Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

Meraih Khusnul Khotimah

Kajian Online WA Hamba اللَّهِ SWT (HA 107 Nanda)

Hari / Tanggal : Selasa, 12 Agustus 2014
Nara Sumber : Ustadzah Fibria Conytin
Tema : Meraih Khusnul Khotimah
Editor : Ana Trienta
 

Assalamualaikum wrwb.
“Alhamdulillahiladzi nahmaduhu nasta’iinuhu wanastagh firuhu wana’uudzubillaahi min syuruuri anfusinaa waminsayyi ati a’ maalinaa man yahdihillahu falaa mudhilla lahu waman yudhlil falaa haadiya lahu, asyhadu anlaa ilaha illallaahu wah dahulaa syariikalahu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhuu warasuuluhu la nabiya ba’da.”.

Artinya:

Segala puji milik Allah. Kami memohon pertolongan-Nya dan mohon ampun kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kami dan keburukan amal kami. Barang siapa yang diberi petunjuk Allah maka tidak ada siapapun yang dapat menyesatkannya dan barang siapa yang disesatkan Allah maka tidak ada siapapun yang dapat memberikannya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, aku mengesakan-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya, tidak ada nabi setelah Dia.



Akhwat fillah bisa kita mulai kajiannya sekarang ?

"Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuan pun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah." (Fatir -35:11)


Kita bisa lihat ayat diatas bahwa semua manusia sudah ditetapkan umurnya. Kita tidak tahu berapa lama kita tinggal didunia ini. Dalam al quran disebutkan ada yang dipanjangkan umurnya sampai menjadi tua renta dan pikun. Ada yang meninggal dalam kondisi masih muda belia. Itu semua adalah ketetapan Allah yang sudah termaktub dlm lauh mahfuzh. Oleh karena itu sebagai manusia yang bertakwa yang yakin atas ketetapan Allah maka sudah seyogyanya kita mempersiapkan diri kita sebaik baiknya yaitu dengan istiqomah dalam beragama. Karena apabila nyawa sewaktu waktu menjemput baik itu tua atau muda kita sudah siap dan bisa menggapai khusnul khotimah

Shared via MyQuran - 41.Fushshilat : 30


إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ


Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu

Ada beberapa hal yang harus kita lakukan agar iman kita senantiasa terjaga dalam keistiqomahan dan pada akhirnya kita akan menggapai khusnul khotimah dalam tinjauan fiqih yaitu :
1. Melaksanakan sholat fardhu tepat waktu di awal waktu dan berjamaah bagi laki-laki
 
Dari Ummu Farwah, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya, amalan apakah yang paling afdhol. Beliau pun menjawab, “Shalat di awal waktunya.” (HR. Abu Daud no. 426. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
 
Melaksanakan sholat sunah rawatib dan sholat sunnah non rawatib
Ada 12 roka'at yg muakkad (ditekankan) dalam artian yang paling dianjurkan untuk dilaksanakan. Yaitu 2 roka'at sebelum subuh, 4 roka'at sebelum dhuhur, 4 atau 2 roka'at sesudah dhuhur, 2 roka'at sesudah maghrib dan 2 roka'at sesusah isya'
 
Sholat sunnah rowatib adalah sholat sunnah yg dikerjakan sebelum atau sesudah sholat fardhu Disunnahkan utk mengerjakan sholat sunnah rawatib itu diberi jeda dan berganti tempat dengan shalat fardhu. Jangan ulangi lagi apa yang baru saja engkau lakukan. Jika kamu shalat Jum’at, janganlah kamu menyambungnya dengan shalat lain sehingga kamu berbicara atau keluar. Karena Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam memerintahkan kita seperti itu, yakni agar kita tidak menyambung satu shalat dengan shalat lain sehingga kita berbicara atau keluar terlebih dahulu.” (HR. Muslim dalam Shahihnya, no. 1463) 
 
2. Konsisten Menjaga wirid-wirid quran Ada 3 hal pokok yang dimaksud
a. Wirid mendengar, membaca, Al quran. Disunnahkan untuk membaca al quran sebanyak 1 juz  Dari Abdullah bin Amru bin Ash, dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam beliau berkata, “Puasalah tiga hari dalam satu bulan.” Aku berkata, “Aku mampu untuk lebih banyak dari itu, wahai Rasulullah.” Namun beliau tetap melarang, hingga akhirnya beliau mengatakan, “Puasalah sehari dan berbukalah sehari, dan bacalah Al-Qur’an (khatamkanlah) dalam sebulan.” Aku berkata, “Aku mampu lebih dari itu, wahai Rasulullah?” Beliau terus melarang hingga batas tiga hari. (HR. Bukhari)

b. Wirid menghafal dan menjaga (muroja'ah)
Diusahakan kita tidak lupa ya dengan hafalan-hafalan surah-surah yang pernah kita hafal bahkan dianjurkan untuk senantiasa menambah hafalan

 
c. Wirid tadabur qur'an (memahami dan menjaga) jadi ukhti fillah al qur'an itu tidak berhenti hanya dibaca saja tapi harus ditadaburi. Ada dalam Qs. 38 : 29 
Shared via MyQuran - 38.Shaad : 29

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ


Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran

3. Konsisten membaca wirid dan doa yang sifatnya umum dan khusus.
Contoh: dzikir al ma'tsurat tiap pagi dan petang, Wirid sesudah sholat fardhu dan doa-doa harian khusus seperti doa mau makan, doa mau tidur, doa masuk wc,dll. Minimal apabila kita mau melakukan sesuatu hal minimal baca basmallah

Agar kita senantiasa dilindungiNYA dan terhindar dri gangguan syetan. Misal nih masuk rumah tdk berdoa maka syetan akan ikut masuk ke rumah kita jadinya kita bisa juga malas-malasan buat sholat karena godaan syetan
 
4. Berpuasa sunnah setiap bulan minimal 3hari dalam sebulan. 
Lebih baik senin kamis atau bisa juga puasa daud.
Abu Hurairah ra berkata : "Rasulullah saw bersabda: Amal perbuatan itu diperiksa tiap hari Senin dan Kamis, maka saya suka diperiksa amalku sedang saya puasa. (Tirmidzy)
 
Rasulullah saw ditanya dari hal puasa hari senin, beliau bersabda : “Hari itu adalah hari di mana aku dilahirkan, dan di mana aku dijadikan Rasul dan diturunkannya padaku wahyu”. (H.R. Muslim) 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

“Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: 1- berpuasa tiga hari setiap bulannya, 2- mengerjakan shalat Dhuha, 3- mengerjakan shalat witir sebelum tidur.”
(HR. Bukhari no. 1178)

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

 صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ
 
“Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari no. 1979)

5. Senantiasa untuk bermuhasabah, beristighfar dan bertaubat
 
6. Berusaha dan bekerja sebaik baiknya
Kalau pelajar atau mahasiswa menjalankan tugas dan kewajibannya dengan sebaik baiknya disamping 6 point td diatas


Demikian materi saya kali ini bila ada yg ditanyakan silahkan


 TANYA JAWAB
 

1. Assalamualaikum ustadzah, di atas kan di jelaskan mengerjakan sholat witir sebelum tidur dan setau saya itu sholat witir adalah sholat penutup dengan bilangan ganjil. Terus kalo sudah ditutup seperti itu bagaimana dengan tahajud kita ustadzah? Karena saya masih bingung tentang ni makanya kalo mau tidur saya ga melakukan sholat witir karena saya mau melakukan tahajud. Mohon penjelasanya ustadzah

Jawab :
Namun jika yakin bisa bangun untuk sholat tahajud maka lebih baik witir dilakukan pada akhir tahajud yaitu sepertiga malam terakhir menjelang fajar kemudian.kita disunnahkan istighfar sebanyak 70 kali setelah witir
"Dan bangunlah pada sebahagian dari waktu malam serta kerjakanlah "Sembahyang Tahajjud" padanya sebagai sembahyang tambahan bagimu, semoga Tuhanmu membangkitkan dan menempatkanmu pada hari akhirat di tempat yang terpuji".
(Surah al-Isra': 79)


Perintah Allah turun ke langit dunia di waktu tinggal sepertiga akhir dari waktu malam, lalu berseru: Adakah orang-orang yang memohon (berdo'a), pasti akan Kukabulkan, adakah orang-orang yang meminta, pasti akan Kuberi dan adakah yang mengharap/memohon ampunan, pasti akan Kuampuni baginya. Sampai tiba waktu Shubuh." (Al Hadist) Rasulullah pernah berwitir, kemudian bersabda : “Wahai ahli Qur’an lakukanlah salat witir, sesungguhnya Allah itu witir (ganjil) dan menyukai sesuatu yang ganjil”
 
 "Sesungguhnya Allah adalah witr (ganjil) dan mincintai witr" [HR. Abu Daud]

"Jadikanlah witir akhir salat kalian di waktu malam". [HR. Bukhari]

"Barang siapa takut tidak bangun di akhir malam, maka witirlah pada awal malam, dan barang siapa berkeinginan untuk bangun di akhir malam, maka witirlah di akhir malam, karena sesungguhnya salat pada akhir malam masyhudah (disaksikan)" [HR. Muslim]
(  itu berdasarkan hadist rosul )


Hadits Ummu Habibah di atas menjelaskan bahwa jumlah sholat rawatib ada 12 rakaat dan penjelasan hadits 12 rakaat ini diriwayatkan oleh At-Tarmidzi dan An-Nasa’i, dari ‘Aisyah radiyallahu ‘anha, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang tidak meninggalkan dua belas (12) rakaat pada sholat sunnah rawatib, maka Allah akan bangunkan baginya rumah di surga, (yaitu): empat rakaat sebelum dzuhur, dan dua rakaat sesudahnya, dan dua rakaat sesudah maghrib, dan dua rakaat sesudah ‘isya, dan dua rakaat sebelum subuh“. (HR. At-Tarmidzi no. 414, An-Nasa’i no. 1794)


2. Pada waktu shalat subuh mana yang lebih didahuluhan ustd...apa shalat berjamaah atau shlat rawatibny tapi tidak ikut jmaah?
Jawab : 
Maksudnya yan masbuq kah? Kalau masbuq yang diutamakan ya yg subuh. Kecuali klo tidak dan ada waktu segitu dianjurkan sholat sunnah sebelumnya karen rosul tidak pernah meninggalkan ini dalam hidupnya
 
TAMBAHAN PERTANYAAN HA 112 NANDA
SELASA, 12 AGUSTUS 2014
Admin: Nita
Ketua : Resta
Waket: Ilma


Pertanyaan
1. Shalat bakdiah magrib tu gak da ya um? dan qobliah subuh ? kenapa begitu ya um? mohon penjelasnya! yang saya tanyakan kenapa ko sebelum magrib dan sesudah subuh tidak ada shalat sunahnya umi?
2. Adakah tanda-tanda khusus orang itu termasuk dalam mati khusnul khotimah? Dengan menyambung dan mempererat tali silaaturrahmi dapat memanjang kan usia kita , bener ga mi?
3. Masalah mati, ustadzahh. Bukan kematian yang saya takutkan, karena semua akan mati. Yang saya takutkan gimana ya, nanti saat dipanggil.... semoga ketika diakhir hidup bisa khusnul khatimah. Saya takut ketika mati, amanah-amanah saya belum terselesaikan.
Jawaban
1. Nanda nita iya shalat rawatib yang diajarkan berdasarkan hadist nabi yaitu 2 rakaat setelah maghrib dan juga sebelum subuh . Sebentar saya share hadistnya.
 
Hadits Ummu Habibah di atas menjelaskan bahwa jumlah sholat rawatib ada 12 rakaat dan penjelasan hadits 12 rakaat ini diriwayatkan oleh At-Tarmidzi dan An-Nasa’i, dari ‘Aisyah radiyallahu ‘anha, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang tidak meninggalkan dua belas (12) rakaat pada sholat sunnah rawatib, maka Allah akan bangunkan baginya rumah di surga, (yaitu): empat rakaat sebelum dzuhur, dan dua rakaat sesudahnya, dan dua rakaat sesudah maghrib, dan dua rakaat sesudah ‘isya, dan dua rakaat sebelum subuh“. (HR. At-Tarmidzi no. 414, An-Nasa’i no. 1794)
Itu karena yang diajarkan rosul nanda nita, kita tidak sepatutnya mempertanyakan, sami'na wa atho'na. Apa yang diajarkan rasul didengar dan dilaksanakan.
 
2. tanda-tanda khusnul khotimah dari beberapa hadist disebutkan meninggal pada hari jumat, berkeringat keningnya, yang mati syahid
Nanda puji iya benar berdasarkan hadist berikut Dari Abu Hurairah, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
 ﺄَﺴْﻨُﻳ َ ﻪَﻟ ُ ﻰِﻓ هِﺮَﺛَأ ، ِ ﻞِﺼَﻴْﻠَﻓ ْ ُﻪَﻤِﺣَر ﻦَﻣ ْ هﱠﺮَﺳ ُ نَأ ْ ﻂَﺴْﺒُﻳ َ ﻪَﻟ ُ ﻰِﻓ ﻪِﻗْزِر ، ِ ْنَأَو
 
“Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahmi.” (HR. Bukhari no. 5985 dan Muslim no. 2557)
 
Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata,
 
ﻲِﻓ ﻪِﻠَﺟَأ ىَﺮَﺛَو ﻪَﻟﺎَﻣ ،ُ ﻪﱠﺒَﺣَأَو ُ ُﻪُﻠْﻫَأ ﻦَﻣ ِ ﻰَﻘﱠﺗا ﻪﱠﺑَر ،ُ ﻞَﺻَوَو َ ﻪَﻤِﺣَر ،ُ َءﻰّﺴُﻧ
 
“Siapa yang bertakwa kepada Rabb-nya dan menyambung silaturrahmi niscaya umurnya akan diperpanjang dan hartanya akan diperbanyak serta keluarganya akan mencintainya.” (Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 58, hasan)
3. Nanda nadiyya nah itu tadi yang kita bahas dalam kajian, dengan melaksanakan point-point diatas diharapkan istiqomah itu akan terjaga sepanjang nafas, karena iman itu naik turun, dengan melakukan point-point diatas akan memperteguh keistiqomahan dan keimanan kita setiap saat, jadi sewaktu kita dipanggil menghadapNya kita tidak dalam posisi iman kita tidak turun. Masalah amanah yang penting kita berproses menjalankan amanah dengan sebaiknya sebab yang dinilai adalah proses bukan hasil akhir
Baik saya tutup yach
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadualla ilahailla anta astagfiruka wa’atubu ilaika

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