Home » , » BEBERAPA KESALAHAN DALAM AQIDAH UMAT MUSLIM

BEBERAPA KESALAHAN DALAM AQIDAH UMAT MUSLIM

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Monday, September 8, 2014

Kajian Online WA Hamba اَللّهُ SWT
Jumat, 05 September 2014
Grup HA Bunda 08
Tema  : Kajian Islam
Nara sumber : Ustadz Abdul wahid
Admin    : Sumeera
Ketua     : Dian
Notulen : Betty

Bismillahirrahmaanirrahim

Kitab: BEBERAPA KESALAHAN DALAM AQIDAH..

kenapa harus Aqidah yang patut diwaspadai dan diingatkan untuk kita..
Karena Aqidah adalah hal terpenting dalam peribadahan kita kepada Alloh Ta'ala..

Pembahasan pertama:
Kesalahan2 dalam hal yang sangat umum di mata kaum muslimin:
a. Kesalahan dalam pemahaman bahwa kalimat "Laa Ilaaha illalloh" hanyalah ucapan lisan semata dan melupakan seluruh konsekuensi dari pengucapan kalimat tersebut.
Ada 4 maudhu' utama dlm kitab ini:
1. Kesalahan2 dalam hal-hal yang sangat umum di mata kaum muslimin
2. Kesalahan2 dalam macam2 kesyirikan dan semisalnya..
3. Kesalahan2 yang berhubungan dg ruqyah dan tamimah..
4. Kesalahan2 yang berhubungan dengan istilah2 dan yang semisalnya.

Sampai kepada seorang muslim memahami bahwa Laa ilaaha illalloh.. maknanya adalah tidak ada pencipta selain Alloh.
Pemahaman ini tentunya sangat jauh dr makna kalimat yg sangat mulia ini..
Menurut para ulama bahwa Laa ilaaha illallah
Laa ilaaha illalloh maknanya adalah:
Tidak ada "ilah" yang berhak untuk diibadahi selain Alloh..

b. Kesalahan yang banyak dilakukan oleh kaum muslimin yang berikutnya adalah: kesalahan dalam menempatkan "walaa" dan "baroo" kita..

Walaa adalah kecintaan, loyalitas.. akan tetapi banyak di antara kaum muslimin yang meletakkan walaa mereka kepada orang2 kafir dan orang2 di dalam Islam namun membenci akan syariah atau membenci Islam itu sendiri..
Sedangkan Baroo (kebencian, menjauhkan diri, berlepas diri) yang seharusnya diberikan kepada orang2 kafir dan orang2 yang membenci Islam mereka berikan kepada orang2 yang memperjuangkan Islam dan orang2 yang loyal kepada Islam..
Hanya karena berbeda organisasi atau wadah dalam dakwah umat Islam saling mmbenci tanpa dasar dan alasan yang dibenarkan dalam Islam.
Sebaliknya hanya dgn alasan dunia banyak yang membela dan mencintai orang2 yang membenci Islam..


Tanya jawab dengan ustadz

Tanya : Afwan pak ustadz mau tanya point ke 3. Kesalahan yang berhubungan dengan ruqyah dan tamimah. Bagaimana contohnya ustadz? Tamimah itu sendiri apa ya ustadz? Jazakillaah khoyr.
Jawaban :
Contoh kesalahan dalam ruqyah adalah menuruti permintaan si "jin" yang sebelumnya telah terjadi dialog panjang dengannya, karena pada dasarnya mereka adalah pendusta.
Tamimah contohnya. Benda yang diikat pada anak kecil di lehernya, yang katanya ini menjaga anak itu.

Tanya : Kalau ada kematian di rumah, tidak boleh menyalakan api, benarkah ada hadist nya?
Jawaban :
Wallohu a'lam saya baru dengar. Tapi apa gunanya kita menyalakan api? Mau masak? Masa sedang berduka kita malah masak2. Seandainyapun perlu saya belum pernah mendapatkan larangan tentang menyalakan kompor saat ada yang meninggal.

Tanya : Bolehkah menolak undangan tahlilan? caranya?
Jawaban ustadz :
Undangan tahlilan harus ditolak bukan hanya boleh. Tapi kalau tidak bisa dan berat sekedar datang untuk ta'ziyah tanpa ikut acaranya..

Tanya : Apa saja yang harus dilakukan saat ada kematian di rumah dan sesudah mayat di kubur?
Jawaban ustadz :
Yang harus dilakukan  bersegera untuk memandikan, mengkafani, menyolatkan, dan menguburkan si Mayyit, setelah dikubur lepas semua kewajiban seorang muslim, adapun yang ada hanya takziyah..

Tanya : Bener gak sih sedekah 1000 diwaktu hidup lebih banyak pahalanya dari pada sedekah sesudah mati (anak bersedekah untuk orang tua yang sudah meninggal)
Jawaban ustadz :
Amalan terbaik menurut ibn Qoyyim rohimahulloh adalah yang tepat pada waktunya,  jadi harus sesuai pada waktu2 yang telah ditentukan..

Tanya : Mengumrohkan dan menghajikan orang tua yang sudah meninggal bolehkah mengkurbankan nya juga? hadistnya?
Jawaban ustadz :
Umroh haji bagi yang telah meninggal harus dilakukan bagi orang yang sudah melaksanaknnya.. akan tetapi ini ketika di masa hidup orang tua pernah berniat kuat untuk melaksanakannya, karena imam syafii mengatakan tidak diterima amalan yang dikirimkan untuk yang telah tiada..

Tanya : Bolehkah mengaqiqahkan orang yang sudah meninggal? hadistnya?
Jawaban ustadz :
Aqiqah batasannya hanya sampai pada usia baligh setelah lewat dari baligh tidak ada lagi sunnah aqiqah.

Tanya : Teman saya membolehkan anaknya dibonceng pacarnya dengan alasan kampusnya jauh untuk keamanan karena sering ada kejahatan yang dialami teman2nya karena naik angkot, naik motor sendiri, atau naik ojek.
Jawaban ustadz :
Pacaran sama halnya dengan mendekati zina dan ini diharamkan oleh Alloh apalagi boncengan..

Tanya : Yang di maksud  no 4. kesalahan2 yang berhubungan dengan istilah2 dan semisalnya itu. Apa ustadz? mohon penjelasannya. jazakillah
Jawaban ustadz :
Kita belum masuk pembahasannya. InsyaAlloh di pertemuan2 mendatang

Tanya : Tanya ustadz, kesalahan dalam kesyirikkan kita sering tak menyadari dalam kehidupan sehari2. contoh apa aja ustadz?
Jawaban ustadz :
Kita sholat di kuburan, meminta kepada yang sudah mati. Minta rizki sama dukun, pengobatan di paranormal, dsb.

Tanya : Ustadz, kita kan tidak boleh memasang foto di rumah karena malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah tersebut, kenapa? Terus gimana dengan boneka anak2 itu kan menyerupai manusia atau binatang ?
Jawaban ustadz :
Tidak boleh meletakkan gambar foto dan patung hal ini berdasarkan hadits. Sedangkan mainan anak kecil selama itu berfungsi sebagai mainan tidak digantung, dsb.. tidak mengapa karena aisyah RA pun memiliki boneka2.
Foto kamera boleh. Tapi yang membolehkan pun tidak untuk dipajang.

Tanya : Ustadz, mau tanya. Kalau diperhatikan banyak sekali para usahawan apapun usaha yang dijalankan itu minta istilahnya "pengasih" dari dukun biar laris.
Nah bagaimana dengan rejeki yang didapatnya, halal kah?
Jawaban ustadz :
Memberi kepada dukun dengan alasan "pengasih" adalah syirik, pelakunya harus segera bertaubat dan uang yang dihasilkan jadi haram.

Tanya : Ustadz mau tanya, ada tidak kiat2 khusus untuk menanamkan akidah kepada anak2 kita? Soalnya kalau anak2 serba ingin tahu + lagi kalau yang tidak nyata terlihat oleh mereka.
Jawaban ustadz:
Menanamkan akidah pada anak mulailah dengan yang mudah2, seperti biasakan anak dengan menjawab "Alloh" ketika ditanya siapa yang menciptakan kita, siapa yang Memberi rizki, dsb. Dan ajarkan tidak semua yang tidak terlihat itu berarti tidak ada. Contoh, coba gambarkan dimana dan bagaimana bentuk listrik? Pasti dia jawab tidak ada, tapi kita bisa merasakan efek bahwa listrik itu ada..
Wallohu a'lam..

Tanya : Pak ustadz mau nanya lagi, ketika orang tua yang sudah meninggal pernah berobat ke dukun. Wallahua'alam, apakah orang tua sudah pernah benar2 taubat dari dosa syirik tersebut. Apakah do'a anak yang sholeh bisa membantu menghapus dosa orang tua?
Jawaban ustadz :
Untuk orang tua yang dalam hidupnya pernah berobat ke dukun, semoga taubatnya diterima, dan yang dilakukan anak adalah husnudzon "prasangka baik" kepada Alloh dan senantiasa mendoakannya.

Tanya : Masih mau nanya soal tahlilan, ustadz. Bagaimana menyikapinya kalau yang meninggal mertua. Suami masih pegang faham tahlilan itu untuk menghormati yang meninggal.
Jawaban ustadz :
Jika yang meninggal keluarga kita, sebaiknya bersikaplah bijak dalam perbedaan. Bukan berarti kita juga andil melaksanakan tahlilannya akan tetapi banyak hal yang bisa dilakukan seperti bantu2 beres2 dll, supaya tidak terkesan kita memutus silaturrahim, dsb..

Tanya : Gimana dengan menghadiri tahlilan ruwah, dan aqiqah. Iya, saya berpendapat sama bunda putri ariani. Karena kan kewajiban kita sebagai tetangga, muslim, wajib menghadiri undangan ke saudara muslim kita. Apalagi tetangga muslim kita,
Jawaban ustadz :
Begitu juga dengan tetangga, akan tetapi tahlilan tentunya berbeda dengan aqiqah. Kalau aqiqah, kita sangat boleh mnghadirinya.

Tanya : Berarti acara 7 hari, 40 hari,  sebenarnya kita gak boleh hadiri ya ustadz?
Jawaban ustadz :
Tidak ada dasarnya dalam Islam. Kalau kita teliti lebih jauh, "saya pun dapat info dari ikhwah" bahwa budaya 7, 40 atau 100 dan hari2 lainnya ada dalam agama hindu.

Tanya : Ustadz, soal ulang tahun. Boleh gak kita ngerayain ultah dan mengucapkan selamat ultah?
Jawaban ustadz :
Kalau Rosul SAW gak pernah bilang ke para sahabatnya untuk ngucapin dan ngerayain ultahnya.  Jadi kita harus bagaimana ya?

Tanya : Sebelumnya saya minta maaf ustadz, apa dasarnya tahlilan kok gak boleh?
jawaban ustadz :
Sebelumnya saya juga mohon maaf. Apa Rosul pernah mencontohkannya?
Atau apakah kita berkata, inikan kebiasaan nenek-nenek moyang kita, bukan atas dasar yang dilakukan oleh Rosul SAW. Agama ini agama Alloh yang diturunkan kepada Rosul SAW yang harus kita jadikan  panutan atau agama nenek moyang kita?
Dasarnya Ali imron : 31
(Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.)

Hadits shohihnya..
Man 'amila 'amalan laisa 'alaihi amruna..fa huwa RODDUN
" barang siapa yg mengerjakan suatu amalan yg tidak ada contohnya(dariku),maka amalan itu tertolak"

Tanya : Dari hadist diatas timbul pertanyaan baru, : Bagaimana dengan zaman sekarang, banyaknya masjid yang megah, padahal nabi dahulu juga tidak mencontohkan hal demikian.
Afwan tadz, membaca hadist diatas saya jadi punya pertanyaan gini.
Jaman nabi tidak ada taklim lewat whatsapp, terus gimana amalan kita sekarang?
Apa ya tertolak? Apa sia2?
Jawaban ustadz :
Ada hal2 yang kita boleh improv, ada hal2 yang kita tidak ada tempat untuk berkreasi. Kalau saya bertanya zaman nabi sholat zhuhur 4 rokaat, zaman kita biar tambah pahala banyak sekali bagaimana kalau kita tambah jadi 8? hati2 ini berarti kita tidak menerima ajaran Rosul SAW secara mutlak.
Hal2 yang berkenaan dengan ibadah tidak ada tempat untuk kita diskusikan. Kalau wasilah untuk mencapai ibadah silahkan kita kreasikan. Apakah nabi pernah naik haji dengan pesawat? Apakah nabi pernah haji selain ke ka'bah? lihat perbedaan2 ? Ini, mana yang pantas dijawab dengan dalil dari agama kita yang mulia.

BaarokAlloh fiikum..

 Doa Kafaratul Majelis
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang aq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Semoga bermanfaat

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Ketik Materi yang anda cari !!