Home » , , , » Biarkan Aku Menikmati Ketidakpuasan Ini

Biarkan Aku Menikmati Ketidakpuasan Ini

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Monday, September 22, 2014

Kajian Online Hamba  اللَّهِ  SWT (HA 13-14 Ummi)

Hari / Tanggal : Kamis, 18 September  2014
Narasumber : Ustdz. Umar Hidayat
Materi : Biarkan Aku Menikamati Ketidakpuasan Ini
Admin : HA 13 Annisa | HA 14 Wiwin
Editor : Ana Trienta

Assalamu'alaikum wr.wb 

Biarkan Aku Menikmati Ketidakpuasan Ini
By Umar Hidayat, M.Ag.

“Jika mendapatkan kepuasan atas apa yang diinginkan adalah suatu Nikmat Allah yang luar biasa. Maka menjumpai ketidakpuasan adalah nikmat Allah dalam bentuk yang lainnya. Tetaplah bersyukur dan bersabar.” 

Sungguh bukan tujuan yang harus kita agungkan, tetapi perjalanan menuju tujuan itulah yang harus diperhatikan. Berapa banyak orang yang mengorbankan proses mencapai tujuan dan lebih mementingkan tujuannya. "Aha.. Ini yang ku cari." Lalu ia merasa mendapatkan kepuasan atas apa yang diinginkan adalah suatu rahmat yang luar biasa. Rasa puas pun berkunjung dan dikenang. 

Namun dalam hidup ini ternyata ada banyak yang sangat kita inginkan. Lalu berjibaku kita perjuangan entah bagaimana caranya agar yang diinginkan ini untuk mendapatkannya, begitu ngilu rasa lidah ini. Hati 'kebelet' tak tertahankan. Maka suasana segera ingin mendapatkan makin menjadi. Tapi betapa banyak orang yang telah mencapai tujuan juga merasa tak terpuaskan. Ternyata yang diburu tak sesuai keinginan. Maka letupan emosi terucapkan "Ah, cuman begini...." 

Begitupun saat kita mendengar seorang teman bercerita bahwa ada makanan yang enak, lezat, tempatnya nyaman lagi indah, dan banyak orang memburunya. Lalu kita tergerak untuk ikut memburunya. suasana pun persis seperti yang dinarasikan. Hanya saja makanan yang dikesankan 'wah' luar biasa ternyata biasa saja. Bahkan sangat biasa-biasa saja. "Ah.....ternyata cuman begini." Atau berkata " saya menyesal."
"Ah......cuman begini" menunjukan perasaan yang tak terpuaskan. Ekspresi kegaduhan hati yang menemui kenyataan yang tak sesuai harapan. Benak yang mendendam sesuatu yang tak terobati. Intinya merasa tidak puas. Sejarah tak terpuaskan banyak ragam dan jenisnya. Dari yang remeh sampai dengan yang termewahkan. Dari status sosial orang biasa sampai dengan orang yang luar biasa. semua bisa mengalaminya. Masalah pekerjaan, rumah tangga, hubungan suami istri, karier, nilai sekolah, politik, sosial, ibadah, dll. Dalam hidup manusia ini ada saja ketidak puasan. 

Ada sepasang suami istri sederhana yang baru saja pulang dari bepergian, di tengah perjalanan qodarullah hujan turun membasahi bumi. Kebetulan mereka tidak memiliki payung, sehingga menggunakan 4 hasta pelepah daun pisang sebagai gantinya. Angin bertiup cukup kencang hari itu sehingga hembusan air membuat basah pakaian lusuh mereka. Selang beberapa waktu kemudian melintaslah sepasang suami istri, berboncengan diatas sepeda motor tepat di depan mereka. Sang suami berkata kepada istrinya, “Bu, kalau saja kita punya sepeda motor seperti mereka, mungkin kita bisa cepat sampai di rumah, meskipun tetap kehujanan, paling tidak kita bisa segera mengganti pakaian kita yg basah.” 

Beberapa menit kemudian pasangan pengendara motor disalip oleh sepasang suami istri yang mengendarai mobil pick-up tua di arah yang sama. Berkatalah sang suami kepada istrinya, “Bu, seandainya kita punya mobil seperti mereka, kita tidak akan kehujanan, bahkan bisa jadi akan lebih cepat sampai ke rumah. Meskipun hanya sekedar mobil tua, tidaklah mengapa. Yang penting tidak kebasahan dan kedinginan seperti sekarang!” 

Tak lama berselang, pengendara mobil tua berpapasan dengan seorang lelaki muda yang mengendarai mobil mewah di depannya. Dikisahkan bahwa ia adalah seorang eksekutif muda. Seperti halnya pasangan-pasangan sebelumnya, sang suami pun berkata kepada istrinya, “Bu, kalau saja kita punya mobil mewah semewah mobil milik lelaki muda yang lewat tadi, sungguh bahagia rasanya. Memang kita tidak kehujanan (dengan mobil yang kita punya saat ini) dan tidak pula kedinginan, tapi membosankan kan?, lagipula mobil kita juga sudah mulai tua.” 

Di ujung cerita, pengendara mobil mewah (akhirnya) berpapasan dengan sepasang suami istri sederhana yang berjalan di jalan yang sama. Lelaki tersebut kemudian bergumam, “Sungguh (Nampak) bahagia sekali hidup mereka, berjalan mesra bersama, seperti tanpa beban. Hujan tidaklah menghalangi mereka untuk saling berbagi. Tidak seperti diriku, yang hidup terpisah jauh dari istri karena kesibukan masing-masing, tak ada banyak waktu bagi kami tuk saling berbagi. Duhai seandainya hidupku seperti mereka!”(Sumber kisah ; old-nakula.blogspot.com.) 

Bukankah Rasa tidak puas pada diri manusia memang manusiawi? Karena setiap insan selalu ingin mencapai hasil yang lebih baik dan terbaik. Namun bila rasa tidak puas anda sudah dalam tahap berlebihan. selalu merasa tidak puas, walaupun sudah memiliki kedudukan bagus, gaji besar, keluarga yang harmonis, dan materi berkecukupan, tapi selalu saja ada yang kurang. Abai atas apa yang telah anda raih. Tidak pernah mensyukuri. Maka patut dievaluasi. Sikap yang berlebihan ini amat dekat dengan efek negatif dari ketidakpuasan. Wajarkan diri agar jika ketidakpuasan itu ada tidak melukai hati.

Boleh jadi rasa tak puas itu, sebenarnya dipicu oleh rasa iri dengan kelebihan orang lain. Jika dibiarkan, anda hanya akan menjadi pesakitan yang selalu ingin lebih dari orang lain. Sebelum rasa tidak puas anda semakin parah, segera hentikan. jawablah berbagai pertanyaan. Apa saja yang telah anda peroleh selama ini? Dan apa saja yang tidak anda peroleh dari hal yang anda inginkan? Apa saja kelebihan anda dan apa yang dapat anda lakukan dengan kelebihan anda? Lihatlah ke bawah, sadari apa yang anda peroleh saat ini merupakan nikmat yang luar biasa. Karena di bawah sana masih banyak orang yang tidak seberuntung anda. 

Meletakan kesadaran jiwa.

Cobalah buka ruang hati kita. Jika mendapatkan kepuasan atas apa yang diinginkan adalah suatu rahmat yang luar biasa. Maka menjumpai ketidakpuasan adalah rahmat Allah dalam bentuk yang lain. Karena boleh jadi ketidakpuasan itu cara Allah menjaga kita agar tidak terjerumus dalam kehinaan yang lebih besar. Mungkin jika Allah penuhi rasa puas itu justru akan menambah daftar mudharat bagi kita. Ingat firman Allah: Apa kata Allah? 
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. Dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak Mengetahui. (Q.s. al-Baqarah [2]: 216)
Tidak puas itu timbul karena kita memilih satu diantara beberapa pilihan yang ada. Coba kalau pilihannya lebih dari satu, peluang mendapatkan kepuasan lebih banyak. Tidak puas juga bisa disebabkan kita tidak mau menerima kenyataan yang ada. Sadarilah bahwa kepuasan tidak pernah dirasakan oleh mereka yang tidak pernah ridlo atau rela atas apa yang terjadi. Sadarilah bahwa kepuasan tidak pernah dirasakan oleh mereka yang merasakan dengan hatinya, sementara meletakan ukurannya di luar hatinya. Maka dimanakah engkau letakan ukuran itu?

Rasulullah telah mengingatkan kita; 
Bukannya kekayaan itu karena banyaknya hartanya, melainkan kekayaan sebenarnya adalah kaya hatinya. ” (HR. Bukhari Muslim). 
Hidup ini menjadi terasa luas bila perasaan batin kita lapang dada. Bila hati sempit hidup akan terasa sempit. Segala sesuatunya menjadi krodit. Yang mudahpun terasa sulit. Hati menjerit. Badan terasa sakit. Karena penyakit mulai berjangkit. Kalau sudah seperti ini biasanya enggan bangkit. Akhirnya terkubur di liang lahat yang sempit. Jadi letakan ukuran di hati dan rasakan dengan hati. Dan ukuran barometer itu adalah iman. 

Bagaimana solusinya? Umumnya cara menghilangkan rasa tidak puas hati itu memberontak. Memberontak habis-habisan baik terhadap diri maupun orang lain. Merajuk. Mogok. Menangis. Buatlah semaunya untuk mendapat apa yang anda maui. Tentu menjadi tidak ahsan (tidak baik) bukan. Cara lain dengan Ridha. Kerelaan. Ridlo terhadap diri dengan cara menerima apa yang ada dan yang terjadi. Meski tidak mudah. Tapi ada yang lebih berat lagi, yakni bersikap ridlo terhadap orang lain dengan kita sendiri rela berkorban (itsar) untuk tidak merasakan kepuasan demi orang lain yang merasakan kepuasan itu. Misal seorang ibu masak makanan kesukaan suami. Kebetulan jenis makanan ini tidak disuakainya. Sang ibu ridlo merasa tidak puas dengan makanan itu, tapi pada saat yang sama ia ridlo ketika suaminya melahapnya dengan penuh cita rasa dan ia merasa terpuaskan. Mungkin ini juga akan terjadi di ranjang suami dan istri. Relakah?

Bukankah inti dari qona’ah itu adalah kepuasan dan kerelaan. Qanaah itu; 1) Menerima dengan rela akan apa yang ada. 2) Memohonkan kepada Tuhan tambahan yang pantas, dan berusaha. 3) Menerima dengan sabar akan ketentuan Tuhan. 4) Bertawakal kepada Tuhan. 5) Tidak tertarik oleh tipu daya dunia. Dan sebaik-baik penjagaan hubungan kita dengan orang lain, siapa pun ia, adalah istar (memberi kepada orang lain sesuatu yang sedang sangat kita butuhkan pada saat yang sama). Siapkah? 

Yakinlah Qanaah itu adalah tiang kekayaan yang sejati, sedang gelisah adalah kemiskinan yang sebenarnya. dari Amr bin Al-Ash ra, Rasulullah bersabda: 
“Beruntunglah orang yang memarsahkan diri, dilimpahi rizki yang sekedar mencukupi dan diberi kepuasaan oleh Allah terhadap apa yang diberikan kepadanya.” (HR.Muslimm)
Begitupun layaknya kita memperlakukan dunia dengan melihat posisi yang di bawahnya dan terhadap akhirat layaknya kita melihat yang di atas kita. Rasulullah pernah bersabda;
“Lihatlah orang yang dibawah kalian dan janganlah melihat orang di atas kalian, karena yang demikian itu lebih layak bagi kalian untuk tidak memandang hina nikmat Allah yang dilimpahkan kepada kalian.” (Diriwayatkan Muslim dan At-Tirmidzy). 
Subhanallah sungguh indah sikap qana’ah itu. marilah kita senantiasa memohon kepada Allah agar kita di anugrahi sikap qana’ah.“Ya Allah, jadikanlah aku merasa qona’ah (merasa cukup, puas, rela) terhadap apa yang telah engkau rizkikan kepadaku, dan berikanlah berkah kepadaku di dalamnya, dan jadikanlah bagiku semua yang hilang dariku dengan lebih baik.”

So, coach yourself. Self-Esteem, discovering and accepting who really you are. Dari semua ini sungguh kepuasan itu nikmat Allah yang luar biasa, sedang ketidakpuasan itu sejenis nikmat Allah dalam bentuk lainnya. Maka agar kita bisa menikmati hidup ini, Ridlokah? Siapkah? Semua ada pada kita sendiri. Semoga Bermanfaat.
Yogya, my time, 18 Sept 2014 seri “Agar Hati Menjadi Solusi"

-TANYA JAWAB-
HA 13 Ummi

1. Ustadz Saya mau tanya. Bagaimana cara nya kalo sudah merasa kecewa atau tidak puas akan sesuatu hal agar kita bisa menerimanya dengan ikhlas? Kadang suka bikin jadi badmood. Apakah itu manusiawi juga? Syukron 
Jawab: 
Kecewa itu karena harapan kita pada manusia terlalu berlebihan/pasanglah harapan pada manusia sewajarnya. Tetap sediakan ruang di hati kita untuk dikecewakan, maka ketika dikecewakan sudah ada tampungannya (mohon kiranya berkenan baca materi berjudul menata ruang batin kita, pada 2 minggu yang lalu). Lalu daur ulang dengan muhasabah (misalnya mungkin memang kita lah yang pantas dikecewakan karena tingkah kita yang salah, misalnya), maka jadi lah energi baru yang lebih produktif untuk hidup kita. Badmood manusiawi bu, asal jangan keterusan kalo keterusan jadi memelihara penyakit hati. Agar kita ikhlas; sadarilah. yakinkanlah diiri kita mungkin dengan cara inilah Allah sedang mendidik kita agar menjadi orang yang lebih kuat menjalani hidup.

2. Saya mau nanya ustz, bagaimana caranya supaya qona'ah pada diri kita ini tetap istiqomah setelah diberi cobaan yang berat? karena iman kita inikan turun naik dan hati kita juga sering berbolak balik. Syukron..
Jawab: 
Niatkan perubahan diri karena Allah cari alasan yang paling kuat untuk istiqomah atau qonaah, cari cara yang paling mudah dan tepat untuk berubah, gantilah kebiasaan buruk dengan kebaikan, bencilah kepada kemungkaran yakinlah dengan ketaatan pada Allah keajaiban hidup akan kita dapatkan.... aamiin.

3. Yang saya mau nanyakan kalau kita imannya lagi bagus kita selalu bilang ihlas dan bersyukur tapi kalau kita lagi turun imannya tanpa sadar kita suka nyesal dan tidak pernah bersyukur kalau kaya gitu gimana caranya ustdz untuk penyesalan cukup dengan istigfar atau amalan apa syukron
Jawab 
Begitupun layaknya kita memperlakukan dunia (dengan segala isinya) dengan melihat posisi yang di bawahnya dan terhadap akhirat layaknya kita melihat yang di atas kita. Rasulullah pernah bersabda; “Lihatlah orang yang dibawah kalian dan janganlah melihat orang di atas kalian, karena yang demikian itu lebih layak bagi kalian untuk tidak memandang hina nikmat Allah yang dilimpahkan kepada kalian.” (Diriwayatkan Muslim dan At-Tirmidzy). 

Bunda, menanda penyesalan kita dengan cara; istighfar (jika itu dosa kecil), selanjutnya tidak mengulangi perbuatan itu. Susuli perbuatan jelek dengan perbuatan baik. Niatkan perubahan itu karena Allah agar menjadi istiqomah.....aamiin.

4. Ustadz saya mau tanya bagaimana caranya bahwa kita selalu terus bersyukur sehingga kita tetap bisa istiqomah? karna ujian dunia begitu banyak sehingga kita terkadang merasa kurang terus. Dan bagaimana menanamkan terus dalam hati bahwa selalu terus bersyukur sehingga nikmat menjalani hidup karna  اللَّهِ.
Jawab: 
Syukur mencakup tiga sisi:
a. Syukur dengan hati, yaitu kepuasan batin atas anugerah.
b. Syukur dengan lidah, dengan mengakui anugerah dan memuji pemberinya.
c. Syukur dengan perbuatan, dengan memanfaatkan anugerah yang diperoleh sesuai dengan tujuan penganugerahannya.

Tip agar selalu bersyukur;
1. Buat daftar hal-hal yang bisa disyukuri
2. Biasakan ucapkan terima kasih pada siapa pun. Terutama pada Allah swt
3. Bayangkan hal-hal baik yang menimpa kita
4. Bayangkan hal terburuk yang menimpa kita
5. Dzikrul maut
6. Bersyukurlah maka nikmat akan bertambah

HA 14 Ummi

1. Ustadz ada teman saya yang apabila rasa marahnya belum terlampiaskan belum puas . (Cara melampiaskannya bisa dengan ngomel atau memarahi orang yang bikin dia kecewa). Bagaimana cara memanage marahnya karena saya suruh latihan memange marah kata dia ga bakalan bisa berubah karena memang wataknya demikian
Jawa
Sebenarnya tentang marah materinya sedang saya susun belum kelar dari 2 minggu lalu, mudah-mudahan minggu depan dah kelar. Tapi baiklah......

Pemarah itu sematan manusia, yakinlah ia bukan karakter yang paten karena Dien ini didesain oleh Allah untuk merubah karakter manusia menuju tipe ideal yang Allah inginkan. jadi kita harus yakin dulu. Maka ketika sedang marah sesungguhnya kita sedang mempertunjukkan kejelekan lahir dan bathin kita yang sedang disembunyikan dibalik kemarahan itu. Marah itu bahaya laten bu suatu hari seorang laki-laki datang pada Rasulullah lalu berkata: "Wahai Rasulullah ajarkan kepadaku suatu ilmu yang mendekatkan ku ke surga dan menjauhkan ku dari neraka? Rasulullah menjawab ; "Jangan marah bagimu surga"

Caranya: maafkan orang yang membuat kita marah, ketika engkau mampu melampiaskan marah tapi engkau mampu menahannya, maka kelak Allah akan panggil ia dihadapan manusia pada hari kiamat dan Allah memerintahkannya untuk memilih bidadari baginya (HR Abu Daud). Siapkan diri jadi orang yang siap dimarahi sehigga jika dimarahi sudah siap,  jika engkau marah  ta'awud, jika masih emosi berwudlulah, jika masih emosi  diamlah, kalo masih emosi duduklah, jika masih emosi berbaringlah, ke pingin lebih tenang lagi sholat syukrul wudlu sebanyak 2 raka'at. semoga bermanfaat.

2. Bagaimana menjadikan hati dan diri itu cukup & puas dengan yang ada? Karena qonaah itu bukan perkara mudah...
Jawab
Niatkan perubahan diri karena Allah, cari alasan yang paling kuat untuk istiqomah atau qonaah, cari cara yang paling mudah dan tepat untuk berubah, gantilah kebiasaan buruk dengan kebaikan, bencilah kepada kemungkaran. Yakinlah dengan ketaatan pada Allah keajaiban hidup akan kita dapatkan.... aamiin.

Doa Kafaratul Majelis

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang aq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Semoga bermanfaat

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

Ketik Materi yang anda cari !!