BERDAGANG

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, October 1, 2014

Kajian Online WA Hamba  اللَّهِ  SWT
GRUP : 115NANDA
TGL : 18 SEPTEMBER 2014
NARASUMBER : USTADZ TATAG
TEMA : BERDAGANG

MATERI
Assalamu'alaykum Wr Wb
Uhayyikum ma’aasyiral ikhwaanii jamii’an, bitahiyyatil ahlil jannah, tahiyyatil mubaarokah, tahiyyatil Islaam, assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh. (Saya sampaikan salam pada Anda sekalian saudara-saudaraku, dengan salam sesuai ajaran penghuni syurga, Islam, assalaamu ’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh)
Mari kita haturkan puji kepada Allah atas limpahan rezeki, nikmat Islam, nikmat Iman. Nikmat melihat, mendengar dan merasa.
Shalawat dan salam mari kita lantunkan. Semoga kita mendapat syafa'at Rasulullah di yaumul hisab nanti.
Selamat malam rekan sejawat... :-)

Judulnya ini ya: BERDAGANG
Ternyata, saya belum pernah bahas (lebih tepatnya mengajak) berdagang di HA ini. Jadi, izinkan saya mengajak saudara-saudari untuk berdagang kali ini. Siapa tahu dengan ini ada yang beli dagangan saya. Hehe. (Maunya)
Biar lebih greget dan ga pilu karena ga punya modal, baca nih hadist...
“Pedagang yang jujur dan terpercaya akan dibangkitkan bersama para Nabi, orang-orang shiddiq dan para syuhada” (HR. Tirmidzi no.1209, ia berkata: “Hadits hasan, aku tidak mengetahui selain lafadz ini”)
Dari Rafi’ bin Khadij ia berkata, ada yang bertanya kepada Nabi: ‘Wahai Rasulullah, pekerjaan apa yang paling baik?’. Rasulullah menjawab: “Pekerjaan yang dilakukan seseorang dengan tangannya dan juga setiap perdagangan yang mabrur (baik)” (HR. Al Baihaqi dalam Al Kubra 5/263, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah 607)
Masih nunggu modal? Hehe
Nikah ajaa... Siapa tahu dikasih modal mertua, kayak kisah Nabi Musa sewaktu melarikan diri... Sudah dikasih anak gadisnya, ternak dan hak kelola ladangnya. Hmm...
Masih nunggu modal?
Kirim nomer ATMnya gih... Hehe
OK. Guys.
Kenapa kita harus berdagang. Koq harus sih?
Pertama. Rasul mengajarkan profesi ini. Ya. Usia 8 tahun beliau menjadi penggembala mandiri. Padahal beliau Yatim-Piatu.
Usia 12 tahun, setara 6 SD, beliau sudah ikut berdagang ke syiria. DAN, di usia 25 tahun beliau berdagang ke luar negeri sebanyak 18 kali. Jangkauan dagangnya melampaui; Yaman, Syiria, Busra, Iraq, Yordania, Bahrain, dll.
Itu tuntunan teknisnya. Ada alasan sangat penting dan mendesak saat ini kenapa kita harus merombak ulang ekonomi kita (ummat Islam) agar menjadi penguasa ekonomi. Saat ini semua golongan Islam tidak ada yang merapat ke penguasa (baca; Jokowi). Mana coba? Yang ada malah golongan anti Islam yang bersatu padu. Kita oposisi dengan makna yang seluas-luasnya dan sedalam-dalamnya.
Untuk itu. Ummat Islam harus KAYA. SEMUANYA. Hanya dengan kekuatan ekonomi kita bisa bertahan di era OPOSISI ini. Sekali lagi ini OPOSISI ummat Islam, bukan golongan tertentu.
PERTANYAAN
1. Ustadz pekerjaan yang paling baik kan berdagang... lalu bagaimna dengan orang-orang yang bekerja seperti di kantor dll... apa tidak boleh? Apa bekerja dengan jasa juga termasuk berdagang?
2. Trus ustadz jika kita sudah mencoba segala macam model berdagang tapi tidak ada untung atau tidak laku bagaimana?
3. Afwan ustadz..saya juga bekerja d.perusahaan swasta yang usahanya berdagang...tapi saya bagian adminnya bukan marketingnya...apa saya juga sama saja disebut berdagang??
4. Kalau orang tua yang bedagang, apakah saya bisa di katakan pedagang?
5. Ustad mau tanya, yang disebut untung 2x lipat itu gimana? Misalnya modalnya 20rb tapi dijual 40rb. Apa itu termasuk untung 2x lipat?
6. Ustad memang kalau seorang penjual mngambil keuntungan banyak tidak boleh ya?
7. Orang tua saya juga jualan, ngambil untungnya 6-10% kebanyakn atau terlalu sedikit ya ustadz? Sama masalah timbangn ustadz itu harusnya sama persis (sejajar) atau dilebihkan sedikit (berat barang)?
8. Dulu pernah dengar katanya ngak boleh ambil untung 2x lipat gitu tadz, katanya malah di haramkan. Gimana tu tadz?
JAWABAN
1. Boleh. Dan ikuti saran umar; sisihkan gajimu untuk beternak. Atau berkebun. Pokoknya sisihkan. Nanti dijual hasil ternaknya. Atau dimakan sendiri, sisanya dijual.
2. Ganti dagangan. Berarti kan barang itu gak cocok dijual disitu.
3. Enggak donk. Lihat jawaban nomer satu.
4. Bisa. Kalau sudah diwariskan. Hehee
5. Boleh mbak Lia. Ada konsumen yang merasa mahal itu jaminan kualitas.
6. Boleh. Asal proporsional. Kayak softwere itu bisa dilambungkan tinggi. Barang antik. Pohon langka, dll. Tapi jangan pecel dihargai 1 juta...
7. Normal mbak. Lebihkan saja berat barangnya,
8. Yang diharamkan itu riba. Jual beli, berapapun untungnya, halal.

Doa Kafaratul Majelis
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Semoga bermanfaat


Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

Ketik Materi yang anda cari !!