Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

Motivasi - Bila Orang Tua Memasuki Masa Senja

Kajian Online WA Hamba الله SWT (HA 01 Ummi)

Hari / Tanggal : Senin, 4 agustus 2014
Narasumber : Ustadzah Widya
Tema : Motivasi


Asalamu'alaikum w w
Apa kabar di lembaran yang baru sekarang ini? hari yang fitri telah kita lewati semoga bukan saja baju yang baru tetap  jiwa dan kalbu juga baru lebih bersih lebih bersinar.. aamiin yra
taqoballahu minna wa minkum taqobal yaa kareem


Saya akan memberikan kajian kali ini sedikit karena banyak hal yang tak perlu disebutkan yang harus saya lakukan pada hari ini..  afwan..
Baik mari kita mulai dengan menyebut asma Allah. Bissmillahirahmanirahiim


BILA ORANG TUA MEMASUKI USIA SENJA
Sebagai seorang anak, sudah menjadi kewajiban kita untuk berbakti pada orangtua. Terlebih lagi jika orangtua kita sudah berusia lanjut, dimana biasanya kondisi tubuh mereka mulai lemah dan sakit-sakitan. Untuk itu, perlu kiranya kita sebagai anak mengetahui bagaimana cara merawat orangtua dengan baik. Pada kesempatan kali ini, akan dibahas mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan permasalahan kesehatan yang biasa terjadi pada orang yang telah lanjut usia dan bagaimana kita bisa membantu mereka dalam menjalani hari-hari di usia senja.

Bertukar Peran
Kita perlu memahami bahwa setiap fase dalam hidup kita akan terus berjalan dan mengalami perubahan. Jika dulu orang tualah yang mengasuh kita sewaktu kecil dengan penuh ketelatenan, kini tiba saatnya kita membalas budi baik mereka dengan merawat mereka ketika telah lanjut usia. Proses “bertukar peran” ini merupakan hal yang sangat wajar dan perlu kita syukuri. Betapa tidak, bahkan terdapat hadits riwayat Muslim, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam pernah bersabda : “Celaka! Celaka! Dan benar-benar celaka!” Ada yang bertanya, “Siapa wahai Rasulullah?”. Beliau menjawab, “Orang yang mendapati salah satu atau kedua orangtuanya sampai lanjut usia, tetapi tidak bisa menyebabkan dia masuk surga (karena sikapnya kepada kedua orangtuannya)

Proses Penuaan

Banyak perubahan yang terjadi pada berbagai organ tubuh yang bisa kita temui pada orang yang berusia lanjut, seperti : kemampuan penglihatan dan pendengaran berkurang, jantung menjadi agak membesar, penggunaan oksigen secara maksimal makin menurun, tekanan darah meningkat, dinding pembuluh darah arteri meningkat, massa otot serta daya genggam tangan menurun, kapasitas pernapasan maksimal menurun, otak mengalami kemunduran serta kerusakan sel-sel saraf, daya tampung kandung kemih menurun sehingga makin sering kencing (bahkan kadang sampai mengompol), dan ginjal makin kurang efisien dalam membuang limbah dari aliran darah. Kondisi-kondisi seperti inilah yang akan memunculkan banyak permasalahan kesehatan pada orang yang lanjut usia.

Apa yang Bisa Kita Lakukan?
Dalam merawat orangtua yang telah lanjut usia, kita perlu mengetahui beberapa hal penting sebagai berikut:

Niatkan untuk mencari keridhoan Allahsubhanahu wa ta’ala. Dengan niat yang tulus ikhlas, kita akan melakukan pekerjaan dengan hati yang lapang, sehingga pekerjaan yang beratpun akan terasa ringan. Merawat orangtua bukan perkara yang sepele, karena dibutuhkan kesabaran, terlebih lagi jika orangtua kita sakit-sakitan, lemah, atau bahkan sudah tidak mampu lagi melakukan aktivitas secara mandiri. Bertutur kata dan bersikap lembut. Seseorang yang berusia lanjut sangat rentan terhadap depresi. Mereka mudah bersedih dan stres karena memikirkan sesuatu hal. Dibutuhkan suasana yang hangat dan kekeluargaan supaya orangtua kita bahagia dan merasa diperhatikan. Selain itu, ajari anak-anak kita untuk menghormati dan menyayangi orangtua kita. 

Jika orangtua sudah mengalami penurunan pendengaran, maka hendaknya kita mendekat ketika berbicara pada mereka, dan bukan dengan berteriak atau bersuara keras. Jangan sesekali membentak mereka, karena hal tersebut akan sangat melukai hati orangtua yang telah bersusah payah mengasuh dan mendidik kita sedari kecil. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra’ ayat 23 (yang artinya): “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia (berbuat syirik) dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia." 

Berolahraga bersama. Jika kondisi orangtua memungkinkan, sesekali ajak mereka berolahraga bersama anggota keluarga yang lain. Tentu saja kita harus menyesuaikan dengan kondisi fisik orangtua. Tidak perlu berolahraga secara berlebihan, yang penting dilakukan dengan benar dan secara rutin. Kita bisa memilih olahraga seperti jalan sehat, jogging, atau bersepeda santai. Berolahraga bersama anak dan cucu tentu akan menambah semangat dalam melakukannya.Menemani orangtua menjalankan kegiatan kesukaan mereka. 

Dukung dan temani orangtua kita untuk melakukan hobinya, seperti misalnya berkebun, menyulam, atau membuat kue. Dengan demikian, orangtua akan terhindar dari stres dan bisa mengisi waktu luangnya dengan kegiatan yang bermanfaat. Menyiapkan menu makanan sehat. Hendaknya kita tahu makanan apa saja yang tidak boleh dikonsumsi orangtua kita dan makanan apa saja yang disarankan untuk dikonsumsi. Dengan begitu, secara tidak langsung kita sudah membantu mereka supaya tidak mengalami kekambuhan penyakitnya. Memasak makanan sendiri di rumah tentu saja lebih terjamin kebersihan dan kesehatannya. Disamping itu, dengan memasak sendiri, kita bisa membuat variasi makanan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan orangtua kita.

Rutin memeriksakan kondisi kesehatan orangtua. Usahakan untuk mengingatkan dan menemani orangtua untuk kontrol ke dokter jika mereka membutuhkannya. Pada waktu pertemuan dengan dokter, hendaknya kita banyak bertanya mengenai penyakit yang diderita orangtua dan cara-cara perawatannya. Selain itu, ingatkan orangtua untuk meminum obat yang diberikan dokter secara teratur.Jangan sepelekan keluhan orangtua.Walaupun terkesan sepele, keluhan dan curahan hati mereka pantas untuk kita dengar dan perhatikan. Terutama jika menyangkut keluhan seputar kesehatannya. Hal ini mengingat beberapa masalah pada orang berusia lanjut bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

Banyak belajar dan berlatih. Kita bisa menambah ilmu dengan membaca buku yang membahas tentang perawatan orang sakit di rumah. Selain itu, kita juga bisa bertanya bahkan berlatih tentang cara merawat orang sakit dari perawat atau dokter di sekitar kita. Misalnya, tentang bagaimana meminumkan obat yang benar, bagaimana cara membersihkan luka, mengganti perban, dan lain-lain. Terlebih lagi jika orangtua kita hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur, maka kita harus tahu bagaimana caranya mengganti posisi mereka (memiringkan, mendudukkan) supaya tidak terjadi ulkus decubitus (luka pada kulit karena terlalu lama berada pada posisi tertentu sehingga mengalami tekanan pada tempat yang sama).

Mengingatkan orangtua untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah. Kebutuhan spiritual orangtua sangat penting untuk kita perhatikan. Ingatkan mereka untuk mengerjakan sholat dan ajak mereka untuk mengikuti pengajian jika kondisinya memungkinkan. Jika kita hendak mengingatkan atau menyampaikan nasehat, maka hendaknya dengan cara yang sopan dan halus. Selain itu, jangan lupa untuk selalu mendo’akan orangtua kita.

Mengasihi Orangtua dengan Setulus Hati
Dalam merawat orang yang telah lanjut usia, kita perlu tahu bahwa kondisi mereka sudah tidak sesehat dan sekuat ketika masih muda. Oleh karena itu, kita perlu belajar dan banyak bertanya pada ahlinya, supaya dapat melakukan perawatan dengan benar.

Selain perawatan secara fisik, kita tidak boleh melupakan perlunya perlakuan dan sikap yang baik pada orangtua. Mengucapkan kata “Ah” kepada orangtua tidak dibolehkan oleh agama, apalagi mengucapkan kata-kata atau memperlakukan mereka dengan lebih kasar daripada itu. Terlebih lagi, orangtua yang telah berusia lanjut biasanya mengalami perubahan perilaku dan lebih peka terhadap sikap atau ucapan yang kasar. Untuk itu, dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan dalam merawat mereka.

Demikian penjelasan singkat mengenai perawatan orang tua yang telah lanjut usia. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi bekal bagi kita untuk berbakti pada orangtua.

Sumber :
Ibrahim bin Abdullah Musa Al-Hazimi, Buku “Kisah-Kisah Teladan Bakti Anak kepada Ibu Bapak“, Tahun 2001. Penerbit Media Hidayah, Yogyakarta.Scott C. Litin, M.D (editor), Buku “Mayo Clinic, Family Health Book Edisi kedua”, Tahun 2007. Penerbit PT Intisari Mediatama, Jakarta.David B. Reuben, MD dkk, Buku “Geriatrics at Your Fingertips “. Tahun 2001. Penerbit Excerpta

TANYA JAWAB
1. Ustadzah bagaimana caranya meningkatkan kesabaran menghadapi orang tua yang udah mulai uzur?
Jawab
Ingatlah ketika masa kecil kita yang segitu rewel saat gerah, saat capek belum bisa komunikasikan dengan baik melalui kata-kata tetap dengan rewel nya kita ibu kita berusaha mengerti "apakah kita ngantuk?" "apakah kita lapar?" "apakah kita jenuh" dan lain sebagainya. Dan bagaimana sabarnya ibu? Bahkan kadang ibu kita sedang bertamu atau bahkan bicara penting dengan suami kita dan saat itu pula kita tidak mngerti ?! kita ganggu kita marah dan rewel ?? In sya Allah dengan mengingat-ngingat akan hal ini membantu yaaa bun... aamiin

2. Ustadzah, bagaimana kalau orangtua tidak mengijinkan kita mengikuti suami pindah luar kota karena tidak mau ditinggal, tapi beliau diajak juga tidak mau
Jawab
Jika suami taat kepada Allah dan menegakkan sunah maka wajib mengikuti suami dan jika mungkin bicara kepada sang ibunda.. mohon dengan kehati-hatiaan dan penuh kasih sayang. Janjikanlah anti akan pulang beberapa bulan sekali (tergantung kesepakatan bersama suami)
wallahu 'alam




TAMBAHAN PERTANYAAN HA 09 UMMI
JUM'AT 15 AGUSTUS 2014
NOTULEN : NURZA



Nurza: 
Ustadzah,  gimana yaaa kita bisa menasehati orang tua yang dah lanjut usia supaya gak ngomel terus, nih bos saya nenek-nenek

Jawab : 
Dengan seperti menasehati anak kecil yang lucu dan menggemaskn karena memang orang tua semakin tua beliau semakin sensitif dan sifatnya kembali seperti layaknya anak kecil. Ingat, perlakukan dengan lemah lembut meski disambut bentakan tak apa karena itu amalan untuk ukhty sendiri di akhirat kelak

Oh, ya ustadzah.  Kalo yang dah renta pendengeran agak terganggu. Gimana caranya kita sebagai yang lebih muda untuk menolongnya.

Jawab : 
Bisa dengan buku-buku motivasi dan bisa diajak relaksasi memijit nya dan mengajak melukis serta merajut ...

Bunda Risa: 
Suatu saat kita bakalan jadi orang tua juga. Jadi berikan yang terbaik buat orang tua kita, biar kelak anak-anak kita memperlakukan hal yang sama dengan yang kita lakukan pada orang tua

Bunda Aliyah: 
Ustazah gimana caranya kasih tahu orang tua yang dah tua agar ibadahnya rajin karena orang tua saya ibadahnya masih bolong-bolong ?
Jawab : 
Berikan kado spesial kirim lewat pos ditujukan untuk beliau tanpa nama dengan buku serial bagaimana hukumnya orang yang meninggalkan shalat dan ibadah lainnya. Berikut buku-buku motivasi serial ganjaran keindahan bagi yang taat betibadah. Semoga Allah membuka hati hati kita utk mampu menjalankan perintah NYA ... aamiin yra


Bunda Wanti: 
Ustadzah bagaimana dengan orang tua yang sudah pikun? kebetulan nenek saya sudah pikun & dulunya beliau masih menganut islam kejawen,sedihnya lagi anak-anaknya tidak ada yang bisa membimbing sebenarnya bisa cuma karena kesibukan & alasan pekerjaan sekarang ini nenek tinggal dengan ibu saya, ibu saya yang merawat & berusaha membimbing nenek dalam hal ibadah yang benar, hanya beliaunya tidak mau diajak sholat dll karena ibu saya cuma mantunya nenek maunya sama anak-anaknya sedangkan bapak saya sudah meninggal!  gimana cara membimbing nenek supaya mau beribadah yang benar? maaf agak panjang nich!
Jawab : Hampir sama dengan diatas, kirimkanlah hadiah berikut VCD islami dan untuk mengurangi pikun nya lebih baik punya buku catatan untuk nenek ada aktifitas dan kegiatan apa saja jika sudah bisa di checklist.

TAMBAHAN PERTANYAAN HA 10 UMMI
JUM'AT 15 AGUSTUS 2014
NOTULEN : LIYA


1. Ustadzah bagaimana caranya supaya kelak apalagi panjang umur kita bisa menjadi orang tua yang tetap bijak dan bersabar dengan segala keterbatasan yang ada. Apakah bisa dipersiapkan dari masa muda kita?
Jawab : 
Tentunya perbanyak amal salih dan banyak berdzikir , namun jika kita tua nanti  kita tak akan pernah tahu akan seperti apa kita? bisa jadi kita buta? tuli? pikun? na'udzubillah .. maka dari itu dari sekarang yang bisa kita persiapkan dari sekarang hanyalah amalan salih dan memperbanyak dzikir serta mengingat mati.

2. Bagaimanakah cara  berbakti kepada orang tua kita bila keduanya sudah meninggal dunia?
Jawab :
Bisa selalu dengan doa yang tidak putus, dan menjadi anak solehah karna pahalanya senantiasa mengalir.. apalagi anak tersebut mau / bahkan sudah hafal Al - qur'an , maka kedua orang tuanya akan dipakaikan mahkota dan jubah kebanggaan dari Allah karena anaknya mampu menghafal Al-qur'an... (hadits shahih)

3. Ustadzah...yang namanya merawat orang tua ternyata berbeda ya ketika kita merawat anak sendiri benar-benar harus lebih sabar sekali.. saya mau tanya ustadzah, ketika posisi kita sudah mempunyai suami sementara orang tua kita sudah tinggal berdua saja, saudara laki-laki saya juga sudah menikah semua.. Apakah untuk  anak perempuan memiliki kewajiban untuk lebih ke orang tua atau suami sementara anak laki-laki yang ada tidak mau untuk tinggal bareng menemani orang tua padahal orang tua laki-laki sedang sakit.. mohon sarannya ustadzah
Jawab : 
Perempuan fitrahnya ikuti suami, namun bukan berarti suami yang otoriter dan mngatur.. coba bicarakan dengan suami dengan bahasa yang santun dan merayu serta bila perlu dandan yang sangat cantik yang belum pernah ia lihat dandanan mu ... maka cobalah beri bayangan bagaimana rasanya suami sudah tua lalu anak-anak tak mau merawat, semoga berhasil ya ukhti

4. Ustadzah saya mau tanya, saya tinggal disebuh kota kecil bersama kedua orang tua saya
saya bekerja disini dengan kerjaan yang kurang jelas. Orang tua saya menyarankan saya buat cari pekerjaan yang cukup jelas dimanapun itu walau tidak disini... saya mengiyakan sebagai bentuk patuh saya pada orang tua tapi saya khawatir juga bagaimana nanti orang tua saya kalo dirumah sendiri?? karena saya tidak setiap saat bisa pulang ke rumah saya harus bersikap kayak apa?? Apa saya memilih tetap disini dengan pekerjaan yang kurang jelas, tapi saya bisa merawat orang tua syaa? tapi kalo saya tinggal disini bagaimana masa depan saya? kalo saya jauh bagaimana orang tua??

Jawab : 
Ada baiknya ukhty istikharah boleh selama 1,3,7 hari selepas isya, mohonlah kepada Allah agar diberi jalan yang terindah agar Allah meridhoi langkah anti dan jangan tinggalkan qiyamul lail serta duha nya agar senantiasa anti mendapatkan ketenangan yang tercapai.. jangan meminta saran untuk hal genting dalam hidup kepada "makhluk" mohonlah kepada Allah...

5. Ustadzah..bagaimana sikap kita sebaiknya terhadap tanggapan orang tua kita ketika beliau tidak suka kita menerapkan aturan syar'i dalam kehidupan kita, seperti pakaian dan gaya hidup? Bagaimana cara kita menyikapi dengan santun tanpa harus terkesan melawan dan tidak dianggap durhaka?

Jawab : 
Tentunya jika shalat kita benar maka dengan sendirinya mnjadi "lainun qalbi" atau memiliki kelmbutan hati tentu menjadi sunnah dan bahkan wajib bersikap lembut terhadap orangtua kita, jangankan kita yang satu agama dengan orang tua kita, ada seorang mualaf orang tuanya tionghoa, awalnya di siksa dengan kedua orang tuanya, tapi si anak tetap memberikan akhlak yang baik maka berjalannya waktu sang orang tua memeluk islam. ana rasa anti lebih faham bagaimana cara terhadap orang tua anti karena anti yang lebih faham sifat dan karakter mereka

6. Ustadzah gimana kalo orang tua minta kita untuk tinggal di rumah beliau sedangkan kita punya rumah sendiri dan juga rumah orang tua jauh dari tempat kerja suami, apakah saya harus tinggal dengan orang tua dan suami di rumah sendiri baru 1 ato 2 minggu bisa bertemu mungkin 1 bulan ato 2 bulan suami ndak keberatan tapi kalo untuk jangka waktu lama apakah saya tidak dosa ustadzah....?? Kalo di ajak ke rumah kami beliau keberatan, karena ndak kerasan dengan lingkungan

Jawab : 
Bagaimana anti ketika nanti memiliki perasaan yang sama dengan orang tua anti ??? jika tidak ingin berlama lama namun tunjukkanlah intensitas bentuk perhatian melalui telepon, sms, dan kirim uang karena apa yang kita kluarkan untuk mereka akan menjadi segitu berkah bagi kita dan tentunya datanglah seminggu sekali menginap 2 malam dan jangan lupa bawakan oleh-oleh. Entah baju, kaca mata, handuk, mukenah, sarung dan masih banyak lagi. Semoga berhasil. Sebagai tambahaan dari saya agar di ingat : ingatlah ketika masa kecil kita yang segitu rewel saat gerah, saat capek beulm bisa komunikasikan dengan baik melalui kata-kata tetap dengan rewelnya kita ibu kita berusaha mengerti "apakah kita ngantuk?" "apakah kita lapar?" "apakah kita jenuh" dan lain sebagainyadan bagaimana sabar nya ibu? bahkan kadang ibu kita sedang bertamu atau bahkan bicara penting dengan suami kita dan saat itu pula kita tidak mengerti ?! kita ganggu kita marah dan rewel ?? in sya Allah dgn mngingat2 akan hal ini membantu yaaa bun... aamiin dan orang tua memang semakin seperti anak kecil semakin tua maka balaslah layaknya kita berlemah lembut kepada anak kecil dan merayu seperti anak kecil dan berikan pujian layaknya memuji anak kecil dan bukankah ini telah dilakukan lebih dulu oleh orang tua kita pada masa kita kecil ? Mengapa tidak kita lakukan demi memeluk hati orang tua kita agar senantiasa merasa tenang dan nyaman berada di samping kita layaknya kita kecil merasa nyaman saat kita kecil yang penuh ketakutan jika sndiri mungkin itu yang dirasakan para orang tua kita dan ingat,  kita tidak pernah tau pasti bagaimana perilaku dan perasaan kita kelak kita menjadi tua..
wallahu 'alam

Semoga manfaat
Wassalamu'alaikum
Kita tutup yaaa malam ini 
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadualla ilahailla anta astagfiruka wa’atubu ilaik.