Home » , , , » Bahaya Menuduh Kafir Kepada Seorang Muslim

Bahaya Menuduh Kafir Kepada Seorang Muslim

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Sunday, September 21, 2014

Kajian Online Telegram Hamba  اللَّهِ  SWT

Hari / Tanggal : Kamis, 11 September 2014 
Narasumber : Ustad Doli Sanuli
Materi : Kajian Umum
Notulen :Nurza
Editor : Ana Trienta


Assalamualaikum wr. wb, 
Alhamdulillah, mohon maaf karena ada sedikit kendala jadi telat nih. Kami coba share sedikit bagian dari tulisan tentang bahayanya takfir, tulisan aslinya cukup panjang, kami share satu bagian yang sangat penting, mudah mudahan bermanfaat. Wassalam

Bahaya Menuduh Kafir Kepada Seorang Muslim

"Sesungguhnya perkataan tafsiq (menuduh fasiq), tabdi’ (menuduh bid’ah) dan takfir (menuduh kafir) adalah kalimat kotor yang tidak akan hilang begitu saja. Bila kata-kata itu dilontarkan kepada manusia, maka akan mempunyai dampak. Bila seseorang berkata kepada saudaranya, hai si kafir! maka sungguh akan kembali ucapan itu kepada salah satu dari keduanya” (HR Bukhari VII/97 dari Abi Hurairah)“
"Barangsiapa yang melaknat seorang mukmin, maka dia seperti membunuhnya dan barang siapa yang menyatakan seorang mukmin dengan kekafiran, maka ia seperti membunuhnya.” (HR Bukhari VII/84 dari Tsabit bin Dhihah).
"Maka jika seseorang berkata kepada saudaranya: Hai si Fasiq, hai si Kafir, hai musuh Allah, sedangkan orang itu tidak demikian, maka akan kembali ucapan itu kepada yang berkata. Seperti perkataan seseorang: Demi Allah, Allah tidak akan mengampuni fulan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda bahwa Allah berfirman:“Barang siapa menyangka kepada-Ku tidak akan mengampuni fulan, sungguh aku telah ampuni dia dan aku hapuskan amalmu.” (HR Muslim IV/2023 dari Jundab)
“Bisa jadi seorang hamba berkata dengan satu perkataan yang bisa menjerumuskan dia di neraka lebih jauh antara arah timur dan barat.” (HR Bukhari VII/184 dari Abi Hurairah)
Dr. Yusuf Al-Qaradhawi ketika menjelaskan tentang bahaya dari menuduh atau mengkafirkan seorang muslim, menjelaskan beberapa konsekuensi yang berat. Padahal setiap orang yang berikrar dan mengucapkan syahadat telah dianggap muslim, di mana nyawa dan hartanya terlindung.

Dalam hal ini tidak perlu diteliti batinnya. Menuduh seorang muslim sebagai kafir, hukumnya amat berbahaya dan akibat yang akan ditimbulkannya lebih berbahaya lagi. Di antaranya ialah: bagi istrinya, dilarang berdiam bersama suaminya yang kafir, dan mereka harus dipisahkan. Seorang wanita Muslimat tidak sah menjadi istri orang kafir.


Bagi anak-anaknya, dilarang berdiam di bawah kekuasaannya, karena dikhawatirkan akan mempengaruhi mereka. Anak-anak tersebut adalah amanat dan tanggung jawab orangtua. Jika orang tuanya kafir, maka menjadi tanggung jawab umat Islam. Dia kehilangan haknya dari kewajiban-kewajiban masyarakat atau orang lain yang harus diterimanya, misalnya ditolong, dilindungi, diberi salam, bahkan dia harus dijauhi sebagai pelajaran.


Dia harus dihadapkan ke muka hakim, agar dijatuhkan hukuman baginya, karena telah murtad. Jika dia meninggal, tidak perlu diurusi, dimandikan, disalati, dikubur di pemakaman Islam, diwarisi dan tidak pula dapat mewarisi.Jika dia meninggal dalam keadaan kufur, maka dia mendapat laknat dan akan jauh dari rahmat Allah. Dengan demikian dia akan kekal dalam neraka.

Demikianlah hukuman yang harus dijatuhkan bagi orang yang menamakan atau menganggap golongan tertentu atau seseorang sebagai orang kafir; itulah akibat yang harus ditanggungnya. Maka, sekali lagi amat berat dan berbahaya mengafirkan orang yang bukan (belum jelas) kekafirannya.
Wallahu'alam

Tanya Jawab
Jawaban:Ustad Hilman&Ustad Doli

Tanya
Yang ingin aku tanyakan, bagaimana dengan saudara kita yang cenderung mudah menyesatkan saudaranya yang lain? Aku bilang "mudah" mungkin karena sedikitnya ilmuku, karena menurut keilmuan aku saat ini saudaranya yang disesatkannya itu tak sesat. Dan kemudian ketika aku mencantumkan hadits tadi mengenai hukumnya mengkafirkan orang lain maka satu diantara dua orang yang mengkafirkan atau dikafirkan adalah kafir...kemudian direspon dengan kalimat semacam, "hadits itu betul, maka harap dibedakan antara mengkafirkan dengan menyesatkan"


Dan kemudian aku diberitahui untuk manut saja karena asaatidz yang menyesatkan saudaranya yang lain tadi itu tentu berkata demikian dengan keilmuannya yang sudah banyak dan kecintaannya yang teramat sangat dengan al qur'an dan as sunnah. Sehingga kemudian aku pun bingung, bagaimana sebenarnya tafsir atau penjelasan lengkap dari hadits mengnai mengkafirkan orang tadi? Apa benar menyesatkan orang (bukan mengkafirkan) tak termasuk di dalamnya?


Lalu bagaimana kedudukan menyesatkan saudara seiman kita sendiri di dalam al islam? Mengingat memang benarnya ada agama2 yang mengaku islam padahal sesat. Jadi yang sesat itu yang seperti apa? Dan siapa yang berhak menyesatkan mereka yang memang sesat?
Jawab
Definisi mudah membidahkan harus disetujui dulu, pemahaman kami kalau ada perbedaan ijtihad dengan berbagai argumen dari ulama ulama ahlu sunnah yg muktabar, diakui keilmuannya, serta tidak nyeleneh. Maka hasil ijtihad itu Tidak bisa begitu saja di anggap bidah, sesat, menyimpang, hanya karena berbeda dengan pilihan ijtihad ulama yg kita pilih

Tanya
Kalau yang aku tanyakan bukan mudah membid'ahkan tapi mudah menyesatkan. Dimana beredar buku dari harakah tertentu yang isinya menyebutkan harakah-harakah lain yang dikatakannya sesat. Akh bingung karena mungkin memang ilmuku yang terlampau dangkal sehingga merasa harakah yang disesatkan adalah sama-sama ahlul sunnah wal jamaah dengan harakah hang menyesatkan

Jawab
Kalau itu menyangkut masalah masalah yang baku dalam islam, tidak bisa berubah, tidak ada ijtihad disana yaitu masalah masalah tsawabit. Tentu kita tidak boleh berbeda pendapat di sini. Tidak ada perbedaan ulama dalam masalah masalah ini semua sepakat, ijma.


Nah kalau ada yang menyelisihi masalah masalah ini, baru kita bisa menilai bahwa dia menyimpang, sesat atau bisa jatuh dalam kekafiran. Saya tak suka meng-generalisasi, lebih baik di bahas kasusnya, baru kita bisa nilai.
misal : 
  1. Kalau ada yang mengatakan bahwa alquran yang sekarang sudah tidak asli lagi, berubah, dirubah oleh sebagian sahabat. Nah kalau ada yang seperti ini jelas menyimpang, kalau dia benar benar mengimani yang demikian, bisa jatuh dalam kekafiran
  2. Kalau ada yang mengimani bahwa setelah nabi Muhammad saw ada nabi lagi. Nah kalau benar dia mengimani, bisa jatuh dalam kekafiran
  3. Kalau ada sekelompok orang yang mudah mengkafirkan secara general, misalnya seluruh bangsa mesir yg ikut pemilu adalah kafir karena tidak berhukum dengan syariat islam...

Tanya
LDII apakah benar kalo yang tak seperguruan atau seagama dianggap najis kalo masuk ke area nya. Kemarin ada bilang ke saya

Jawab
LDII atau dulu disebut islam jamaah, lemkari dll secara umum memang menyimpang, sesat menyesatkan. salah satunya disebabkan karena mereka menganggap orang di luar mereka kafir dan najis. Namun kami pernah bertanya pada Dr Daud Rasyid MA, apakah mereka kafir? beliau menjawab mereka islam namun sesat. Kami sendiri sangat hati hati kuatir, takut, tak berani, meringankan lidah dengan ilmu yang cetek ini untuk menilai bidah, sesat, menyimpang, apalagi kafir sebelum bertanya, mencari fatwa ulama ulama muktabar yang diakui keilmuannya, kewaraannya kehati hatiannya.

wallahualam

Tanya
Akh punteun mungkin aku spesifikkan lagi, menurut apa yang aku pahami saat ini. Ada setidaknya 4 harakah di Indonesia yang in syaa Allah ahlussunnah wal jaamah : Salafi, ikhwanul muslimin, hizbut tahrir, dan jamaah tabligh. Sedangkan diantara keempat harakah ini ada yang saling menyesatkan satu sama lain. Bahkan sampai menerbitkan buku yang salah satu babnya membuat list harakah-harakah lain dan gerakan-gerakan lain yang dianggapnya sesat. Jadi apa sebenarnya definisi sesat? Ketika syahadatnya sama, dan aqidahnya pun in syaa Allah sesuai dengan al qur'an dan al sunnah? Siapa itu ulama2 muktabar? Dan apa itu tsawabit?

Jawab
Kalau itu menyangkut masalah masalah yang baku dalam islam, tidak bisa berubah, tidak ada ijtihad disana yaitu masalah masalah tsawabit. Tentu kita tidak boleh berbeda pendapat di sini. Nahnu du'at lasnaa qudat; kita (harus) jadi penyeru dakwah bukan sebagai hakim tukang vonis. Saya pribadi lebih senang memahami dan memahamkan Islam yang damai, sejuk, lembut, menyenangkan dan diperlukan


Ulama muktabar, yaitu ulama yang diakui ummat keilmuannya, ketaqwaanya, kehati hatiannya baik salaf maupun khalaf. Break ya persiapan maghrib

wallahualam

Tanya

Khalaf teh apa?

Jawab
Urutan ulama sesuai zamannya adalah sebagai : 
Salaf yaitu generasi sahabat, tabiin dan atbaut tabiin 3 generasi ini disebut khaerul quruun atau the golden age nya kaum muslimin


Tanya
Bolehkan jelaskan 1 persatu ustad

Jawab
  • Mu'ashir dari abad 12 s.d sekarang 
  • Khalaf, mereka para ulama selepas masa salaf  ashsholih sampe abad 8 hijriyah, di antara ulama besar zaman ini adlh ibnu hajar, adzdzahabi, ibn taimiyyah, ibnu katsir dll ..
  • Mutaakhhkhirin mereka ulama antara abad 8 s.d 12 H ..

PENUTUP :
Doa Kafaratul Majelis :

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك 

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika 
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”.                             
 ​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

Ketik Materi yang anda cari !!