Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

MANAGEMENT EKONOMI

Kajian Online WA Hamba  اللَّهِ  SWT ( HA 107 & 115 Nanda)

Hari / Tanggal : Selasa, 26 Agustus 2014
Narasumber : Ustadzah Miftha
Tema : Management Ekonomi
Notulen : Riski & Susi
Editor : Ana Trienta

Assalammu’alaikum. Nanda sholihat yang Insyallah dimuliakan Allah. Pada kesempatan kali ini insyallah saya akan belajar bersama dengan materi yang berjudul Management Financial.

Al -Jum’uah ayat 10 : "Apabila telah ditunaikan sholat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."

Al -Jumu’ ah 11 : "Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhutbah). katakanlah : “apa yang di sisi Allah adalah lebih baik daripada permainan dan perniagaan. dan allah sebaik-baik pemberi rezeki."

Nanda Sholihat. Jika kita mendengar kata uang pasti semua tahu kalau itu sebuah kertas yang berharga, benar?. Sayangnya dari SD, SMP, SMA, bahkan mungkin sekarang, keuangan ini tidak kita pelajari secara konkret, cuma konsep-konsepnya saja. Sebagai contoh, guru-guru kita mengajarkan bagaimana caranya berkecukupan finansial atau bagaimana caranya untuk kaya, nah apa yang diajarkan?. Yang diajarkan adalah menabung. Guru kita mungkin pernah mengatakan sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit, benar?. Tapi mengapa setelah 2 tahun, 5 tahun, bahkan 10 tahun menabung kok saya nggak kaya-kaya juga?. Kalau begitu berarti prinsip menabung saya sebenarnya adalah sedikit demi sedikit lama-lama jadi bosan, he. Kenapa? Ya, karena uangnya saya nggak naik-naik dan nggak nambah-nambah, benar?. 


Kemudian ada contoh lain, misalnya kita lihat bagi hasil di bank, kurang lebih 6-8% setiap tahunnya, bahkan deposito kita 2 miliyar juga bagi hasilnya rata-rata 6-8% setiap tahunnya. Sementara, kita lihat inflasi, bisa 9-12% kenaikannya pertahun. Dan juga kita lihat betapa harga-harga barang terus naik setiap tahunnya. Jadi, uang yang kita letakkan di bank itu sebenarnya merosot nilainya, walaupun sepertinya angkanya naik. Namun setelah termakan oleh inflasi, itu jadi merosot. Kenapa?, karena angka inflasinya jauh lebih besar daripada bunga atau bagi hasilnya dalam setahun.

Nanda Sholihat, Islam itu syarat dengan ajaran, syarat dengan contoh juga, kalau islam mengajarkan kekayaan tentunya islam juga menunjukkan bagaimana caranya, bukan sekedar gagasan. Kita lihat, bagaimana caranya agar kita menuju atau minimal berkecukupan dalam finansial, kalau kita sudah berkecukupan (OK), nah mungkin kita bisa saja bebas finansial (sangat OK), In sy allah. 

Berikut cara Islam mengelola keuangan, berdasarkan sumber yang saya kutip dari Bang Ippho Santosa, seorang motivator terkenal : 
1. Perdagagan 
2. Investasi 
3. Emas
4. Sedekah 
5. Berhemat. 

Kita tidak pernah dianjurkan dengan sungguh-sungguh untuk menabung, itu adalah konsep yang salah. Apakah saya punya tabungan?. Ya, saya punya tabungan. Tapi bukan itu fokus utama kita, dan bukan itu fokus utama saya, karena kita tahu menabung itu sebenarnya tidak bisa bikin kita kaya. Mungkin nggak kita kaya?. Ya mungkin, kalau kita jadi pemilik banknya. Tapi, kalau kita nasabahnya ya kemungkinan nggak bakal kaya. Jadi, miliki tabungan sekedarnya saja, nah sisanya kita gunakan buat yang lain. Apa itu, yaitu perdagangan, Investasi, Emas, sedekah, dan hemat. Islam tidak pernah mengajarkan tumpuklah, kumpulkanlah uang dan tabunglah. Sekarang kita lihat perdagangan. Nabi berdagang, istri dan sahabat Nabi juga berdagang. Jadi, yang benar adalah uang itu untuk digerakkan, digerakkan dengan point yang telah saya sebutkkan diatas.

