Manajemen Keuangan Keluarga Islami

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, August 19, 2014

KAJIAN ONLINE HAMBA  اللَّهِ SWT (HA 13 UMMI)

Hari / Tanggal : Selasa / 19 Agustus 2014
Narasumber : Ustadzah Pipit
Materi : Manajemen Keuangan Keluarga Islami 
Notulen : Annisa
Editor : Ana Trienta 

Bismillahirrahmaanirrahiim 
Assalamu'alaikum Bunda-bunda yang dirahmati Allaah...
Ba'da tahmid wa shalawat,semoga Allaah SWT menjaga kita untuk selalu istiqomah di jalan-Nya.

Saya Ustadzah Pipit yang insyaAllah akan memandu kajian hari ini. Saat ini tengah bertugas sebagai staff pengajar ekonomi dibawah Kementrian Agama RI.

Keluasan khazanah ilmu seluruhnya adlh milik Allaah SWT, mari kita sama-sama berbagi .
Tema kita hari ini adalah "Manajemen Keuangan Keluarga Islami"

Imam Tirmidzi meriwayatkn Hadits Rasulullah SAW bahwa kelak di yaumil akhir kita akan ditanya 4 hal:

1. Umur mu-bagaimana kau habiskan?
2. Jasad mu-untuk apa kau gunakan?
3. Ilmu mu-untuk apa kau manfaatkan?
4. Harta mu-bagaimana kau memperolehnya? untuk apa kau manfaatkannya?
Coba perhatikan pertanyaan tentang HARTA ternyata butuh 2 jawaban. Itulah mengapa Rasulullah mengingatkn tentang 3 fitnah dunia HARTA-TAHTA-WANITA. Umumnya fitnah TAHTA dan WANITA menimpa kaum pria. Dan fitnah HARTA mengincar kita kaum wanita.Na'udzubillah...

Tuntunan Islam mengajarkan beberapa aturan dalam mendapatkan HARTA. Meskipun sebagian Bunda-bunda ada yang bekerja ataupun menerima harta dari suami tentu kita perlu tahu juga dan saling mengingatkan dengan suami tercinta agar kelak happy ending saat pertanggungjawaban di sisi Allaah SWT 

Manajemen Keuangan Keluarga Islami adalah pengaturan keuangan keluarga (Pemasukan&Pengeluaran) sesuai kaidah syariah. Mari kita mulai dari :

PEMASUKAN

Bekerja adalah cara paling utama untuk meperoleh harta yang halal & barokah. Meskipun mendapat hadiah / menerima pemberian tidak dilarang, namun kaidah fiqih kita memuliakan orang yang BEKERJA. 

Sebagai bagian dari aktivitas muamalah, hukum BEKERJA pada dasarnya mubah. Artinya semua aktivitas yang tidak ada larangannya berarti boleh dilakukan. Agama Islam senantiasa memudahkan, maka yang dilarang tidak sebanyak yang diperbolehkan. 

Para fuqaha iqtishadi (Pakar-pakar Ekonomi Islam) merangkum dari hadits-hadist Rasulullah menerangkan bahwa yang terlarang antara lain :
  1. Riba' - tambahan atas harta / uang yang tidak sepadan dengan kerja (QS Al Baqarah 278-280)
  2. Risywah - Suap. Tambahan harta yang digunakan untuk mengambil peluang yang bukan miliknya
  3. Tatfif - Curang dalam bertransaksi
Panduan Islam dalam mengelola harta sesungguhnya menjadi inspirasi para ekonom modern.

Alqur'an menjelaskan dalam Q.S.AlBaqarah 282 bahwa pengelolaan harta yang paling dasar adalah PENCATATAN (inilah yang melahirkan ilmu Akuntansi). Alangkah baiknya kita membiasakan mencatat penerimaan dan pengeluaran keluarga. Lama-lama kita akan tahu skema keuangan keluarga dan bisa membagi-baginya ke dalam kelompok-kelompok kebutuhan

PEMBAGIAN yang ideal :
Sesuai hadits Rasulullah 'Isilah lambungmu 1/3 makanan, 1/3 minuman, 1/3 udara' maka pembagian harta keluarga 1/3 kebutuhan keluarga 1/3 tabungan 1/3 investasi. Eiiit tapi ada informasi lengkapnya ...

TANYA JAWAB

1. Umi mo tanya nich, bagaimanakah cara kita sebagai seorang istri dalam mengelola keuangan secara Islami umi? mohon pencerahan dan gambarannya agar ana bisa melakukannya dengan ridho Allah
Jawab i: 
  • 1/3 kebutuhan mencakup sandang-pangan-papan, biaya sekolah anak dan transportasi rutin keluarga.
  • 1/3 tabungan mencakup biaya kesehatan, tabungan pendidikan anak, tabungan perumahan, tabungan haji dll
  • 1/3 investasi saya lebih suka masukkan investasi akhirat duluan yaitu dana rutin untuk orangtua, ZISWAF dan investasi dunia di sektor riil (bisnis jasa/dagang) dan moneter (saham/reksadana/LM) dll. wallahu alam bishowab. 
2. Ustadzah pipit perkenalkan nama saya maya, saya seorang ibu yang bekerja, saya mau menanyakan ustdz ketika kita memberi kepada keluarga sendiri apakah tanpa sepengetahuan suami tidak masalah karna katanya kalo kita memberikan sesuatu berapa uang kepada misal orang tua kita tanpa sepengetahuan suami tidak apa-apa dikarenakan kita pakai uang sendiri tanpa harus meminta kepada suami kita, ada yang menyarankan seperti itu tetapi in sya Alloh saya tidak pernah memberi sesuatu kepada orang lain tanpa sepengetahuan suami saya in sya Alloh saya selalu diskusi dengan suami karna kami tidak mau ada saling yang menutupi mohon pencerahananya ustadzah pipit.
Jawab :
Kaidah fiqih mengajarkan bahwa harta suami adalah milik suami-istri-anak-anak. Harta istri adalah milik istri. Artinya dalam makna kepemilikan memang suami tidak berhak memiliki harta istri. Namun berkeluarga adalah seni pembelajaran komunikasi & kompromi agar tercipta ketentraman, kebahagiaan dan cinta kasih (Sakinah-Mawaddah-Rahmah). Maka tidak ada salahnya mndiskusikan penggunaan harta istri dengan suami asalkan menuju SaMaRa (misal memberikan harta istri untuk shadaqah pada orangtua-mertua-karib kerabat. In sya Allah akan menambah mahabbah (cinta) suami dan meninggikan iffah (kemuliaan posisi) istri dimata suami 

ZISWAF= Zakat-Infaq-Shadaqah-Wakaf.
Untuk zakat wajib dikeluarkan setelah kebutuhan pokok terpenuhi sesuai haul & nishab. Untuk sisanya dikeluarkan semaksimal mungkin asal tidak mendzalimi hak keluarga

3. Kalo kita mncatat pengeluaran keluarga kan pasti suami istri tau pengeluaran sampai sisanya dua-duanya tau tapi aku mau nanya kalau misalnya dana belanja 50rb/hari dicatatpun 50rb tapi namanya belanja kan misalnya ada lebihnya, nah lebihnya itu disimpan.. diluar pencatatan dan tanpa suami boleh ga?
Jawab :
Teknik pencatatan tidak harus on the spot, bisa juga historical (biasanya aja). Misal belanja sehari biasa 50rb, eh hari ini bisa 39rb tanpa mengurangi hak keluarga. Tafadhal tetap dicatat 50rb asal ada pembicaraan sama-sama tahu dan suami ridha. Bisa kan kita gunakan untuk cadangan dana tak terduga saat suami ada hambatan untuk berikan harta. wallahu alam

4. Saya mau nanya kan kalau kita bikin lotre di arisan atau pertemuan itu boleh nggak menurut alquran dan hadist?
Jawab :
Untuk yang dilarang dalam Islam namanya Maysir (perjudian-untung-untungan-undian) karena kalo yang 1 untung yang lain pasti rugi (bahasa ekonominya Zero Sum Game). Nah klao undian arisan (biasanya orang-orang betawi banyak banget arisan keluarga nih termasuk suami saya ) setahu saya bukan Maysir bu Hj...Karena tiap orang kan pasti akan kebagian giliran dapet arisan, cuma soal waktunya beda-beda. Uang yang kita dapet ya sama dengan yang kita setor bulanan/mingguan. Malah bisa jadi ajang silaturahim dan saling bantu (biasanya yg mau hajatan boleh minta dapet duluan,hehe... ). Wallahu alam bishowab 

5. Saya mau penjelasan yang lebih luas mengenai defenisi Riba di atas yaitu riba adalah tambahan yang melebihi hasil kerja gitu ya kalau nggak salah
Jawab
Riba' menurut para ulama diambil dari kata rubu'a artinya tumbuh/berkembang. Mudahnya Riba' itu segala kegiatan keuangan yang membuat uang nambah tanpa kerja. Misal Riba' Fadhl itu klo kita jual beli barang harga 1 juta. Kalo cicil 10x bayarnya jadi 150rb mau ga mau suka ga suka. Atau Riba' Nasi'ah dalam pinjam meminjam. Aslinya pinjam 5jt tapi karena bayarnya tempo 3bulan jadi ngembalikannya 6jt. Saya trmasuk yang moderat tapi hati-hati dalam hal ini. Kaidah fiqih tentang Bunga bank = Riba' jelas sekali di Qur'an QS Al Baqarah 275,278-279.  Ada juga di ArRuum 39. 

Tapi memang ada yang berpendapat kalo Riba' itu haruslah yang berlipat ganda (1x harga berarti 100%,2x berarti 200%) karena mengacu dari QS Ali Imran 130, jadi karena bunga bank belum ada yang sampai di atas 100% dianggap bukan riba'. Tapi untuk wara' (hati-hati) menjaga harta kita agar HALAL dan BAROKAH ya sebaiknya dihindari. 
Begitu Bunda Hj Asmah...wallahu alam

6. Ummi maaf mungkin pertanyaan ana keluar jalur kajian namun ini yang menjadi ganjalan ana. Apakah hukumnya berdagang lewat online dalam Islam, halal atau haramkah? mohon penjelasannya ummi karena ana ingin rejki yang ana dapat berkah, syukron ummi
Jawab
Jual beli online adalah inovasi dalam industri perdagangan modern yang tujuan awalnya untuk mempermudah dan mperluas pangsa pasar. Konsekwensinya pembeli-penjual-barang dagangan ga bisa ketemu langsung. Islam adalah agama yang mudah. Dalam kaidah fiqh muamalah yang terlarang;
  • HR Ahmad : "Janganlah kalian membeli ikan yang masih ada dalam air karena itu adalah penipuan." Menurut saya ikan dalam air dilarang karena tidak bisa terlihat jelas spesifikasinya jantan/betina, sehat/sakit, kulitnya perutnya mulus/cacat. Dilarangnya ini untuk menghindari unsur penipuan. Dagang onlier jika bisa dengan  pasti menjelaskan spesifikasi produknya dan tidak ada unsur penipuan saya kira masih mubah (boleh)
  • HR.Daruquthni : "Barangsiapa yang membeli suatu barang yang belum dilihatnya, maka ia berhak khiyaar (melakukan pilihan) tatkala melihatnya." Menurut saya artinya saat OD (Over Delivery) dan ada masalah/cacat (bukan kesengajaan pembeli) maka penjual perlu memberikan hak pembeli untuk memilih barang yang lain. wallahu alam
7. Umi saya mau menanyakan terkadang kalo kami mau berkunjung ke orang tua kami budgetkan sekian ternyata banyak pengeluaran tidak sesuai dengan yang kami budgetkan karna selalu ada pengeluaran di luar dugaan kami, Bagaimana mensiasatinya supaya apa yang di rencanakan sesuai umi?makasih umi.
Jawab :
Wah...subhanallah kalau keluarga besar sering berkunjung ke orangtua. Sungguh silaturahim itu mperpanjang usia (minimal karena mengurangi stress dan bikin rileks) dan melancarkan rizki (karena memperluas koneksi kita). Sebetulnya tergantung perencanaan kita mau transaksi apa saja saat berkunjung ke orangtua dan kedisiplinan kita menjalankannya. Misal:
  • Mau bawa oleh-oleh diperjelas barangnya apa, beli dimana, kualitas seperti apa. Usahakan jangan let it flow (ah gampang beli apa aja deh di jalan, karena memicu OB/Overbudget
  • Mau jajanin dan ajak liburan sodara/ponakan anak-anak kecil. Ditentukan mau jalan kemana, siapa aja yang ikut, transportasi gimana. Jangan salah kaprah malah ngajak para ortunya juga ya
  • Mau belikan souvenir untuk kakak-kakak dan ipar-ipar. Usahakan yang seragam atau minimal sejenis dan seharga biar tidak iri-irian dan memancing kita untuk menambah untuk yang kurang...
8. Asslamu'alaikum, Ustadzah saya mau nanya adik saya curhat. Bagaimana hukumnya kalau kita mengirim uang untuk orang tua kita yang sudah tua dan sakit tanpa ngasih tau suami tapi uang itu hasil kerja kita sendiri? Masalahnya kalau ngasih tau tidak diperbolehkan karena berbagai alasan.
Jawab :
MasyaAllaah...kompleks sekali masalahnya. Bolehkah saya tahu kenapa suami melarang hal itu, bukankah itu juga merupakan birrul walidain (berbakti pada orang tua)? Hal ini berbeda dengan kisah seorang wanita di zaman Rasulullah yang dilarang suaminya untuk keluar rumah saat sang suami berniaga (semata-mata untuk jaga keselamatan sang istri) dan tidak menjenguk orangtuanya yang sakit sampai meninggal. Karena sang suami tidak tahu kejadian tersebut maka in sya Allah tidak ada dosa baginya. Bagaimana dengan kasus bunda? Kalau begitu tolong suaminya diingatkan untuk birrul walidain. Ingetinnya pake cinta ya Bun. Kalo kita banyak shadaqah apalagi ke orang tua apalagi dalam kondisi mereka kesusahan tentu akan ALLAAH ganti dengan kebaikan yang banyak. In sya Allah bisnis suaminya pun akan dipermudah. Nah kalau sudah diusahakan "bilhikmah (dengan ilmu) wal mauizhatilbhasanah (dengan nasihat yang baik) wajadilhum billati hiya ahsan (dan diskusi dengan baik dan kepala dingin)"  tidak mempan juga, silakan pakai kaidah 'Tidak ada ketaatan pada makhluk untuk bermaksiat pada perintah ALLAAH (saya lupa bahasa arabnya) dan silakan memberikan bagian harta istri kepada ayahnya yang sakit asal tidak mendzalimi hak orang lain. Wallahu alam. Semoga ALLAAH membukakan hati suami dan menumbuhkan cinta yang dalam di keluarga adiknya Bunda 

