Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

Tahsin Tilawah

Kajian Online WA Hamba الله SWT ( HA 110Nanda)

Hari / Tanggal : Jum'at, 1 Agustus 2014
Nara Sumber : Ustadzah Mida
Tema : Tahsin Tilawah
Admin : Fauziyah

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ 
بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم 
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ 

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillahirabbil'alamiin. Segala puji bagi Allah Azza Wa Jalla. Tuhan Pencipta Alam Semesta. Hari ini karena izinNya kita telah membahas Tahsin Tilawah. Berikut ini ringkasan materi kajian hari ini.

A. Target dan Kiat Tilawah


Tahsin Tilawah artinya memperbaiki bacaan Al Qur'an dengan lancar dan benar. Seseorang yang sudah mampu membaca Al Qur'an dengan lancar dan benar maka ia disebut Mahir atau Mutqin.Orang yang mahir mendapatkan kemuliaan,sedangkan orang yang terbata-bata dan mau berusaha akan mendapatkan dua pahala.

Ada dua yang menjadi target dalam program Tahsin :
1. Kemampuan membaca lancar
Kemampuan membaca secara lancar adalah langkah pertama untuk mencapai bacaan yang Mutqin (sempurna).Seseorang yang mampu meningkatkan kuantitas tilawah Al Qur'annya secara bertahap dan sering mendengarkan kaset murottal dengan bacaan standar, maka proses tahsinnya lebih cepat. 


2. Kemampuan membaca dengan benar. 
Hal selanjutnya yang harus dilakukan untuk dapat membaca Al Qur'an dengan benar adalah Talaqqi. Ini merupakan proses yang sangat penting dan tidak boleh dianggap sepele. Seseorang tidak mungkin mampu membaca Al Qur'an dengan benar kecuali dengan proses ini.


Talaqqi artinya belajar membaca Al Qur'an secara langsung dibimbing oleh seorang guru Al Qur'an. Kemudian, setelah melakukan talaqqi adalah mempelajari ilmu tajwid. Ilmu ini mengkaji kaidah-kaidah membaca Al Qur'an yang sesuai dengan bacaan Rasulullah, sebagaimana telah diriwayatkan oleh ulama qiro'at. Namun perlu diketahui bahwasanya talaqqi tetap merupakan kunci utama untuk mendapatkan bacaan yang benar dan fasih.Oleh karenanya ulama menetapkan bahwa hukum mempelajari Ilmu Tajwid secara teori adalah fardhu kifayah,sedangkan hukum membaca Al Qur'an dengan benar adalah fardhu 'ain. Artinya, seseorang dapat dianggap cukup ketika ia sudah mampu membaca Al Qur'an dengan benar, walaupun ia sudah lupa (bahkan tidak menguasai) ilmu tajwid. Karena saat bertalaqqi ia mempraktekkan langsung ilmu tajwid tersebut dihadapan gurunya.


B. Tempo dan cara membaca Al Qur'an


Allah SWT telah memerintahkan kepda kita untuk membaca Al Qur'an secara tartil.artinya lambat,benar dan khusyu. llah SWT telah memerintahkan kepada kita untuk membaca Al Qur'an secara tartil. Artinya lambat, benar dan khusyu. Jadi kalau kita baca Al Qur'an dinikmati. Jangan terburu- buru, jangan cepat selesai. Dengan membaca Al Quran secara tartil kita akan nyaman membacanya dan tidak merasa kelelahan.

Baiklah bisa dibaca dahulu materinya ya, kalau ada yg ingin bertanya dipersilahkan ....

TANYA JAWAB
1. Umi Helmi, boleh saya minta dijelaskan tentang sifatul huruf? Karena akan ada bacaan alquran yang jadi melebur gitu karena sifatul huruf seperti pada 'wajadtu', ketika 'dal' dan 'ta' bertemu begitu mi
Jawab
Iya, boleh banget. sebenarnya kita belum memasuki pelajaran ini, sengaja saya mulai dari awal, berurutan jadi nggak loncat-loncat yang baru belajar jadi mengerti. Tapi nggak apa karena ada yang bertanya saya jawab. Kalau ada huruf yang melebur ke huruf berikutnya berarti bukan masalah sifatul huruf, tp idgham yaitu memasukkan atau meleburkan huruf. Seperti huruf ta, bertemu dengan dal. Wajadtu bacanya wajattu. ini hukumnya idgham mutajanisain.yaitu pertemuan dua huruf yang sama makhrojnya, namun sifatnya berlainan. Di dlm Al Qur'an, pertemuan huruf2 yang memiliki kesamaan makhraj namun berlainan sifat terjadi pd huruf ini :
1.Tha, dal, ta
2. Dzo, dza, tsa
3. Ba, mim

