Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

Marah dalam Pengasuhan Anak

Kajian Online WA Hamba اللَّهِ SWT (HA 02 UMMI)

Hari / Tanggal : Rabu  20 Agustust 2014 / 23 Syawal 1435 H
Narasumber :  Ustdzh. Dianda Azani
Materi :  Kajian Psikologi - Marah dalam pengasuhan anak
Editor : Ana Trienta


Assalamualaikum ummi ummi solehah semua.. kaifa haluka ukhtifillah? Khoir, in sya Allah. Tema kali ini adalah tentang perasaan marah ummi-ummi sekalian dalam pengasuhan anak.

Mengasuh anak, tentu memiliki berbagai tantangan. Tiap anak berbeda, dan tiap situasi keluarga juga berbeda. Ummi-ummi yang mengasuh anak-anaknya sendiri tentu pernah merasakan bagaimana kita memiliki stok kesabaran yang harus terus dilebarkan, diluaskan dalam menghadapi anak-anak kita. Kadang pula, kita menjadi tidak sabar, dan muncul peraaaan kesal, marah, jengkel pada anak. Ada rasa ingin mengomel, memarahi, mencubit dan sebagainya. bagaimana mengatasinya? Pertama saya ajak dulu ummi-ummi sekalian untuk mengenal rasa marah. Apa sih marah itu?

Dalam kajian psikologi emosi, marah merupakan perasaan yang tidak menyenangkan, yang muncul akibat terjadinya situasi yang tidak kita sukai/inginkan. Emosi marah sendiri termasuk emosi negatif yang rentangnya luas, mulai dari perasaan terganggu (risih), sebal, kesal, gusar, jengkel, marah, murka.. (hayoo apalagi??)


Level emosi marah tadi berbeda-beda, sehingga rasa di pikiran berbeda, rasa fisik berbeda dan rasa perilaku juga berbeda. Sehingga, menyikapinya pun berbeda. Oiya. Sebelumnya kita pahami dulu, bahwa emosi dapat muncul akibat "hasil penilaian" kita dalam suatu situasi. Emosi marah sendiri muncul jika kita menilai situasi tersebut merugikan kita, dan bukan kita (dalam hal ini, bukan ummi) tapi orang lain (dalam hal ini, anak2) yang salah. Sehingga kita merasa marah.
Secara umum, rasa-rasa dalam emosi marah terbagi sebagai berikut:
  • Rasa pikiran : menilai situasi: tidak menyenangkan; bukan salah diri sendiri; salah orang lain; seharusnya tidak terjadi pada saya; situasi tidak sesuai harapan.
  • Rasa fisik: umumnya saat marah, sensasi fisik yang dirasakan adalah, kepala panas, tangan berkeringat/basah, ada peningkatan energi yang makin meledak-ledak, wajah memerah, jantung berdebar-debar
  • Rasa perilaku: muncul dorongan untuk "menyerang", misal secara verbal bisa mengomel, membentak, memaki, secara fisik bisa mencubit, memukul dan sebagainya.
Munculnya rasa marah dalam pengasuhan adalah wajar ummi sekalian, kita tidak perlu malu atau "terlalu" menahan diri. Yang perlu dilakukan adalah kita meningkatkan pemahaman, baik pemahaman mengenai kondisi diri, batasan-batasan diri (self awareness), pemahaman terhadap situasi yang terjadi, pemahaman tentang kondisi anak (tugas perkembangan anak), pemahaman cara meredakan emosi yang sedang dialami dan pemahaman tentang bicara berkomunikasi yang baik pada anak.
Baiklah, saya sudahi materinya segitu dulu yaa, selanjutnya kita bisa bahas langkah-langkah pemahaman yang saya jelaskan tadi, di materi kajian berikutnya.
Jazakillah khairan ummi fillah.. 
Wallahualam.bissawab.

Untuk pertanyaan,  mohon jenis kelamin dan usia anak disebutkan..
Pertanyaan :
 Bunda Tika
Assalamu'alaikum, Saya Tika, Putri 3 tahun dan Putra 2 tahun
  • Putri saya 3 tahun sedikit sedikit menangis, minta sesuatu dengan menangis, kadang kalo sedang menurun saya bicara agak tinggi dan pasang mimik wajah kesal dan bicara "diam!! Baru bicara nanti bunda ambil", Sikap saya tepat atau tidak, kalau tidak sebaiknya bagaimana ustadzah?
  • Kakak adek sering berantem tapi lebih banyak akurnya, sebaiknya saat mereka berantem saya harus bagaimana? Bila kakak dipukul saya bilang "adek sayang kakak atau sebaliknya" terkadang saya biarkan dulu agar mereka tau rasanya sakit dipukul atau dicubit baru menasehati.  Jazakillah ustadzah

 Bunda Attin
Ustadzah, anak saya sekarang sudah 12 tahun kelas 8, dulu ketika SD baik, penurut pokonya gampang diarahkan sekarang sudah SMP mandi mau sekolah susah, belajar susah, harus ibu nya berteriak padahal saya tidak mau marah tapi jika tidak ngomel tidak di kerjakan. Apa yang harus saya lakukan? jazaakillah ustadzah
 Bunda Ema
Bunda saya mau tanya, ponakan laki-laki umur 3 tahun, belum lama ibundanya meninggal jadi sekarang sama ayahnya sekarang jadi sering nangis, mukul. Gimana ustadzah menanganinya. Bunda apa anak usia 3 tahun sudah mengerti ya karena tau kalau ibundanya sudah tiada, apa salah kalau kita bilang jangan nangis kesian mimi nanti ikut sedih...kadang-kadang suka bilang mau ikut mimi
 Bunda Iis
Pada umumnya permasalahn kita sebagai ibu di rumah sama seperti bunda tika dan bunda attin, saya mau menambahkan masalah mengingatkan sholat pada anak-anak, dari saya mengajak (jika waktu sholat tiba) sampai menyuruh bahkan dengan nada agak tinggi, baru anak-anak mengerjakan, anak saya kelas 2 SMK, 1 SMP dan 5 SD. Bagaimana saya harus bersikap kadang saya jadi marah dan mengeluarkan nada tinggi?
 Bunda Romy
Ustadzah, anak saya usia 7 tahun ga bandel sih tapi slengean kalo dikasih tau seolah-olah di dengerin & di mengerti tapi  sebenarnya masuk telinga kiri keluar telinga kanan. Gimana cara yang efektif ngasih tau ke anak biar ga slengean & merasa punya tanggung jawab? Ustadzah gimana si cara yang efektif buat ngajarin anak tanggung jawab & kemandirian soalnya anak saya 7 tahun masih manja banget, sampe capek ngasih pengrtian anaknya tetep aja.
 Bunda Asih
Ustadz,  Dianda anak saya perempuan umur 5 tahun tiba-tiba menjadi penakut tapi sudah lama saya korek tidak jelas apa yang membuatnya takut. Apa yang harus saya lakukan ya ust? Ust. Dianda sejak 4th dia tidak mau tidur di kamarnya sendiri padahal sama kakanya juga maunya dtemeni yang sudah dewasa. Dalam sendiri terutama malam hari semakin takut. Dengan acara reward dan punishmen pun tidak berubah. Dia kekeh ga mau tidur sendiri di kamarnya. Pindah kamarpun tidak mau. Ustadz Dianda berkali-kali di tanya tidak memberikan jawaban yang jelas..dtanya apakah melihat sesuatu katanya tidak.
 Bunda Soraya
Sy mau nanya ust , sy punya anak gadis skrg kls 2 SMA, dr kecil anak nya aktif , waktu sd jarang sekali belajar malah suka bermain saya serba salah tuk mengendalinya tapi nilai 2 sklh selalu tinggi ,lulus sd nam nya cukup tinggi dan di terima smp negri yg bagus tapi krn ada rasa takut sy terhadap pergaulan sy masukan mts pondok pesantren sy fikir biar ada kendali diri nya , ternyata di ponpes ada saya termasuk sepuluh besar krn mata pelajaran yg begitu banyak ,setalah un akhir Smp saya sangat kecewa hasil un drop jauh tertinggal dg smp negri pada umumnya, anak sy pun gak mau lagi di ponpes dg nilai kecil tdk bisa utk masuk sma negri akhir ikut tes MAN dan lulus dia mulai beradaptasi dan Alhamdulilah dia nilai cukup bagus ,skrg naik kelas 2 dia bertanya apakah dia bisa kuliah di PT Negri cita 2 nya kedokteran , sementara man di bawah depag masih mmakai kurikulum 2006 dan skrg sklh  lain memakai 2013 ,dan sy jadi bingung ust apa saya salah mengarahkan anak sy dimana sy mengingin ilmu akhirat dan dunia nya setara , dan punya pondasi aklak yg baik ,bagaimana solusinya ust spy anak sy tdk tertinggal utk pencapai cita 2 nya yg selalu tdk mau berubah jika sy saran ke yg lain ,afwan ust sy jadi curhat
 Bunda Marpiah
Bundamau tanya,
Anak saya yg umur 3 thn itu luar biasa dalam segala hal dibandingkan mas nya yang umur 6 thn yang besar sabar, pengertian, pendiam, kalau marah cuma nundukan kepala dan menangis dengan pelan, pokoknya semua sudah kekontrol sejak dalam kandungan, tapi adiknya sebaliknya yang mulai dari kandungan sampai sekarang sudah saya rasakan bedannya, dia prematur, mulai kecil umur 1 tahun sampai  sekarang dia sekali lihat langsung ditirukan kalau marah itu mulut bicara tangan dan kakinya ikut marah gampang nangis, gampang marah membuat masnya temannya gak nyaman, sebab dia tangan ikut marah, gak peduli dengan siapa dia. Bagaimana cara mendidiknya supaya tdk ekstrim. Ngomel/ngembremeng sendiri,kadang sambil nangis sambil marah, pokoknya protes dia nangis gara-gara itu, disebutin terus sambil nangis tapi kalau sudah diam ya udah gak ngomel lagi
 Bunda Pipit
Ust. Dianda, bagaimana mengatasi anak saya umur 2th sedikit lucu tapi kadang gregetan juga anak saya kalo mau mandi atau mau pakai baju dengan ayah na harus dengan ayah na jika dipakaikan oleh saya atau mbah putri na pasti langsung di lepas lagi dan minta di ulang dipakaikan dengan ayahna atau saat dia minta buat susu dengan saya ya harus dengan saya ga boleh dengan yang lain kalo kata mama tu mirip dengan saya waktu kecil. Bagaimana cara mengatasina ya bunda supaya melatih bahwa tidak semua kemauannya sesuai dengan harapan? Atau kaya begitu juga boleh?


