Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

Kajian Tentang Sahabat

Kajian Online WA Hamba  اللَّهِ  SWT (HA 101 Nanda)

Hari / Tanggal : Selasa, 26 Agustus 2014
Narasumber : Ustadzah Lillah
Tema : Sahabat
Notulen : Peni Sapta

Editor : Ana Trienta
السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Akhwati sholihah, sebelumnya saya mohon maaf baru bisa muncul sore hari. Ada miskomunikasi antara saya dan pengurus. Baiklah, untuk mempersingkat waktu, saya kutipkan tulisan singkat dan ringan tentang sahabat..

Dalam melewati lorong waktu hidupmu, menyusuri jalan yang penuh liku dan tipu daya, tak sedikit pula duri tajam dan bukit terjal yang siap meluluhlantakkan semangat mencari kebenaran ilahi. Tentunya ini tidak mudah engkau lalui sendiri; engkau butuh seorang teman. Bersamanya engkau bisa saling membantu, bahu-membahu menuju akhir perjalanan hidupmu. Namun tidak berhenti sampai di sini. Mengapa? Teman itu layaknya cermin, jika engkau ingin mengetahui dirimu, lihatlah dengan siapa engkau berteman. Rasul shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda,

المؤمن مر آه (اخيه)المؤمن

“Seorang mukmin merupakan cerminan saudaranya yang mukmin. HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad, no. 239; Abu Dawud, no.4918 - Ash-Shahihah, no. 926

Memilih teman bukanlah perkara remeh, Islam memerintahkan kita untuk memilih siapa yang menjadi teman kita. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda,

المرء على دين خليله فلينظر احدكم من يخالل

Seseorang itu berada pada agama teman karibnya, maka hendaklah salah seorang di antara kalian melihat siapakah yang dia jadikan teman karibnya. HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ahmad

Ketahuilah bahwa tidak semua orang layak dijadikan teman karib. Karena itu, orang yang dijadikan teman karib harus memiliki sifat-sifat yang memang menunjang persahabatan:

1. Berakidah lurus dan bermanhajahlus sunnah wal jama’ah

Ini menjadi syarat mutlak memilih teman karib. Kita semua tahu kisah kematian Abu Thalib, paman Rasulullah ‘alaihish shalatu was salam. Dalam keadaan terbaring menghadapi kematiannya, ada tiga orang yang menyertainya, mereka adalah Rasulullah ‘alaihish shalatu was salam, Abu Jahl, dan Abdullah bin Abi Umayyah. Dua orang terakhir itu adalah tokoh kafir Quraisy.

Rasulullah mengatakan, “Paman, katakan ‘laa ilaha illa llah‘! Satu kalimat yang akan aku jadikan bahan pembelaan bagimu di hadapan Allah.” Sedangkan dua tokoh kafir itu menimpali, “Abu Thalib, apakah kamu membenci agama Abdul Muthalib?” Tanpa henti Rasul ‘alahi shalatu wa salam menawarkan kalimat itu, namun dua tokoh kafir pun terus mempengaruhi. Sampai akhirnya Abu Thalib enggan mengucap laa ilaha illallah dan tetap memilih agama Abdul Muthalib. Ia pun mati dalam kekufuran. (Lihat hadits riwayat Al-Bukhari, no.1360; Muslim, no.131; An-Nasai, no. 2034)

Cobalah lihat buruknya pengaruh orang-orang yang ada di sekitarnya! Padahal Abu Thalib sudah membenarkan ajaran Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam hatinya.

2. Orang yang berakal

Karena akal/kepandaian merupakan modal yang utama. Tidak ada kebaikan bergaul dekat dengan orang bodoh, karena bisa saja dia hendak memberikan manfaat kepadamu tapi justru memberi madharat. Yang dimaksud “orang berakal” dalam konteks ini adalah orang yang mengetahui segala urusan sesuatu sesuai dengan proporsinya. Manfaat bisa diambil dari dirinya atau dari pemahaman yang diberikannya.

3. Baik akhlaknya

Ini merupakan keharusan sebab berapa banyak orang berakal yang dirinya lebih banyak dikuasai amarah dan nafsu, lalu dia tunduk padanya sehingga tidak ada manfaat bergaul dengannya.

4. Bukan orang fasik

Orang fasik tidak pernah merasa takut kepada Allah. Orang yang tak takut kepada Allah tentu sulit dipercaya. Selain itu, sewaktu-waktu orang lain tidak aman dari tipu dayanya.

5. Bukan ahli bid’ah

Persahabatan dengannya harus dihindari karena bid’ah yang dilakukannya.

6. Taat beribadah dan menjauhi perbuatan maksiat

واصبر نفسك مع الذين يدعون ربهم با الغداة والعشي يريدون وجحه

Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di waktu pagi dan senja hari dengan mengharap keridhoannya. QS. Al-Kahfi : 28

7. Banyak ilmu atau dapat berbagi ilmu dengannya

Berteman dekat dengan orang yang punya dan mengamalkan ilmu agama akan memberi pengaruh positif yang besar pada diri seseorang.

