Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

BULLYING

Kajian Online Telegram Hamba  اللَّهِ  SWT 

Hari / Tanggal : Senin, 01 September 2014
Narasumber : Ustadzah Dianda
Materi : BULLYING
Notulen : Nurza
Editor : Ana Trienta

Assalamualaikum...

Saya posting kajiannya yaa.. silahkan dibaca,  yuk sharing dan diskusi. Saya pantau sambil memgurus anak-anak yaa, sesempatnya saya reply. Terima kasih..

Bullying

Assalamualaikum ukhti akhi fillah. Hari ini saya ingin membahas salah satu perilaku yang sudah menjamur dan marak di lingkungan masyarakat kita, yaitu Bullying atau bahasa indonesianya mengintimidasi/merendahkan pihak lain. Kenapa saya punya perhatian khusus pada hal ini? Karen sadar tidak sadar,  perilaku bullying ini sudah merembes ke macam-macam area sosial sehingga perilaku tindas-menindas jadi hal yang umum dilihat sehari-hari. Harapannya, diskusi kita hari ini dapat membawa kita pada.pemahaman mengenai sebab, proses dan akibat bullying. Sehingga kita bisa melalukan pencegahan dari awal.

Bullying dapat terjadi.dimana-mana, mulai dari lingkungan sekolah, pekerjaan, sosial-masyarakat, bahkan dalam lingkungan keluarga. Perilaku yang mencakup bullying pun luas, mulai perilaku verbal seperti mengejek, memaki, merendahkan orang lain, mengancam; perilaku sosial seperti isolasi.pertemanan, menyebarkan rumor negatif, mempermalukan seseorang di depan umum, meninggalkan seseorang di tempat yg tidak dikenal; dan perilaku fisik seperti memukul,  menendang, meludah, mendorong, merusak barang-barang milik orang lain, serta menampilkan sikap yang kasar. Pelalu bullying beragam, mulai dari anak usia sekolah hingga orang dewasa dalam berbagai konteks. Bullying bisa dilakukan secara individual, atau beramai-ramai dalam kelompok.


Ada beberapa sebab seseorang melakukan bullying pada orang lain, antara lain:
  1. Kondisi internal keluarga meliputi kurangnya perhatian orangtua, sejarah KDRT (verbal, emosi, fisik) kecenderungan agresif dalam keluarga
  2. Keinginan menampilkan/mendapatkan "power"/kekuasaan
  3. Pengaruh media; pengaruh lingkungan
  4. Menutupi konflik dalam diri seperti perasaan tidak percaya diri, kurangnya keterampilan kerja, berkurangnya keterampilan sosial dan lain-lain.

Pengaruh / efek bullying yang timbul pada korban dapat bertahan lama. Korban dapat merasa rendah diri, perasaan depresi, kecemasan, masalah kesehatan, prestasi yang menurun, pengaruh pada pola makan, pola tidur dan kurangnya minat pada aktivitas bersifat rekreasi.


Orang-orang yang beresiko menjadi korban bully bermacam-macam, antara lain orang yang dianggap berbeda dari lingkungannya, seperti memiliki warna kulit, bentuk tubuh, dan bentuk fisik lain yang berbeda; dianggap lemah oleh lingkungan; memiliki kepercayaan diri yang rendah, depresi dan memiliki kecemasan; tidak populer dan hanya memiliki sedikit teman; tidak mampu membaur dengan lingkungan.

Sedangkan orang-orang yang beresiko menjadi pem-bully adalah orang yang mudah frustrasi; cenderung agresif; sulit mengikuti aturan; melihat kekerasan sebagai hal yang positif; berasal dari lingkungan yang cenderung agresif.

Bullying dapat terjadi di berbagai situasi, dan dialami orang dari berbagai usia. Salah satunya perilaku bullying yang populer adalah mengejel/mengolok-ngolok, yang beberapa tahun ini menjadi trend dalam acara hiburan di Indonesia. Selain itu perilaku bullying kelompok dapat juga terlihat dalam interaksi organisasi-organisasi sosial-kemasyarakatan, yang seringkali tidak bergerak sesuai aturan dalam menyikapi masalah dan cenderung memberi tekanan untuk menjadi/dilihat sebagai yang pihak yang berkuasa.