Ummi semua sebelum saya mulai menjawab 1 per 1 pertanyaan, saya jelaskan dulu prinsip-prinsip dalam psikologi yaa. Pertama setiap individu itu unik, berbeda-beda. Baik kepribadiannya, kecerdasannya juga lingkungannya.  Jadi nggak ada 1 jawaban yang general untuk masalah yang sama..


Jawaban :
 Bunda tika.. 
  • Putri bunda sedikit-sedikit nangis apakah hanya saat mau minta sesuatu, atau selalu menangis terus?  Menghadapi perilaku anak, kita perlu sering-sering introspeksi.. hehe. Karena anak tumbuh dengan pembiasaan. Jangan-jangan selama ini kalah anak "sudah" menangis.. permintaannya akan selalu dikasih. Kalau begini, makin lama anak akan "sedikit-sedikit nangis" karena udah tau itu senjata jituuu. Atau..kemungkinan kedua, dia cari perhatian bunda. Kira-kira yang mana? Hehehe
  • Kalau dari perkembangan anak, memang "berbagi" itu baru bisa di umur 3 tahun ke atas jadi adik yang 2thn belum bisa meminjamkan mainan ke kakaknya krn pikirannya masih sangaat egosentris. Semua punya dia. Hehehe.. yang lain nyewa. Jadi.. kalau ini yg jadi sumber pertengkaran.. mungkin ada baiknya mainannya dipisah? Jangan pinjem-pinjeman..?
 Bunda Attin
Anak usia 12 udah masuk puber yaa hormon naik turun, mood naik turun, jati diri belum ketemu dewasa belom tapi udah bukan anak-anak. Biasanya paling gak suka dilarang-larang dan disuruh-suruh. Nanti malah berontaknya keluar, makin disuruh malah makin gak mau.  Anak usia ini.. coba ibu pendekatan. . Kalau anak sudah remaja, posisi kita naik jadi teman. Supaya dia merasa nyaman.. mau cerita macem-macem. Kalau menyuruh pun tidak usah kenceng-kenceng.. santai2 sj. Anak juga perlu belajar menghadapi konsekuensi saat melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Ajak dia mikir..  sambil ngobrol.