8. Tidak rakus dunia

Itulah sebagian sifat-sifat teman karib yang harus engkau perhatikan. Jangan sampai dirimu salah memilih sehingga engkau menyesal di dunia atau pun di akhirat.

الْأَخِلَّاء يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ

“Teman -teman akrab pada hari itu sebagian menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa." QSu. Az-Zukhruf : 67
Artikel Muslimah.Or.Id

:: Persahabatan dan Seleksi Alam ::

Seseorang dulu pernah bilang, jika perkataan yang benar membuat kita kehilangan teman,
maka teruskanlah. Teruslah melangkah karena kebenaran hakikatnya adalah saringan.

Ketika kita berbuat atau berkata benar lantas dijauhi (semata karena kebenaran yang kita sampaikan, bukan karena caranya) maka hendaknya kita bersyukur.

Berbahagialah ketika teman-teman yang buruk telah disingkirkan dari hidup kita, sehingga yang tersisa hanyalah yang baik-baik saja. Karena sesungguhnya saringan kita sedang bekerja. Agar yang tersisa untuk kita adalah teman-teman yang baik-baik saja, yang ia ridha dengan kita, dan kita pun ridha dengannya..

Ketika cahaya hidayah mulai menyinari hidup kita, terkadang satu-dua bahkan beberapa sahabat dekat mulai beranjak meninggalkan kita. Entah karena mereka menganggap kita ini aneh,  tidak siap menerima perubahan yang terjadi pada diri kita setelah mengenal sunnah.. Risih mendengar kita menyampaikan kebenaran atau mungkin hanya karena mereka merasa ‘berbeda’ dengan kita. It’s something that comes naturally. Adalah sunnatullah bahwa pelaku kebenaran selalu terasing dan dianggap aneh. Dianggap tidak lazim dan menyelisihi manusia kebanyakan. Semata-semata karena kebenaran yang mereka pilih dan sampaikan.

Bersabarlah..
Relakanlah mereka yang pergi karena akan datang pengganti yang lebih baik.
Yang akan mengokohkan keimanan ketika mulai merapuh,
Yang setia mendampingi dalam segala keadaan,
Yang tak lupa mengingatkan ketika diri mulai lalai dan berdosa.

“Sesungguhnya tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena Allah ‘Azza wa Jalla, kecuali Allah akan menggantikannya dengan sesuatu yang lebih baik bagimu.”
(HR. Ahmad, No 23074)

Persahabatan layaknya seleksi alam.
Siapa yang tetap bertahan di sisi setelah segala apa yang terjadi adalah sahabat yang sejati dan sesungguhnya. Seseorang yang berbahagia melihat kita berbahagia dan turut berduka ketika kita tengah berduka

TANYA JAWAB

Maeitoh
Bunda saya tipe yang sulit sekali percaya dengan orang lain. Saya punya teman ngaji  tapi saya enggan cuthat.apa itu bisa dikatakan sahabat juga?
Jawab
Sebaiknya tetap punya teman dekat, karena secara psikologis juga lebih sehat saat kita punya sahabat. Sahabat juga keluarga adalah sarana kita mewujudkan ukhuwwah, banyak hal yang bisa kita dapat dari sebuah persahabatan. Tidak mudah percaya mudah-mudahan bisa termaknai dengan selektif memilih sahabat.

Dalam banyak hadits, Rasulullah juga menceritakan  keutamaan persahabatan. Diantaranya bahwa orang-orang yang saling mencintai karena Allah akan termasuk 7 golongan yang mendapat naungan di syurga. Bahkan ada lho buku yang judulnya "Taman orang-orang yang saling mencintai"

 Peni
Ustadzah kalo punya teman dengan 8 ciri sifat-sifat diatas masyaAllah alhamdulillah bange tapi kan ga ada manusia sempurna, sifat yang kudu/paling penting untuk milih sahabat apa ya?? Kan katanya teman saling melengkapi, hehe
Jawab
Betul...nobody's perfect. Untuk berteman, banyak-banyaklah bergaul dengan siapapun, kenali banyak orang akan memperkaya link kita. Namun untuk sahabat, pilih yang paling mendekati kriteria di atas. Minimal beraqidah lurus, in sya allah yang lainnya bakal ngikut

Fitri
Saya tipe gaul ustadzah, semua golongan bisa jadi teman saya , yang mana ya bisa dikatakan jadi cerminan diri saya ?
Jawab
Yang menjadi cerminan adalah sahabat kita, teman yang lebih akrab dari sekedar teman. Coba deh amati, tanpa kita sadari sahabat yang kita pilih biasanya memang jadi mirip kita, bahkan seringkali jadwal haidl pun jadi bareng

Doa Kafaratul Majelis

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Semoga bermanfaat