2. afwan umi saya ingin minta dijelaskan ikhfa mi, ikhfa itu kan dibagi lagi ya mi, nah untuk dengungnya berbeda, ada yang mendekati 'n', 'ng' dan samar jadi seperti 'ny' bisa tolong dijelaskan karakteristiknya mi per ikhfa itu
Jawab
Ikhfa secara bahasa artinya samar atau tertutup. ikhfa terbagi 3, yaitu : a. ikhfa ab'ad artinya jauh. kalau dibaca bunyinya "ng" hurufnya yaitu qof dan kaf.

tinya pertengahan. bunyinya antara "n"dan "ng"dapat juga dikatakan seperti bunyi "ny". hurufnya : tsa, ja, dzal, zai, sin, syin, shod, dho, dzo,
b. Ikhfa aqrab artinya saling dekat. dibacanya "n" tetapi suara ditahan kira2 dua ketukan agar tidak tertukar dgn idzhar, hurufnya ta, tho, dal.

c. ikhfa Ausath artinya pertengahan. bunyinya antara "n"dan "ng"dapat juga dikatakan seperti bunyi "ny". hurufnya : tsa, ja, dzal, zai, sin, syin, shod, dho, dzo, fa.
Wallahu a'alam

3. Umi.. kalo belum dapet guru ngaji terus belajarnya lewat murottal.. tidak apa apakah umi?
Jawab
Kalau hanya mendengar murottal dan mengikutinya. kita tidak tau kesalahan kita dalam membaca Al Qur'an. karena tidak ada yang menegur dan mengoreksi bacaan kita. Tapi untuk lagam atau nadanya kita bisa lewat murottal, dengan catatan tajwidnya sudah bagus atau bacaannya sudah fasih. Kalau bisa nanda vita dengan guru, paling tidak Talaqqi seminggu sekali nanda vita.

4. Umi, di Al qur'an kadang-kadang tertulis bacaan kecil di antara 2 kata. Itu artinya apa dan bagaimana cara bacanya? Afwan saya lupa di surat apa mi
"...Majreha wa mursaha...'' padahal tanda bacanya ''majruha...'' Jawab
Terdapat dalam surat hud : 41. Itu namanya imalah. Kenapa dibaca imalah. imalah artinya miring. Menurut istilah artinya menyondongkan suara fathah ke arah kasroh. maksudnya menuturkan suara fathah condong ke arah kasroh, sehingga keluar bunyi mendekati huruf "e." Menurut imam hafs hanya terdapat dlm surat hud :41. Tapi menurut imam al kasai dan imam hamzah jumlahnya banyak meliputi setiap lafadz isim maupun fi'il. contohnya dl lafadz waddhuha, sa'aa, ahwaa, fasawwaa, fahadaa. tetapi kita di indonesia mayoritas mengikuti imam hafs.
5. Dalam Q.S 83:41 Di sana tertulis ''saktah''...itu artinya apa dan dibaca bagaimaan?
Jawab
Saktah menurut bahasa artinya menahan.. jad membacanya tanpa bernapas disaat menahan. lamanya kira kira 2 harokat. Dan niatkan untuk melanjutkan kembali bacaan.

6. Suka ada huruf sin kecil diatas huruf shod itu maksudnya apa mi?
Jawab
Maksudnya kita boleh membacanya dengan huruf sin diatasnya.

7. Umi, tanya... Jika murojaah, biasanya suka keseleo dan lupa-lupa ingat. Misal, "akhiroti" tapi ingatnya "akhirota" dan "'alaykum" ingatnya "'alayhum". Kesalahan seperti itu termasuk fatal atau tidak, Mi? Apakah juga akan mempengaruhi penafsiran akan makna ayatnya? Jawab Kesalahan dalam membaca Al Qur'an ada 2 : 1. kesalahan jali yaitu kesalahan yg besar 2. Kesalahan khofi kesalahan yg kecil. Yang ditanyakan nanda efi itu termasuk kesalahan jali. karena salah pengucapan harokat dan hukumnya haram baik merubah arti atau tidak. Nanti kita kupas lebih lengkap di waktu yang khusus.
8. Dalam QS. 76:30..ada nun kasroh di bawah alif lam. Itu apa dan huruf nun itu dibaca? Jawab
Nanda rini itu namanya nun wiqoyah atau nun washol yaitu nun yang harus dibaca kasroh ketika ada tanwin bertemu dengan hamzah washol agar tanwin tetap terjaga. apabila dalam Al Qur'an usmani nun wiqoyah ini tidak disertakan jadi si pembaca harus sudah tahu hukumnya dan harus jeli. 9. Kesalahan khofi yang seperti apa, Mi? Jawab
Kesalahan khofi yaitu kesalahan yang terjadi ketika membaca lafadz-lafadz dalam Al Qur'an, namun tidak merubah arti. seperti tidak membaca ghunnah, kurang panjang dalam membaca mad wajib muttashil dll. Nanda-nanda semua sudah cukup ya kajian kita hari ini. Semoga bermanfaat buat nanda-nanda semua ya....kita baca istighfar dulu ya... Astaghfirullahal 'adziim 3x. Kita tutup dengan kafarotul majlis.
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”