Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

Hutang Piutang Halal Haram

Kajian Online Telegram Hamba  اللَّهِ  SWT

Hari / Tanggal : Selasa, 02 September 2014 
Narasumber : Ustadz Dodi Kristono
Materi : Fiqih Hutang Piutang Halal Haram
Notulen : Nurza 
Editor : Ana Trienta

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Tidak ada manusia yang tidak mempunyai hutang. Baik yang miskin maupun yang kaya sekalipun. Mereka bisa kaya akibat pinjamman hutang yang dikelola dengna baik sehingga menghasilkan surplus. Hutang kebanyakan memang jatuhnya kepada materi, walaupun ada juga manusia yang hutang non materi.

Terkadang kita futur dalam situasi yang serba kekurangan dan serba kehutangan. Bagaimana doa agar kita terhindar dari harta haram saat kita berada di posisi tersebut...?

Doa Penangkal Harta Haram Saat Miskin (Edited - Ust.Sufyan Basweidan, M.A.)
Doa ini diajarkan Rasulullah kepada Ali bin Abi Thalib, dan para penanggung utang – meski utang sebesar gunung Shier – niscaya  اللّهُ  akan melunasi utang itu.

Harta haram memang mengerikan dampaknya. Kendatipun demikian, banyak orang yang nekat melahapnya. Alasan mereka pun macam-macam. Ada yang karena tamak. Ada pula yang karena himpitan ekonomi. Salah satunya ketika seseorang terlilit utang atau putus asa mendapat lapangan kerja yang halal dengan penghasilan yang memadai, penghasilan haram akan menjadi fitnah besar baginya. Lantas apakah penangkal fitnah yang berbahaya ini?


Mari kita simak hadis berikut,
Dari Abu Wa-il (Syaqieq bin Salamah), katanya, “Ada seseorang yang menghampiri Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu seraya berkata, ‘Wahai Amirul Mukminin, aku sudah tak mampu lagi mencicil uang untuk menebus kemerdekaanku, maka bantulah aku.’ Ali menjawab, ‘Maukah kau kuajari beberapa kalimat yang pernah Rasulullah ajarkan kepadaku? Dengan membacanya, walaupun engkau menanggung utang sebesar gunung Shier, niscaya  اللّهُ  akan melunasinya bagimu!’ ‘Mau’, jawab orang itu. ‘Ucapkan:

اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

"Ya اللّهُ , cukupilah aku dengan rezeki halal-Mu agar terhindar dari yang Kau haramkan. Jadikanlah aku kaya karena karunia-u, bukan karena karunia selain-Mu"
(HR. Abdullah bin Ahmad dalam Zawa-idul Musnad No. 1319; At-Tirmidzi No. 3563 dan Al-Hakim 1/537. At-Tirmidzi mengatakannya sebagai hadis hasan, dan dihasankan pula oleh Syaikh Al-Albani. Sedangkan Al-Hakim mensahihkannya)

Dalam syariat Islam, seorang hamba sahaya dibolehkan menebus kemerdekaan dirinya dari majikannya, dengan membayar sejumlah uang sesuai kesepakatan. Uang bisa diperoleh dari hasil kerja si budak, atau dari zakat yang diberikan kepadanya. Dalam riwayat lain, yang dinamakan Shabier adalah sebuah gunung di daerah suku Thay atau sebuah gunung di Yaman.

Hadis tersebut mengajarkan pada kita agar tidak melupakan  اللّهُ  yang menguasai nasib kita di dunia. Dia-lah yang memberi ujian berupa kesempitan. Dan Dia pula yang dapat dengan mudah melapangkannya kembali. Oleh karenanya, tidak sepantasnya seorang Mukmin hanya bertumpu pada usahanya dan lupa bertawakal kepada  اللّهُ . Usaha memang harus dilakukan. Namun ia tidak akan memberi hasil yang sempurna kecuali atas izin  اللّهُ  dan restu-Nya. Untuk mendapatkan restu tersebut, cara yang paling efektif adalah memperbanyak doa. Baik lewat ucapan lisan maupun amal salih. Ucapan yang paling dicintai  اللّهُ  adalah yang menegaskan ketauhidan-Nya.

