnya baik di dunia dan di akhirat. Aqidah yang lurus merupakan sumber solusi utama bagi manusia untuk bebas terlepas dari problematika hidup yang dihadapinya

Setiap Muslimah tidak terlepas dari suatu masalah hidup. Tabiat masalah/problematika hidup biasanya memiliki tenggang waktu  tertentu. Dia akan berlalu dan berganti dengan masalah yang lain. Demikanlah yang terjadi pada setiap manusia sepanjang hidupnya. Bahkan ketika seseorang telah menemui ajalnya, maka tidak berarti pula dia terhenti dari masalah. Karena justru kematian adalah gerbang memasuki kehidupan yang penuh pertanggunjawaban atas segala prilakunya semasa di dunia. Sejak kematiannya, manusia sudah mulai menerima konsekwensi atas segala amalnya ketika berada di dunia. Kembali pada pembicaraan tentang Aqidah sebagai sumber utama terangkatnya masalah manusia.

Pertama, fahami benar apa sih  Aqidah Islam itu ?
Aqidah Islam adalah dasar-dasar pokok kepercayaan seorang Muslim yang berdasarkan pada sumber ajaran Islam yang shohih yakni Al Qur'an dan Hadist. Dasar-dasar tersebut dinyatakan bahwa : 
"setiap muslim wajib berpegang teguh kepadanya sebagai sumber keyakinan hati yang mengikat."

Selain itu, Aqidah Islam merupakan suatu ikatan tali batin yang berupa janji orang yang beriman kepada Allah SWT untuk menaati semua perintah dan menjauhi laranganNya.


PILAR-PILAR AQIDAH
Pilar-pilar Aqidah Islam adalah terdapat pada Rukun Iman :
1. Iman Allah.
2. Iman kepada para Malaikat
3. Iman kepada Kitab-kitab Allah.
4. Iman kepada para Rasul.
5. Iman kepada Hari Akhir.
6. Iman kepada Qodho dan Qodar.

Dengan berpegang teguh pada akidah Islam, maka hati akan menjadi tenteram dari kebimbangan salam hidup. Dan problematika dalam kehidupannya menjadi suatu hal yang dengan tepat disikapinya, sehingga gejolak kesedihan atas kesulitan hati tidak mempengaruhi ketaatannya pada urusan ibadah kepada Allah ta'alaa.

Aqidah Islam juga merupakan jalur hubungan yang langsung bisa mendekatkan hubungan antara manusia dengan Allah subhanahu wata'alaa.  Dan jika hubungan antara manusia dengan Tuhan pencipta alam semesta, Allahu ta'alaa sudah terjalin maka apa saja yang menjadi problema hidup seorang hamba akan Dia urus dan selesaikan dengan caraNya.

PENERAPAN AQIDAH YANG BENAR
Setelah kita memahami betapa urgent nya kita memahami Aqidah Islam dengan baik dan benar, maka langkah selanjutnya kita perlu "mengevaluasi diri kita, apakah Aqidah Islam kita sudah benar?" Hal ini harus dilakukan segera oleh setiap Muslimah, agar kita tidak berlarut-larut pada pemahaman dan penerapan yang salah tentang Aqidah Islam kita. Jika Aqidah kita benar, maka jaminan atas pertolongan Allah terhadap segala urusan kita akan turun.  Sedangkan jika Aqidah kita tidak benar, maka jauhlah kita dari harapan segala problematika hidup ini terangkat dan terselesaikan.

Bangunlah paradigma besar dan kokoh dalam pikiran kita, bahwa Bagi Allah menciptakan Langit , Bumi dan isinya adalah sangat mudah. Apalagi jika hanya sekedar menyelesaikan urusan masalah hidup kita ??? Oleh karena itu, mari kita semua segera meluruskan kembali Aqidah kita. Jangan biarkan Aqidah kita tidak terarah bahkan jika masih ada yang bercampur dengan Aqidah yang rusak dan tidak sejalan dengan Aqidah Islam yang murni yang shohih sebagaimana yg dibawa oleh ajaran Rasulullah saw.

