Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

Fiqih Muamalah

HA #108 Ustd.Herman Budianto
Materi : Muamalah


 Assalamu'alaykum akhwat fillah rahimatumullah...

Perkenalkan ane nama Herman Budianto. Semoga Allah memberikan kebarokahan utk kita semua. Usia sudah 41 th anak 6, tinggal di Bojongsari depok

Pengertian Fiqih

Fiqih menurut bahasa yaitu (  الفهم)kefahaman (faham), sedangkan menurut istilah kata fiqih berarti pengetahuan tentang hukum syari’ah islamiyah yang berkaitan dengan perbuatan manusia yang telah dewasa dan berakal sehat yang diambil dari dalil-dalil  yang terinci.

Adapun istilah fiqih sering dirangkaikan dengan kata Al-islami sehingga terangkai Al-fiqih  Al-islami,  yang sering diterjemahkan dengan hukum islam yang memiliki cakupan yang sangat luas.

Pada perkembangan selanjutnya, ulama fiqih membagi fiqih menjadi  beberapa bidang, yaitu fiqih ibadah dan  fiqih muamalah.

Menurut bahasa   muamalah artinya  saling bertindak, saling berbuat, dan saling mengamalkan.

Sedangkan menurut istilah pengertian  muamalah  dapat dibagi menjadi dua macam yaitu pengertian  muamalah secara luas dan secara sempit. Dalam arti luas menurut para ahli bahwa pengertian muamalah ialah aturan-aturan Allah  untuk mengatur manusia dalam kaitannya dengan urusan duniawi dalam pergaulan sosial. Sedangkan pengertian muamalah secara sempit para ahli menyimpulkan bahwa aturan-aturan Allah yang wajib ditaati yang mengatur hubungan dengan manusia dalam kaitannya dengan cara memperoleh dan mengembangkan harta benda.

Utk pembahasan pertama fiqih muamalah adalah tentang Jual Beli.

Definisi(Jual Beli)

Secara bahasa adalah pertukaran harta dengan harta.Secara syariat, makna (bai’) telah disebutkan beberapa definisinya oleh para fuqaha (ahli fiqh).

Definisi terbaik adalah: Pertukaran/pemilikan harta dengan harta berdasarkan saling ridha melalui cara yang syar’i. (Syarah Buyu’, hal. 1)

Hukum Jual Beli

Hukum asal jual beli adalah halal dan boleh, hingga ada dalil yang menjelaskan keharamannya. Dalil kebolehannya adalah Al-Qur`an, hadits, dan ijma’ ulama.

Dalil dari Al-Qur`an di antaranya firman Allah Ta'ala:“Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…” (Al-Baqarah: 275)

Adapun hadits, di antaranya sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam:“Sesungguhnya jual beli itu dengan sama-sama ridha.” (HR. Ibnu Majah)

Para ulama di sepanjang masa dan di belahan dunia manapun telah sepakat tentang bolehnya jual beli. Bahkan ini merupakan kesepakatan segenap umat, sebagaimana dinukil oleh Al-Imam An-Nawawi.

Syarat-syarat Jual Beli

Jual beli dianggap sah secara syar’i bila memenuhi beberapa persyaratan berikut:

1. Keridhaan kedua belah pihak (penjual dan pembeli).

2. Yang melakukan akad jual beli adalah orang yang memang diperkenankan menangani urusan ini.

3. Barang yang diperjualbelikan harus halal dan ada unsur kemanfaatan yang mubah.

4. Barang yang diperjualbelikan dapat diserahterimakan.

5. Akad jual beli dilakukan oleh pemilik barang atau yang menggantikan kedudukannya (yang diberi kuasa).

6. Barang yang diperjualbelikan ma’lum (diketahui) dzatnya, baik dengan cara dilihat atau dengan sifat dan kriteria (spesifikasi)nya.


✏Sesi Tanya Jawab✏
〰〰〰〰〰〰〰
Ust kalo jual beli online gimana yah,. Terkadang nanti barang yang dipesan, kurang sesuai,dengan gambar yang ditampilkan, diakhr jadi ada rasa menyesal gt, ndak memenuhi syarat yang ke 2 tadi,. 😅
Jual beli on line hukumnya boleh dengan syarat foto gambar sesuai dg asli, tidak ada niat utk menipu

Oya, tadz. Sy marketing mtode bca. Jd tugasny ngajakin kepsek kerjasama. Sya kan sdah mnjelaskan detil bntuk kerjasama. Brp byr utk moU, trus brg apa j yg ddpt, serta kewajiban apa yg harus dbeli tiap tahun, jg apa konsekwensi bila g krjasama lagi (dg dbuktikan tanpa adanya pembelian yg wajib). Alat peraga yg tdi dberikan ditarik kmbali. Krna dlm moU akadnya skedar meminjamkan alat peraga. Nah, suatu ktika ia g beli, mka alat peraga ditarik. Nmun org tsb mrasa drugikan. Tu gmn tadz? Kan saya hnya mnjalankan sesuai dg prosedur perusahaan
Untuk kasus mb Nadiyya bila akad/perjanjiannya sudah jelas dan beliau sudah sepakat maka hal tersebut sudah benar. Tidak ada kerugiannya

Iya ustad..gambar yg ditampilkan di online bkan baju yg dijual cuma dimirip-miripin aja..hukumnya gimna tuh?
Kalau yg difoto bukan barang yg dijual maka hal tsb termasuk penipuan dan transaksi tidak sah

Hukum bagi pembeli bila tdk ridho maka boleh mengembalikannya dan meminta ganti

Berarti saya ga mendzalimi kan y?
Insya Allah tdk mendzolimi

tdk bsa dkmblikn brang yg sudah dpesan

Kalo yg jual gk mau ustad ato dikembalikan cuma 10% aja?hukum bagi pnjualx apa?
Kalau ada unsur penipuan maka penjual berdosa
Kecuali memang penjual sudah jujur menampilkan foto bajunya tanpa ada niat menipu

Pak ustadz klo kredit rumah hukumnya apa ya
Kalo jual beli tapi untungnya gede..dua kali lipat ato melebihi..itu hukumnya gimna ustad?
Tidak ada aturan secara mutlak harus mengambil untung berapa persen hanya adab saja saja agar tdk lebih dari 100 % dari modal

Ustadz mau tanya.. hukum reseller dlm islam itu gimana ??
Reseller boleh dengan syarat dia hanya menjadi agent/makelar yang mengambil keuntungan yg sudah disepakati dg pemilik barang. Misal mendapat sekian persen dari pemilik atau dari pemilik sekian dan reseller menambah keuntungan sendiri.
Kalau sistem yg digambat tsb namanya drop shipping. Dg sistem tsb dilarang krn dia menjual barang yg bukan miliknya

Apakah beda antara MLM dan jaringan?
MLM adalah penjualan yg menggunakan sistem level dalam keanggotaannya, ada kelas tertentu dalam organisasi tsb misal tingkat kencana, tingkat bintang dst. Kalau jaringan maka belum tentu ada level hanya sekedar memperbanyak networking saja

Mksd drop shipping ap tadz lom mudeng
Drop shipping itu spt yg digambar tsb

Jd kalau bkan miliknya sendiri gak boleh ustad ? Jadi walaupun kita sdh dpt izin dr yg punya barang.. tetap ga boleh ya ustadz klau sistemnya sprti yg digmbr td.. ??
Jadi modelnya dirubah reseller mengirim uang kepada pemilik lalu prmilik mengirim barang ke reseller setelah itu reseller mengirim ke konsumen

Oh jd barang nya di beli reseller dlu yaa..
Iya betul bgt atau uang konsumen di kirim ke pemilik dan nanti re seller mendapatkan bagi hasil dari pemilik

Nah klo reseller yg g punya modal, tadz? Berarti sma j marketingin y klo gtu?
Iya sebaiknya dia menjualkan saja dg sistem konsinyasi
Dia ambil barang ke pemilik dg sistem bagi hasil atau persentase tertentu


Jadi gak boleh ya tadz kalau seperti itu ?
Sy juga kadang ngejualin punya tmen tnpa ngeluarin modal, tadz. Harga sesuai harga jual yg diberi tman, meski dia ngasih tahu harga yg harus dstor ke dia sekian. Tpi, klo misal sy mau jual dg harga lbih dari harga jual, boleh tidak tadz?
Kalau menambah harga jual boleh asalkan disepakati hal itu boleh oleh pihak pemilik

Insya Allah..makanya Rosulullah mewanti2 agar para pedagang sebelumnya menguasai fiqih muamalah agar tdk salah dalam bertransaksi

Kebanyakan sekrang mncri keuntungan sebesar2nya
“Sesungguhnya sebaik-baik penghasilan ialah penghasilan para pedagang yang mana apabila berbicara tidak bohong, apabila diberi amanah tidak khianat, apabila berjanji tidak mengingkarinya, apabila membeli tidak mencela, apabila menjual tidak berlebihan (dalam menaikkan harga), apabila berhutang tidak menunda-nunda pelunasan dan apabila menagih hutang tidak memperberat orang yang sedang kesulitan.” (HR Al-Baihaqi )

kbnyakn klo ada yg hutang dtagih gak bayar2 bpk gmn?alasn ini dan itu
Klo sampai dibawa ke pengadilan, dan pngadilan membolehkan rumah gharibah dsita, itu memberatkan jg ya tadz?
Kita sebaiknya menyampaikan ke dia tentang bahaya dan dosa orang yg tdk mau bayar hutang, sekaligus dakwah kita.

Cek juga kondis keuangan dia apakah benar tdk punya atau pura2.

Kalau ada akad yg menyebut pensitaan aset maka hal itu tdk masalah bila aset diambil lalu dijual. Bila harga jual melebihi hutang maka sisanya dikembalikan ke pemilik

Terimakasih

Wassalam,