Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

Kehormatan Muslim

KAJIAN ONLINE TELEGRAM HAMBA  اللَّهِ SWT 

Hari / Tanggal : Kamis 04 September 2014
Narasumber : Ustad Doli
Materi : Kajian Islam
Notulen : Nurza
Editor : Ana Trienta


Kehormatan Muslim

Salah satu materi yang dahulu disampaikan berulang ulang kepada kami adalah masalah hak hak setiap muslim. Salah seorang guru kami bahkan sempat mengingatkan, kalau kita belum bisa menghayati ini artinya hidup dengan hal ini, maka dikhawatirkan bukan kebaikan yang di dapat dari dakwah kita ini. Salah satu hak itu adalah menjaga kehormatan setiap muslim.

Berikut kami sampaikan salah satu tulisan dari Syaikh Dr Yusuf Qardhawie yang mengingatkan tentang pentingnya masalah ini dihadapan Allah SWT. Kita semua telah memaklumi, bagaimana Islam dengan melalui ajaran-ajarannya telah melindungi kehormatan dan harga diri manusia, bahkan sampai kepada bentuk mensucikannya.

Pada satu hari Ibnu Mas'ud pernah melihat Ka'bah, kemudian dia mengatakan: "Betapa agungnya engkau dan betapa pula agungnya kehormatanmu. Tetapi orang mu'min lebih agung kehormatannya daripada engkau." (Riwayat Tarmizi)

Dalam haji wada', Rasulullah s.a.w, pernah berkhutbah di hadapan khalayak kaum muslimin, di antara isi khutbahnya itu berbunyi sebagai berikut:"Sesungguhnya harta benda kamu, kehormatanmu, darah kamu haram atas kamu (dilindungi), sebagaimana haramnya harimu ini di bulanmu ini dan di negerimu ini." (Riwayat Tarmizi)


Islam melindungi kehormatan pribadi dari suatu omongan yang tidak disukainya untuk disebut-sebut dalam ghibah, padahal omongan itu cukup benar. Maka bagaimana lagi kalau omongan itu justru dibuat-buat dan tidak berpangkal? Jelas merupakan dosa besar. Seperti dituturkan dalam hadis Nabi:
"Barangsiapa membicarakan seseorang dengan sesuatu yang tidak ada padanya karena hendak mencela dia, maka Allah akan tahan dia di neraka jahanam, sehingga dia datang untuk membebaskan apa yang dia omongkan itu." (Riwayat Thabarani)

Aisyah juga pernah meriwayatkan:"Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. pernah bertanya kepada para sahabatnya: Tahukah kamu riba apakah yang teramat berat di sisi Allah? Mereka menjawab: Allah dan RasulNya yang maha tahu. Kemudian bersabdalah Rasulullah: Sesungguhnya riba yang teramat berat di sisi Allah, ialah: menghalalkan kehormatan pribadi seorang muslim."Kemudian Rasulullah s.a.w. membacakan ayat: "Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mu'min laki-laki dan perempuan dengan sesuatu yang pada hakikatnya mereka tidak berbuat, maka sungguh mereka telah memikul dusta dan dosa yang terang-terangan." (al-Ahzab: 58)

Bentuk penodaan kehormatan yang paling berat ialah menuduh orang-orang mu'min perempuan yang terpelihara, melakukan suatu kemesuman. Karena tuduhan tersebut akan membawa bahaya yang besar kalau mereka mendengarnya dan didengar pula oleh keluarga-keluarganya, serta akan berbahaya untuk masa depan mereka.