Adapun prilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Aqidah Islam, yaitu antara lain :
  1. Beribadah kepada Allah SWT dengan hati yang ikhlas tanpa perasaan terpaksa dan terbebani.
  2. Berusaha dengan sungguh-sungguh sepenuh hati untuk memurnikan niat dalam beribadah kepada Allah SWT.
  3. Berusaha menghindarkan diri dari segala bentuk kesesatan, baik dalam beribadah maupun perbuatan dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Berusaha untuk meningkatkan ketaatan dan ketakwaan kepada Allah SWT dalam bentuk berbakti kepada kedua orang tua dan berbuat baik kepada sesama manusia.
  5. Tidak mempercayai adanya makhluk gaib yang dapat mempengaruhi nasib manusia karena hal itu merupakan termasuk syirik.
Khusus untuk Syirik, insyaAllah nanti akan kami ajukan pembahasan tersendiri setelah materi ini. Karena Syirik adalah suatu dosa yang terbesar didalam Aqidah Islamiyah.  Bahkan Syirik ini jika tidak segera dilakukan pertaubatan nashuha semasa hidup pelakunya, maka tidak akan memasukan diri ke Syurga.  Tepatnya keberadaan para pelaku Syirik ( Musyrikin ) adalah akan berada di dalam neraka selama-lamanya, kecuali orang-orang yang sudah bertaubat kepada Allah SWT. Fenomena kemusyrikan sangat beragam dan bisa jadi sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Atau tanpa tersadari kita juga pernah melakukan perbuatan Syirik, na'udzhu billaahi mindzalik, aaamiin.

Oleh karena itu, ukhtifillah jama'ah HA rahimakumullah, mari kita segera tingkatkan semangat untuk menuntut ilmu Agama, agar kita bisa segera berbenah sebelum ajal kita tiba. Perbaiki diri terus menerus.  Bersihkan kemusyrikan yang masih tersisa.  Kenali hal-hal apa saja yang bisa mengotori Aqidah kita.  Dan segera bertaubat serta mengejar dengan amal-amal sholih yang bisa mengantarkan kita pada hidayah dan tingkat ketaqwaan yang mantab.

HASIL DARI AQIDAH YANG BAIK
Sehingga apa yang kita rindukan yakni :
  1. Masalah hidup terselasaikan dari diangkat oleh Allah.
  2. Memperoleh ketenteraman dan kebahagiaan hidup yang hakiki karena mempunyai hubungan batin yang dekat dengan Allah subhanahu wa ta'alaa.
Demikian kajian ilmu kita malam ini bunda. Semoga apa yang sedikit dari saya yang dhaif ini ada yang bisa mengambil pelajaran dan manfaat. Billaahi taufiq wal hidayah. Wassalam wrwb.
Endria

DISKUSI
1. Tanya : 
Kalau ada orangtua yang tidak menjalankan kewajiban shalat fardu & percaya terhadap ''orang pintar''. Apa yang harus kita lakukan sebagai anak? Apakah kita turut berdosa jika mendiamkan saja?
Jawab :
Anak tidak berdosa setelah berusaha sekuat tenaga dengan cara yang ma'ruf memperingatkan orang tuanya untuk kembali beraqidah Tauhid. Sebagaimana riwayat kehidupan Nabi Allah, Ibrahim 'alaihissalam. Tetapi jika anak tidak merusaha mendakwahi dan meluruskan orang tuanya yang masih Musyrik maka dia berdosa. Karena perintah Allah ta'alaa dalam Al Qur'an agar kita menyelamatkan diri kita dan keluarga kita dari siksa api neraka. Anak selain mendakwahi juga jangan berhenti-henti berdoa kepada Allah agar orang tuanya diberi hidayah yang lurus.
Waallahu a'laam bishowwab.

2. Tanya : 
Tadi disebutkan harus berpegang teguh pada aqidah islam maka hati jadi tentram kalo kondisi dibalik bila hati selalu gelisah apakah menjadi indikasi aqidah kita belum lurus ustadz?
Jawab :
Bisa jadi. Karena hakekat  suatu kebenaran yang haq itu diantaranya membuahkan sakinah (ketentraman hati). Karena Allah dalam keadaan ridho kepadanya. Sehingga rahmat dan kasih sayang serta penjagaan dan perlindungan selalu menyertai dirinya. Jika dia punya masalah maka Allah tidak akan tinggal diam. Dia pasti mendampingi dan pada saat yang tepat akan menolongnya terangkat dari segala kesulitan dan kegelisahannya. Karena pada hakekatnya kegelisahan itu suatu yang bisa datang kepada seorang yang sholih sebagai cara Allah mencintainya... Agar dia segera semakin mendekat kepada Allah dan Allah semakin ridho kepadanya. Akan tetapi kebalikan bagi orang yang memiliki aqidah yang tidak lurus, atau dia pelaku dosa. Maka hidupnya tidak akan pernah tenang .. Na'udzubillahi mindzalik. Mengapa ?Karena bisa jadi dia diberi kesempatan hidup oleh Allah , menghirup oksigen dan bahkan meraup rizki harta yang berlimpah... Tetapi jika dia pelaku syirik atau pendosa, maka semua itu hanyalah karena sifat Rahmaan Nya Allah subhanahu wa ta'alaa. Sedangkan dia tidak mendapatkan Rahiim Nya Allahu ta'alaa.. Yakni kasih sayang dan ridhoNya. Sehingga hatinya akan dibiarkan terombang ambing dalam kegelisahan tanpa henti. Harta berlimpahpun tidak jua membuat hidupnya tenang ... Mengapa ? Tidak mengandung keberkahan didalamnya. 
Waallahu a'laam bishowwab.

3. Tanya : 
Gimana cara kita agar bisa beribadah dengan ikhlas tanpa perasaan terpaksa?
Jawab :
Mari kita perhatikan, apa saja kiranya yang harus ada dalam setiap kita melaksanakan ibadah kepada Allah ?
Pertama :
Ibadah kepada Allah itu harus atas dasar CINTA . 
Karena kita cinta kepada Allah maka kita melakukan ini dan itu apa saja yang diperintahkanNya kita laksanakan dengan hati ikhlas dengan hati ridho tanpa paksaan dan penuh kekhusyukan dalam melaksanakannya. Karena kita pasti ingin yang kita cintai , Allah ta'alaa puas , senang melihat apa yang kita lakukan untukNya. Sehingga Dia berkenan menerima ibadah kita dan ridho kepada kita.
Kedua :
Khauf artinya takut. Jika didalam ibadah itu dilaksanakan atas dasar cinta dan takut akan siksanya maka in sya Allah usaha untuk menyempurnakan pasti lebih baik daripada jika dia tidak punya rasa takut, takut kepada siksa Allah sebagaimana yang telah dikabarkan melalui al Qur'an dan al Hadist.

Ketiga :
Roja' artinya harap. Jika kita melaksanakan ibadah karena rasa ingin sekali mendapatkan janji2 Allah yang maha menenuhi janji sebagaimana yang dikabarkan melalui Al Qur'an dan Hadist, maka kita pasti akan lebih bahagia , dan semangat. Naaah jika kita inginkan ibadah kita DITRIMA oleh Allah ta'alaa ... Maka 3 alasan dasar tersebut diatas harus ada. Bagaimana jika selama ini tidak seperti itu? Yaa tinggal berusaha memperbaiki kekurangan. Dengan latihan dan latihan terus ... Ok

4. Tanya : 
Saya mau nanya bagaimana cara membersihkan kemusyrikan biar bisa benar-benar bersih?
Jawab :
Dengan menimba ilmu.. Khususnya pelajari ilmu Tauhid. Ilmu Tauhid adalah ilmu yang mempelajari tentang Ke Esa an Allah subhanahu wa ta'alaa. Jadi perlu kita hafami bahwa inti dari ajaran semua agama Allah dari sejak nabi Adam, 'alaihissalam sampai nabi Muhamad sholallahu 'alaihi wassalam semua yg diajarkan adalah tentang ajaran Tauhidillah - meng esa kan Allah. Setelah dilakukan proses pemahaman ilmu tauhid maka mulai pelajari pula amal-amal sholih penghapus dosa dan penguat iman. Seperti banyak berdzikir .. Laa illaaha illaAllah dsb. Lakukan Muhasabah diri. Apakah kita siap mati sedangkan masih ada kemusyrikan didlm diri kita. Oleh karena itu segera bersihkan. Dengan taubat dan mengejar amal-amal sholeh. Selain diatas . Bergaulah dengan orang-orang atau teman-teman yang sholih yang lurus aqidahnya ... Yang rajin mengingatkan dalam taqwa dan kesabaran.
Waallahu a'laam bishowwab

5. Tanya : 
Ustadzah bagaimana tata cara yang sesuai dengan sunnah rosul ketika kita kekuburan saudara seperti pada saat lebaran yang banyak masyarakat berbondong-bondong kekuburan, apakah diperbolehkan membaca surat yasin di smisalnya,,
Jawab :
Suatu bentuk tradisi sebagaimana yang dijalankan kebanyakan masyarakat kita ketika merayakan iedul fitri ziaroh ke kuburan adalah salah 1 dari banyak hal yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah. Bisa dikatakan hal tersebut telah mengada-adakan sesuatu hal (ritual yang dianggap ibadah). Hal seperti ini disebut bid'ah , maka amal seperti ini bukan merupakan ibadah. Karena tidak diterima oleh syari'at Agama. Waallahu a'laam bishowwab

6. Tanya : 
Misal kita memiliki pasangan yang kurang dalam beribadah, apakah kita wajib untuk selalu mengingatkan? misal untuk sholat kalau tidak diingatkan tidak sholat sedangkan kalau diingatkan belum tentu sekali diingatkan langsung berangkat
Jawab :
Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa perintah Allah kepada kita adalah agar kita menyelamatkan tidak hanya diri kita . Tapi juga keluarga kita , ya termasuk yang inti itukan suami, anak, orang tua, saudara kandung, paman, dst. Semua harus kita dakwahi agar taat kepada Allah subhanahu wa ta'alaa. Peringatkan bahwa SHOLAT itu adalah tiang Agama maksudnya apa ? Orang bisa saja ngaku islam. Walaupun dia baik , rupawan ataupun kaya , jika tidak sholat maka tempatnya kelak di Neraka. Karena SHOLAT merupakan pembeda orang Islam dan orang Kafir. Dakwahi suami dan doakan. In sya Allah doa yang tulus ikhlas dan istiqomah akan membuahkan kabar gembira.  Waallahu a'laam.

7. Tanya : 
Ustadzah... Terkadang kita ibadah membutuhkan motivasi dari luar, misalnya saja program odoj, ini agar kita bisa tilawah sejuz sehari. Jika tidak mungkin tilawah kita ga sampe sejuz. Apakah dengan hal ini kita termasuk tidak ikhlas dalam beribadah?
Jawab : 
Upaya seperti itu adalah termasuk bagian dari riadhoh , latihan. Kita dulu waktu kecil juga puasa Ramadhan atau Sholat Tarawih bisa jadi juga karena dituntut sekolah karena harus mengumpulkan lembar mutaba'ah yaa ?Naaah kalo ditanya ikhlas atau tidaknya ya hanya dirinya dan Allah saja yang tahu. Bahkan Malaikat pun tidak tahu keihlasan seseorang.  Yang penting ketika kita melakukan ibadah apapun harus atas dasar Cinta, Harap dan Takut tadiii .. Semua merujuk fokus untuk Allah. Naaaah kalo untuk laporan tilawah gimana ?  Pada zaman Rasululla saw , beliau sering menanyakan para Sahabat beliau, ra.hum tentang siapa hari ini yang sudah ini sudah ituuu. Padahal mereka Para Sahabat, yang sangat dekat dengan Rasul saw. Nah untuk apa kira-kira?  Yang untuk riyadhah atsu latihan tadi sayang .. Faham ya .. 
Waallahu a'laam

8. Tanya : 
Adakah tanda-tanda yang nampak dari muslim yang sudah benar aqidahnya ?
Jawab :
Ada !!! Yakni mereka yang selalu bersegera melaksanakan / taat kepada Al Qur'an dan Hadist. 