Rekan-rekan yang dirahmati Allah. Pengaruh bullying dalam jangka panjang merupakan hal yang sulit diobati. Untuk itu kita harus berusaha sebaik-baiknya.menciptakan lingkungan yang kondusif dan positif, dalam lingkungan kita. Demikian materi dari saya.. mari yuk kita diskusi.
Wassalamualaikum warahmatullahi.wabarakatuh.

TANYA JAWAB


1. Anak saya 13 th, di pondok, sering mengeluh diejek temen-temennya. Ini cukup berpengaruh pada psikologis dia. Nggak nyaman, dan sering minta pulang. Bagaimana mengatasinya ya? Sementara ini baru support bahwa hal itu anggap saja guyonan. Bagaimana seharusnya saya bersikap. Jazakumullah
Jawab
Upaya penanganan bullying terutama fokus pada kemampuan anak, bullied untuk mempertahankan dirinya. ini terutama yang bullied verbal ya jadi kita sebagai orangtua  memberi support dengan bantu anak belajar keterampilan sosial, seperti gimana cara bilang "tidak" saat ditekan, gimana cara merespon dengan -cool- saat diejek, gimana supaya anak tahu bahwa perasaan minder itu tidak perlu.. dan gimana cara mengatasinya. Sebagai orang tua sebisa mungkin kita menahan diri untuk tidak mengontak orangtua bullier langsung.. karena bisa menambah konflik. ngobrol dengan anak dan ajak cerita saat sudah merasa perlu, bisa kontak guru sebagai pihak ketiga.. untuk diperantarai..

2. Mba, ada keponakan sudah SMA sekarang tampaknya sudah terlanjur di bullyng jadi minderan dan ga pede, bagaimana ya cara menyemangatinya?
Jawab
Sudah terlanjut bullying dan gak.pede jadi kita bantu bikin anak lebih pede dan gimana caranya supaya next time tidak lagi jadi korban.bullying. Pada itu modalnya 2 love (untuk.penerimaan diri) dan skills. Sumber dia tidak pada apa? Kalau area fisik, kita bisa mengajak dia melihat kelebihan-kelebihannya membuat dia merasa lebih (misalnya) cantik/ganteng, atau dengan tinggi badannya.dia bisa jadi apa. Kalau sumbernya skills, kita bantu.ajarkan skills yang dia belum capai. kedua hal penerimaan/love dan skills yang penting cukup untuk dia menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Sebanding dengan tuntutan lingkungan. 

3. Ustadz dianda, mungkin ini sedikit menjauh dari tema. Apakah anak yang dilahirkan denga operasi itu berbeda dengan anak yang dilahirkan dengan normal??  Terutama pada emotional selalu mengalah walau dibully, minder (percaya dirinya harus dengan motivasi dulu) .mohon penjelasan dan solusinya mendidiknya. syukron.
Jawab
Kelahiran sesar yaa, dalam beberapa kajian memang ada pengaruh lahir sesar dengan perkembangan anak. Cenderung lebih lambat, ada resiko autis dan hiperaktif yang lebih tinggi, lebih rentan sakit dan lebih rentan alergi. bisa jadi minder-nya muncul sebagai efek samping dari hal-hal di atas? Yang saya pahami, kepercayaan diri itu ping-pong nya antara diri dengan feedback dari lingkungam sosial. Mengingat ada resiko autis lebih tinggi, mungkin bisa saja operasi sesar berpengaruh pada aspek fisiologis otak terutama area emosi. Atau ke stabilitas hormon.. tapi baiknya.kita evaluasi dulu proses self dan feedback lingkungan..

Solusi.mendidik untuk anak yang minder resepnya sih banyak-banyak dipuji dan disayang. anak dipuji membuat anak merasa "saya bisa" dan punya modal, disayang membuat anak merasa "diterima oleh lingkungan".. terutama lingkungan signifikan seperti keluarga dan teman sebaya. Orang yang cantik dan pintar tetap akan merasa tidak pede kalau lingkungan signifikan terus meledek. Dan sebaliknya. Seperti di atas, cek dulu mindernya karena apa. Misal karena warna kulit / merasa kurang cakep. pelan-pelan bisa puji dia jangan tiba-tiba yaa. nanti nggak di-waro sama anak. Hehe. Misal sambil fotobox.. puji dia. Atau   mau berangkat sekolah dipuji terus-terusan. Terus ajak liat fotonya supaya anak ngeh..

Note ya. Kalau tidak pede karena skillsnya kurang untuk adjust dengan lingkungan,  jangan langsung dipuji. Ni bisa salah kaprah anaknya. Bantu belakar sehingga anak yang tadi ya tidak bisa menjadi bisa, pelan-pelan peningkatannya kita kasih lihat dan puji. Jadi peningkatan belajar dia sadari sendiri prosesnya. ini baru dipuji..

4. Di jaman modern ini kan banyak sekali wanita karir ya bund sehingga untuk urusan RT semuanya diserahkan sama asisten RT termasuk membuatkan minuman untuk suami padahal membuat minuman / makanan untuk suami itu pahalanya besar sekali itu gimana bund? Apakah boleh karena kesibukan istri ataukah itu tetap jadi tugas istri
Jawab
Membuat makanan dan minuman sendiri untuk keluarga tentu beda dengan kalau ART yang membuat. Selain jadi bumbu kemesraan, ini juga baik banget untuk contoh bagi anak-anak tentang pemeliharaan rumah. Juga soal kepedulian tanggung jawab kebersihan. Kedisiplinan dst. Isinya sarat nilai. Anak terbentuk dari meniru orangtua/orang-orang signifikan.. Boleh / gak ART yang bikin? Sikap saya sih ya boleeeh. Hehe.. tapi jangan ART terus. Kita bikin yang spesial sekali-kali.

5. Ustadz dianda. Putri saya 6 thn, alhamdulillah cerdas dan lebih maju pola pikirnya ketimbang teman-teman seusianya (dalam artian positif) tapi hal ini menyebabkan dia  dikucilkan oleh tema-temannya, dia sering bercerita ke saya saat ini dia masih cuek tapsaya takut nanti akan mempengaruhi perkembangan psikologisnya nanti. Bagaimana cara menyemangatinya. Mohon penjelasannya.. Syukron
6. Nah mi prilaku bullying sulit diobati? Bagaimana mengembalikan trauma anak? saya punya ponakan baru kelas 6 sd tingginya sudah 160 cm, kadang dia minder karena paling tinggi diantara temannya walaupun badan dan tingginya cendrung proposional hanya tampilannya jadi seperti gadis remaja. Makanya sama temannya suka di bullying terkadang
Jawab 5 DAN 6
Pertanyaan nomor 5.. *maaf saya ga kuat manjat ke atas... hehe* sama seperti tadi yaa mengasuh soal pada hanya saja karena anaknya nggak minder, gak perlu dipuji banyak-banyak lagi nanti jadi besar kepala. Hehe. Nah.. anak perlu tahu kelebihan2-kelebihannya bisa fit ini dalam lingkungan apa saja, misal ya dia tinggi positif loh kalau dia suka basket.. atau karena pemikirannya dewasa mungkim bisa ikut kegiatan ekstra yang lingkungannya juga lebih dewasa? Tetap perhatikan kesesuaiannya. Tapi setidaknya dia ada penyaluran untuk dorongan berpikirnya itu jadi dia paham bahwa hal-hal itu mungkin nggak cocok dalam lingkungan temen sekolah, tapi cocok.di lingkungan lain. Eeh jawaban barusan yg soal tinggi bisa sekalian nomor 6yaa.. afwan jiddan.. abis manjat jadi tercampur..

7. Ya ummi, seperti jaman sekolah pasti ada OSIS diwaktu-waktu itu pasti kakak angkatan yang pasti ada bullying dan itu akan terus menerus dilakukan setiap ada siswa baru karena seperti tidak mendidik dengan baik. Kenapa para guru diem saja?
Jawab
Yaa di Indonesia ini sudah membudaya sih yaaa.. jadi bingung juga. Guru-gurunya mau melarang gimana bisa jadi ada "bullying tersembunyi" antara guru juga. Maksud saya begini.. pegawai-pegawai baru cenderung dikasih tugas lebih banyak disuruh ini itu yang bukan areanya. Kadang misal PNS (yang saya tahu) ada diklat-diklat yang mereka disuruh masuk ke lumpur,  ambil lencana pakai mulut atau di ospek juga.. budaya kita, semua orang yang baru masuk lingkungan lama itu sepertinya harus di-tatar. mereka yang harus menyesuaikan diri dengan tuntutan kita. Jadi banyak yang menganggap hal-hal seperti itu biasa-biasa saja dan tidak termasuk kategori bullying makanya tidak dilarang. Itu sepemahaman saya.. wallahualam.bissawab

8. Ini si fatum kebiasaan dapat ranking 1 dan one day dia dapat ranking 2 langsung down dan mewek padahal kita ga bullying dan malah yakinin dia kalo dalam study ga harus no 1 tapi tetep harus berusaha lebih baik tapi dia tetep aja nangis ga bisa nerima merasa kalah. Gimana untuk mengatasinya! 
Jawab
Mba sumeera.. hal-hal seperti ini *terkait emosi* kita sebagai orang tua harus kasih jarak buat mereka bisa mengelola perasaannya sendiri. Ini yang jadi modal buat mereka pandai evaluasi dan punya kontrol diri, bisa bounce back dari masalah.. jadi *walaupun tetep support* jangan terlalu involved / terlalu jauh.

Supportnya gimana? Kita bisa bantu dia untuk evaluasi semester kemarin dia ngapain aja. apa yang dia kerjain dan apa yang enggak sehingga gak jadi rangking 1. Lalu yang dia gak kerjai. Itu yang dia kerjain itu memberi efek positif apa?? Maksudnya.. mungkin dia ikut ekskul baru, dia merasa lebih fun, dapet lebih banyak temen. Rangking 2 pun is ok, dan ekskul ini bagus jadi *next step: bantu bikin rencana* jadi untuk smester depan apa strateginya supaya tetep. baik nilainya? Tapi kita kasih wawasan juga bahwa dapet ranking itu bukan segalanya bukan 1-1 nya cara menuju sukses. Bisa cerita-cerita soal bill gates atau siapa role model yang pas sekolah gak juara terus-terusan. But in the end.. kasih jarak buat anak. Kita support dengan wawasan dan skills kalo ga salah anak mba ini sudah mau remaja yaa kan? Kadang-kadang kita harus kasih jarak untuk membiarkan anak memproses masalah. Tapi kalo anak tampak tidak sanggup.. kita step in, thats ok.

9. Bunda kalo frustasi diet ndak kurus-kurus harus gimana ya?
Jawab
Oiya Aasif bunda jadi, kalau kita sudah usaha dengan cara a gak berhasil, cara b gak berhasil usaha terus sampe cara aja belum berhasil juga.. kita syukuri saja nikmat yang sudah ada saat ini. Nikmat sehat.. diet belom oke yang penting sehat. Mungkin dengan cara olahraga? Jadi pelan-pelan hidup sehatnya jalan juga kadang kalo kita overthinking about it tampak gak banyak hasil. Next kita gak berharap apa-apa.. taunya hasilnya berasa..



10. Kami mengajarkan anak sangat kritis pada informasi apapun dari siapapun, mereka bebas bertanya. Ternyata banyak yang tidak siap dengan hasilnya setelah sekarang sekolah. Apakah itu dianggap salah? kalau salah bagaimana memperbaikinya? Kemudian, sebatas mana becanda saling ejek diantara anak anak terutama anak muda bisa diterima? kita lihat kalau anak remaja seperti biasa saja ya. Kemudian bagaimana mengatasi kalau anak kita yang tukang bully dan jadi jagoan disekolahnya?
Jawab
Tidak siap menghadapi murid atau anak seusia remaja banyak tanya, kenapa harus begitu kenapa harus seperti itu dst langsung dianggap tidak sopan. Ustad Doli anaknya usia berapa? Tentu tidak salah mengajarkan berpikir kritis pada anak. Tapi memang lingkungan belum tentu siap.. cenderung ingin cepat selesai menjawab pertanyaan anak dan tidak sabar menunggu proses berpikir anak yang sedang berlangsung.  Mungkin bisa coba dibiasakan.. sambil dikomunikasikan pelan-pelan, hingga ke guru. Misal saat ada pertemuan orangtua murid, dampingi anak saat akan bertanya ke guru.. setelahnya baru jelaskan kenapa ustad lebih memilih cara ini diterapkan pada anak.  Tapi, sebaliknya.kita juga jelaskan pada anak cara yang baik untuk bertanya. Misalnya.. tidak bertanya terlalu panjang/berkali2 dalam situasi kelas belajar-mengajar. Itu dapat merugikan waktu teman2 dan  situasi kelas menjadi kurang kondusif. Baiknya, hal-hal yang lebih jauh ditanyakan di ruang guru secara privat/saat guru lowong itu pun ijin dulu, tidak tiba-tiba muncul.. hehe.

Lalu.. bertanya juga perlu sabar tidak sedikit dijawab langsung ditanya.banyak. salah-salah guru jadi merasa terancam anak jadi terkesan "melawan pihak otoriter" hehe.. dianggap tidak sopan, agresif dst.. Maaf panjang ustad.. masih nambah nih.. hehe. Kita pun sebagai orangtua ada baiknya mawas terhadap perkembangan anak..dalam rangka bersikap kritis. Jaga juga jangan sampai anak menjadi.. besar kepala, atau senang saat orang lain tidak bisa menjawab pertanyaannya "jadi merasa pintar" sesuaikan area "kritis" nya dengan taraf perkembangannya juga. Afwan mudah-mudahan berkenan dengan jawabannya.

Becanda sebatas mana yaa.. hehe. Kajian-kajian psikologi memang menggambarkan masa anak dan remaja sebagai "masa-masa brutal pertemanan" jadi anak memang akan sering bertengkar, mengejek, diejek, diajak temenan, dijauhi teman, diprotes, dimusuhin panjang list nya. Apalagi masa-masa puber yang mulai ada ketertarikan lawan jenis pengen keliatan oke. Jilbabnya miring dikit...beteee seharian. Hehe *loh. Remaja.emosi naik turun.

Saya pikir.. *susah nih pertanyaannya* yang wajar untuk usia anak adalah rasanya nggak ada yang wajar. Nggak ada yang seneng di-bully yang ada adalah bagaimana kekuatan pribadi si anak  juga nilai moral yang mereka pegang. Misalnya si anak ini berani, pada punya keterampilan sosial yang baik. Di-bully pertama kali yang ringan-ringan dia santai aja gak dimasuki hati. Bully kedua dia mulai sebel, lalu dia bilang bahwa dia nggak suka. Bully ketiga dst dia terus bilang dia tidak suka atau melawan dengan cara yang baik. Nah, anak ini akan baik-baik aja tidak jadi korban bully. Karena sejatinya orang yang di-bully (korban) adalah yang berkali-kali di-bully dan berhasil terus. Jadi si pelaku makin senang merasa makin punya power dia. Nah.. gimana kalo anak.kita justru pelaku? Misalnya udah ada kasus kita tanya dulu ke guru, fakta-faktanya apa saja. Kalau bisa ketemuan dengan si korban dan orang tuanya saling konfirmasi fakta. Jangan emosi kitanya sebagai orang tua jangan langsung marah ke anak. Prosessing dulu misal di rumah ngobrol-ngobrol, kenapa begini kenapa begitu..  jawabannya jangan langsung dipercaya, cek dulu. Karena anak-anak suka ngeles, alias susah menyampaikan apa yang bener-benar di lubuk hatinya. Sering juga mereka nggak tau apa itu...

Kita cek jawaban dia dengan perilakunya lalu cek di sebab-sebab orang jadi pelaku bully. Misalnya dia.bilang "abis dia norak. Dapet nilai 9 aja belagu" nah kita mawas dulu emang kenapa kalo dia dapef nilai 9? Jangan-jangan si anak kita ini pengeeen dapet nilai 9 tapi gak bisa-bisa.. ooo jangan-jangan dia merasa gak mampu, jadi iri, cemburu sama anak yang -itu- bisa dapef nilai segitu. Jangan2 kita kudu bantuin supaya dia bisa Dapet nilai 9 itu  yang kedua dia kenapa gak minta belajar bareng aja? Skills sosial juga mungkin kurang? Rata-rata pelaku bully keterampilan sosialnya memang kurang baik. Jadi alih-alih berusaha menyampaikan dan menghadapi masalah emosinya mereka cnderung menutupi dengan perilaku yang cenderung agresif. Jadilebih powerrful. Didekati, dibantu ajak ngobrol.. kebanyakan pelaku bully juga kurang perhatian dari keluarga merasa kurang diakui, gitu sih. Kecuali dia memang ada kecenderungan agresif dan selalu melawan otiritas tampaknya pendekatan-komunikasi-support adalah cara terbaik menghadapi anak kita yang pelaku bully..
Wallahualam..


Doa Kafaratul Majelis :

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك 

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika “Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”.