Lebih-lebih kalau hal itu didengar oleh orang-orang yang suka menyebar luaskan kejahatan di tengah-tengah masyarakat Islam. Justru itu Rasulullah menganggapnya sebagai salah satu daripada dosa-dosa besar yang akan meruntuhkan. Dan al-Quran pun mengancamnya dengan hukuman yang amat berat. Firman Allah: 

"Sesungguhnya orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan yang bersih jujur dan beriman, mereka itu dilaknat di dunia dan di akhirat, dan bagi mereka siksaan yang besar, yaitu pada hari di mana lidah, tangan dan kaki mereka akan menyaksikan atas mereka tentang apa-apa yang pernah mereka lakukan. Pada hari itu Allah akan menyempurnakan balasan mereka dengan benar, dan mereka tahu sesungguhnya Allah, Dialah yang benar yang nyata." (an-Nur: 23-25)

Terakhir mari kita hayati, kita hidup dengan ayat ini....
Dan firmanNya pula: "Sesungguhnya orang-orang yang senang untuk tersiarnya kejelekan di kalangan orang-orang mu'min, kelak akan mendapat siksaan yang pedih di dunia dan akhirat, dan Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." (an-Nur: 19)
Wallahu alam

TANYA JAWAB

Tanya
Ustadz kalo orang yang suka menyebar fitnah penodaan kepada wanita terpelihara soal keburukannya dan membuatkan yang bersangkutan tau. Jika lelaki itu bertaubat, apakah lelaki itu tidak akan mendapatkan dosa yang dilakhnat? Sedangkan udah menyabar luaskan aib
Jawab

Taubat yang berkaitan pribadi bersangkutan dengan Allah SWT lebih mudah, dengan bertaubat mohon ampun pada Allah SWT, penyesalan, azzam tak mengulangi, tutupi dengan amal amal sholih. Namun kalau menyangkut sesama manusia, maka hak manusia tersebut harus juga di kembalikan. Dijelaskan mengapa islam mengkhususkan dosa penodaan terhadap kehormatan mukminat disebut dosa yang membinasakan. Karena sulitnya kalau tak mau disebut mustahil mengembalikan kehormatan seorang mukminat jika sudah ternoda masalah yg satu itu. Apalagi zaman sekarang, dalam hitungan detik, jempol mencet, berita bisa tersebar ke penjuru dunia.


Tanya
Ustadz aib diri sendiri di masa lalu haruskah ditutupi walaupun dengan orang tua atau suami sekalipun?


Tanya
Ustadz mau tanya, bagaimana cara kita menyikapi aib pasangan kita sendiri?

Jawab

Menutup aib diri sendiri bukan saja boleh, justru ditegaskan sendiri oleh Nabi SAW.
"Semua umatku diampuni dosanya kecuali orang-orang yang melakukan perbuatan maksiat secara terang-terangan. Salah satu dari perbuatan maksiat secara terang-terangan adalah seseorang melakukan suatu perbuatan dosa pada malam hari, dan Allah menutupinya. Namun, kemudian pada pagi harinya dia bercerita kepada orang lain, ‘Hai fulan, semalam aku melakukan ini dan itu’. Sebenarnya dia di malam harinya aibnya itu ditutupi oleh Tuhannya, namun pagi harinya malah dia yang menyingkap sendiri tabir Allah itu darinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Termasuk menutup aib saudara kita adalah dalam berdakwah. Kita harus menjaga betul kehormatan objek dakwah kita, tidak menelanjangi kesalahannya dengan menasihati di depan orang lain. Ini berat ya, yaitu ketika ada saudara kita muslim yang jatuh dalam dosa jangan sampai ada rasa senang dalam hati kita.
Dalam surat an nur ayat 19, ada rasa senang dalam hati kita ketika mendengar ada mukmin yang jatuh dalam dosa disana sudah terancam oleh azab Allah. Terakhir, kita harus pupuk terus kasih sayang, lemah lembut kita pada sesama muslim. Kalau pada firaun saja Allah perintahkan berdakwah dengan lembut, apatah lagi kepada sesama muslim. Terus dipupuk sehingga sifat nabi SAW dan para sahabat Ra yang tercantum pada akhir surat al fath bisa kita ikuti.

"ar ruhamaau bainahum....."
wallahualam 

PENUTUP :

Doa Kafaratul Majelis :

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك 

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika 
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”.                             
 ​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