Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

Ziarah Kubur

Kajian Online Hamba  اللَّهِ  SWT (Grup HA 13-14 Ummi)

Hari/Tanggal : Kamis,  28 Agustus 2014
Narasumber : Ust.Syeikh Abdullah Khaidir
Materi : Ziarah Kubur
Editor : Ana Trienta

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Assalamu'alaikum wr.wb
Thayib, afwan para ummahat terlambat. Saya ingin kasih materi tentang ziarah kubur, semoga bermanfaat. Ini lumayan sensitif. Kalau setuju alhamdulillah, kalau tidak, kita diskusikan baik-baik tanpa merusak ukhuwwah....

ZIARAH KUBUR

Ziarah kubur mendatangkan manfaat dalam kehidupan seorang muslim, bahkan seiring dengan manfaat itulah ziarah kubur dianjurkan. Namun di sisi lain ziarah kubur juga berpotensi melahirkan tindakan dan keyakinan yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Sejarah mencatat, bahwa terjadinya penyimpangan aqidah di tengah masyarakat berawal dari penyimpangan yang terjadi terhadap kuburan. Dan nyatanya, hal tersebut masih sering terjadi pada sebagian masyarakat masa kini terhadap berbagai kuburan yang mereka puja-puja. 
Karena itu, Rasulullah saw pada awalnya melarang ziarah kubur, setelah itu baru beliau anjurkan. Beliau saw bersabda:

« إِنِّي كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُوْرِ، فَزُوْرُوْهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُكُمْ اْلآخِرَةَ » رواه مسلم

“Dahulu aku larang kalian berziarah kubur, maka (sekarang) ziarah kuburlah, karena hal itu dapat mengingatkan kalian pada (kehidupan) akhirat” (HR. Muslim)

Dengan demikian, berarti kita harus memahami, mana ziarah kubur yang dibenarkan dan dianjurkan syariat sehingga bernilai ibadah, dan mana ziarah kubur yang bertentangan dengan ajaran Islam, sehingga tidak bernilai ibadah, bahkan justru bernilai bid’ah, atau lebih bahaya dari itu, dapat bernilai syirik!

Ziarah Kubur Yang Disyariatkan

Dari Sisi Maksud dan Tujuannya

Berdasarkan petunjuk Rasulullah saw, ziarah kubur yang disyariatkan memiliki dua tujuan:
 > Pertama, tujuan yang manfaatnya kembali kepada peziarah, yaitu mengingat akhirat dan kematian. Hal ini berlaku umum; dibolehkan terhadap kuburan orang beriman maupun  kuburan orang kafir.

« فَزُوْرُوْهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُكُمْ الآخِرَةَ » [رواه مسلم]

“Maka berziarah kuburlah, karena hal itu dapat mengingatkan kalian pada akhirat.” (HR. Muslim)

Dalam redaksi yang lain, Rasulullah saw bersabda:

« ... فَزُوْرُوا اْلقُبُوْرَ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْمَوْتَ » [رواه مسلم]

“Hendaklah kalian ziarah kubur, karena hal itu akan mengingatkan kalian kepada kematian.” (HR. Muslim)

> Kedua, tujuan yang manfaatnya kembali kepada penghuni kubur, yaitu disampaikannya salam dan doa kepada mereka dari orang yang menziarahi kuburan mereka. Hal ini khusus hanya dibolehkan terhadap kuburan kaum muslimin.
Rasulullah saw ketika ditanya Aisyah ra tentang maksud kepergiannya ke pekuburan Baqi’ (pekuburan para shahabat):

« بُعثْتُ إلَى أَهْل الْبَقيْع لأُصَلي عَلَيْهمْ » [رواه أحمد، سلسلة الأحاديث الصحيحة، رقم 1774]

“Aku diperintahkan pergi ke pekuburan Baqi’ untuk  mendoakan mereka.” (HR. Ahmad, Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 1774)

Dalam riwayat lain, Aisyah ra bertanya tentang apa yang dibaca oleh peziarah kubur, maka beliauJ menjawab: “Bacalah:

« السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ اْلمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ لَلاَحِقُوْنَ ، أَسْأَلُ اللهُ لَنَا وَلَكُمْ الْعَافِيَةَ» (رواه مسلم)

“Keselamatan untuk kalian wahai penghuni kubur dari orang mu’min dan muslim, dan Insya Allah, kita sungguh akan menyusul kalian, saya mohon kepada Allah keselamatan untuk kita dan kalian.” (HR. Muslim)

Dari Sisi Waktu dan Cara Pelaksanaan

Dari sisi waktu, tidak ada waktu khusus yang ditentukan syariat untuk berziarah kubur. Artinya kapan saja disunahkan berziarah kubur selagi tujuan dan caranya dibenarkan syariat.

Dari sisi cara pelaksanaannya, disunahkan mengucapkan salam kepada penghuni kubur ketika masuk area pekuburan (sebagaimana contoh yang disebutkan di atas). Disunnahkan pula membuka alas kaki, kecuali jika ada kebutuhan.

Basyir -budak Rasulullah saw- meriwayatkan bahwa ketika melihat seorang yang berjalan di pekuburan dengan menggunakan sendalnya, beliau bersabda:  “Wahai pemilik sendal, lepaskanlah sendalmu” Lalu orang itu menoleh, ketika dia tahu bahwa itu adalah Rasulullah saw, dia segera melepaskan dan melemparnya.” (HR. Abu Daud, Shahih Abu Daud, no. 2767)  
Setelah masuk ke pekuburan, dianjurkan berdoa kepada Allah Ta’ala seraya menghadap kiblat untuk memohon kebaikan bagi penghuni kubur. Dapat dilakukan dengan berdiri atau duduk di sisi kuburan dengan mengangkat kedua tangan.

Aisyah ra berkata:  “Pada suatu malam, Rasulullah saw keluar, maka aku menyuruh Barirah mengikutinya untuk mengetahui kemana pergi-nya! Lalu Barirah kembali dan berkata: ‘Beliau (Rasulullah saw)  menuju ke pemakaman Baqi, kemudian dia berdiri di tempat yang paling dekat dengan Baqi, dan mengangkat kedua tangannya, setelah itu pergi.’” (HR. Ahmad, Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 1774)

Sebaiknya doa yang dibaca adalah apa yang terdapat dalam Al-Quran dan Hadits, meskipun dibolehkan juga membaca doa selainnya.

Ziarah Kubur Yang Tidak Dibenarkan Syariat

Dari Sisi Maksud dan Tujuan
  • Ziarah ke kubur orang saleh (wali) untuk beribadah kepada Allah dan mendapatkan barokah dari kuburan itu.
  • Ziarah kubur dengan maksud memohon kepada orang yang dikubur, baik dalam hal mendatangkan manfaat ataupun menolak bahaya.
  • Berziarah kubur dengan tujuan bertawasul (menjadikannya perantara dalam berdoa) kepada penghuni kubur. Misalnya dengan berkata: “Ya Allah… dengan kemuliaan Syekh fulan dan syekh fulan… atau Ya Allah, dengan kemuliaan penghuni kuburan ini……”.

Dari Segi Waktu dan Cara Pelaksanaan (ziarah kubur yang tidak dibenarkan syariat)
  • Membaca zikir-zikir tertentu (biasa disebut tahlilan) atau surat-surat tertentu dari al-Quran, seperti al-Fatihah, Yasin, dll.
  • Menetapkan hari-hari tertentu untuk ziarah kubur.
  • Duduk di atas kuburan atau menginjaknya.
  • Menaburkan bunga ketika berziarah.
  • Mencium dan mengusap kuburan untuk mendapatkan barokah
  • Safar untuk tujuan ziarah kubur
Wallahu a'lam....demikian kajian dr saya....mohon maaf kalau kepanjangan....inipun sdh saya singkat....

 TANYA JAWAB

Tanya
Pak Ustadz, melepas sendal di kuburan ini berlaku untuk semua atau hanya di makam rasulullah?
Jawab: 
Ya, tapi kalau khawatir luka atau bahaya, pake saja sendalnya 

Tanya
Assalamualaikum ustad.salam kenal ustad saya pernah mendengar ada yang mengatakan bahwa Alloh melaknat wanita yamg sering ziarah kubur.oleh karenanya buat wanita hanya setahun sekali aja jiarah kubur apakah itu benar ustad mohon penjelasannya
Jawab: 
Ya, hadits tersebut ada tapi tidak ada pembatasan kapan dan berapa kali wanita boleh berziarah kubur. Masalah ziarah kubur bagi wanita memang ada perbedaan pendapat para ulama, antar yang membolehkan dan tidak. Masing-masing ada dalilnya. Saya ambil pendapat yang membolehkan dengan catatan;
- Tidak terlalu sering
- Menjaga kehormatan dirinya, menutup aurat dg rapih, sedapatnya tdk sendirian.
Wallahu a'lam

Tanya
Kalau kita ziarah kubur, apakah penghuni kubur itu tau kalau kita sedang berada di situ?Benarkah kalau kita menziarahi kubur para aulia, maka waktu kita berdo'a, si penghuni kubur tadi mengaminkan do'a kita? Mohon jawaban Pak Ustad
Jawab: 
Masalah apakah ahli kubur mendengar atau tidak orang yang menziarahinya, diperdebatkan para ulama. Akan tetapi cukup banyak dalil yang menunjukkan bahwa ahli kubur mendengar orang yang menziarahinya diantaranya adalah ucapan salam yang diajarkan kepada ahli kubur, ucapan salam disampaikan kepada mereka yang mendengar tentunya. wallahu a'lam..
Tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa kalau kita berdoa di kuburan para wali, lalu para wali yang dikubur mengaminkan doa kita yang jelas, setelah kematiannya setiap orang sudah tidak dapat beramal, mengaminkan termasuk amal....

Tanya
Ustadz, maaf agak diluar topik pertanyaannya kalo ada yang meninggal menjelang maghrib atau ba'da maghrib, lalu baru akan dimakamkan keesokan harinya, manakah yang lebih baik, dimandikan malam itu juga atau menunda sampai besok pagi? Lalu, bagaimana posisi tangan si mayit ketika hendak dikafani? Apakah didada (bersedekap) atau lurus  disamping badan? Adakah yg lbh utama diantara keduanya? Terimakasih
Jawab: 
Bagusnya baru dimandikan dan dikafani menjelang dishalatkan dan dikuburkan, jadi tunda sampai keesokan harinya. Posisi tangan sebaiknya di julurkan disisi badannya. Namun kalau masyarakat terbiasa diletakkan bersedekap dan akan timbul keributan kalau dirubah caranya, biarkan saja jangan dipaksakan....

Tanya
Bagaimanakah adab ziarah kubur yang dicontohkan rosululloh ustad? syukron atas penjelasannya
Jawab:  
Datang ke kubur seraya ingat akhirat dan kematian, ucapkan salam ketika masuk pekuburan, lepas sendal kalau mungkin, duduk atau berdiri di sisi kuburan, lalu doakan ahli kubur, selesai...

Tanya
Pak apa boleh menganti nama. Dan biasanya kenapa orang itu menganti nama. Apa itu ga syirikk??
Jawab: 
Kalau namanya mengandung makna yang tidak baik, bahkan dianjurkan mengganti nama. Pada zaman nabi, ada sahabat yang namanya hazin (sedih) beliau ganti menjadi sahal (mudah). Tapi kalau namanya sudah baik, tidak ada ajarannya untuk mengganti nama begitu saja. walllahu a'lam...

Tanggapan
Ooo gitu ya pak. Katanya gini, saya pake nama yang lama suka sakit dan ada yang bilang lebih baik kamu ganti nama, bisa-bisa hidupmu banyak masalah dengan nama itu. Kalo itu syirik kan pak....
Jawab:  
Hal ini disebut tathayyur dalam agama, merasa sial dengan sesuatu. Dilarang dan masuk dalam syirik kecil kalau namanya bagus, jangan diganti cari sebab-sebab lain kenapa sering sakit.

Tanya
Ustadz.. Saya mau tanya, biasa disuatu pemakaman ketika kita sedang ziarah suka ada orang yang menghampiri kita & langsung membacakan do'a padahal tanpa kita minta & biasanya setelah selesai orang yang membacakan do'a itu diberi uang. Hukum nya bagaimana yaa Ustadz kalo seperti itu? Syukron
Jawab:  
Dia mendoakan bagus saja kita beri uang juga baik-baik aja asal masing-masing sukarela...

Tanya
Afwan, ada lagi ya ustadz, apakah boleh membedaki wajah mayit yang sudah dimandikan? Lalu ketika memotong kain kafan, apakah harus dibentuk seperti baju, sarung, baju dalam sebelum dibungkus dengan 2 lapis kain diluar itu? Atau tidak juga tidak apa-apa lebih mudah jadinya? Masalahnya di tempat kami tinggal, kadang hal ini menimbulkan banyak pertanyaan. Tergantung dari 'golongan' mana orang yang memandikan mayit tsb.
Jawab:  
Kalau bedak tujuannya untuk pewangi atau pengawet mayat, tidak mengapa in sya Allah. Untuk laki-laki kafan tidak harus dibentuk baju. Orang laki cukup dengan 3 lapis kain kafan yang ditumpuk satu demi satu kalau untuk mayat wanita memang ada ajaran membuatkan kerudung dan kain bawah sebelum dibungkus kain kafan...

Tanya
Asslamulaikum, ustadz saya mau tanya ada ga hadist yang menganjurkan puasa hari lahir?
Jawab: 
tidak ada..

Tanya
 السلام عليكم وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُهُ
Ustadz masih boleh nya nggak tapi pertanyaannya di luar bahasan ini syukron
  1. Yang sesuai dengan masalah yang di angkat deh kenapa di larang mencium orang yang meninggal kalau ada air mata padahal semua orang sedih pasti ada airmatanya ustadz
  2. Diluar masalah ya ustadz maaf maruk nih soalnya kemarin nggak kebagian boleh nggak rujuk lagi orang sedang dalam masa idah syukron
Jawaban: 
  1. Tidak ada larangan mencium jenazah. Mencium jenazah boleh, nabi pernah mencium jenazah sahabatnya...Abu Bakar mencium wajah jenazah Nabi...
  2. Suami dapat merujuk istrinya yang ditalak selama masa iddah, selama talaknya masih talak satu dan dua...
Tanya
Apakah ziarah kubur harus ketempat yang jauh (kuburan sunan-sunan), ditempat saya tinggal ta'lim-ta'lim sering mengadakan ziarah kubur, saya sebut sering karena ditempat saya banyak ustadz dan ustadzah, masing-masing mengadakan ziarah kubur
Jawab: 
Tidak ada ajarannya....lihat point e di atas...

Doa Kafaratul Majelis

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang aq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Semoga bermanfaat