Kita lihat bahasa inggrisnya mata uang adalah currency. Currency asal katanya dari current (harus). Jadi, artinya apa?. Artinya, uang itu harus bergerak terus menerus. Kalau dia berhenti nilainya akan turun, namun kalau dia bergerak nilainya akan naik. Nah, agar meningkat kita mesti gerakkan terus menerus, dan apa saja yang kita gerakkan terus menerus jadinya akan sehat, seperti darah, udara, dan air. Air yang bergerak terus menerus maka bisa digunakan untuk wudhu alias bisa suci dan mensucikan. Tapi, kalau diam saja ini kurang dianjurkan. Darah juga demikian, kalau berhenti, itu berarti orang tersebut telah mati, jikalau bergerak terus menerus maka akan sehat. Wallahu a’lam Bis showab.

TANYA JAWAB

TANYA :
Ustadzah mau tanya apa semua investasi itu diperbolehkan? Dan kalau tabungan yang bisa diambil setelah minimal 5 tahun itu boleh ga? Biasanya kan ada bunga banknya tuhh?
JAWAB :
Walaupun Islam mendorong umat islam untuk berinvestasi, namun tidak berarti semua bidang usaha diperbolehkan dalam berinvestasi. islam membatasi bidang-bidang yang boleh umat berinvestasi, yaitu melarang umat islam berinvestasi dibidang yang diharamkan, baik haram bendanya maupun karena hukumnya (ada gharar, tadlis, maysir, dan riba). Jawaban yang kedua tidak boleh, bunga yang diambil oleh penabung di bank adalah riba yang diharamkan

TANYA :
Contoh investasi yang diperbolehkan dalam islam kaya apa ya? Berarti antara bank biasa dan yang syariah sama aja dong? Karena rata-rata ada bunganya...
JAWAB :
1). investasi ke dalam property dengan skema jual beli maupun sewa
2). investasi ke dalam logam mulia/emas
3). investasi ke dalam usaha yang dijalankan dengan prinsip syariah/halal baik yang dikelola sendiri ataupun menitipkan modal pada usaha pihak lain

Jawaban pertanyaan kedua : beda ukhti. perbedaan yang sangat jelas antar perbankan syariah dan perbankan konvensional, adalah dari segi akad, legalitas, lembaga penyelesaian sengketa, struktur organisasi, cara pengelolaan dana, dan lingkungan dan etika kerja dalam lembaga keuangan yang berbasis syariah, yang tidak dapat saya jelaskan satu persatu. Selain itu, mengutip dari Dr. Syafi’i Antonio, terdapat perbedaan yang sangat mencolok dari sistim operasional bagi hasil, dimana tidak ada keraguan bagi agama tentang hal tersebut, sedangkan bank konvensional menggunakan sistem bunga, dimana agama meragukan keabsahan sistem ini

TANYA :
Assalammu'alaikum.. Afwan baru bergabung, langsung bertanya ya ustadzah. Menyambung pertanyaan tadi, kan masalah menabung saya mau tanya masalah pinjaman. Kalo pinjam di bank kan jumlah yang di pinjam dengan jumlah yang di bayarkan gak sama (ada bunga) berarti juga di haramkan ustadz??
JAWAB :
Dilihat dulu pinjamannya seperti apa, dan lebih baik ke yang syariah jika kita ragu, atau alternatif lain yang tidak ada penambahannya. Kaau bank konven (ada bunga) jelas adalah riba yang haram

TANYA :
Ohh gitu, syukran ustadzah atas penjelasannya. Saya pakai syariah dan memang operasionalnya bagi hasilnya tidak mencolok tapi beberapa hari yang lalu saya ditawarkan untuk ikut tabungan tunjangan yang saya katakan sebelumnya tadi. Berarti itu tidak boleh ya?
JAWAB :
Tabungan tunjangan seperti apa ya kalau boleh tau? yang jelas menabung untuk mengambil dan memiliki bunganya, ulama sepakat bahwa bunga bank adalah riba.  Untuk itu, mereka sepakat, menabung di bank dengan maksud mengambil dan memanfaatkan bunga untuk kepentingan pribadi, hukumnya terlarang

TANYA :
Iya maksudnya gini ustadzah, saya nabung per bulan 300rb tapi ga bisa diambil selama 7th jadi total tabungan seharusnya 25.200.000  tapi dapat dari banknya bisa lebih dari segitu...
JAWAB :
Kadang kita harus mengetahui dahulu kemana bank tersebut (walaupun syariah) didistribusikan ke sektor riil atau tidak karena kita tidak tahu betul akadny sesuai syariah atau tidak,  jadi khawatir kita ragu, lebih baik menginvestasikan ke yang lebih pasti akad dan wujudnya

TANYA
Usaha apa yang kira-kira bisa tanpa modal dan berhutang? teman saya ada yang mau usaha tambak udang, lumayan perputaran uangnya soalnya jadi mesti pinjam mau ga mau? Tapi saya ga tau sih pinjamnya di bank mana
Jawab : 
Untuk usaha tanpa modal ya, salah satu contohnya ikut memasarkan usaha orang lain, yang rendah dulu saja jabatannya tidak apa-apa, kita serap ilmu bisnisnya bagaimana bisa sukses, nah kalau kita sudah cukup modal untuk buka usaha sendiri, kemudian kita kembangkan / modifikasi apa yang sudah kita dapatkan dari pekerjaan sebelumnya atau bisa juga dengan sistem dropship, kan juga tanpa mengeluarkan modal namun barang dan spesifikasiny kita sudah tahu jelas dll. Untuk masalah ini banyak-banyak belajar dari pengusaha yang telah sukses, kaji ilmunya dan banyak baca buku biar tambah mantap

TANYA : 
Ustadzah, saya mau tanya, Orang tua saya pedagang lama sekali jadi pedagang dari saya lahir sampe sekarang mungkin ada 22 tahun, begitu saya udah gede dan terjun ke toko kok kayanya usahanya ga maju-maju, segini gini aja, setiap bulan pasti berkurang terus modalnya, harus dapat suntikan dana dari penghasilan lain... itu kira-kira apa yang salah ya??
Jawab : 
Usaha yang mandek dlihat lagi dari rumus ini ya. ini saya kutip dari guru besar saya dr.syafii antonio dimana : 
(strategi+kompetensi+aksi)*doa = sukses besar

Jadi, sejatinya manusia berdoa kepada Allah, kemudian tentu saja imbal baliknya Allah memberikan intervensi (campur tangan) ke dalam target hidup kita. Nah target-target hidup atau visi misi termasuk juga harapan dan langkah-langkah untuk kita usaha, harus direncanakan dengan jelas, 5 tahun ke depan mau jadi apa 10 tahun lagi jadi apa, dst. Tentu saja untuk mewujudkannya kita perlu konsultasi dengan para ahlinya mbk, seperti pengalaman-pengalaman pengusaha sukses dalam mengatur arus kas uangnya, hingga modalnya tidak terus berkurang.

Di bagian tengah itu analisis swot (strenght, weakness, opportunity and threat). Menurut saya perlu sedikit inovasi dalam usahanya. Saya sebenernya pengen nanya juga jenis usahanya keluarganya elin apa karena kalo dari analisis ekonomi usahanya udah kurang berkembang bahkan tiap bulan harus di suntik dana dari pos lain kalau terus-terusan kan ga bagus juga. Nanti bantu menganalisis kira-kira penyebabnya apa, kelemahan dari usaha dan ancaman (threat) ke depan. Kira-kira masih adakah peluang? kalau peluangnya sudah tipis kan lebih baik usahanya d jual terus mencari jenis usaha yang lebih berpeluang

Sharing
Mau sedikit ikut sharing. Aku pernah dikasih tau sama HRD aku, cara mengelola pendapatan, tapi sayang'nya belum tanya sumbernya dari Mana
10% buat sosial keagamaan,
20% buat investasi,,
30% buat bayar utang,
40% buat biaya hidup
Jadi materi ustadzah, Mantap kalau Dunia dan Akhirat harus tetep jalan beriringan. Terus aku pernah Baca di Buku "Rich Dad and Poor Dad" Karya Robert Kiyosaki "Kita harus Melek Financial". Jadi kita harus memiliki Pola Fikir seperti Orang Kalangan Atas Dimana Mereka menageluarkan uangnya untuk mendapatkan sesuatu yang menguntungkan / tidak hilang. Contoh : investasi, nabung dsb. Orang Kalangan Menengah Ke bawah: Cenderung menggunakan uangnya untuk hal-hal yang sifatnya sementara /nafsu contoh : beli baju, tas dsb. Yang tidak bisa timbal balik. Tapi sayangnya aku belum bisa mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, cendrung masih nurutin nafsu, ketimbang nabung/coba usaha
Tanggapan Ustadzah
In sy Allah bisa mbak tami, buku yang HRD mbak baca karangan bapak Ahmad Ghazali
jadi lebih baik berbisnislah secara riil yang nyata akad dan bentuknya, prinsip bisnis atau usaha yang syar'i itu simple tami, bebas dari sistem bunga, penghasilan yang di dapat sesuai dengan tenaga / usaha yang di keluarkan (jadi ga seperti makan gaji buta) yang tau dapet uang ga tau dari mana

TANYA : 
Oiya kalau sistem MLM itu halal ga ustadzah? Hukumnya dalam islam gimana?
Jawab : 
Menurut Fatwa MUI, bahwa sistem perdagangan Multi Level Marketing (MLM) diperbolehkan oleh syari'at Islam dengan syarat¬-syarat sebagai berikut:
  • Transaksi (akad) antara pihak penjual (al-ba'i) dan pembeli (al-musytari) dilakukan atas dasar suka sama suka (' an taradhin), dan tidak ada paksaan;
  • Barang yang diperjualbelikan (al-mabi') suci, bermanfaat dan transparan sehingga tidak ada unsur kesamaran atau penipuan (gharar);
  • Barang-barang tersebut diperjualbelikan dengan harga yang wajar.
Hal ini didasarkan pada firman Allah SWT dalam surat al-Baqarah ayat 275. Demikian juga firman-Nya dalam surat an-Nisa 29
Jadi, Pilihlah sistem perdagangan Multi Level Marketing (MLM) yang benar-benar diperbolehkan oleh syari'at Islam karena memenuhi syarat-syarat yang telah disebutkan. Jadi, saya tidak bisa mengatakan semua MLM itu haram, karena ada fatwa yang mengatakan ada yang halal. begitu ukh rini 

Nanda-nanda nan sholihah kita akhiri dulu kajian kita hari ini ya, jika ada salah itu datangnya dari saya, kepada Allah saya mohon ampun.

TAMBAHAN TANYA JAWAB DARI HA 13 & 14 UMMI
TANGGAL 02 SEPTEMBER 2014


Tanya
Saya pernah tertarik untuk mengajukan pinjaman ke bank syariah, tapi biaya pengembaliannya jauh lebih mahal dari bank konvensional? Itu bagaimana ya bunda.. Waktu itu saya rencana mau merenovasi rumah?
Jawab
Tidak semua pembiayaan bank syariah lebih mahal dibandingkan konven. Karena setiap jenis pembiayaan mempunyai risiko dan overhead yang berbeda-beda. Antara satu fasilitas pembiayaan dengan fasilitas pembiayaan lainnya bisa berbeda dalam menentukan margin ataupun nisbah. demikian fasilitas kredit dari bank konven dengan fasilitas kredit bank konven lainnya bisa pula berbeda dalam menetapkan tingkat suku bunga.


Tanya
Bagaimana cara melunasi hutang yg baik bunda?
Berikut 4 langkah nabi mengajarkan kita untuk keluar dari beban hutang : 
  • Hilangkan perasaan susah dan sedih. Yaitu dengan akui kesalahan masalah keuangan kita dan tentunya hidup mesti terus berjalan
  • Tanam sifat rajin. Buat bisnis dan cari pendapatan tambahan
  • Menjadi berani dan banyak bersedekah. berani memulai bisnis yang lain, dan membantu orang lain walaupun kita belum keluar dari belenggu hutang.
  • Bayar hutang dengan sistematik. Membuat jadwal perstrukturan hutang yang sesuai.
Jadi intinya ada Usaha + Doa (Tawakal) = Bebas Hutang


Tanya
Bagaimana dengan investasi emas bunda? Kalau dulu ibu saya mengumpulkan emas untuk biaya sekolah anak-anaknya. Apakah sekarang masih relevan karena melihat belakangan harga emas turun?

Jawab
Boleh saja. Emas itu instrumen produk keuangan yang cukup likuid dan bisa membantu membalance portofolio keuangan kita.  apakah tepat beli emas saat ini? jawabannya tidak mengapa menurut keberanian anda, pakar perencana keuangan (Aidil Akbar), mengatakan investasi emas sebaiknya dilakukan utk jangka menengah 1-5 tahun. Kalaupun ada risiko terkoreksi dinilai masih oke jika turunnya masih dikisaran 10-20%.

Tanya
Apakah boleh menjual barang tapi berbeda harga untuk harga pembelian secara cash dan dicicil?
Jawab
Jual beli dengan tempo boleh dilakukan jika prakteknya sesuai dengan syarat-syartnya, jumlah angsurannya jelas dan telah ditentukan. Firman Allah swt, QS. AlBaqarah: 282 "Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu mnuliskannya."


Sabda Nabi Muhammad saw, "Siapa yang meminjam atau berutang sesuatu maka hendaknya timbangannya diperjelas, ukurannya dipertegas dan temponya ditentukan. Ada kisah tentang budak Barirah yang membeli atau membebaskan dirinya dari tuannya dengan cara angsuran seharga 9 ons emas. Setiap tahun ia membayar 1 ons emas. Jadi, praktek angsuran tidak dilarang oleh Nabi Saw 
ْ
Tanya

Ada kasus seperti ini bunda: Si A punya cukup modal, si B mau beli barang misal TV tapi tak punya uang. Bolehkah si A memberikan pinjaman ke B dengan maksud jual beli namun barangnya si B yang beli sendiri karena si A tidak sempat membelikannya? disaat pengembalian dilebihkan misal 200rb dari harga asli barang.. Apakah itu masuk riba?
Jawab
kalau menurut saya tidak apa-apa asal jelas kesepakatan di awal yakni niatnya untuk menjual barang. nah kalau pengembalian dilebihkan itu dilihat lagi seperti apa kesepakatan diawal, misal si A membeli tas harganya 200rb kemudian menjual tas kepada si B yang harganya 300rb dengan pembayaran menyicil dan keduanya sepakat, hal ini dibolehkan. berbeda dengan "jika kau belum mmbayar angsuran maka akan aku naikkan lagi harganya sepersekian persen". nah hal ini yang menjadi riba

Tanya
Kalo untuk bisnis MLM yang menjual suplemen dan minuman sehat gimana hukumnya menurut islam?
Jawab

Kalau MLM tersebut yang berbasis syariah diperbolehkan karena MLM syariah mendapat sertifikat MUI. saat ini baru 5 perusahaan yang sudah menerapkannya PT. K-Link, PT Ahad-Net, PT UFO BKB Syariah, PT Exer Indonesia, yang satu lagi saya lupa,afwan.

Tanya
Bagaimana Islam mengajarkan bagi hasil berinvestasi ke teman untuk membuka UKM (warung misalnya) ?
Jawab

Pada pembiayaan investasi, si pemilik modal akan memberikan dana kepada penerima modal yang sedang butuh modal usaha. ada dua tipe akadnya, yaitu mudharobah dan musyarokah. Pada mudharobah, si pemilik hanya sebagai pemberi dan penerima yang mengelola secara teknis. Kalau musyarokah, si pemilik bersama penerima ikut andil dalam menjalankan usaha dengan derajat porsi kerja sesuai kesepakatan. Dari keuntungan yang diperoleh, kedua belah pihak sepakat membagi porsinya atau bagi hasil sesuai kesepakatan di awal misalnya 60 untuk pemilik 40 untuk penerima (pengelola). keuntungan usaha ini menjadi keuntungan pemilik modal. jika tidak untung, maka penerima modal tidak brkewajiban membayar nilai uang kepada pemilik modal. Dan jika penerima modal rugi, pemilik modal juga ikut rugi. seperti itu adilnya.


Tanya
Apa bedanya MLM syariah dengan yang non syariah? Sedangkan produk-produknya udah ada logo halal nya kok. Mohon penjelasannya?

Jawab

MLM syariah sudah ada sertifikasi halalnya dari MUI yang dipastikan tidak mengandung moneygame ataupun arisan berantai. artinya struktur manajemennya memiliki dewan pengawas dan yang paling penting, sistim bisnisnya tidak menzalimi anggotanya. Sekarang ini sudah ada 600 lebih MLM di indonesia, dimana 65 MLM secara resmi terdaftar dalam asosiasi penjualan (APLI) dan ada yang dalam tahap pengajuan ke DPS, dan 5 MLM yang menjalankan MLM syariah. wallahu a'lam.

DPS itu Dewan Pengawas Syariah. DPS disini maksudny perpanjangan tangan Dewan Syariah Nasional MUI. Dalam hal ini terdiri atas ulama yang memiliki kompetensi di bidang ekonomi.

Tanya
Kalau investasi di saham bagaimana? Bolehkah?
Jawaban:
Hampir sama seperti MLM tadi, saham syariah yang diperbolehkan, dalam hal ini saham yang telah trdaftar di JII (Jakarta Islamic Indeks) atau hanya 30 saham listed pilihan yang likuid dari ratusan perusahaan saham yang terdaftar

Doa Kafaratul Majelis


سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang aq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Semoga bermanfaat. wassalammu'alaikum nanda