 Bunda Ema
Anak usia kecil begini sensitif. Perasa sekali.. apalagi ibunya yaaa. Mungkin masih masa berduka.. krn duka itu ada prosesnya.. dan bisa jadi bitih waktu. Yg sabar.. terus deketib aja anaknya.. coba sambil main lakukan sentuhan lembut. Elus2 kepala atau punggung, sering dipeluk.. disayang2. Mudah2an lama2 reda... amiin

Bunda ema.. pengertiannya sij belum sempurna.. tapi rasa kehilangannya besar. Bayi aja bisa tau kali yg gendong bukan ibunya kan.. usia 3 thn, anak tidak perlu dibuat untuk "mengerti".. kita juga  jaga diri jangan sedih terus di depan dia.. krn anak ada kcnderungan meniru. Jadi kebawa2 sedih juga.. Kalo dia sedih coba semangatin. Ajak main.. atau kegiatan seru.. ketemu temen2. Bandel2 dikit wajar kalo lg berduka gt. Ajak aktivitas ekspresi diri yg lepas.. kyk menggambar (kertas kosong) main air.. dst.  Ga usah diinget2in terus ke mamanya.
 Bunda Iis
Bunda Iis.... soal solat.. jadikan ini budaya dalam keluarga. Anak seneng kalau diajak, bukan disuruh. Jadi coba solat bersama-sama.. kalo ada yg gamau, ya ga usah dipaksa.. asal tetep solatm hehe. Buat suasana solat juga menyenangkan, mukena bunga atau ada yg jd imam.. nanti puji bacaannya.. begitu.

 Bunda Romi
Bunda romi.. dan bunda-bunda semuanya, afwan saya sedikit paham ilmunya saja. tapi kalo pengalaman, anak saya baru 2 dan usianya masih 3th n 3 bln jadi soal pengalaman, kayaknya ummi sekalian yang lebih mumpuni yaaa.. hehe

Mba romi.. bisa coba pelan-pelan. Ajak anak mulai dari hal-hal kecil puji anak kalau berhasil. Konsisten yaaa.. jangan sekali aja ngajak nya.. nanti sekali2 dilasih hadiah.  Boleh barang, usahakan yg berkaitan. Misal dia bisa beresin pensil sendiri.. boleh kasih pensil baru "karena kamu udah bisa beresin sendiri.. jadi pensilnya bisa dijaga kaan.."
 Bunda Asih
Bunda asih.. penakutnya seperti apa? Dalam situasi apa saja? Sejak kapan Berubahnya?bunda asih. Kalo ditanya sebabnha kenapa? Mba asieh.. kalau sudah bingung begitu.. boleh coba ke psikolog. Jangan sampe kelamaan juga rasa takutnya dibiarkan.. khawatir jadi mengganggu anak..

 Bunda Soraya
Ummi soraya.. kayaknya anaknya cerdas ya? Supel juga yaa? Hehe. Sebelumnya dimasukkan MTS apakah anaknya sudah setuju/mau? Apa dia bilang kesulitannya itu dimana?

Tapi sekarang fokus saja ke cita-citanya. Sebenernya bagus kalau dia sudah punya cita-cita yang jelas. Modalnya kemauan dan rajin. Ibu bisa bicarakan dan dukung si anak.. misalnya bersama2 sepakati jam belajar, atau mau les dimana.. begitu. Di support aja. In sya Allah mau sekolah asal dari swasta pun bisa masuk PTN. Tentunya mengarahkan anak supaya pondasi dan akhlaknya bagus yaa nggak salah. Tapi pahami juga.. hargai pendapat anak, posisikan anak setara.. jadi anak nggak merasa dipaksa dan terpaksa. Remaja.. kalo dipaksa ya berontak. Hehe..

Tanggapan Penanya
Amin , awalnya masuk MTS emang mau dia sendiri malahan saya ingin keluar ponpes masuk SMA dia tidak mau , sukron ustw
Ustadzah
Oo.. ya gapapa kalo gitu. Berarti tinggal kita dukung untuk masuk kedokteran yaa? Dukung dgn banyak doa n ajak anak juga rajin tahajjud.. bersama saling ingetin n doa. Jadi apapun hasilnya.. anak paham sudah jadi putisan Allah yg terbaik buat dia..
Tanggapan Penanya
Ya ustd sy selalu mengatakan kita berusaha ,beribadah dan berdoa ,tinggal Allah yg menentukan ,sukron ustz
 Bunda Marpiah
Mulutnya bicara seperti apa ummi marpiah? Bu marpiah mungkin ada sebab lebih jauhnha.. afwan saya kurang paham mungkin ada yang dia tidak suka dari lingkungan rumah?

 Bunda Pipit
Mba pipiet.. hehe. Kayaknya gakpapa yaa.. gak perlu diajari. Anak umur 2thn udah punya mau, udah berkembang ego anggap aja itu sebuah fase.. ntar ilang sendiri. In sya Allah..


Sy mau share tahapan-tahapan perkembangan anak yaa.. prinsipnya ini perkembangan secara alamiah. Jadi misal kalau terjadi di usianya.. berarti hal yang wajar.
Anak bayi.. 0-2 thn kan masa-masanya pertumbuhan. Dari bayi terus bisa nguling, duduk, berdiri dsb. Perlu pengembangan otot-otot kasar.. sesuai dengan usianya. Jadi misal. . Dia lagi mau guling.. kita sediakan dia pas tidur di tempat rata, supaya bisa guling. Begitu juga kalo mau merangkak. Karena kalo landasannya nggak rata/keras malah gak bisa guling dan gak bisa merangkak. .
0-5thn anak eksplorasi abis-abisaan. Karena sejatinya anak pengen.bisa.. pengen bisa manjat, eksplorasi sofa n tangga. Eksplorasi makanan.. mau bejek2in nasi dimasukin mulut.  Jangan dilarang.. biarkan saja. Prinsip nya kita biarkan dan sediakan stimulasi supaya anak bisa belajar, dan awasi spy jangan terjadi kondisi bahaya. Sabar.. percaya anak pasti bisa in sya Allah. Anak yg dipercaya.. bisa belajar n mengembangkan kemampuan secara mandiri.. akan memupuk rasa percaya dirinya.
Modal besar buat ke depan

Sampe 2 thn anak belum.bisa berbagi mainan. Dan main masih asik sendiri. . Gak tertarik main dengan teman sebaya. Main bersama dan berbagi biasanyandimulai umur 3 thn. . Tapi inget tiap anak beda2. Anak mulai ngeliat2, ngedeketin.. ajak main temen2nya. Mulai punya rasa ego.. kl tadinya semua nurut (disuruh apa2 mau), biasanya di 3 thn apa2 nggak mau. Krn ego nya mulai berkembang. Udh punya kemauan sendiri.. udah bisa bilang mau apa dan nggak mau apa..

Oiya.. siap-siap umur 2 sampe mungkin 4 thn kali ya.. ada periode tantrum. Hehe. Kalo ditolak kemauan nya bakal nangis gegulingan teriak ga karu2an. Hehehe. Dia butuh diajarkan untuk regulasi emosi. Jadi kalo ada yg gak.boleh.. konsisten. Sekali bilang gaknboleh.. mau dia teriak jejeritan kyk apa juga.. jangan dikasih. Hehe..
Tar lama2 kalo kita larang, gapake nangis, dia udh tau bakal ga dapetm nyerah deh.. paling ngambek dan mulai nego.. "kalo besok bole ma? Kalo permen? Atau es krim? Boleee??" Hehhee

Umur 4 anak mulai main pake aturan. Ngumpul sama temen-teman yang jenis kelaminnya sama ini ngembangin kemampuan sosial, berteman. gimana kalo yang ini mainnya curang.. kalo yang itu gak mau ngalah.. kalo yang disana sukanya musuh2in.. hehe. Wah seru. Ntar anak ngadu..nangis si jni begitu begitu.
Anak usia sd.. masih periode berteman.. dan belajar. Skills yg berkembang oenting buat mereka. Memupuk PD dan konsep diri yang baik. 2 hal Ini modal jadi pribadi yg kuat. Mulai belajar mandiri..

Mulai smp.. puber.. hormon naik turun.. mood naik turun.. udah mulai suka yg lawan jenis.. cari jati diri katanya, gak suka diaturatur disuruh-suruh karena merasa udah bukan anak-anakl lagi. Tapi juga belom dewasa. Sama anak puber kita jadiin temen. Jangan terlalu dikekang.. tar berontak. Hehe. Yaaa gitu kira2-kira bun..
Wa iyyaki, wajazakillahi khoir ummi fillah. Sama-sama saya juga jadi banyak belajar. Sampai ketemu lain waktu. In sya Allah
Wassalamualaikum wr wb

♻♻♻♻♻♻♻♻♻♻♻♻♻♻
Doa Kafaratul Majelis
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”