9. Assalamualaikum bu pipit. Saya jadi tertarik dengan pembagian ideal sesuai hadist rasulullah.  Bisa kasih info mengenai hadist nya?
Jawab :
Kalau saya tidak salah baca pembagian itu ada di Kitab Riyadhus Shalihin (saya baca syarahnya/tarjamahnya) bab makan. Hadits lengkapnya in sya Allah nanti saya cari di rumah ya. Aplikasinya secara ekonomi dicocokkan dengan hadits tersebut karena memang organ tubuh yang paling relevan dengan pemenuhan kebutuhan adalah lambung. Saat di kelompok kajian Ekonomi Syariah di kampus dulu kamipun menyepadan pembagian ini dengan Aggregat Demand-Supply J.M.Keyness.
Dimana Y=C+S+I.
Pendapatan=Konsumsi + Tabungan + Investasi.
Wallahu alam

10. Assalamualaikum ummi mau bertanya, kalo keuntungan dari jasa tindakan medis kan suka berlipat ganda , apakah di situ ada unsur riba , gimana menurut syariat islam? syukron
Jawab :
Ijinkan saya membahas dari segi profesionalisme dan muamalah. Secara profesional memang profesi berbeda dengan pekerjaan. Profesi membuat nilai daya saing seseorang melebihi pekerjaannya. Maka wajar bila profesi seperti dokter-akuntan-pengacara bisa cukup tinggi penghasilannya mengingat studi yang mereka tempuh cukup berliku. Tapi dari kacamata muamalah sesungguhnya Kesehatan & Pendidikan adalah hal-hal pokok yang harus dilindungi oleh para umara' (pemimpin) untuk warganya. Sehingga harusnya ada mekanisme yang bisa menggerakkan harga tindakan medis ke titik ekuilibrium (keseimbangan) yang tidak terlalu mahal agar tidak membebani masyarakat namun juga tidak terlalu murah agar tidak mendzalimi tenaga medis. Ketimbang memaksakan subsidi kesehatan yang tidak adil untuk tenaga medis (BPJS banyak menuai kritik) Pemerintah harusnya lebih tegas membersihkan mafia obat-obatan & alat medis agar bisa mengurangi biaya pendidikan dokter/perawat. Para tenaga medis dan rumahsakit pun diharap mampu menjaga dirinya dari godaan mafia penetapan harga layanan kesehatan. Bukankah salah satu bentuk shadaqah jariyah mereka yang utama adalah meringankan beban orang yang trtimpa musibah. Itulah indahnya Islam mengajarkan kepedulian ...

11. Ummi kebetulan ana lagi mencari buku riyadus sholihin karangan mana yang bgus buat pegangan. Bolehkah ana minta foto covernya. syukron ummi
Jawab :
In sya Allaah Kitab Riyadhus Shaalihin Imam Nawawi hanya ada 1 versi. Covernya bisa beda-beda tergantung penerbit. Biasanya syarahnya (terjemah) dibagi dalam 2 kitab (jilid 1 dan 2). Kalau tidak mau repot bawa buku bisa coba download di playstore dari android. Nanti kalau sempat in sya Allaah saya carikan link aplikasi yang valid. Mengingat aplikasi AlQur'an di Smartphone Apple sempat dipalsukan.

Berarti sudah sampai disini dulu ya kajian kita. InsyaALLAAH lain waktu disambung lagi. Semoga majelis ini dirahmati...

Doa Kafaratul Majelis

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang aku disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Semoga bermanfaat

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT