JUAL BELI DAN RIBA

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Monday, September 15, 2014

Rekap Kajian Bunda HA 1/2 & 7/8 ummi

Selasa, 2 September 2014
Pemateri: ust. Herman Budiyanto

JUAL BELI DAN RIBA

Assalamu'alaykum ibu-ibu yg dirahmati Allah
Perkenalkan saya Herman, hari ini kita akan diskusi tentang masalah jual beli dan riba
Definisi (Jual Beli)

Secara bahasa adalah pertukaran harta dengan harta.

Secara syariat, makna (bai’) telah disebutkan beberapa definisinya oleh para fuqaha (ahli fiqh). Definisi terbaik adalah: Pertukaran/pemilikan harta dengan harta berdasarkan saling ridha melalui cara yang syar’i. (Syarah Buyu’, hal. 1)

Hukum Jual Beli

Hukum asal jual beli adalah halal dan boleh, hingga ada dalil yang menjelaskan keharamannya. Dalil kebolehannya adalah Al-Qur`an, hadits, dan ijma’ ulama.

Dalil dari Al-Qur`an di antaranya firman Allah Ta'ala:“Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…” (Al-Baqarah: 275)

Adapun hadits, di antaranya sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam:“Sesungguhnya jual beli itu dengan sama-sama ridha.” (HR. Ibnu Majah)

Para ulama di sepanjang masa dan di belahan dunia manapun telah sepakat tentang bolehnya jual beli. Bahkan ini merupakan kesepakatan segenap umat, sebagaimana dinukil oleh Al-Imam An-Nawawi.

Syarat-syarat Jual Beli :

Jual beli dianggap sah secara syar’i bila memenuhi beberapa persyaratan berikut:

1. Keridhaan kedua belah pihak (penjual dan pembeli).

2. Yang melakukan akad jual beli adalah orang yang memang diperkenankan menangani urusan ini.

3. Barang yang diperjualbelikan harus halal dan ada unsur kemanfaatan yang mubah.

4. Barang yang diperjualbelikan dapat diserahterimakan.

5. Akad jual beli dilakukan oleh pemilik barang atau yang menggantikan kedudukannya (yang diberi kuasa).

6. Barang yang diperjualbelikan ma’lum (diketahui) dzatnya, baik dengan cara dilihat atau dengan sifat dan kriteria (spesifikasi)-nya.

🍒Bahaya dan Dosa2 Riba/Bunga
Rasulullah shallahu ‘alahi wasallam bersabda, “Allah melaknat orang yang memakan (pemakai) riba, orang yang memberi riba, dua orang saksi dan pencatat (dalam transaksi riba), mereka sama saja”. (HR. Muslim dan Ahmad)

🍒Dosa- dosa Riba

1. “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Rabbnya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Dan barang siapa yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya”. (QS. Al-Baqarah:275).

2. Allah subhanahu wata’ala juga menghilangkan keberkahan harta dari hasil riba dan pelakunya dicap melakukan tindakan kekufuran, sebagaimana firman-Nya,“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa”. (QS. Al-Baqarah:276)

3. Allah subhanahu wata’ala memerangi riba dan pelakunya, sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya,“Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasulnya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya”. (QS. Al-Baqarah:279)

4. Membawa kehancuran.“Jauhilah tujuh dosa besar yang membawa kepada kehancuran,” lalu beliau sebutkan salah satunya adalah memakan riba. (HR. al-Bukhari dan Muslim)

5. Seperti zina dg ibu"Dosa riba memiliki 72 pintu, dan yang paling ringan adalah seperti seseorang berzina dengan ibu kandungnya sendiri.” (Shahih, Silsilah Shahihah no.1871)

6. “Bahwa satu dirham dari hasil riba jauh lebih besar dosanya daripada berzina 33 kali”. (HR Hakim)

7. “Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari hasil riba dan dia paham bahwa itu adalah hasil riba maka lebih besar dosanya daripada berzina 36 kali”. (HR Ahmad)


PERTANYAN & JAWABAN :

Saya menjual,tapi emang gk tau barang langsung. Tapi untuk memastikan kualitas sya oder dulu
Klo sperti itu gmn Tad bs gak?
Jual beli on line boleh bu dg syarat :
- menjual produk sendiri
- atau menjadi perantara dengan perjanjian dapat komisi tertentu atau mengambil keuntungan lebih dari harga dasar yg ditentukan produsen
- dilarang dg sistem drop shipping yaitu menjual produk orang dg hanya menampilkan foto tp kita tdk tahu kualitas sesungguhnya
Cara ibu sudah benar yaitu dengan memastikan kualitas ke produsen, datang dan melihat barang lalu pesan barang tsb

Poin nmr 6 Ustad, bagaimana sifat dan kriteria (spesifikasi) barang yang diperjual-belikan agar jual-beli itu dianggap sah?
Misalnya kalau baju maka dapat diketahui bahannya apa misal japan drill, tebal tipis dll

Ustad, bagaimana hukum jual beli barang hasil timbunan, menunggu harga naik, setelah harga naik baru dijual lagi
Dalam islam menimbun barang itu disebit al ikhtikar, hukumnya diharamkan krn mendzolimi konsumen

Ustad, sy pernah mendengar kalau menjual barang dengan margin keuntungan di atas 50% dari modal hukumnya adalah riba. Apakah betul?
Bagaimana kl misalnya  kita jualan baju buatan sendiri yg modelnya unik, jd dijual harganya berkali-kali lipat dari harga modal? Krn ada nilai kreativitas di situ yg harganya mahal sekali
Penentuan besaran keuntungan terdapat perbedaan pendapat. Tetapi kebanyakan ulama tdk membatasi jumlah besarnya keuntungan.
Modal dapat ditambahkan biaya2 lain spt transportasi, tenaga kerja, kreasi dll.
Para ulama hanya menjadikan tdk membebani konsumen dengan beban yg terlalu berat shg adabnya adalah yg sedang2 saja dalam mencari keuntungan

Ustad, menyimpang sedikit anak saya rencana mau ambil  rumah kpr kredit hukumnya gmn? Syukron ustd
KPR dg bank konvensional menggunakan riba, sehingga haram. Silakan dicari KPR yg tanpa riba kerjasama dg bank syariah

Ustad, saya jualan online..alhamd tdak ada komplain dr pembeli krena barang 90% persis gmbar..bagaimna ustad?
Maaf ibu sistem jualnya seperti apa?
Kalau barang tsb milik ibu maka boleh.
Atau ibu sebagai perantara dg mendapat persentase tertentu.
Yg dilarang adalah ibu melakukan penjualan atas produk orang lain. Tetapi ibu menyebut sebagai milik pribadi. Prnjual mentransfer uang ke ibu lalu ibu transfer uang ke pemilik. Setelah itu pemilik akan mengirim barang ke pembeli atas nama ibu. Sistem ini disebut drop shipping yg dilarang.

Ustad, afwan sy ada pertanyaan lg,misalkan ada seorg petani menjual hasil pertaniannya di pasar dg harga 1000,lalu ada org ngambil dr petani itu dan berjualan di pasar yg sama dg harga 1000 jg.pastinya penjual ke 2 ambil dr petani tsb dg harga di bwh 1000,jd mengurangi laba dr petani tsb.hukumnya gmn ustadz?atau malah di jual dg harga lbh mahal dr yg di jual petani tsb,hukumnya gmn?
Tidak masalah bu apabila menjual barang dg harga sama atau lebih tinggi krn masing2 punya strategi yg berbeda

Lalu bagaimana dengan "pulsa" Ustad ?
Tdk ada masalah bu, sistem jual beli pulsakan ada sistem depositnya.

Tanya lagi yaa ustadz : gimana hukum jual beli dimana sipembeli itu terpaksa membeli karna butuh barang tersebut, sementara sipenjual menawar dgn harga tinggi menurut sipembeli tp sebenarnya harga tersebut tidak terlalu tinggi, hingga sipembeli ngomel2.
Dalam jual beli harus sama2 ridho, kalau tdk ridho dan ada yg kecewa/ngomel maka bisa menjadi tdk sah jual beli tersebut.

Apakah setiap jual beli itu harus ada akadnya? Misal dipasar kan banyak yg dibeli...
Jual beli yang sudah sama2 maklum maka akadnya cukup dg saling pengertian atau bahasa yg biasa dipakai masyarakat disana. Misal terong berapa? 5000. Dijawab. Ok kalau bgt.  Jawaban spt ini sudah termasuk sah.

Misal beli di 1warung,trus byar'y di akhir& di warung it gak ada papan harga& clon pembeli jg sadar itud,tahu2 harga byr d akhir,tp pmbeli tetap kaget krn hrga'y d luar yg dikira.
Jd yg pembeli td scra agama jg salah kah, Tad? & gak blh nuntut ? (meski gak ridho)
Sistem seperti ini yg mesti diperbaiki, sebaiknya ditanyakan dulu harganya sebelum dimakan.

Berarti berjualan online dg hanya menampilkan gambar tdk boleh ya ustadz?selama ini sy konsumen online,kl membeli baju kadang tdk sesuai dg yg ada di foto, tp tdk bs komplain/ dikembalikan.bahkan sy pernah mdpt barang rusak.trs mengenai pengepul gmn ustadz? utk pembelinya gmn, ustad?krn sy membeli di online yg pake sistem drop shipping gitu.
Kalau sistemnya seperti itu sebaiknya dicari sumbernya atau produsennya saja bu agar lebih baik

Pertanyaan dan Jawaban :
--------------------------

1. Ust, bolehkah menjual barang tiruan dr produk2 org kafir?.

Jawab :
menjual barang tiruan boleh asalkan dijelaskan bahwa ini barang tiruan/kw. Atau diberikan merk yg memang beda dg aslinya.

2. Bagaimana dengan menjual barang secara kredit.... apakh boleh hargax berbeda dgn penjualan yg cash?

Jawab :
jual beli kredit dalam islam diperbolehkan. Rosulullah pernah membeli barang secara hutang juga ke seorang Yahudi, dan beberapa kisah yg tertuang dalam hadits lain. Bahkan disebut juga dalam surat al Baqarah ayat 282 tentang bermuamalah secara tidak tunai.

Kebolehan ini dibatasi asalkan tdk ada riba di dalamnya.

Misal harga tunai 1 jt dan bila kredit 1,5 jt dicicil berapa kali, maka hal ini boleh.

Bila tunai 1 jt dan kredit maka ditambah bunga sekian persen maka haram krn riba

3. Kalau yg kita kredit itu emas,Haram gak ustadz ?
Soal nya pernah denger di pegadaian ada yg nama nya beli emas secara kredit

Jawab :
kredit emas memang banyak pendapat ulama. Dari hasil fatwa dewan syariah nasional MUI diputuskan bahwa jual beli emas secara kredit boleh. Emas disini sebagai produk barang bukan sebagai alat tukar seperti dulu. Kalau jual beli emas dan perak sbg alat tukar maka haram

5. Pernah baca g boleh ada 2 hrga tuk 1 brang. G boleh beda harga jual antara cash n kredit.. Bagaimana ini ustadz?

Jawab :
memang dalam fiqih muamalat ini banyak pendapat. Tetapi banyak ulama yg tidak mempermasalahkan hal itu karena memang dg kredit resiko dan perputaran modalnya berbeda shg boleh dibuat berbeda harga
Silakan mau ambil pendapat yg mana.

7. Tanya ustad ,saya kepada saudara,tetangga cash sama hutang sama,saya jual,grosis atau ecer.apakah boleh yg saya lakukan seperti itu?

Jawab :
penentuan harga itu menjadi hak dari penjual, mau menjual dg harga sama atau berbeda itu boleh. Yg dilarang bila menipu kualitas barang

8. Gini ustad banyak pedagang khususnya ditempat wisata/ pasar siring bohongnya dgn jujurnya,
Separti ditawar pembeli cuma untung 500 rupiah,trus dia bilang kalau itu pasar pokok belinya supaya pembeli mau nambahi sedikit uang,itu gimana hukumnya?,
Sebab setiap saya bilang itu bohong gak boleh semua orang memojokkan saya dia bilang itu sistem dagang klau kamu gak mau ikuti kita makanya kamu tetep gak berhasil,disini tempat bisnis bkn tempat ngaji.
Apakah hasil yg didapat itu halal.dan apakah yg harus saya lakukan kepada orang2 Itu ustad,?

Jawab :
Rosulullah berpesan kpd para pedagang bahwa sebelum berdagang maka mereka harus memahami hukum berdagang sehingga menjadi halal dan tdk terjerumus menjadi perdagangan haram.

Menipu harga, menipu kualitas barang dll tersebut menyebabkan haramnya jual beli

Yg harus ibu lakukan adalah memberikan contoh berdagang yang halal, jujur sehingga barokah.

9. Apakah akad jual beli harus diucapkan ustadz?

Jawab :
@ bu fitri :tdk harus diucapkan saya jual anda beli tp cukup dengan sama2 memahami bahwa hal tsb jual beli. Misal berapa harganya? 10 rb. Ok.

Maka hal tsb juga sudah ok

10. Mau tny pa Ustad, sy dagang trs ada yg beli hrg sekian tp bonnya minta dibikin hrgnya lbh dr hrg yg sy ksh itu gmn pa Ustad...mksh seblmnya slm .

Jawab :
Ini bagian dari penyakit ummat bu, sebaiknya dinasehati karn itu perbuatan dosa. Tujuannya adalah korupsi.

11. Diluar tema ya ustad
Serang banyak petani dan peternak bilang itu sayur ,buah organic padahal bkn,itu asli gak pakai sentrat daging dan telurnya padahal pakai sentrat,itu gimana ustad hukumnya?

Jawab :
Semua bentuk penipuan dalam jual beli maka itu dosa bu.

Mari kita tutup majelis hari ini dg membaca Doa Kafaratul Majelis :

Bissmillahirrahmanirrahim...
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Aamiin ya rabbal alamiin

dipostkan oleh : Ira Wahyudiyanti


Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Ketik Materi yang anda cari !!