Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

Menjadi Pendengar Yang Baik

Kajian Online WA Hamba  اللَّهِ  SWT (HA 109 Nanda)

Hari / Tanggal : Selasa, 26 Agustus 2014
Narasumber : Ustadzah Fitri
Materi : Kajian Umum - Menjadi Pendengar Yang Baik
Notulen : Fifit
Editor : Ana Trienta

MENJADI PENDENGAR YANG BAIK
Oleh: Rahmatun Fitri, S.Pd.

Dalam ilmu kebahasaan ada 4 aspek keterampilan, yaitu:
1. Keterampilan menyimak (mendengar);
2. Keterampilan berbicara;
3. Keterampilan membaca;
4. Keterampilan menulis.

Ke 4 aspek ketrerampilan tersebut disebut juga "catur-tunggal"(sang berkaitan).

Keterampilan Mendegar
Mendengar merupakan kegiatan yang cukup mendasar dalam aktivitas berkomunikasi. Tak heran jika kegiatan mendengar dalam kehidupan bermasyarakat lebih banyak dilakukan dari pada kegiatan berbahasa lainnya. Kebanyakan dari orang dewasa menggunakan 45% waktunya untuk mendengar, 30% untuk berbicara, 16% untuk membaca, dan 9% untuk menulis. Berdasarkan fakta tersebut jelaslah bahwa keterampilan mendengar harus lebih diperhatikan,dibina, serta ditingkatkan lagi kualitasnya, baik itu untuk kepentingan formal maupun non formal.


 Kuasai Seni Mendengar dengan Baik

Seni mendengar adalah seni yang urgen, namun jarang dikuasai oleh masyarakat pada umumnya. Kebanyakan dari masyarakat berangkapan bahwa mendengar adalah  hal yang biasa dan tak perlu dipelajari. Akan tetapi, pernahkan Anda berpikir bahwa keterampilan mendengar merupakan salah satu bagian terpenting dalam berkomunikasi?? Atau, pernahkan Anda mengalami masa-masa di mana pembicaraan Anda tidak dimengerti; bahkan si pendengar acuh tak acuh dengan pembicaraan Anda?? Untuk mengetahui  hal-hal mendasar tersebut, sudah sepatutnya kita coba berkomunikasi dengan diri kita sendiri terlebih dahulu. Hal tersebut dapat kita lakukan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan mendasar seputar "mendengarkan". Misal,
  • Sudah mampukah saya menjadi pendengar yang baik?
  • Apakah seni mendengar harus saya kuasai?
  • Apakah dengan menjadi pendengar yang baik akan menarik simpatik orang lain?
  • Apakah menjadi pendengar yang baik adalah karakter orang sukses?
  • Apakah mendengar dengan baik adalah salah satu karakter yang dimiliki oleh Rasulullah saw?
Berdarkan ke 5 pertanyaan tersebut. Kita akan mampu mengetahui "sudah sejauh manakan keterampilan mendengar yang melekat pada diri kita".

💞 Rasulullah saw adalah Pendengar yang Baik

Dalam sebuah hadits diriwayatkan: Atabah bin al-Walid ketika duduk di samping Rasulullah saw, beliau berkata, "Wahai Abu Walid, katakan apa yang hendak engkau ucapkan." Kemudian Atabah berkata, "Dia tidak mengucapkan apa pun, hingga aku selesai dari ucapanku." Kemudian Rasulullah bertanya, "Apa engkau sudah selesai?" Ia menjawab, "Sudah." Rasulullah saw. Melanjutkan, "Maka dengarkanlah apa yang akan aku ucapkan."

Hadits  di atas menyenjalaskan bahwa mendengar dengan baik tidak hanya menjadi pendengar atau tidak memotong pembicaraan, namun juga memberi kesepatan kepada si pembicara untuk melanjutkan pembicaraannya. Artinya, seorang pendengar yang baik,  akan mendengar dengan kedua telinga, kedua mata, dan dengan kesungguhan jasad.

Resep Menjadi Pendengar Jitu
  1. Perhatikan posisi duduk/berdiri di depan si pembicara.
  2. Fokus; jangan terlalu banyak menoleh, menguap, atau menyibukkan diri dengan aktivitas lain ketika seseorang sedang berbicara.
  3. Jangan berbicara, kecuali dengan si pembicara dan atas izinnya.
  4. Lapangkan dada ketika mendengar orang lain berbicara
  5. Gunakan bahasa tubuh ketika mendengar.
  6. Berkomunikasi dengan baik, ketika menyikapi keadaan.
  7. Berilah motivasi untuk si pembicara.
  8. Jika hendak mengakhiri pembicaraan, hendaklah si pembicara memandang dengan pandangan cinta.
🙉Seni Mendengar

Jika ingin menjadi seorang pembicara yang handal, jadilah pendengar yang cerdas. Allah telah menciptakan satu lisan, dua telinga agar kita lebih banyak mendengar dari pada berbicara. Seorang bijak berkata, "agar Anda menjadi orang penting, maka jadilah orang yang merasa pembicaraan orang lain itu penting.

Dengan demikian, "mendengar" adalah sisi lain yang sangat penting dalam berkomunikasi. Untuk menjadi pendengar yang baik, sudah sewajarnya berusaha untuk merasakan dan memahami apa yang dibicarakan.
Wallahu 'alam. 

TANYA JAWAB

Fatmah : 
Jadi seni mendengar apakah hubungannya sangar erat dengan kesabaran untuk mendengarkan? karena misalnya kita bertanya tapi orang itu ngejawabnya panjang kali lebar..berputar-putar kesannya menguji kok untuk tetap bertahan mendengarkan.
Jawab
Yups, benar banget ukhti. Salah satu sini mendengar itu harus sabar. Tapi sebagai pendengar, kita juga harus cerdas. Cerdas menggapi, memotivasi, serta memberi masukan kalo dibutuhkan. 

Fifit : 
Ustadzah Fitri, memang kalo ada yang berbicara kan kita harus mendengarkan. Jika ada lawan bicara yang ghibah bagaimana ukh? Sikap kita bagaimana menolaknya?
Jawab
Aduuuh, ghibahkan dosa ukhti. Sebaiknya menghindar dengan cara-cara halus. Misalkan mengingatkan dgn bahasa yang sopan tentang dosa ghibah. Atau kalo emang udah tau isi pembicaaraan bakal ada ghibah, mendongan menjauh aja. Sibukin diri dengan hal-hal positif lainnya

Putri : 
Saya punya temen deket yang suka sekali berbicara sehingga jika saya berbicara/curhat malah tidak mendapat perhatian sama sekali, sekarang saya jadi lebih sering mendengarkan dan takut berbicara karena takut tidak didengarkan. Bagaimana mengatasi hal ini ukh?
Jawab
Ukhti putri yang solehah, bukan berarti setiap pembicara adalah pendengar yang baik ukhti. Jadi berbesar hati aja. Tidak semua orang bisa jadi tempat curhat yang baik. Curhatlah sama Allah, karena memang Dia sebaik-baiknya tempat curhat.

Aisah : 
Salahkah jika Ais selalu ada di dalam rumah & jadi males duduk bareng kalo tetangga pada ngrubung karena entah kenapa males kalo mu gabung lama-lama ya Itu
Jawab
Tidak ada yang salah ukhti, saya juga anak rumahan loh. Hehe. Tapi harus pandai menempatkan diri aja. Ada kalanya kita ikut gabung dan nggak. Kan kita saling membutuhkan 1 sama lain..

Nuzul : 
Mba, gimana sikap kita kalau rekan satu kantor kita ternyata sering membicarakan kita dibelakang, tetapi kalo di depan kita manis dan baik banget.. ya memang mereka membicarakan ana karena kesalahan ana, tapi sebelumnya kita udah bicarakan dan ana udah minta maaf , dan di depan ana mereka sudah biasa saja. Tapi ternyata mereka masih membicarakan dan mengumpati ana saat ana keluar ruangan.. Terus sikap ana ke mereka gimana ya mba? Ana risih juga kalo mereka lagi baik, tapi pura-pura.  Apa ana harus meninggalkan orang-orang itu atau bagaimana ya mba? Afwan pertanyaannya kaya kereta
Jawab
Nggak bisa dipungkiri, disetiap tempat ada orang-orang seperti itu. Sikapi dengan santai aja Ukht. Jangan terlalu diambil hati. Tidak semua pembicaraan harus kita dengar dan resapi. Pilah-pilah sesuai porsinya. Jadikan semua yang ukhti alami sebagai pelajaran untuk lebih baik lagi. Mungkin ga perlu dijauhi.  Cobalah untuk tetap bijak menyikapi tanggapan mereka.

Tari : 
Ummi bagaimana caranya supaya kita tetap istiqomah dalam kebaikan? Supaya imannya ga naik turun.
Jawab
Perbanyak istighfar, tilawah, sholat tepat waktu dan puasa sunnah senin kamis di sertai tahajjud

Eri : 
Apa yang harus kita tanam di otak agar kita mampu bersabar untuk menunggu orang lain bicara sehingga tidak memotong pembicaraan terus kalau menurut kita pembicaraan itu tidak penting bagaimana cara yang ahsan untuk menghentikannya ?
Jawab
Coba tempatkan diri sendiri pada posisi si pembicara. Seandainya kita sebagai pembicara, apa yang kita rasakan jika orang lain tidak / kurang "sabar" untuk menunggu pembicaraan kita selesai dan suka memotong sembarangan. Tentunya kita akan sedih bukan?? Jadi, tanamlah pada diri kita bahwa menunggu orang lain selesai bukanlah hal yang buruk dan itu adalah sifat rasul. Kenali dulu isi pembicaraannya mungkin menurut kita tidak penting, tapi menurut si pembicara itu penting. Untuk mengakhiri pembicaraan seseorang, coba gunakan bahasa tubuh. Misalnya, memandang matanya sebagai tanda kita ingin mengakhiri pembicaraan. Atau pun di disela-sela pembicaraan (ketika ada jeda), mintalah izin untuk mengakhiri pembicaraan dengan bahasa yang santun serta alasan yang logis.

Vita : 
Saya itu tipe orang yang ga berani menatap mata lawan bicara terlalu lama (bahkan sesama wanita) jadi terkadang yang ngajak saya bicara itu menganggap saya bukan pendengar yang baik. padahal sebenarnya saya dengerin curhatannya tapi saya ga berani kontak mata sama lawan bicara saya. itu gimana?
Jawab
Coba biasakan menatap mata lawan bicara sebisa mungkin. Nggak perlu lama atau pun diplototin. Tetapi untuk menjadi pendengar yang baik, ga cuma fokus di mata aja. Kita bisa, menggunakan anggota tubuh lainnya, seperti anggukan kepala dan sekali-kali juga boleh memberi respon dengan mengatakan "iya" atau "tidak".

Firoh :
Bun..mbak. Ingin tanya. Untuk sholat jama' takhir misal maghrib dan isya' itu yang didahulukan yang mana ya? Maghrib dulu ato isya yang dulu??
Jawab
Shalat jamak yang dikerjakan pada waktu magrib (magrib dulu baru isya) itu namanya jama' awal,  sedangkan shalat jamak yang dikerjakan pada waktu isya (isya dulu baru magrib) itu jamak takhir. Waallahu alam

Ingat, tatap mata jgn sma ikhwan ya

Nadiyya : 
Kalo ikhwan itu sudah halal kan ga papa to bunda
Jawab
Itu mah udah wajib plus kudu natap.

Fauziah : 
Kalo sama guru ikhwan gimana ukht? Ada tuh orang yang bisa ngertinya kalo dia fokus dan bener-bener memperhatikan wajah gurunya... Terus itu gimana solusinya bun?
Jawab
Natapnyaa gimana dulu donk? Natap wajahnya atau natap gurunya ngajar?? Hehe. Cukup diperhatiin aja gurunya ngajar. Ga perlu di tatap sampe perih matanya.

  • Hehehe ngga sampe perih si kak ustazah... Tapi matanya jadi..
  • Itu ngincar gurunya bukan ilmunya mungkin.
  • Hehehe iyaaaps!!
  • Yang terpenting niatnya. Luruskan lagi niat. Kalau ke sekolah niatnya belajar, ya belajar. Kalau ke kampus niatnya ngampus, ya ngampus. Masa-masa indah berbaur dengan buku dan tugas-tugas itu ga bisa di ulang.

TAMBAHAN PERTANYAAN DARI HA 110 NANDA

Tanya
Assalamualaikumm.. vita mau nanya dong. Kadang vita masih mendengarkan cerita yang ga baik tentang orang lain tapi mau menghentikan temen yang curhat juga susah setelah diingatkan.. sikap apa yang harus vita lakukan ya ukh?
Jawab
Waalaikum salam ukht Vita. Mungkin ada 2 hal yang harus vita terapkan;

  1. Memberi masukan kepada temannya ukhti, kalo membicarakan orang itu hukumnya dosa disela-sela curhatnya. Tapi ingat loh, jangan sampai ngelukai hatinya.
  2. Kalo cara yang 1 tidak munjur. Balik arah aja. Usahakan untuk ga terlibat dalam hal-hal yang ghibah. Sibukkan diri dengan hal-hal positif lainnya. Nggak smua pembicaraan harus didengar,  pandai-pandailah memilah dan memilihnya
Tanya
Jadi pendengar yang baik tentu kita inginkan itu, apalagi bisa kasih masukan saran atau kritik kepada si pembicara, bagaimana sebaiknya sikap kita jika tema pembicaraan itu membosankan alias tidak penting dibicarakan?
Jawab
Tidak smua yang kita anggap tidak penting itu berarti "tidak penting" bagi si pembicara. Intinya, kenali dan pahami dulu apa sih yang dia sampaikan. Posisikan juga, seandainya kita berada pada posisi si pembicara. Untuk menyikapi pembicaraan yang membosankan, coba kasih bumbu (tanggapan) yang dapat membangkitkan motivasi si pembicara meyampaikan pembicaraannya mejadi lebih baik.

Tanya
Ustazah, Gimana cara kita bersabar kalo ada orang yang bicara terus menerus ngga berhenti-hati, padahal kita udah jenuh denger kata-kata dia.. #curhat
Jawab
Di cubit aja ukhti. Coba lihat dipoint  "resep menjadi pendengar jitu" yang saya share ukht.
*tatap mata sipembicara dengan penuh cinta sebagai permintaan untuk mengakhiri pembicaraan

Tanya
Ustadzah saya mau tanya, kalau  ada yang bergosip di samping kita terus kita dengar sedangkan kita ga mau dengar dan ga bisa tinggalin tempat tu, gimana itu ya ustadzah??
Jawab
Caranya coba buat alasan yang logis agar bisa mninggali tempat tesebut. Semisal, izin ke kamar mandi atau sebagainya. Atau bisa juga dengan mengalihkan pembicaraan . Dengan sopan dan lugas, kita mengalihkan topik pembicaraan sehigga rekan disamping kita lupa tentang gosipnya

SIMPULAN MATERI
"Simpulannya, jangan remehkan lawan bicara. Hargai dan rasakan apa yang mereka bicarakan"

Satu ungkapan dari saya,
"Semua orang adalah pembicara, tapi tidak semua orang mampu menjadi pendengar yang baik. Kenali diri sendiri dan belajarlah memahami orang lain."

Syukran katsiran atas wktu'a. Smoga bermanfaan
Senang berada di antar kalian wahai para calon bidadari surga.

Mari kita tutup dengan membaca hamdalah
Assalamualaikum wb wb

Doa Kafaratul Majelis

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang aku disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Semoga bermanfaat