Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

Penetapan Takdir Sebelum Penciptaan Langit dan Bumi

Kajian Online WA Hamba الله SWT (HA 110 Nanda)
 
Hari / Tanggal : Rabu, 06 Agustus 2014
Narasumber : Ustadzah ainur
Admin : Fauziyah

Assalamualaikum wr wb
Selamat pagi nanda semuanya
Semoga kebaikan dan kebahagiaan bersama kita
Materi pagi ini adalah mengenai
"Penetapan Takdir Sebelum Penciptaan Langit dan Bumi"

 "Allah telah menetapkan takdir mahluk ini sebelum Dia menciptakan langit dan bumi dalam jarak waktu lima puluh ribu tahun dan Arsy nya diatas air"
(H.R Imam Muslim, Imam thirmizi dan Imam Ahmad)

Hadist diatas juga menunjukkan bahwa penciptaan qalam (pena) lebih awal daripada penciptaan arsy Nya. Pendapat ini lebih tepat, hal itu didasarkan pada hadist yang diriwayatkan Abu Dawud dari Abu Hafsah Al Syami, ia menceritakan, Ubadah bin Shamit mengatakan pada putranya,
"Wahai putraku sekali kali engkau tidak akan menikmati rasa iman hingga engkau mengetahui bahwa apa yang menimpa mu itu tidak untuk menyalahkan mu, dan apa yang menjadikan engkau salah bukan untuk menimpamu, aku pernah mendengar Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya yang pertama kali diciptakan Allah adalah qalam (pena), lalu dikatakan padanya,"Tulislah!"Ia menjawab"Ya Tuhanku apa yang harus aku tulis?"Dia menjawab"Tulislah takdir segala sesuatu sampai hari kiamat tiba"

Ubadah bertutur lagi, ' wahai putraku aku pernah mendengar Rasulullah bersabda:
"Barangsiapa meninggal dunia dalam keadaan tidak seperti ini, maka ia bukan termasuk umat ku"

Penulisan takdir dengan pena dilakukan pada waktu yang bersamaan dengan penciptaan nya. Hal itu berdasarkan pada hadist yang diriwayatkan Imam Ahmad dalam Musnadnya, dari Ubadah bin Shamit, ia bercerita, ayah ku pernah memberi tahuku, ia menceritakan, aku pernah masuk rumah Ubadah yang ketika itu jatuh sakit "Apakah dalam sakit mu engkau mengkhayalkan kematian?". Maka kujawab "Wahai ayahku, berikanlah wasiat kepadaku dan berijtihadlah untukku"
Maka ia berujar "Wahai putraku, engkau tidak akan merasakan nikmat nya iman dan tidak sampai pada ilmu yang sebenarnya mengenai Allah hingga engkau beriman kepada qadar, yang baik maupun yang buruk"
Lalu kutanyakan "wahai ayahku, bagaimana aku dapat mengetahui baik dan buruk nya qadar (takdir)?"
Ia menjawab "Engkau mengetahui apa yang menimpamu bukan untuk menjadikan kamu bersalah bukan sebagai musibah bagimu. Dan musibah yang menimpamu bukan untuk menyalahkan mu"

Dari Abdullah bin Abbas, ia bercerita pada suatu hari aku pernah berada di belakang Rasulullah "Wahai anak muda, sesungguhnya aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat
" Peliharalah Allah niscaya Dia akan memelihara mu. Pelihara lah Allah, niscaya engkau akan mendapat kanNya dihadapanmu. Jika engkau meminta, maka mintalah pada Allah. Dan jika engkau memohon pertolongan, maka mohonlah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah, jika umat ini bersatu untuk memberikan manfaat (kebaikan) kepadamu, niscaya mereka tidak akan memberikan manfaat kepadamu kecuali dengan sesuatu yang telah ditetapkan Allah bagimu, Dan jika mereka bersatu untuk mencelakakan kamu kecuali dengan apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Qalam qalam telah diangkat dan telah kering pula tinta lembaran lembaran ini"

Pertanyaan :

1. Ana yang akan bertanya duluan ya. Ustadzah, Sebenarx takdir seperti apa yang telah ditetapkan oleh Allah. Apakah sampai hasil akhir secara pasti atau masih bisa berubah..?

2. Bagaimana cara kita ,untuk tidak menyalahkan takdir pada diri kita?

3.Jika kita tidak menyalahkan takdir, tapi di saat kita terpojok  dengan keadaan dalam yang seakan  tiadk terima bagaimana cara supaya kita ikhlas menerima

4. Bunda apakah kita berdosa memohon kepada Allah supaya mengubah takdir kita?

Jawaban :

1. Takdir itu tidak ada yang mengetahui sampai ia terjadi. Takdir pada alam semesta sudah ditetapkan dan berlaku sampai hari akhir. Pada manusia Allah telah tetapkan takdir namun doa dan usaha manusia dapat merubahnya.

Untuk pertanyaan no 2, 3, 4 sudah ana kirim ke ustadzah.... nanti kita tunggu sama-sama jawabannya ya...

TAMBAHAN PERTANYAAN
KAMIS, 12 AGUSTUS 2014


1. Apa yang ada pada kita itu semua takdir umi?
Jawab
Yang dimaksud adalah beriman kepada qadar Allah (takdir yang Allah tentukan) termasuk ujian musibah, ajal. Maksudnya sudah jelas semua ketentuan Allah yang pasti terjadi.maka nya kita perlu untuk menambah ilmu supaya tidak kufur nikmat, Seandainya musibah itu datang karena ada yang hendak mencelakai kita belum tentu terjadi


2. Bagaimana cara (konkritnya) kita beriman terhadap takdir Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari?
Jawab
Dengan sejenak bertahan dan bersabar, namun tak seberapa lama tekadnya memudar. Penyebabnya adalah minim ilmu, bashirah (mata hati) dan kesabarannya. Seperti seseorang yang harus melewati jalan yg mengkhawatirkan utk sampai ketempat yg aman. Allah tahu jika bersabar melaluinya, ketakutannya akan sirna dan hasilnya adalah keamanan selamanya, jika kesabarannya dan keyakinannya kurang lalu dia kembali pulang dan tidak akan pernah sampai.


3. Waktu saya sudah buat planning sesempurna mungkin (menurut saya), tapi ternyata yang terjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan. Saya sering sedikit syok atau jadi down. meskipun di dalam hati bicara mungkin ini yang terbaik menurut Allah tapi kadang sering kepikiran dan bikin uring-uringan. Bagaimana cara supaya bisa legowo dan mnerima semua takdir Allah terhadap diri kita?
Jawab
Tidak ada usaha yang sia sia dimata Allah. Teruslah ber ikhtiar dan berdoa. Seringlah ber istighfar karena istighfar bisa menghapus dosa serta memberikan kemudahan. Diantara kesulitan pasti ada kemudahan. yakinlah "Walaupun hasilnya tidak sesuai yang kita inginkan ambil nilai positif nya, mungkin kita bisa lebih dekat kpd Allah, lebih mandiri n dewasa. karena sesungguhnya dengan adanya ujian kesabaran ini pasti ada maksud baik dari Allah. Bisa jadi untuk mengingatkan kita ada hal yang kita lupakan selama ini


4. Kalo nasib kita sudah tertulis lalu bagaimana dengan memilih keputusan? Berarti keputusan yang kita buat sebenernya udah tertulis dong. jadi sama aja ga memilih gitu mi?
Jawab
Tak hanya fluktuasi iman yang perlu dimengerti. Ketaatan dan maksiat saling mempengaruhi terhadap keputusan hidup kita, ketaatan berkaitan dengan keimanan kita peningkatan iman tersebut memberikan motivasi supaya lebih baik lagi amalannya. Dalam mengambil keputusan tentulah kita senantiasa meminta petunjuk dari Allah, mencari jawaban melalui majlis ilmu, dan tilawah al Quran, memperbanyak amal solih. Sehingga mendapat kemantapan hati untuk melangkah sesuai dengan jalur. Semoga kita termasuk hamba Nya yang selalu mendapat petunjuk


5. Terus nih, gimana sama orang yang murtad? berarti dia udah takdirnya?
Jawab 
Sama seperti keputusan untuk murtad, yang berarti menunjukkan adanya penurunan atau degradasi iman. Hidayah yang semakin luntur sehingga meninggalkan apa yang sudah menjadi ketentuan Allah yang dapat dideteksi adalah pengaruh nya, yakni motivasi untuk mengerjakan perintah mulai melemah, malas dan tidak bergairah.lebih sering disertai keinginan untuk kesenangan hawa nafsu yang lebih menjauhkan dari amal kebaikan. Kualitas amal kebaikan dan kuantitasnya menurun. Kualitas dan kuantitas amal yang buruk membuat imannya semakin terpuruk jatuh.Semakin meredup sampai hilang cahaya hidupnya hingga hidayah pun jauh. Dengan tilawah, ibadah yang semakin baik, bergabung dengan majlis ilmu serta berkumpul dengan orang solih semoga senantiasa mengingatkan kita supaya semakin dekat dengan Allah, apapun keputusan yang kita ambil tentu yang terbaik yang sudah Allah tunjukkan untuk kita



Doa Kafaratul Majelis

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

 “Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”