9. Tanya : 
Kalau karena ketidaktahuan kita kita berobat kepada kyai ternyata bacaannya tidak sesuai dengan ajaran Islam, hukum apa yang terkena kepada kita dan bagaimana mengetahui bahwa kyai / ustadz itu sudah sesuai dengan ajaran islam ?

Jawab :
Dalam Islam jika memang tidak tahu yang semoga Allah mengampuni. Untuk mengetahui kyai nya aqidahnya lurus atau tidak ya harus diamati benar-benar. Apakah cara-cara dia dalam mensyi'arkan Agama Islam sudah sesuai dengan Syari'at Islam apa tidak. Kemudian juga perhatikan kesholihan pak kyai tadi. Mau dipanggil pak kyai atau apa jika amal sholihnya sedikit. Mungkin dimata Allah lebih terhormat orang biasa yang tidak dikenal banyak orang tetapi aqidahnya lurus, amal sholihnya istiqomah dan menjaga diri dari perbuatan maksiat. 
Waallahu a'laam bishowwab

10. Tanya :
Apakah benar pernyataan yang mengatakan kalo hidup kita masih selalu mendapatkan masalaaaaah aja...maka aqidah islamnya atau pemahaman tentang menjalani ibadahnya masih belum benar? Jazakillah
Jawab :
Pernyataan tersebut jika dicermati hanya kurang tepat saja penempatannya. Karena dalam aqidah islam yang benar adalah bahwa setiap hamba yang beriman itu oleh Allah belum ditrima kesaksian atau janji keimanannya sebelum dia diuji oleh Allah dengan suatu ujian, bisa berupa ujian anak, istri, harta, kedudukan, kekayaan yang berlimpah ataupun kemiskinan, rasa cemas atau sakit dlsb.  Jika si hamba tersebut dalam ujian-ujiannya dia tetap istiqomah kepada Allah dalam menyembah, beribadah dan nemohon pertolongannya , maka bisa jadi dia lulus ujiannya dan keimanannya ditrimaNya. Tetapi jika dia kufur dengan ujian kenikmatan yang dia trima dari Allah tidak menambah ketaatanya dalam beribadah maka yang dihadirkan Allah adalah masalah tapi yg sifatnya adzab / hukuman. 
Waallahu a'laam bishowwab

11. Tanya : 
Ustadzah, kalo tanpa kita sadari pernah melakukan perbuatan syirik, pasti kita kan gak bertobat karena merasa tidak berdosa. Pertanyaan saya, bagaimana caranya kita melakukan taubat nasuha yang tanpa kita sadari itu....
Jawab :
  1. Banyak istighfar dan baca doa :"Allahumma inaa na'udzubika min annusyrika bika syai'an na'lamuh wa nasghtaghfirukaa limaa laa na'lamuh."
  2. Berjanji tidak mengulangi dan berusaha menjauhinya.
  3. Menuntut Ilmu agama yg benar aqidah nara sumbernya.
  4. Perbanyak melakukan amal-amal sholih untuk menutup kesalan dan dosa-dosa yang lalu.
12. Tanya :
Hal-hal apa dan siapa aja yang masih di pertanggungjawabkan selepas kita meninggal? Betulkah apabila Suami meninggal, lalu Istri masih dalam masa Iddah berbuat dosa, dosa nya akan di tanggung Suami juga? Demikian jugakah dengan anak perempuan?
Jawab :
Jika suami istri salah 1 diantara keduanya meninggal dunia maka secara otomatis mereka bercerai. Jadi dosa si janda ini yang menanggung ya dirinya sendiri bukan mantan suaminya yang sudah meninggal itu.

13. Tanya : 
Ustadzah, Kalo kita ngantar/nemenin orang yang berobat ke seorang yang dianggap serba tahu apa ikut berdosakah?  Nemenin karena penasaran sama orang pintar tersebut dan ternyata menurut saya orang tersebut masih percaya sama kekuatan yang lain
Jawab :
Ada kesalahan double disana. Yakni :
Pertama : 
Dia niat mengantar teman dalam zona subhat , datang ke dukun/para normal/orang pintar. Kesalahannya karena telah berta'awun, tolong menolong dalam maksiat. Ini dilarang alias haram.
Kedua :
Sikap rasa penasaran kepada si "orang pintar itu tadi " untuk apa kita melakukan hal yang sia-sia. Apalagi yang jatuhnya subhat. Harus dijauhi.

Hadist nya sudah jelas jika kita mendatangi dukun itu haram , ibadahnya tidak diterima Allah selama 40 hari baik dia percaya terhadap omongan si dukun itu atau tidak.
Waallahu a'laam bishowwab

14. Tanya : 
Saya mau tanya ustadzah, gimana contoh kesyirikkan yang mungkin dekat dengan kehidupan kita sehari hari sebagai seorang muslimah,istri dan ibu?
Jawab :

  1. Mencintai anak atau suami atau harta benda yang dimiliki lebih dari cintanya kepada Allah. Baca QS. at Taubah : 24
  2. Menentukan hari-hari tertentu untuk menetapkan waktu pernikahan anak.
  3. Mempercayai kejadian terkait dengan bintang atau barang yang ada disekitar rumah kita sebagai penyebab terjadinya sesuatu. 
Misal : 

  • Ada burung prenjak berputar-putar didepan rumah diartikan akan ada tamu datang. 
  • Meyakini bayi harus dibekali dengan barang-barang tajam di sekitarnya untuk menjaga agar tidak diganggu jin. 
  • Adanya cicak mati menjatuhi dirinya berarti ada family yang akan meninggal dunia.
  • Mendatangi orang pintar untuk menanyakan barang hilang atau nasib , kesuksesan usaha dagangnya dll.
Diatas adalah diantara contoh-contoh perbuatan syirik

15. Tanya : 
Bagaimana cara kita untuk tidak mengikuti bid'ah, tradisi daerah sedangkan di daerah kita sangat kental tradisinya seperti acara 7 bulanan yang pake di mandiin gitu ustadzah dan kalau tidak mengikuti acara gituan nantinya pasti jadi pembicaraan ...
Jawab :
Belajarlah mencintai Allah dengan cinta yang sejati. Cinta yang utuh, cinta yang sempurna, cinta yang dahsyat. Sehingga kita akan mudah dan ringan ketika harus menentukan sikap, apakah harus taat dan patuh kepada Allah atau takut dan serba sungkan kepada manusia, takut dibicarain manusia atau takut jika Allah memberi hukuman karena ketidak taatan kita ?

16. Tanya : 
Bagaimana cara menguatkan aqidah bagi muslimah yang baru memeluk agama islam agar tidak mudah goyah jika ada guncangan dalam menjalankan proses ketauhidannya pada islam? Syukron
Jawab :
Terus belajar menuntut ilmu melalui ikut kajian-kajian muslimah, baca-baca buku aqidah dan amal sholih dari sumber-sumber yang benar. Dan seberapa pun dapatnya tambahan ilmu segera amalkan. Jangan tunda-tunda karena amal yang diterima Allah akan berkah dan membuahkan turunnya hidayah . Jika amal terus menerus dilakukan dengan ikhlas dan istiqomah maka hidayah in sya Allah akan terus ditambah oleh Allah ta'alaa. 
Waallahu a'laam bishowwab

17. Tanya : 
Untuk ruqyah...kalau kata ustadznya kena gangguan jin...?? Kalau ustadz bisa merasakan interaksi dengan jin, berarti ustadznya pun bisa interaksi dengan jin. Pernah mendengar..kalau manusia biasa tidak bisa melihat makhluk gaib, kalau pun bisa, dipertanyakan aqidahnya...
Bagai mana menurut ustadzah...??
Jawab :
Bisa jadi benar. Bahwa jika manusia bisa berinteraksi dengan jin berarti didalam dirinya juga ada jin nya.
Waallahu a'laam bishowwab.

Doa Kafaratul Majelis

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Semoga bermanfaat

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT