Problem Solving

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, August 26, 2014

Kajian Online WA Hamba  اللَّهِ  SWT (HA 111 & 112 Nanda)

Hari / Tanggal : Selasa, 26 Agustus 2014
Pemateri : Bunda Dianda
Materi : Problem Solving
Notulen  : Nadiyya
Editor : Ana Trienta

Dalam kesempatan ini, kita akan membahas tentang 2 tipe problem solving (Pemecahan Masalah). 

Dalam keseharian, dalam berbagai urusan, tentu kita sering berhadapan dengan permasalahan yang perlu dipecahkan. Baik itu diseputar pekerjaan, hubungan dengan keluarga, teman,  calon suami, dll. Kadang begitu peliknya permasalahan itu, sehingga menjadikan kita bingung dan merasa buntu, sangat mengganggu karena membuat kita merasa marah/ sedih yang diakibatkan permasalahan tersebut.

Dalam ilmu psikologi, terdapat 2 tipe penyelesaian masalah yang umum dikenal;

1. Emotional based coping (berfokus pada emosi)

Tipe penyelesaian masalah yang fokus pada perasaan yang dilibatkan dari masalah. Jadi, alih-alih melihat dengan jelas permasalahan yang ada, seseorang lebih memperhatikan perasaan yang alami. Keputusan yang diambil cenderung emosional dan kadang menjadi kurang tepat sasaran/ lebih kepada upaya pelampiasan emosi. Namun penyelesaian masalah tipe ini sesuai untuk situasi-situasi yg melibatkan aspek afeksi/ perasaan, seperti saat menghadapi keluarga yg sakit/ meninggal. Orang-orang dengan tipe penyelesaian masalah ini dapat lebih meningkatkan kesadaran diri dengan evaluasi kondisi diri, atau cara-cara lain untuk menenangkan diri seperti beribadah, menarik nafas panjang, meditasi/muhasabah.


2. Problem based coping (berfokus pada persoalan)

Penyelesaian masalah yang berdasarkan persoalan/ problem ini, cenderung utk melihat permasalahan secara jernih, langsung pada inti masalah. Yang dibutuhkan adalah kemampuan mengevaluasi masalah, objektif dalam menilai masalah, melihat keuntungan dan kerugian dalam mengambil keputusan, serta mengambil kontrol diri terhadap masalah. Upaya penyelesaian masalah tipe ini mengenyampingkan aspek emosi, dengan tujuan seseorang dapat melihat masalah dengan jelas.

Tipe yang manakah kita?
Untuk memikirkan penyelesaian masalah, kita perlu ambil jarak dari masalah itu untuk mendapat pandangan lebih jelas.  Ibarat melihat gajah.. Melihat gajah kan kalau dari dekat sekali, yg kita lihat/ tahu cuma kakinya saja.. Belalainya saja.. Saking besarnya itu gajah, jadi tidak kelihatan semua.. Nah. Kita mundur deh.. ambil jarak. Supaya bisa kelihatan itu gajah.. Ooh rupanya gajah ada kakinya.. enpat. ada belalainya panjang.. telinganya besar.

Begitu juga masalah.
Misal masalah keluarga.. kalau kita terlalu larut jadi fokus ke perasaan sedih. Jadi nggak punya energi lagi buat liat masalahnya. Bisa tenangin diri dulu trus ambil jarak.. Maksudnya lihat masalahnya dengan jelas. Kumpulkan fakta-fakta.. Masalahnya A, sikap si B begini begitu. Jangan ambil penilaian dulu.. Langsung mikir.. wah si A nggak adil dong kalau begitu.. kalau lari ke situ pikirannya, bisa2 masalahnya kabur lagi.. hehe. Malah fokus ngelihatin si A dengan (yang kita sangka)ketidak-adilannya.

Dalam rangka melihat masalah dg objektif, kita juga baiknya cari sebanyak-banyaknya informasi. Misal kesel sama bunga, tanya ke bunga kenapa begini begitu. Nggak perlu frontal, bisa melipir-lipir saja sambil ngobrol.. jangan-jangan anggapan kita salah. Istilahnya, tabayyun. Mengkonfirmasi berita/anggapan kita. Jadi sebelumnya, kita stop dulu dorongan kita untuk kesel.