Doa yang diajarkan Nabi صلى الله عليه وسلم  juga mengandung penegasan akan nilai tauhid, yaitu ketika hamba hanya memohon kecukupan dan karunia dari  اللّهُ , serta meminta agar tidak merasa kaya berkat karunia selain-Nya. Ini merupakan ibadah yang agung, yang menunjukkan bahwa si hamba benar-benar menggantungkan harapannya kepada  اللّهُ  semata, bukan kepada selain-Nya. Dalam hadis tersebut juga terkandung pelajaran mengenai pentingnya tauhid sebagai penutup suatu permohonan. 

Sedangkan dalam hadis lainnya, Rasulullah صلى الله عليه وسلم  pernah berkata kepada Mu’adz bin Jabal,
“Maukah engkau kuajari sebuah doa yang bila kau ucapkan, maka walaupun engkau memiliki utang sebesar gunung Uhud,  اللّهُ  akan melunasinya? Katakan hai Mu’adz, 

اَللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ
مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلكَ مِمَّنْ تَشَاءُ، وُتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ، بِيَدِكَ الخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، رَحْمَـانَ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَرَحِيْمَهُمَا، تُعْطِيهِمَا مَنْ تَشَاءُ وَتَمْنَعُ مِنْهُمَا مَنْ تَشَاءُ، اِرْحَمْنِي رَحْمَةً تُغْنِينِي بِهَا عَنْ رَحْمَةِ مَنْ سِوَاكَ

"Ya اللّهُ Pemiliki seluruh kekuasaan. Engkau beri kekuasaan kepada siapa yang Engkau Kehendaki dan Engkau mencabutnya dari siapa yang Engkau kehiendaki, Engkau memuliakan siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau menghinakan siapa yang Engkau kehendaki. Di tangan-MU-lah segala kebaikan dan segala kebaikan dan Engkau Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Wahai Penyayang dan Pengasih di Dunia dan Akhirat, Engkau memberi keduanya (dunia dan akhirat) kepada siapa yang Engkau kehendaki dan menahan keduanya dari siapa yang Engkau kehendaki. Rahmatilah aku dengan rakmat-Mu yang menjadikanku tak lagi memerlukan belas kasih selain-MU." 

(Diriwayatkan oleh At-Thabrani dalam Al-Mu’jamus Shaghier dengan sanad yang dianggap jayyid oleh Al-Mundziri. Sedangkan Syaikh Al-Albani menghasankannya; lihat Shahih at-Targhieb wat Tarhieb No. 1821).

Kalau dalam hadis sebelumnya terdapat isyarat agar kita mengakhiri doa dengan penegasan akan nilai tauhid, dalam hadis ini sebaliknya. Rasulullah صلى الله عليه وسلم  mengajarkan kita untuk memulai permintaan dengan menegaskan masalah tauhid. Karenanya beliau memulainya dengan kalimat-kalimat yang menunjukkan kemahaesaan  اللّهُ  dari sisi Rububiyyah.

Lalu mengikutinya dengan kalimat yang berhubungan dengan tauhid asma’ was sifat. Yaitu dengan menetapkan bahwa semua kebaikan berada di tangan-Nya, dan bahwasanya Dia berkuasa atas segala sesuatu. Demikian pula dengan kalimat berikutnya, yang merupakan seruan kepada  اللّهُ , dengan menyebut dua di antara nama-nama  اللّهُ  yang indah, yaitu Rahman dan Rahiem. Kemudian barulah si hamba menyebutkan hajat utamanya, yaitu agar  اللّهُ  melunasi utangnya dan mengentaskannya dari kemiskinan.

Tentunya, doa ini tidak akan efektif jika hanya diucapkan tanpa diresapi maknanya dan diwujudkan esensinya dalam kehidupan sehari-hari. Percuma saja jika seseorang mengucapkan doa tersebut namun tidak mempedulikan status penghasilannya: halal ataukah haram. Percuma juga jika ia rajin mengucapkan doa tersebut namun masih berlumuran dengan syirik akbar yang membatalkan seluruh amalnya. Oleh karena itu, agar doa ini efektif dan mustajab, kita harus mengucapkannya sembari berusaha memahami ajaran agama semaksimal mungkin, agar tahu mana yang halal dan mana yang haram.
والله أعلم بالصواب
TANYA JAWAB

Tanya
Pak dari kemaren mengganggu pikiran. Kemaren ada yang bilang sama aku jangan menjual sesuatu yang kita tidak tau contoh menjual barang PO itu kan kita belum tau barangnya seperti apa, kwalitasnya bagaimana kadang supplier bilang barang bagus tapi ternyata pas ready tidak sesuai dengan gambar, nah itu ternyata ada yang bilang kalo tidak boleh melakukan jual beli dengan cara seperti itu dan lebih sering lagi customer sering hit n run karena readynya terlalu lama/tidak sesuai dengan tanggal POnya.syukron pak
Jawab 
Kewajiban kita mengetahui dulu bahan yang akan dijual dengan pihak supplier, mungkin dengan cara memesannya terlebih dahulu untuk diri kita sendiri. Serelah kita tau kualitasnya, maka kita menjual dengan promosi yang sesuai dengan keadaan

Tanya
Aslm Afwan, agak out of topic. Tanya ustadz perbedaan harga jual barang secara tunai dan kredit apakah haram ustad? misal harga cash pakaian 100 tapi kalo kredit jadi 120. Dalam hal ini pembeli dan penjual sama-sama tau. Syukron
Jawab 
Islam bukan anti kredit, bahkan diperbolehkan dan pernah dicontohkan Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Kalau dalam 1 produk ada 2 harga (cash dan kredit), maka tidak diperbolehkan mengambil harga kredit. Kecuali jika cash dan kredit harganya sama, yaitu = 110, maka dipersilahkan untuk memilih, apakah mau cash atau kredit. Jadi hanya 1 harga saja yang ditawarkan kepada pembeli. Islam tidak melarang kita mengambil margin keuntungan, bahkan sampai 100% sekalipun, guna mengantisipasi system kredit yang sarat dengan riba di era sekarang ini.

Tanya
Ana mau nanyaa, bagaimana hukum nya jika kita meminjam uang pada teman rupanya uang itu sumbernya haram....
Jawab 
Nabi صلى الله عليه وسلم  dan para shahabatnya  sering bertransaksi dengan orang-orang Yahudi, padahal, di dalam Al-Qur`an, telah disebutkan bahwa orang-orang Yahudi itu bermuamalah dengan harta riba. Jadi... Yang dilihat adalah proses pinjam meminjam antara antum dengan teman antum, kalau tidak ada unsur riba, maka diperbolehkan. Karena bisa saja terjadi percampuran antara harta yang halal dan haram dari yang dipunyai oleh teman antum. Biasanya.. Orang yang bersumber dari harta haram, akan mengelola dengan keharaman juga (memberikan pinjaman dengan bunga). Lebih aman, pinjamlah dengan orang orang yang menpunyai kelebihan harta dan istiqomah menghindarkan hal hal yang dilarang oleh  اللّهُ Ta'ala. والله أعلم بالصواب

Tanya
Apa hukumnya bila teman pinjam kita duit tuk modal usahanya, dia yang menawarkan persentase bagi hasil dan denda bila dia wanprestasi dibuatkan akadnya dan kemudian kita meminjamkannya...dan oh Iya disepakati juga jumlah nominalnya disetarakan dengan nilai emas saat ini. Jazzakallah khairan
Jawab 
Masalahnya sudah ada AKAD dan DENDA yang dibahas diawal, maka ini juga masuk kategori Riba akhi.

Tanya
Afwan. Tanya lagi. Kalo KPR dan sistem kredit kendaraan bagaimana hukumnya ustad?
Jawab
Dipersilahkan... Cuma biasanya pihak leasing konvensional akan mengenakan kita DENDA jika kita terlambat bayar cicilan bulanannya, inilah yang dijadikan masalah. Coba beralih ke BMT. BMT yang syariah yang melepaskan system DENDA jika ada keterlambatan, biasanya sampai dengan 3 bulan, jika menunggak... Maka akan diambil dan dijual oleh pihak BMT

Tanya
Misalkan Kita kerja sekian jam dengan gaji sekian rupiah. Nah, saat kita tidak masuk atau saat kita sedang malas-malasan, gaji tidak ada potongan. Sama dengan korupsikah? Terus, apakah gaji yang kita terima mejadi ga berkah?
Jawab
Ini masalah hak dan kewajiban. Dimana Ukhty pada saat bekerja sudah ttd AKAD dengan pihak Perusahaan untuk bekerja secara efektif 8 jam perhari 40 jam seminggu (sesuai dengan UU 13 Tahun 2003). Jika kita lalai dalam hal kewajiban berarti kita ingkar dalam hal akad diatas, dan berdosa bagi kita. Dan in sha  اللّهُ gaji yang diterima tetap halal.
والله أعلم بالصواب

Tetap saja kita sudah mengetahui rambu-rambunya bukan? Misal
1. Masuk senin - sabtu
2. Jam kerja : 09.00-17.00
3. Pakaian
4. Kehadiran. Dlsbnya.
Islam itu yang dipegang juga adalah UCAPAN, jadi jangan terpaku dengan AKAD TERTULIS ya Ukhty

Tanya
Bagaimana halya kalo kita tidak masuk kantor tapi pekerjaan kita selesaikan di rumah, lalu kita kirim lewat e-mail ustadz...? Apakh itu juga berarti korupsi? Sementara ada orang lain yang hadir di kantor tapi tidak ada pekerjaan yang diselesaikannya hanya ngobrol-ngobrol aia.
Jawab
Jika hal itu diperbolehkan dan diatur dalam perusahaan tersebut mengerjakan sesuatu tanpa perlu kehadiran fisik, maka dipersilahkan saja. In sha  اللّهُ kita tidak menyalahi atau menyelisihi aturan tersebut.

Tanya:
Ustad saya kerja udah 6 thn di 1 tmpat. Mungkin karena bos nya agak gimana gak mau ngasih bonus, tanda tangan kontrak dialih namakan keluarga yang lain sedangkan kalo mau dituntut masih bisa..
Jawab 
Ini masalah dan dosanya Boss nya Teh Nurza yaa. 

Karena nominal yang lumayan besar sih, Sekarang bingung mau cari pengganti saya. Perlu saya bantu cari pengganti gak ya ustad..?
Jawab 
Bukan merupakan Kewajiban pekerja untuk mencari pengganti.

Karena ada rasa jengkel jadi saya cuekin bebek aja.
Jawab 
Naaah... Kita ada peluang dosa disini 😁

Tanya:
Meskipun ada DPS ya ustadz di setiap BUS dan UUS?
Jawab 
Jikapun ada pengawasan dari Dewan Pengawas Syariah, jika bertentangan dengan syariat, maka tidak boleh diikuti. Jika sudah sesuai syariat, silahkan diikuti, perlu dijabarkan secara detail terhadap UUS, karena jujur... Saya belum membaca semua tentang UUS.
Betul Akh Affandi 

Tanya:
Tgl 3-7 kan ada pameran rumah sponsor kementrian dan harganya terjangkau kalo kita tertarik ambil rumah itu. Jatuhnya gimana pak? karena BMT itu minimal penghasilan 5 jt baru bisa kpr. nah kalo di kementrian itu maksimal 3,5 jt ndak boleh lebih ..jadi menurut kantong kita lebih sesuai yang pemerintah dari pada yang syariah..apa boleh?
Jawab
Selama tidak ada unsur biaya biaya tambahan termasuk Denda jika kita lalai dalam cicilan dipersilahkan. Biasanya prinsip ekonomi secara umum yang dipakai untuk maksimum cicilan dari income yang kita dapat. Misal gaji 5 juta, maka maksimum cicilan adalah 30% dari 5 juta  →  1,5 Juta. Jika income kita 3,5 juta, maka maksimum cicilan (gabungan semua cicilan, motor kek atau apapun) adalah  →  1 juta. Jika harga rumah 100 juta... Maka kurang lebih kita mencicil selama 9 tahunan. Pertanyaannya... Apakah ada rumah yang 100 juta sekarang....? 

Tanya:
Dari pada jadi kontraktor terus lebih baik nyicil pak..biasanya sih sampai 15 thn
Jawab:
Ya itu... Bagian dari risk management pasti akan menghitung akan hal tersebUt, dihitung projeksi inflasi, nilai tukar uang dlsb

Tanya:
iya.. saya pun lagi masarin rumah di kantor di perumahan tangsel 1,3m bonus tv plat 32 in dan ac split...siapa minat???
Jawab:
Margin property biasanya diawal 30%. Berarti kalau cuma tv 32 inch (3jutaan) sama Ac Split (2 jutaan), masih kurang banyak Teh 

Tanya:
Ya itu... Bagian dari risk management pasti akan menghitung akan hal tersebit, dihitung projeksi inflasi, nilai tukar uang dlsb  ---> Bila dilakukan dengan penyetaraan nilai emas per gram Boleh ga pak ustadz?

Tanya:
Kembali Ke hutang piutang sih....misal saat ini uang 100 juta itu setara emas 188 gram, asumsi per gram ribuan. Nah bila hutang seseorg blm lunas juga Ke kita misal Baru terbayar 2th kemudian asumsi per gram emas menjadi 700ribu sehingga yg hutang mengembalikan menjadi 131juta sekian
Jawab:
Akh Affandi...
Coba uraikan maksuh Akhe dengan hadist yang berikut ini :

"Emas dijual dengan emas, perak dijual dengan perak, gandum dijual dengan gandum, sya’ir (salah satu jenis gandum) dijual dengan sya’ir, kurma dijual dengan kurma, dan garam dijual dengan garam, (takaran/timbangannya) harus sama dan kontan. Barangsiapa menambah atau meminta tambahan maka ia telah berbuat riba, penerima dan pemberi dosanya sama” [Riwayat Muslim hadits no. 1584]

Akh Affandi kaidah dalam hal ini adalah :
Hutang emas dibayar oleh emas, hutang uang dibayar dengan hutang uang. Betuuull... Memang ada konsep value of money, tapi hutang sesama saudara muslim bukan untuk menguntungkan kita pribadi, tetapi memang menolong orang dalam keadaan mendesak.

Tanya:
Mau nanya...kalo kita pernah minjam temen di masa lalu memang nominalnya tidak seberapa tapi pada waktu itu akan mengembalikan ke ybs dianya malah ga bisa di hubungin dan da tanya ke beberapa temen ga da yang tahu ybs pindah kemana.. terus bagaimana pak? Apa uang itu di sodaqoh khan saja?
Jawab
Cari semaksimal mungkin dengan usaha kita yang sungguh sungguh, jika tidak ketemu silahkan saja disedekahkan, tetapi tidak menghapus hutang kita jika suatu saat kita bertemu dengan ybs.

Biasanya didalam hukum ekonomi ada namanya norma 72. Norma 72 ini akan berefek terhadap value uang dengan jangka waktu yang cukup lama bertahun tahun. Naaah... Jika hal itu terjadi, berarti pihak penghutangnya tidak amanah... Tidak mau buru buru membayarkan hutangnya. Jika kita sebagai penerima hutang sudah ditolong oleh pemberi hutang, maka ciptakan simbiosis mutualisme, kembalikan secepatnya agar tidak terkena  syndrom "future value". Bukankah di islam juga harus secepat cepatnya kita membayarkan hutang....?

Tanya:
Jadi gimana yaa.. Kalo belum sempat ketemu lagi orangnya. Hutang kita gak terhapus ya

Tanya
Kalo ortu kita sudah wafat .sebagai ahli waris kita takut orang tua punya hutang sebelum wafatnya . gimana ya pak cara bayarnya sedang kita tak tau beliau punya hutang ato ndak?
Jawab
Kan sudah diumumkan waktu meninggalnya orang tua kita meninggal, jika ada yang berhutang disuruh menemui pihak keluarga. Jadi posisi kita tinggal menunggu saja

Tanya
Ok .apa ada batasannya? karena ini sudah masuk tahun ke 6.lalu pentingkah kita sambung tali silaturahmi dengan Teman bapak kita?
Jawab 
Dipersilahkan, karena posisi menunggu, ya nda usah ditunggu. Sampai dateng aja yaaa. Silahkan jika menyambung tali silaturahmi... Dengan silaturahmi akan membuka pintu rezeki

Doa Kafaratul Majelis :

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك 

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubuilaika 
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”.       
                       ​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