Misal, diri sendiri sudah tahu, "Wah, saya sudah marah nih."
Ya lalu boleh berkata-kata, tapi jangan emosional. Tetap santun dalam berbahasa, tegas dalam bersikap. Bicara yang ada hikmahnya, tujuan penyelesaian masalah usahakan bukan agar setiap pihak mendapat pembelajaran.

Ingat prinsip penyelesaian masalah bukan untuk menyalurkan kekesalan, bukan supaya melampiaskan unek-unek. Tapi supaya masalah bisa selesai dan ada hikmah yang bisa diambil. ‬Bisa juga lakukan pendekatan ke Allah SWT, seperti perbanyak tilawah dan ibadah saat sedang ada masalah. Jadikan kegiatan itu sebagai upaya menenangkan diri lalu evaluasi diri dan masalah di saat-saat tenang begitu. Jadi ambil keputusan nggak saat emosi

Cerita dengan teman/kerabat juga baik. Hanya hati-hati dalam bercerita, pastikan kita cerita juga  fakta saja. Berpegang sama fakta dan hal-hal yg kita tahu pasti. Jangan mengira-ngira terus sambil curhat sambil emosi ya yang dengar blunder deh. Masalahnya jadi kabur dan melebar.

Setiap orang punya gaya masing-masing,  frontal pun tidak apa-apa asal prinsip-prinsip tadi jalan, bicara santun sikap tegas. Kenapa? Supaya menghindari menyakiti hati orang lain, menghindari kita bicara kasar/menghina orang lain.. menghindari emosi yang terlalu naik sampai tidak bisa dikendalikan..

Kapan sih suatu "situasi" itu dirasakan sebagai masalah/problem?
‬Kalau yang saya pahami: dikatakan masalah, kalau menghambat pencapaian tujuan, baik diri maupun orang lain. Jadi masalah dan pemecahan-masalah bisa dipisahkan.. cara pandangnya.

Tanya-Jawab

Tanya:
Terkadang kalau dah terlanjur marah tidak bisa terkontrol..baru sadar kita marah kalau dah dilampiaskan alias penyesalan..gimana caranya bisa mengontrol amarah
Jawab:


Tanya:
Saya ngajar anak-anak sma/smk sering saya harus menangani permasalahan anak yang dimulai dari masalah orang tua. Seringkali saya harus "ikut campur" masalah mereka. Bagaimana saya harus bersikap sama anak-anak yg seperti ini.
Jawab:
Kalau ngajar anak sma/smk.. mereka lagi berkembang pemikiranmya, jadi ajak diskusi aja supaya mereka bisa menimbang situasi ini dan itu. Ajar untuk lebih dewasa ketrampilan komunikasi, ketrampilan probpem silving, letrampilan pengelolaan emosi. Sembari kita penjajakann ke orang tua.

Tanya:
Masalah keluarga. Saya Keluarga besar setiap anggotanya selalu merasa benar sendiri, maaf ini bukannya saya bermaksud buka aib sendiri. Saya mau curhat satu masalah nih. Awalnya kakak saya disuruh ma bibi(sebutan tante) nyuci baju banyak banget. Ibu saya kaget, spontan ibu saya menggerutu. Kakak saya dibilangin ma ibu saya kalau disuruh nyuci baju jangan banyak banget, tak dinyana kakak saya malah balik marah & ngambek karena kakak saya kesel dia nendang tutup termos es punya adik saya karena adik saya jualan es. Jadilah kakak saya dan adik saya ribut merasa nggak terima dan nggak ada yang mau ngalah. Sementara saya nenangin ibu supaya nga nggrutu  & kesal. Ayah saya karena lagi ngga enak badan jadi merasa terganggu dan mulai emosi karena kakak beradik ribut..saya suruh bapak saya diam dulu nggak usah ikut campur karena gampang emosi. Setelah saya nenangin, ibu saya nenangin adik saya tapi tetap aja keukeuh nggak mau ngalah sampai keesokan harinya karena dimalam itu saya nggak berhasil nenangin si adik saya nenangin si kakak, alhamdulillah emosinya reda juga...saya paling susah nenangin si adik ini, saya sudah bilangin jaga  emosi dia jawabnya "sakarep dewek" malah ga nyambung gitu...di keluarga ini kalo satu orang punya masalah, masalahnya selalu melebar kmana-mana... gimana caranya saya menasehati orang yang gampang emosi? Maka apakah ada therapinya?
Jawab:
Hubungan dalam keluarga itu keterkaitannya erat sekali. Karena kita bertemu setiap hari dan semua saling terkait. Gimana orangtua ke anak.. pasti pengaruh pada sikap anak ke orangtua. Kadang, dalam keluarga ini rasa marah yang muncul bukan karena masalah yang saat itu terjadi, tapi terkait masalah yang dulu-dulu. Misalnya.. si kakak dan adik yang berantem kalau ini konstan terjadi boleh dicek,  apakah memang mereka menyimpan.. unek-unek atau masalah yah belum pernah dibicarakan. Memendam masalah tanpa dibicarakan bisa membuat kita merasa emosi level tinggi,  kalau sedih dipendem terus bisa depresi.. kalau kesal/marah dipendem terus bisa jadi agresif.

Tanya :
Oooo....kalo saya sedang kesal sekali dengan bos saya, saya selalu nulis surat kritik dan saran, bun. Karena saya lebih bisa bicara halus dan sopan kalo sedang kesel hanya melalui tulisan. Karena saya khawatir kalo ngomong langsung malah jadi kasar. Menurut bunda gimana?
Jawab:
Cara kontrol amarah yang utama adalah tingkatkan kesadaran. Pahami proses-proses marah dalam diri lalu langsung lakukan pencegahan sebelum rasa marahnya jadi lebih tinggi.
Misal saat mulai marah kita tarik nafas, buang. Alihkan perhatian bisa nonton tv, makan, minum supaya tenang, duduk, wudhu.. dst. Yang penting inget untuk STOP saat akan marah. STOP.. Inget yaa. Kalau mau marah, mba dianda bilang SETOP. Hehe.. *biar inget

Tanya:
Kalo marah cenderung diem aja itu baik ga bun? Maksudnya kalo marah dipendem terus jadi agresif? Terus baiknya gimana dong bun?
Jawab:
Menyelesaikan konflik akibat emosi.. kuncinya komunikasi. Tapi yaa perlu pelan-pelan juga sih, mungkin karena gak gampang mengeluarkan hal-hal yang terpendam. Tidak jarang juga hal-hal itu tidak disadari oleh kita, jadi gak.bisa dikomunikasikan. Kalo udah begini ada baiknya dibantu pihak ketiga.. Cari cara pelepasan emosi yg nyaman buat mba.. bisa nulis.diary, bisa.curhat, bisa ibadah.. usahakan dlm setiap.kegiatan kita melakukan dialog. Kenapa begini kenapa begitu.. lalu apa? Sehingga masalahnya "tuntas" gak ngganjel.

Ini sebagian besar tentang masalah emosi dan pengelolaannya ya.. jadi begini. Pertama emosi pasti muncul ada sebabnya. Sebabnya adalah penilaian situasi. . Jadi situasi kita nikai enak atau gak enak..nyusahin atau membawa untung.. itu menimbulkan emosi. Kalo bawa untung tentu kita jadi senang bukan? Hehe.. kalau malah menyusahkan kita bisa merasa sedih, marah, kesal dsb..

Nah. Setelah emosi muncul kita tampilkan perilaku. Misalnya sebatas menggerutu.. marah-marah. curhat.. dst. Yanh perlu kita pahami.. setiap perilaku yg kita lakukan itu membentuk skema dalam otak kita..

Jadi misalnya, kalau dalam situasi marah.. si A pernah membentak/teriak-teriak. Maka berikutnya kecenderungan ia melakukan hal yang sama jadi lebih besar. Dan seterusnya... lama-lama bisa otomatis alias tidak terkontrol alias subjek itu bisa tidak lagi sadar saat membentak-bentak itu. Baru "ngeh"saat sudah selesai. Menyesal..

Skema dalam otak semacam dna. Jadi semua perilaku kita itu dicetak dalam otak.. dalam bentuk protein.. Itu salah satu cara otak menyimpan proses belajar kita. .
                           
Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Moga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Amiin....
Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyaknya dan do'a kafaratul majelis:

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamu'alaikum.

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT